..."Nangis bukan berarti lo lemah. Nangis juga bisa menjadi cara untuk meluapkan kesedihan di saat lo tidak bisa bercerita." ...
Langit di pagi hari ini mendung, sama halnya dengan suasana hati Vallesia. Sepertinya langit juga turut prihatin dengan apa yang dialami Vallesia.
Cewek berkacamata dengan rambut bergelombang itu menyimpan kepalanya di meja dengan kedua tangan yang dia jadikan sebagai bantal.
Kejadian semalam membuat hatinya kembali sesak. Pikirannya berkecamuk dan dia merasa bahwa hidupnya paling menderita.
Satu persatu orang sudah mulai memasuki kelas namun Vallesia tak terganggu sama sekali. Dia masih asyik dengan dunianya. Dia masih betah meratapi hidupnya yang sekarang mulai tak tenang.
Keributan antara Selin ... Bendahara kelas dan juga Damar tak menarik perhatian Vallesia. Padahal Selin dan Damar yang berada di belakang Vallesia sedang adu mulut dikarenakan Damar tak kunjung bayar kas dan sudah nunggak selama 3 minggu.
"DAMAR BAYAR!" teriak Selin.
Damar tak menggubris. Dia masih asyik dengan ponselnya seolah-olah Selin hanya angin lalu.
"DAMAR!!!!" teriak Selin semakin kencang.
"Apa? Naksir sama gue? Pagi-pagi udah manggil gue aja. Tenang nanti malam jadi kok. Mau berapa ronde?" ujar Damar sambil menaik turunkan kedua halisnya.
Selin melotot. Rasanya kesal pagi-pagi sudah dipancing amarahnya. Inilah alasan Selin tidak berminat menjadi Bendahara, emosinya selalu dipermainkan.
"Bayar kas lo, hutang lo banyak," kata Selin.
"Nanti malam gue lunasin sampai tahun depan,"
"****** lo," geram Selin sambil menggeplak kepala Damar dengan buku catatan kasnya.
Selin memilih meninggalkan Damar dan berjalan menuju bangku Vallesia. Namun dilihatnya Vallesia yang sedang memejamkan mata dan muka yang kelihatan lelah. Tak ingin membangunkan macan yang sedang tidur Selin-pun memilih untuk pergi.
"Si Valles kelihatan lagi badmood. Mending gue pergi daripada kena amuk," ujar Selin.
Dari ambang pintu datang seorang laki-laki dengan memakai jaket levis hitam serta…
SENSUM (RASA)
28. Mendadak Diam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments