"Ibu? Bukankah sudah kubilang—"
"Velia, tolong ibu. Maafkan semua perbuatan ibu padamu dan ayah. Sekarang ibu sudah menerima ganjarannya," ucap wanita itu, perlahan kepalanya tertunduk. Tangannya menggenggam erat sebuah kertas yang sudah kusut.
Velia meraih kertas itu dengan satu tarikan dan membacanya dengan saksama. Matanya bergerak pelan mengikuti baris demi baris. "Mungkin ini terdengar kejam. Tapi ibu tidak bisa datang dan pergi sesuka hati ibu," ucapnya lalu meraih tangan ibunya dan mengembalikan kertas tersebut.
"Velia, tolong maafkan ibu. Ibu janji ibu aka—"
"Cukup, Bu. Saat ibu meninggalkanku dan ayah dulu, ibu tidak berpikir apa yang akan terjadi ke depannya. Dan sekarang, ibu menuai apa yang telah ibu tabur. Sebaiknya ibu pergi dari sini sekarang sebelum kesabaranku habis," gertak Velia kemudian berjalan menjauh dari wanita itu.
"Kemana aku harus pergi sekarang? Siapa yang akan merawatku? Tidak ... aku tidak mau mati membusuk sendirian," batin ibu Velia menggigit bibir bawahnya.
"Kau— biar bagaimana pun aku tetap ibumu!" geram wanita itu, tangannya terulur hendak menarik rambut Velia.
Dengan cepat Velia memutar tubuhnya dan menahan tangan ibunya dengan tangannya. "Ibu meninggalkanku sesuka hati ibu dan sekarang ibu datang, memintaku untuk merawat ibu yang sudah sakit. Apa ibu pikir aku akan luluh secepat itu?" ucap Velia menatap tajam ibunya.
Wanita itu tercekat, ia berusaha sekuat tenaga melepaskan tangannya dari genggaman putrinya.
Velia terkekeh, "Heh, dengan semua luka yang ibu torehkan padaku. Aku belum bisa memaafkan kesalahan ibu," tambahnya lalu mencengkeram erat tangan wanita itu sebelum akhirnya menghempasnya dengan kuat.
"Kau tidak bisa memutus hubunganmu dengan ibu begitu saja, dasar anak durhaka!"
"Ibu yang memutuskan hubungan denganku!!! Ibu lupa? Saat masih sekolah, aku pernah ke tempat kerja ibu— memohon agar ibu kembali ke rumah dan meninggalkan pekerjaan itu. Tapi apa yang kudapat? Ibu justru mengatakan 'aku tidak punya anak sepertimu' p…
Mengubah Takdir Cintaku
MTC 69
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments