“Kenapa? Kenapa abang memikul beban semuanya sendirian?" tanya dara yang sedang menangis tersedu-sedu
“Ini tugas anak pertama, tugas kalian menghibur mama agar tidak sedih dan teringat tentang kejadian semalam lagi"
Percakapan kedua saudara itu membuat hubungan mereka menjadi semakin dekat. Melihat dara yang sudah tenang, bang nanda pun menyuruhnya untuk beristirahat. Selesai memasangkan selimut kepada adiknya, bang nanda pergi ke kamarnya untuk mengerjakan sesuatu. Rupanya rumah yang ayah tinggali di luar kota sudah ia pasangkan cctv untuk memantau aktivitas sehari-hari lelaki tua itu.
Ia tampak sedang fokus melihat sesuatu yang ada di dalam laptopnya. Nama-nama dari data yang ia cari merupakan orang-orang yang berhubungan dengan dengan sang ayah.
Pagi harinya, mereka masih melakukan aktivitas seperti biasanya meski kadang masih di hantui oleh kejadian semalam. Aroma cake yang sangat menggugah selera tercium dari bilik dapur, tidak lupa dengan kue kering lebaran yang baru saja di angkat dari loyang panggangan.
Dara menyusun satu persatu kue keringnya ke dalam sebuah toples kecil. Belum sampai setengah toples tersimpan, ia mendapati sebuah telfon.
“H-halo?" ucapnya
"Sayang, kamu nggak lupa kan pertemuan hari ini? Jam 11 aku jemput ke rumah. Kita cari bingkisan dulu"
"Yudan, iya aku ingat. Tapi kenapa harus jam 11 sih?" tanya dara di telfon sambil mengecilkan suaranya
“Aku kangen kamu" ucap yudan yang tanpa basa-basi lagi
Mendengar kalimat yang terlontarkan dari suara lelaki yang sangat berat dan basah itu, jantung nya seketika mendebar-debar dengan hebat. Muka nya memerah hebat sampai ke kuping, yudan bisa melihat bagaimana respon dari dara meskipun hanya mendengar lewat telfon. Ia memang suka menggoda gadis itu supaya bisa mendapatkan hatinya lagi.
"Hmm sayang kemana? Kenapa cuma dia aja?" lanjut yudan pura-pura tidak tau
"A-aku lagi si-sibuk sekarang, udah ya ku matikan dulu" ujar dara menutup telfonnya
Saat ingin memalingkan wajahnya ke belakang, dara ditambah se…
A Memorable Meeting
19 Rencana Liciknya Yudan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments