..."Cinta yang baru dia sadari ketika orang yang dia cinta sudah digenggam orang lain."...
Nararya memacu motor dengan kecepatan tinggi. Banyak dari pengguna jalan yang lain memaki-maki Nararya namun seperti biasa, Nararya mengabaikannya.
Hari ini Nararya tidak mengantarkan Vallesia pulang karena katanya Vallesia ingin sendiri dulu. Nararya tak ambil pusing karena dia-pun sama seperti Vallesia butuh waktu sendiri kalau sedang ada masalah.
Sepulang sekolah Nararya tidak berniat untuk langsung pulang, otaknya butuh refreshing dan hatinya butuh tempat yang damai. Nararya juga tidak tahu dia akan ke mana, yang jelas dia ingin mencari tempat yang setidaknya bisa menyejukan hati dan pikirannya.
Lagit yang semula cerah berubah menjadi mendung. Angin berhembus dengan kencang membuat dedaunan kering jatuh ke tanah. Satu persatu air hujan turun dan membasahi tubuh Nararya, membuat Nararya mendengus kesal.
"****," gerutu Nararya lalu mulai menepikan motornya di salah satu halte.
Setelah motornya terparkir aman, Nararya turun dan berjalan menuju bangku halte. Sebelum duduk dia menyempatkan diri untuk mengelap jaketnya dengan menggunakan tangan. Selepasnya dia langsung duduk di antara kerumunan orang yang juga sedang meneduh atau orang yang sedang menunggu bis.
Tiba-tiba pikiran Nararya mengarah pada satu gadis ... Vallesia. Ribuan pertanyaan bersarang di kepalanya. Apakah Vallesia baik-baik saja? Apakah dia sudah tidak bersedih? Apakah dia sudah makan? Rasanya pikiran Nararya sudah dipenuhi oleh nama Vallesia.
"Eh sorry!"
Nararya meringis sakit tatkala ada yang menginjak kakinya. Nararya menengadah untuk melihat siapa orang yang berani mengganggunya.
Tangannya sudah mengepal kuat, ingin memberi pelajaran pada orang tersebut. Namun tubuhnya langsung melepas. Kepalan tangannya membuka dengan sendirinya. Katakanlah pada Nararya bahwa ini hanya mimpi, karena tidak mungkin bahwa yang ada di hadapan Nararya adalah dia.
Nararya bangkit dari duduknya lalu mulai meneliti penampilan o…
SENSUM (RASA)
29. Rasa Sesak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments