Bang Renes menggeleng lemah. "Tidak tau.. Tiba-tiba saja..."
Bang David membantu Bang Renes berdiri dan memapahnya ke pinggir lapangan. Bang Renes duduk di bawah pohon rindang, berusaha mengatur napasnya.
"Kamu kenapa sih? Sakit beneran?" tanya Bang David cemas.
Bang Renes menggeleng lagi. "Tidak tauuu... Tapi rasanya aneh sekali."
Tiba-tiba, Bang Renes teringat sesuatu. Ia menatap Bang David dengan tatapan terkejut.
"David... Fia... Fia hamil..!!" seru Bang Renes.
Bang David mengerutkan keningnya. "Saya tau. Memangnya kenapa?"
"Saya... Saya juga merasa mual seperti ini saat Fia hamil..!! Jangan-jangan..." Bang Renes menggantungkan kalimatnya, matanya membulat besar.
Bang David terdiam. Ia menatap Bang Renes dengan tatapan tidak percaya.
"Tidak mungkin... Mana ada mual nyamber begini." gumam Bang David.
"Mungkin saja. Ini juga syndrome yang menyerang suami." seru Bang Renes. Ia berusaha berdiri, tapi tubuhnya masih lemas.
"Kamu jangan percaya takhayul. Mual dan ngidam itu nggak ada, semua hanya akal-akalan perempuan biar bisa manja. Dulu si Risha, istrinya Papaku itu juga sok mual. Ujung-ujungnya minta perhatian juga." Jawab Bang David.
"Bisa ya kamu bilang begitu. Mual dan ngidam itu karena hormonnya berantakan. Jangan lah kamu bilang begitu. Perempuan hamil karena kita-kita ini juga, istri saya hamil juga karena saya yang pengen anak. Masa berani buat, nggak berani tanggung resikonya." Kata Bang Renes.
Bang David sejenak terdiam, ia tidak ingin berdebat lagi dengan sahabatnya. Tak banyak bicara, ia memapah Bang Renes ke ruang kesehatan lapangan.
...
Sementara itu.. di tempat yang berbeda, di rumahnya, Laras sedang merasakan kontraksi hebat. Perutnya yang besar terasa semakin berat dan sakit. Ia sudah tidak sabar ingin segera melahirkan anaknya.
"Aduh... Sakit sekali..." rintih Laras sambil memegangi perutnya.
Bang Arial, yang berada di sampingnya, tampak panik. "Kamu kenapa, dek? Apa sudah mau melahirkan? Masih tujuh bulan, kan?" tanya Bang Arial cemas.
"Seperti…
Secercah Kasih Dari Timor
30. Cinta membuncah.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah
2025-09-15
0