"Kita masuk ke toko yang itu saja! Toko itu terlihat lebih ramai dari toko yang lain. Aku yakin, kualitas produk di sana nanti juga lebih baik," ujar Vivi.
Vivi langsung menarik tangan Thalia untuk masuk ke toko yang di tunjuknya.Dan begitu memasuki toko itu, mata Thalia dan Vivi seketika di manjakan oleh perlengkapan bayi yang sangat cantik dan menarik dan juga sudah di atur oleh pihak toko secara rapi.
Vivi langsung melangkah menuju ke arah rak yang di gunakan sebagai tempat parcel untuk bayi.
"Aku bingung harus membeli yang mana karena parcel untuk perlengkapan bayi itu terlihat menarik semua di mataku. Thalia, tolong rekomendasikan sesuatu untuk diriku!" Pinta Vivi.
Thalia juga sebenarnya bingung saat melihat banyaknya semua perlengkapan bayi itu. Dan kalau boleh jujur, sebenarnya Thalia juga ingin membeli salah satu dari parcel itu. Tapi mengingat Keenan yang sudah memberikan banyak sekali perlengkapan bayi untuknya, membuat Thalia mengurungkan kembali niatnya itu.
"Kalau aku sendiri akan lebih memilih parcel untuk peralatan makan bayi saja. Jika memilih parcel tidur bayi mini atau parcel dot bayi, sepertinya tidak akan terpakai. Mengingat orang tuanya pasti sudah membelikan barang - barang seperti itu lebih dulu."
Vivi terlihat tengah mempertimbangkan saran dari Thalia. Hingga tak lama kemudian, ia memanggil salah satu penjaga toko untuk menampilkan parcel yang berisi alat makan bayi.
"Oh, iya! Apa kau tidak ingin membeli barang perlengkapan bayi juga? Bukankah usia kandungan itu sudah mencapai 6 bulan ya? Akan lebih baik jika kau mempersiapkan semua itu mulai dari sekarang," kata Vivi.
Thalia menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal. "Sebenarnya, seseorang sudah mempersiapkan semuanya itu untukku." sahut Thalia dengan nada suara yang terdengar ragu.
"Eh, benarkah? Aku jadi penasaran dengan orang itu! Apa dia Ayah dari bayimu?" tanya Vivi dengan raut wajah yang sangat penasaran.
"Ya, bisa di bilang seperti itu. Ya sudahlah, kita jangan bahas masalah itu.…
Brother'S Obsession
Laki - Laki Berjas Hitam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 286 Episodes
Comments
Erni Handayani
Bumil masih marah aja... Sabar keenan cinta butuh perjuangan
2023-12-07
0