Bunga Yang Berdarah

Bunga Yang Berdarah

Bab 1 Diana Eldenhart

“Duke telah Kembali.”

Semua orang Bersiap untuk mempersiapkan kedatangan Duke dan Tuan muda.

Ditengah kesibukan para pelayan. Ada seorang gadis yang sudah berdiri didepan pintu untuk menyambut Duke dan kakaknya.

TUK. Terdengar suara pintu terbuka.

“Selamat datang,” ucap gadis itu.

Duke dan putranya hanya meliriknya dan pergi begitu saja.

Gadis itu melihat kebelakang. “Kakak.”

Dorian berhenti sebentar. “Jangan memanggilku kakak,” ucapnya dengan jijik.

Gadis itu sedikit bergidik. “A-aku membuatkan ini untukmu.” Gadis itu mengeluarkan saputangan yang dia rajut sendiri.

Dorian mengerutkan keningnya dan melempar saputangan itu. “Jangan beri aku barang seperti ini lagi dimasa depan.” Segera setelah melakukan itu, Dorian pergi ke atas mengikuti ayahnya.

Gadis itu mengambil saputangan yang jatuh dan membersihkan saputangan itu dengan jarinya.

“Nona Diana … sebaiknya anda pergi untuk mempersiapkan debutante anda dalam beberapa hari,” ucap kepala pelayan.

Diana menatap saputangan itu dengan sedih. Dia mendengar dari pelayan kalau kakak suka dengan saputangan hasil rajutan sendiri. Kakak menghargai buatan tangan yang diberikan banyak Wanita kepadanya. “Apa itu bohong?” gumam Diana.

Diana Adalah putri dari Duke Eldenhart. Ayahnya Bernama Garrick Eldenhart dan kakaknya Bernama Dorian Eldenhart, jarak umur Dorian dan Diana Adalah tujuh tahun.

Duke dan Dorian tidak menyukai Diana karena Wanita yang mereka cintai meninggal saat melahirkan Diana ke dunia. Bagi mereka Diana Adalah penyebab kematian Wanita yang mereka cintai.

Meskipun begitu, Diana tidak membenci mereka. Diana terus berusaha untuk membuat ayah dan kakaknya menyukainya.

“Nona … apa yang nona lakukan disini?”ucap Olim.

“Olim … sepertinya kali ini aku gagal lagi,” ucap Diana.

Olim Adalah pelayan pribadi Diana. Dalam rumah yang luas ini, hanya Olim satu – satunya yang baik kepada Diana.

“Nona … ayo kita Kembali.” Olim membantu Diana untuk berdiri dan membersihkan gaunnya.

Melihat Nona nya yang di abaikan lagi, Olim sangat sedih. Namun, dia tidak bisa berbuat apa – apa. Dia ingin sekali menyuruh Nona nya untuk berhenti.

Diana Kembali kekamar dan duduk didepan jendela. Sebentar lagi Adalah Debutante nya, dia tidak boleh mengecewakan ayahnya.

SRING. Diana melambaikan tangannya dan mengeluarkan bunga yang sangat indah dan menaruhnya kedalam vas bunga. Sudah dua bulan Diana memiliki kekuatan ini, kekuatan yang diturunkan dari ibunya.

Diana tidak memberitahu ayahnya tentang kekuatan ini, karena dia tahu ayahnya pasti akan sangat membencinya. Jadi Diana memutuskan untuk menyembunyikannya.

Hari debutante telah tiba.

Malam ini Diana menggunakan gaun pink yang Anggun dan sangat elegan. Diana menaiki kereta kuda Bersama ayahnya.

Diana sangat senang karena ini pertama kalinya dia pergi Bersama ayahnya.

“Jangan mempermalukan keluarga Eldenhart,” ucap Duke.

Senyum diwajah Diana seketika menghilang. “Baik ay- Duke,” ucap Diana.

Disaat sedih Diana akan mengeluarkan bunga yang layu. Diana segera menyembunyikan tangannya karena dia masih belum bisa mengontrol kekuatannya. Biasanya Diana memakai sarung tangan untuk menyembunyikannya, namun ayahnya melarang Diana memakai sarung tangan karena itu terlihat tidak bagus.

Beberapa saat kemudian kereta sudah tiba diistana.

Duke membantu Diana turun dari kereta.

Diana melihat ke istana. Ini adalah awal dari hidupnya sebagai keluarga Eldenhart.

Didalam istana banyak sekali bangsawan yang debut. Diana melirik dengan tenang, meskipun banyak yang membicarakannya.

Setelah memberi hormat kepada Raja, Duke menyuruh Diana untuk berbaur dengan yang lain. Namun, tidak ada yang mau berbicara dengannya. Akhirnya Diana memustuskan untuk pergi berjalan ke taman.

Saat berjalan, Diana melihat orang – orang berkumpul.

Diana mengintip dari balik pohon dan melihat pria yang sangat tampan. Jantungnya berdegup kencang. Ini pertama kalinya dia melihat pria yang begitu tampan selain ayah dan kakaknya. Pria itu memiliki rambut berwarna silver dengan mata biru yang indah.

“Yang mulia .. apa anda sudah memutuskan siapa yang akan menjadi tunangan anda?”

“Belum,” ucap pria itu dengan wajah tenangnya.

Wajah Diana memerah. “apa itu putra mahkota?” gumam Diana.

Diana ingin sekali berkumpul disana, namun dia tidak ingin merusak suasana. Setelah cukup untuk melihat, Diana akhirnya Kembali ke ruangan pesta untuk menemui ayahnya.

Setelah beberapa saat Diana akhirnya pulang Bersama ayahnya. Mereka Kembali seperti biasa tanpa berbicara apapun.

Beberapa hari kemudian, Duke memanggil Diana untuk menyampaikan kalau dia akan dinikahkan dengan putra mahkota. Mendengar ini Diana merasa tidak percaya. Dia akan menikahi putra mahkota?!

Diana sangat senang meskipun ini Adalah pernikahan politik.

Beberapa kali Diana datang ke istana untuk melihat putra mahkota. Namun, selalu ditolak.

Hingga tiba saatnya hari pernikahan, diana belum pernah berbicara dengan putra mahkota. Itu membuat Diana sedikit sedih.

Diana sedang berada didalam ruang pengantin Wanita.

“Saatnya pengantin Wanita keluar,” ucap seorang pengurus.

Diana segera berdiri dan berjalan menuju putra mahkota didampingi ayahnya Duke Eldenhart.

Didepan, terlihat putra mahkota sudah berdiri didepan pendeta. Diana tersenyum di balik selendang yang menutupi wajahnya.

Saat Diana tiba di depan Putra Mahkota, pendeta mulai membacakan ayat – ayat.

Setelah beberapa tahap selesai.

“Pengantin pria boleh mencium pengantin Wanita.”

Putra Mahkota membuka selendang yang menutupi wajah Diana.

Wajah putra mahkota semakin mendekat, Diana memejamkan matanya dengan gugup.

“Jangan harap aku akan mencintaimu,” bisik Putra Mahkota.

Diana terkejut dan menatap mata Putra Mahkota.

Setelah itu Putra Mahkota menjauhkan wajahnya dan tersenyum lembut kepada Diana.

Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Wajah Diana menjadi kaku, dia melihat kearah ayahnya.

Duke Eldenhart membuka mulutnya tanpa suara. “Jangan membuat masalah.”

Diana mengigit bibirnya berusaha untuk mengatur ekspresinya.

Saat malam pertama pernikahan, Diana sudah mulai pindah kedalam Istana. Semua orang bersikap formal kepadanya. Diana membawa Olim bersamanya.

Diana di antar menuju kamarnya. “Dimana Putra Mahkota?” tanya Diana.

“Putra Mahkota pergi ke perbatasan untuk berperang,” ucap pelayan Kerajaan.

Diana ingin membuka mulutnya, tapi dia tutup Kembali. “Baiklah,” ucap Diana dan masuk kekamarnya.

“Putri,” panggil Olim dengan sedih.

Diana berbalik dan tersenyum kepada Olim mengisyaratkan kalau dia baik – baik saja.

Lima tahun telah berlalu, suaminya Putra Mahkota Rowan tidak kunjung Kembali. Selama ini dia telah mengambil hati para pelayan di istana dan juga dia juga dipercayakan beberapa tugas oleh Raja. Oleh karena itu para bangsawan tidak merendahkannya lagi, kecuali ayah dan kakaknya yang masih sama seperti sebelumnya.

Satu tahun kemudian Raja meninggal karena serangan jantung.

“Diana … jagalah Rowan dan Kerajaan ini,” ucap sang Raja.

Diana menggenggam erat tangan sang Raja dan menangis di saat terakhir sang Raja. beberapa tahun ini Raja telah membimbingnya dengan baik dan menganggapnya seperti putrinya sendiri.

Dua tahun telah berlalu setelah kepergian sang Raja. Diana telah berkonstribusi banyak untuk Kerajaan ini sehinga beberapa bangsawan yang menolaknya kini berpihak kepada Diana.

Saat ini Diana berada ditaman Kerajaan. Ini adalah taman yang Diana rawat sendiri dengan kekuatannya. Diana sudah bisa mengontrol kekuatannya, tetap dia tidak memberitahukannya kepada siapapun. Di taman yang indah ini, Diana berharap akan terjadi hal yang indah juga disini.

“Yang mulia … apa anda akan membuat ayunan disini?” tanya Olim.

“Ya …” ucap Diana dengan senyum diwajahnya.

“Aku akan menyuruh petugas untuk membuatkannya,” ucap Vilan.

Vilan Adalah kepala pelayan pria yang sudah berpuluh tahun bekerja di istana.

“Terimakasih,” ucap Diana. Dia membuat taman ini agar suaminya saat pulang dari perang dapat menenangkan diri disini.

Vilan dan Olim saling tatap dengan tatapan sedih. Mereka tahu apa yang dipikirkan Putri Diana.

“Yang mulia … yang mulia …”

Terdengar seorang prajurit berteriak.

“Putra … Putra Mahkota telah Kembali!!” teriaknya.

“Mereka dalam perjalanan menuju Istana!”

Mata Diana seketika berbinar hampir menangis. Suaminya Kembali!

“Siapkan pakaian untukku secepatnya.” Diana berlari dengan senyum diwajahnya.

Vilan dan Olim tersenyum. “Yang mulia pelan – pelan.”

Beberapa saat kemudian pasukan Putra Mahkota tiba di gerbang Istana.

Diana telah menunggu di depan gerbang untuk menyambut suaminya.

DUUUUK. Terdengar suara gerbang terbuka.

Diana tersenyum sampai dia melihat ada seseorang yang menaiki satu kuda dengan Putra mahkota.

“Selamat datang yang mulia,” Ucap para pelayan dan prajurit.

Diana melihat suaminya membantu Wanita lain turun dari kuda.

Tangan itu, dia bahkan belum pernah menyentuh tangan suaminya.

Diana mengepalkan tangannya.

Rowan melihat Diana. “Berikan Selena gaun,” ucapnya.

“Y-ya?” Diana terkejut.

“Saya akan menyiapkannya yang mulia,” ucap Vilan dengan cepat.

“Maaf merepotkanmu … aku adalah Selena,” ucap Wanita itu dengan senyum manis diwajahnya.

Diana melihat suaminya menatap Wanita itu dengan lembut.

Terpopuler

Comments

Sinar Ho

Sinar Ho

hmm

2025-12-19

1

Murni Dewita

Murni Dewita

👣👣

2025-11-04

1

Ayudya

Ayudya

mampir thor buat Diana jangan jadi pengemis karena cinta ntar kamu di rendahkan ma suami kamu

2025-09-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Diana Eldenhart
2 Bab 2 Protagonis
3 Bab 3 Eksekusi
4 Bab 4 Tiga Kehidupan
5 Bab 5 Kecantikan yang tersembunyi
6 Bab 6 Sihir Hitam
7 Bab 7 Pesta Teh
8 Bab 8 Langkah Awal
9 Bab 9 Arel dan Fey
10 Bab 10 Pemecah belah
11 Bab 11 Batu Kapur
12 Bab 12 Hukuman
13 Bab 13 Bunga yang Gelap
14 Bab 14 Selena
15 Bab 15 Persiapan
16 Bab 16 Cahaya Merah
17 Bab 17 Batu Kapur
18 Bab 18 Benih Masa Depan
19 Bab 19 Bayangan di Perbatasan
20 Bab 20 Satu per Satu Bukti
21 Bab 21 Raja Spirit
22 Bab 22 Di Balik Senyum Para Bangsawan
23 Bab 23 Luka dari Masa Lalu
24 Bab 24 Hukuman
25 Bab 25 Melewati Tes
26 Bab 26 Duel
27 Bab 27 Sebelum Berangkat
28 Bab 28 Menyebrangi Lautan
29 Bab 29 Perbatasan
30 Bab 30 Perasaan
31 Bab 31 Goa
32 Bab 32 Lucien
33 Bab 33 Serangan Pertama
34 Bab 34 Istana
35 Bab 35 Pria Berjubah
36 36 Camp Eryndale
37 Bab 37 Kesepakatan
38 Bab 38 Saling Menyusun Rencana
39 Bab 39 Kembali ke Istana
40 Bab 40 Kepulangan Diana
41 Bab 41 Keputusan Raja
42 Bab 42 Toko Teh
43 Bab 43 Hukuman
44 Bab 44 Sebelum Pesta
45 45 Pesta
46 46 Pesan dari Dewa
47 bab 47 Putri Mahkota
48 Bab 48 Keluar Istana
49 Bab 49 Kediaman Eldenhart
50 pengumuman
51 Bab 50 Mengunjungi Kota
52 Bab 51 Kerinduan
53 Bab 52 Dendam
54 Bab 53 Spirit
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56 Pagi yang cerah
58 Bab 57 Kerajaan Aeloria
59 Bab 58 Tamu Kerajaan
60 Bab 59 Kegelapan
61 Bab 60 Pertemuan Politik
62 Bab 61 Pesta Tamu Kerajaan
63 Bab 62 Kalung
64 Bab 63 Duri Mawar Diana
65 Bab 64 Calon Putri Mahkota
66 Bab 65 Aura Hitam
67 Bab 66 Cahaya yang Redup
68 Bab 67 Wanita Mawar
69 Bab 68 Bunga yang Kembali Mekar
70 Bab 69 Kekeringan
71 Bab 70 Pesta Minum Teh
72 Bab 71. Duri Sang Mawar
73 Bab 72. Duri Sang Mawar (2)
74 Bab 73. Luka yang Kembali Terbuka
75 Bab 74. Tangisan Masa Lalu
76 Bab 75. Akhir dari Kesalahpahaman
77 Bab 76 Benih Harapan
78 Bab 77 Akar yang Tak Pernah Mati
79 Bab 78 Cahaya di Dalam Hutan
80 Bab 79 Pohon Mawar Abadi
81 Bab 80 Peluit Tanpa Suara
82 Bab 81 Perintah Sang Raja
83 Bab 82 Persiapan Menuju Perbatasan
84 Bab 83 Rahasia yang Terungkap
85 Bab 84 Hulu Sungai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Diana Eldenhart
2
Bab 2 Protagonis
3
Bab 3 Eksekusi
4
Bab 4 Tiga Kehidupan
5
Bab 5 Kecantikan yang tersembunyi
6
Bab 6 Sihir Hitam
7
Bab 7 Pesta Teh
8
Bab 8 Langkah Awal
9
Bab 9 Arel dan Fey
10
Bab 10 Pemecah belah
11
Bab 11 Batu Kapur
12
Bab 12 Hukuman
13
Bab 13 Bunga yang Gelap
14
Bab 14 Selena
15
Bab 15 Persiapan
16
Bab 16 Cahaya Merah
17
Bab 17 Batu Kapur
18
Bab 18 Benih Masa Depan
19
Bab 19 Bayangan di Perbatasan
20
Bab 20 Satu per Satu Bukti
21
Bab 21 Raja Spirit
22
Bab 22 Di Balik Senyum Para Bangsawan
23
Bab 23 Luka dari Masa Lalu
24
Bab 24 Hukuman
25
Bab 25 Melewati Tes
26
Bab 26 Duel
27
Bab 27 Sebelum Berangkat
28
Bab 28 Menyebrangi Lautan
29
Bab 29 Perbatasan
30
Bab 30 Perasaan
31
Bab 31 Goa
32
Bab 32 Lucien
33
Bab 33 Serangan Pertama
34
Bab 34 Istana
35
Bab 35 Pria Berjubah
36
36 Camp Eryndale
37
Bab 37 Kesepakatan
38
Bab 38 Saling Menyusun Rencana
39
Bab 39 Kembali ke Istana
40
Bab 40 Kepulangan Diana
41
Bab 41 Keputusan Raja
42
Bab 42 Toko Teh
43
Bab 43 Hukuman
44
Bab 44 Sebelum Pesta
45
45 Pesta
46
46 Pesan dari Dewa
47
bab 47 Putri Mahkota
48
Bab 48 Keluar Istana
49
Bab 49 Kediaman Eldenhart
50
pengumuman
51
Bab 50 Mengunjungi Kota
52
Bab 51 Kerinduan
53
Bab 52 Dendam
54
Bab 53 Spirit
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56 Pagi yang cerah
58
Bab 57 Kerajaan Aeloria
59
Bab 58 Tamu Kerajaan
60
Bab 59 Kegelapan
61
Bab 60 Pertemuan Politik
62
Bab 61 Pesta Tamu Kerajaan
63
Bab 62 Kalung
64
Bab 63 Duri Mawar Diana
65
Bab 64 Calon Putri Mahkota
66
Bab 65 Aura Hitam
67
Bab 66 Cahaya yang Redup
68
Bab 67 Wanita Mawar
69
Bab 68 Bunga yang Kembali Mekar
70
Bab 69 Kekeringan
71
Bab 70 Pesta Minum Teh
72
Bab 71. Duri Sang Mawar
73
Bab 72. Duri Sang Mawar (2)
74
Bab 73. Luka yang Kembali Terbuka
75
Bab 74. Tangisan Masa Lalu
76
Bab 75. Akhir dari Kesalahpahaman
77
Bab 76 Benih Harapan
78
Bab 77 Akar yang Tak Pernah Mati
79
Bab 78 Cahaya di Dalam Hutan
80
Bab 79 Pohon Mawar Abadi
81
Bab 80 Peluit Tanpa Suara
82
Bab 81 Perintah Sang Raja
83
Bab 82 Persiapan Menuju Perbatasan
84
Bab 83 Rahasia yang Terungkap
85
Bab 84 Hulu Sungai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!