Gaby: Semalam aku memasukkan obat perangsang pada minumannya.
Velia refleks menepuk dahinya, "Gila ... tidak kusangka dia akan melakukan hal segila ini." Ia lalu berjalan menuju mejanya, dadanya berdebar, dahinya berkerut sepanjang jalan. Akal sehatnya masih menolak pengakuan Gaby barusan.
Gaby: Menurutmu yang kulakukan itu salah? Tapi hubungan kita sudah sejauh ini dan aku telah menyerahkan semuanya. Aku hanya tidak ingin dia membuangku begitu saja.
Sarah: Jujur, iya. Tapi semuanya sudah terjadi, tidak ada gunanya meributkan hal ini. Bagaimana jika kau benar-benar hamil?"
Gaby: Hah ... entahlah. Mungkin saat anak itu lahir aku akan menemuinya lagi.
Sarah: Tidak. Saat hasilnya positif, kau harus memberitahunya. Jangan biarkan anakmu lahir tanpa seorang ayah. Dan juga alangkah baiknya orang-orang di kantor suamimu tahu soal kehamilanmu. Setidaknya hal itu bisa menghambat kedekatan mereka.
Gaby: Kau benar. Aku selalu merasa lega saat bercerita denganmu. Terima kasih, Sarah.
Sarah: Kapanpun kau ingin bercerita, jangan ragu untuk menghubungiku.
"Jangankan untuk mendekat, bahkan sekadar berniat meresponnya pun aku enggan." Velia memasukkan ponselnya ke dalam saku lalu menjatuhkan diri pada kursi kerjanya. Sudut bibirnya terangkat perlahan, seolah melihat secercah cahaya.
...****************...
Tiga minggu berlalu. Pagi itu Gaby yang sedang menyeduh kopi di pantry. Alisnya bertaut, "Akhir-akhir ini tubuhku terasa aneh. Hanya mencium aroma tertentu saja rasanya membuat isi perutku terkocok."
Di tengah lamunannya, ia tiba-tiba kembali mendapat panggilan dari managernya. "Hhh ... kali ini apa lagi?" batin Gaby seraya memutar bola matanya.
"Tapi kenapa pak manager memanggilku di ruangan lain? Bukan di ruangan milik perusahaan?" batinnya bertanya-tanya, lalu meninggalkan kopinya. Langkahnya terasa berat, seolah sedang menahan tubuhnya agar tidak pergi ke ruangan itu.
Di depan ruangan, William— manager tim di perusahaan tempatnya bekerja berdiri di depan pintu sembari terus mel…
Mengubah Takdir Cintaku
MTC 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments