"P-pak manager? Apa yang bapak lakukan di sini?" tanya Kael tergagap.
"Sial! Sejak kapan keparat ini di sini? Apa dia dengar apa yang kukatakan tadi?" batin Kael berusaha mengontrol ekspresinya.
"Saya turun untuk membeli makan siang, anda sendiri?" jawab Daniel datar.
"Saya turun untuk merokok sebentar," ucap Kael. Daniel mengangguk paham, kemudian langsung pergi tanpa melanjutkan percakapan mereka.
Sementara itu, Velia duduk di mejanya. Pengakuan Daniel tempo hari terus berputar-putar di kepalanya. "Tidak tidak tidak. Ini bukan saatnya memikirkan hal itu," batin Velia seraya menutup wajahnya yang merah padam dengan kedua tangan.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku? Bagaimana mungkin aku bisa selamat dari kecelakaan itu?" pikir wanita itu mengintip melalui sela-sela jarinya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" celetuk Nara di belakang sambil menempelkan kaleng dingin di pipi Velia.
Velia tersentak, "Nara!" seru Velia, tangannya meninju pelan lengan Nara.
Nara terkikik lalu mengusap lengannya lembut. "Untukmu, dari Daniel," katanya pelan lalu menyodorkan kresek berisi makanan.
Dahi Velia berkerut, wanita itu menarik tangan Nara hingga wajahnya mendekat. "Hei, bagaimana kalau rumor aneh muncul karena hal ini?" bisik Velia.
Nara mengangkat kedua tangan, kemudian duduk di kursinya. "Tidak akan muncul rumor aneh," ucap Nara tenang.
Dahi Velia semakin berkerut, "Apa yang membuatmu begitu yakin?"
Nara menghela napas panjang, lalu menyentuh dahi Velia dengan telunjuknya. "Kau harus belajar untuk tidak fokus pada satu hal, Velia. Lihat, dia membelikan semua orang," cibir Nara sambil menunjuk ke arah lain dengan bibirnya.
Di lain sisi, Kael kembali ke ruangan dengan wajah tertekuk, video yang dimaksud Gaby beberapa hari yang lalu benar-benar membebani pikirannya. "Aku juga harus menyingkirkan video itu. Wanita sialan! Rupanya dia merekam semuanya!" batin Kael mengusap tengkuk belakangnya.
Wajahnya terheran ketika melihat banyak kopi di ruangan lengkap dengan camilan. "Sial…
Mengubah Takdir Cintaku
MTC 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments