Tiba-tiba, ponsel Bang Renes berdering. Ia mengangkat telepon dan berbicara beberapa saat, lalu menutupnya dengan wajah yang sedikit berubah.
"Ada apa, Om?" tanya Fia khawatir.
"Itu dari kantor. Ada masalah sedikit yang harus saya selesaikan," jawab Bang Renes.
"Harus sekarang?" tanya Fia lagi.
Bang Renes mengangguk. "Iya, Dek. Maaf ya, saya harus pergi sekarang. Tapi saya janji, nanti malam saya akan kembali dan kita bisa melanjutkan acara keluarga kita."
Fia menghela napas. Ia sebenarnya kecewa karena Bang Renes harus pergi, tapi ia juga mengerti bahwa suaminya memiliki tanggung jawab pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Ya sudah, hati-hati ya, Om. Jangan lupa oleh-oleh es krim untuk Fia dan Farra," kata Fia sambil tersenyum.
Bang Renes mencium kening Fia dan pipi Farra, lalu bergegas pergi meninggalkan mereka. Fia dan Farra melambaikan tangan sampai Bang Renes menghilang dari pandangan.
...
Setelah kepergian Bang Renes tadi, senyum Fia memudar. Ia berusaha untuk tetap tegar di depan Farra, tapi hatinya merasa sedikit gelisah hingga membuatnya seakan tidak sanggup menarik nafasnya. Ia khawatir dengan masalah yang dihadapi Bang Renes, dan juga merasa sedikit kesepian karena harus menghabiskan waktu berdua saja dengan Farra.
"Mama Fia, Kenapa Papa lama sekali pulangnya?" tanya Farra sambil menarik-narik ujung baju Fia.
Fia berjongkok dan menatap Farra dengan lembut. "Papa lagi kerja sayang. Nanti kalau sudah selesai, Papa pasti langsung pulang."
"Ayya mau Papa sekaraang..!!" rengek Farra.
'Mama juga mau Papa sekarang.'
Fia terus membatin hingga rasa tubuhnya ringan. Ia menghela napas dan mencoba mencari cara untuk mengalihkan perhatian Farra.
Tak lama Laras datang untuk menjemput Farra usai tadi di titipkan pada Bang Renes.
"Sayaaang, kita pulang sekarang??" Ajak Laras.
"Nanti dulu, Ayya mau tunggu Papa." Tolak si kecil Farra.
"Biar saja lah, Mbak." Kata Fia.
Laras tersenyum, ia mengusap puncak kepala Farra kemudian membiarkannya bermain lagi.
"Maaf ya, Fi. Mba…
Secercah Kasih Dari Timor
22. Balada awal kehamilan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments