"Tidak semuanya harus lo tahu. Kalaupun nanti lo tahu berarti memang lo berhak."
Di sinilah mereka berada. Di sebuah kedai kopi yang letaknya tak jauh dari tempat kost Nararya.
Tadi setelah insiden pencydukkan Vallesia, Nararya langsung menarik Vallesia ke sini dan mengabaikan keberadaan Zanna.
Vallesia bungkam. Tidak berniat berbicara. Dia tahu emosi Nararya belum stabil jadi dia tidak ingin membahayakan dirinya sendiri.
Namun, ada yang aneh. Raut wajah Nararya sekarang berbeda dari biasanya. Jika biasanya Nararya selalu menampakan wajah dinginnya sekarang dia nenampakan wajah lemahnya. Vallesia ingin mencoba menguatkan Nararya tetapi dia bingung.
"Lo lihat semuanya?" tanya Nararya dan langsung diangguki oleh Vallesia.
"Lo denger?"
Vallesia kembali mengangguk.
"Bagus. Jadi gue gak usah capek-capek jelasin."
Vallesia tertegun. Dia tidak menyangka dengan reaksi Nararya karena yang dia bayangkan adalah Nararya akan marah dan membentaknya.
"Jadi ini alasan lo bersikap dingin sama orang lain?" tanya Vallesia yang sudah gatal ingin tahu segalanya. Beginilah Vallesia, sifat keponya terlalu tinggi.
"Kehidupan gue terlalu rumit. Ada banyak alasan yang membuat gue kayak gini."
Sepertinya Vallesia salah bertanya karena setelahnya raut wajah Nararya semakin kusut. Matanya kembali memerah, tangannya mengepal. Vallesia tahu Nararya sedang menahan amarah.
"Lo berhak marah. Lo berhak kecewa tapi lo jangan dendam juga sama nyokap lo," ujar Vallesia. Dia tahu pasti rasanya sakit diabaikan oleh keluarga sendiri tapi Vallesia tidak bisa melihat Zanna yang statusnya Ibu Nararya bersedih seperti itu. Zanna memang salah tapi sekarang dia mau memperbaiki kesalahan itu dan seharusnya Nararya memberi kesempatan pada Zanna.
"Kadang orang hanya bisa memberi solusi tanpa dia tahu apakah itu mudah atau tidak untuk dilakukan. Dan kadang orang kembali mengabaikan bukan karena dendam dia hanya ingin memberi pelajaran pada orang itu bahwa yang dia lakukan akan berbalik pada dirinya sendiri."
Saa…
SENSUM (RASA)
26. Sisi Rapuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments