Sementara itu, Liam sedang sibuk dengan dirinya sendiri, ia sedang berusaha membalut luka tembak tadi dengan mandirinya, ia sedikit mengigit kecil kain kasa untuk mengikatnya dengan kuat.
"Akh, shh". Liam meringis kesakitan, karena lengangnya yang terkena tembakan tadi ditekan oleh Agler secara tiba-tiba. "Tau tidak ini semua salah ayahmu". Ujar Agler kesal sembari menekan lengan Liam semakin kuat.
"Lepas Agler, ini sangat sakit!". Seru Liam yang sedang berusaha melepas tekanan itu. "Kau gila ya?". Sambungnya geram.
"Sudah, Agler, ini bukan salahnya berhentilah membuat keributan". Ujar Glamora tanpa melihat ke arah mereka, yang ia rasakan hanyalah rasa sakit dikaki nya, mungkin sebentar lagi akan mati rasa.
Akhirnya Agler melepaskan tekanan itu, lalu pergilah menghampiri Glamora, sedangkan Liam menyenderkan kepalanya didinding, rasanya sangat sakit, bayangkan, bekas luka terkena air saja perih, apalagi jika luka tembak ditekan seperti itu.
Huftt..
.
.
BRAKK!!
"TUAN AGLER, AYO KITA PERGI DARI SINI". Teriak seseorang yang mendobrak pintu barusan.
Karena Agler paham atas apa yang dibicarakan orang itu, akhirnya ia langsung menggendong Glamora pergi dari sana yang disusul oleh Vera dan Frea.
Mereka turun ke lantai satu dimana pertengkaran mereka akhirnya terjadi, keluarga KYLLER, dengan cepat bergegas pergi dari sana karena sebagian keluarga REGEN sudah terkapar tak berdaya, termasuk David yang sudah terkena luka tembak di lengan dan kakinya.
Setelah keluarga Kyller pergi dari sana, Liam akhirnya turun dan berdiri tepat diatas tubuh ayahnya. Liam menyodorkan pistolnya ke bawah tepat dikepala David.
"Nak? Jangan.. kau berani membunuhku? Aku ini ayahmu". Ucap David sedikit ketakutan kalau Liam akan benar-benar menembaknya.
"Cih.., kau kira aku tidak tahu? Aku ini bukan anakmu kan?". Tanya nya kembali, sembari memperlihatkan wajah menyepelekan.
"Tidak.. itu tidak bena-"
DORR!! DORR!!
Liam menembakkan peluru 2 kali dikepala David. "Lagipula, kau kan yang mengajarkanku sepe…
I FELLIN LOVE WITH A CRIMINAL
30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments