Beberapa menit sebelumnya
Setibanya di basement, "Duluan saja, aku ada urusan," pinta Daniel sambil melepas sabuk pengaman yang menyilang di tubuhnya.
"Baik. Sampai ketemu di ruang kerja, Pak," ujar Kael kemudian berlalu menjauh dari mobil Daniel.
Daniel menyapu seluruh area parkir dengan matanya, seolah mencari sesuatu. Perhatiannya tertuju pada sebuah mobil yang terlihat tidak asing baginya. Dengan cepat ia melangkahkan kakinya mendekati mobil itu kemudian masuk ke dalam.
"Kau sudah memastikan tidak ada orang yang melihatmu, kan?" tanya Nara, tangannya menggenggam kemudi mobil.
"Ya. Situasi aman, pria itu juga sudah pergi lebih dulu ke ruang kerja. Hei panas sekali, nyalakan pendinginnya!" jelas Daniel lalu meraih tisu di dashboard mobil Nara.
"Bisakah kau tidak memulai pertengkaran untuk sehari saja?" bantah Nara sambil meninju lengan Daniel. Wanita itu kemudian menyalakan mobil dan menyetel suhu agar lebih sejuk.
Daniel hanya tertawa, dirinya tidak merasa kesakitan sama sekali saat Nara meninju lengannya. "Baiklah baiklah, maaf. Jadi bagaimana? Kau sudah menyelidiki siapa yang merencanakan kecelakaan itu?" tanya pria itu, sembari mengelus lengan yang ditinju Nara tadi.
Nara mengangguk, "Ya. Awalnya sulit untuk mendapat rekamannya karena pihak gedung tidak ingin memberikannya. Tapi tenang saja, aku adalah Nara yang hebat," ucap Nara, ia menepuk dadanya ringan seolah sedang membanggakan dirinya.
"Videonya ada di dalam sana. Awalnya mobil itu terlihat berhenti di pinggir jalan. Tapi setelah kalian berdua turun dari bus, mobil itu mulai bergerak. Satu lagi, aku belum menemukan siapa yang merencanakan kecelakaan itu," jelas Nara seraya menunjuk laptop yang ada di kursi belakang.
Daniel meraih dan menyalakan laptop itu. Ia memperhatikan dalam diam dan mencoba merekam setiap detail di dalam kepalanya. "Entah kenapa pikiranku tertuju pada bajingan itu," ucap Daniel jemarinya terlihat menggenggam erat laptop Nara.
Nara mengangguk, "Ya. Tapi kita tidak bisa menuduhnya tan…
Mengubah Takdir Cintaku
MTC 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments