Bab 4 Tiga Kehidupan

Melihat tatapan serius Diana, Tina segera tertawa.

“Pftt … hahaha … aku bercanda.”

“Ini sangat lucu melihatmu terlalu serius.” Tina mengelap sedikit air mata dengan jarinya.

“Tch …” Diana segera menutup buku itu.

“Ayolah, jangan marah. Coba kita lihat siapa penulisnya.” Tina mengambil novel itu dari tangan Diana dan membolak-baliknya untuk melihat nama penulis.

“Ini aneh,” ucap Tina.

“Ada apa?” tanya Diana.

“Mengapa tidak ada nama penulisnya? Apa aku yang tidak melihatnya?”

Diana segera mengambil buku itu dan membukanya untuk melihat nama penulis.

“Benar … mengapa tidak ada nama penulis?”

Diana membawa buku itu ke bagian kasir untuk membayar.

“Terima kasih.”

Diana dan Tina keluar lalu pergi makan.

“Mengapa kau sangat tertarik dengan novel itu?” tanya Tina.

“Karena ada namaku di dalamnya,” jawab Diana.

“Hah … apa namamu pasaran?”

Melihat tatapan Diana, Tina langsung diam. “Aku hanya bercanda.”

Mereka berdua akhirnya selesai makan dan berjalan sebentar untuk melihat-lihat. Namun, saat Diana hendak menyeberang, sebuah truk melaju sangat kencang.

TIIIIIIN— terdengar suara klakson bus yang panjang. Semua terasa seperti berhenti. Diana membeku di tempat.

“Diana?!!!” teriak Tina.

Apakah aku akan mati lagi? pikirnya. Diana menggenggam erat novel itu dalam pelukannya.

BRAAK! Suara benturan terdengar. Diana hanya mendengar suara dengungan yang kencang di telinganya, ia melihat Tina menangis berlari ke arahnya. Kegelapan menelan segalanya. Waktu seakan melambat dan kalung merah itu kembali bersinar.

Ketika membuka mata, Diana tidak lagi berada di dunia modern. Tangannya kecil, tapi menggenggam pedang kayu. Ingatan masuk ke dalam kepalanya. Ia terlahir sebagai putri keluarga ksatria.

Diana melihat kalung di lehernya dan novel yang ada di kasurnya. Mengapa novelnya ada di sini?

“Nona … Nona harus bekerja keras, tuan pasti tidak akan marah.” Seorang pelayan merapikan pakaian Diana.

Di sini Diana adalah satu-satunya keturunan ksatria, sehingga ayahnya sangat keras padanya agar ia mampu menjadi seorang ksatria.

Diana terus berlatih untuk menjadi ksatria, tidak lupa ia membaca novel itu sampai tamat.

“Lucien?” gumamnya.

Dalam cerita, Selena menyelamatkan Lucien dan menjadikannya sebagai ksatria. Lucien adalah tahanan dari Kerajaan Barat. Ia menjadi pemeran pria kedua yang dekat dengan Selena. Karena Lucien sangat mencintai Selena, ia mulai membuat aliansi dan menyerang Kerajaan Selatan untuk mendapatkannya. Namun, itu digagalkan oleh Rowan, dan Lucien akhirnya dibunuh olehnya.

Diana menamatkan novel itu. Ia masih memikirkan ending dari Lucien, pria yang menyelamatkannya dan juga ayahnya.

Dalam cerita, ayah dan kakaknya sangat menyayangi Diana. Namun saat Diana masih kecil, mereka berdua pergi berperang dan menyelamatkan seorang anak kecil. Anak itu mengingatkan mereka pada Diana sehingga mereka mengizinkannya untuk tidur di kamp mereka. Di dalam novel diceritakan kalau ayah dan Dorian disihir oleh anak kecil itu, tapi tidak dijelaskan siapa sebenarnya anak kecil itu.

Setelah Diana dihukum mati, barulah mereka berdua sadar, dan sihir hitam keluar dari tubuh mereka. Meskipun Dorian lebih telat sadar daripada ayahnya.

Diana menutup novel itu dan berpikir, apakah aku harus menyalahkan keluargaku atau tidak?

“Diana!! Apa yang kau lakukan?”

Diana terkejut.

“Aku segera datang!” Ia berlari dengan tubuh kecilnya.

Lima belas tahun telah berlalu. Ia telah berhasil menjadi master pedang dan membuat prajurit lain iri.

“Aku akan memberimu gelar sebagai master pedang,” ucap sang Raja.

Diana membungkuk memberi hormat. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak untuknya.

Suatu saat, Diana dikirim ke perbatasan untuk berperang. Siapa sangka, di saat mereka hampir menang, Diana dijebak oleh prajurit musuh.

“Ini tidak bisa dibiarkan.” Diana segera menyerang prajurit itu dengan membabi buta.

Mereka semua melihat Diana seperti monster yang haus akan darah.

Beberapa jam kemudian, akhirnya Diana berhasil mengalahkan semua pasukan musuh.

“Huff … huff …” Diana berbalik berjalan menuju kamp prajuritnya.

Napasnya terengah-engah. Pandangannya mulai gelap dan perlahan ia pun terjatuh. Kalung merah itu mulai bercahaya.

Ketika membuka mata, Diana mencium harum bunga mawar dan angin sejuk yang melewati tubuhnya. Tirai putih berayun lembut, dan di sampingnya berdiri seorang pria dengan mahkota emas. Rowan!!

Jantung Diana berhenti sejenak. Itu wajah yang selalu muncul dalam mimpi buruknya. Tapi kali ini berbeda. Apa aku kembali ke malam pernikahanku?

Tunggu?!! Bukankah di malam pernikahan Rowan langsung pergi berperang?

Diana menatap tangannya, bukan tangan seorang kasir, bukan tangan seorang prajurit, melainkan tangan seorang putri bangsawan. Tangan yang dulu lemah … kini menyimpan ingatan dua kehidupan sekaligus.

Rowan melihat Diana yang menatapnya seakan melihat monster.

“Bersikaplah,” ucap Rowan.

Diana melihat sekeliling. Ini hari pernikahanku?

“Mempelai pria boleh mencium mempelai wanita.”

Rowan membuka selendang Diana dan mendekatkan wajahnya agar orang melihatnya seperti berciuman.

“Aku tidak akan mencintaimu,” ucap Rowan.

Diana menatap Rowan. Ini sama seperti saat kami menikah.

Upacara pernikahan telah berakhir. Akhirnya Diana kembali ke ruangannya untuk bersiap menuju istana.

Duke Eldenhart masuk ke dalam ruangan. “Diana … aku harap kau bisa membawa nama keluarga kita,” ucapnya.

“Jangan membuat keluarga kita malu,” sambung Dorian.

Diana melihat keduanya. Jika aku tidak mengetahui bahwa mereka berada di bawah kendali sihir, aku pasti akan sangat membenci mereka.

“Baik, Ayah … Kakak,” ucap Diana dengan senyum manis.

Duke Eldenhart dan Dorian terkejut. Biasanya Diana akan sangat gugup saat menghadapi mereka berdua.

“Baiklah kalau begitu.” Mereka segera pergi meninggalkan Diana.

“Hah …” Diana bersandar di kursi. Setelah menghadapi dua kehidupan yang berbeda, kini aku tidak lagi merasa gugup atau takut.

Aku akan mencari cara untuk menghilangkan sihir hitam dari dalam diri mereka.

Diana mengangkat tangannya. SRIINK— bunga yang indah keluar dari telapak tangannya.

Ada yang berbeda dari bunga itu. Diana terus menatapnya.

“Yang Mulia, selamat atas pernikahannya.”

Diana segera menyembunyikan tangannya dan melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan.

“Olim!!” Diana segera berdiri dan memeluk Olim.

“Yang Mulia? Ada apa?” tanya Olim bingung. Tidak biasanya tuannya bersikap seperti ini.

“Tidak … aku hanya merindukanmu saja,” ucap Diana sambil memeluk Olim erat.

“Hahaha … kita hanya tidak bertemu selama satu jam saja,” ucap Olim.

Diana hanya diam. Bagiku, sudah bertahun-tahun aku tidak melihat Olim. Kali ini aku akan melindunginya, jangan sampai mereka melukainya.

“Ayo kita bersiap untuk masuk ke dalam istana,” ucap Olim sambil mengelap air mata Diana.

“Emm …” Diana mengangguk dan tersenyum kepadanya.

Olim segera membereskan barang-barang Diana dan merapikannya.

Saat ini Diana sangat senang karena masih bisa kembali ke kehidupan pertamanya.

Diana memegang kalung di lehernya. Kalung itu masih bersamanya, kecuali buku novel. Apa karena aku sudah membacanya sampai habis?

Entahlah … aku akan mencari cara untuk menyelamatkan Lucien.

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

banyak kali myawa diana🤣

2025-11-09

2

😈EKA☠️

😈EKA☠️

sedih😭😭

2025-10-30

1

Tuxepos Jasmine

Tuxepos Jasmine

sumpah jangan sampe diana ending nya sm raja....sm lucien gak sihh harusnya???

2025-09-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Diana Eldenhart
2 Bab 2 Protagonis
3 Bab 3 Eksekusi
4 Bab 4 Tiga Kehidupan
5 Bab 5 Kecantikan yang tersembunyi
6 Bab 6 Sihir Hitam
7 Bab 7 Pesta Teh
8 Bab 8 Langkah Awal
9 Bab 9 Arel dan Fey
10 Bab 10 Pemecah belah
11 Bab 11 Batu Kapur
12 Bab 12 Hukuman
13 Bab 13 Bunga yang Gelap
14 Bab 14 Selena
15 Bab 15 Persiapan
16 Bab 16 Cahaya Merah
17 Bab 17 Batu Kapur
18 Bab 18 Benih Masa Depan
19 Bab 19 Bayangan di Perbatasan
20 Bab 20 Satu per Satu Bukti
21 Bab 21 Raja Spirit
22 Bab 22 Di Balik Senyum Para Bangsawan
23 Bab 23 Luka dari Masa Lalu
24 Bab 24 Hukuman
25 Bab 25 Melewati Tes
26 Bab 26 Duel
27 Bab 27 Sebelum Berangkat
28 Bab 28 Menyebrangi Lautan
29 Bab 29 Perbatasan
30 Bab 30 Perasaan
31 Bab 31 Goa
32 Bab 32 Lucien
33 Bab 33 Serangan Pertama
34 Bab 34 Istana
35 Bab 35 Pria Berjubah
36 36 Camp Eryndale
37 Bab 37 Kesepakatan
38 Bab 38 Saling Menyusun Rencana
39 Bab 39 Kembali ke Istana
40 Bab 40 Kepulangan Diana
41 Bab 41 Keputusan Raja
42 Bab 42 Toko Teh
43 Bab 43 Hukuman
44 Bab 44 Sebelum Pesta
45 45 Pesta
46 46 Pesan dari Dewa
47 bab 47 Putri Mahkota
48 Bab 48 Keluar Istana
49 Bab 49 Kediaman Eldenhart
50 pengumuman
51 Bab 50 Mengunjungi Kota
52 Bab 51 Kerinduan
53 Bab 52 Dendam
54 Bab 53 Spirit
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56 Pagi yang cerah
58 Bab 57 Kerajaan Aeloria
59 Bab 58 Tamu Kerajaan
60 Bab 59 Kegelapan
61 Bab 60 Pertemuan Politik
62 Bab 61 Pesta Tamu Kerajaan
63 Bab 62 Kalung
64 Bab 63 Duri Mawar Diana
65 Bab 64 Calon Putri Mahkota
66 Bab 65 Aura Hitam
67 Bab 66 Cahaya yang Redup
68 Bab 67 Wanita Mawar
69 Bab 68 Bunga yang Kembali Mekar
70 Bab 69 Kekeringan
71 Bab 70 Pesta Minum Teh
72 Bab 71. Duri Sang Mawar
73 Bab 72. Duri Sang Mawar (2)
74 Bab 73. Luka yang Kembali Terbuka
75 Bab 74. Tangisan Masa Lalu
76 Bab 75. Akhir dari Kesalahpahaman
77 Bab 76 Benih Harapan
78 Bab 77 Akar yang Tak Pernah Mati
79 Bab 78 Cahaya di Dalam Hutan
80 Bab 79 Pohon Mawar Abadi
81 Bab 80 Peluit Tanpa Suara
82 Bab 81 Perintah Sang Raja
83 Bab 82 Persiapan Menuju Perbatasan
84 Bab 83 Rahasia yang Terungkap
85 Bab 84 Hulu Sungai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Diana Eldenhart
2
Bab 2 Protagonis
3
Bab 3 Eksekusi
4
Bab 4 Tiga Kehidupan
5
Bab 5 Kecantikan yang tersembunyi
6
Bab 6 Sihir Hitam
7
Bab 7 Pesta Teh
8
Bab 8 Langkah Awal
9
Bab 9 Arel dan Fey
10
Bab 10 Pemecah belah
11
Bab 11 Batu Kapur
12
Bab 12 Hukuman
13
Bab 13 Bunga yang Gelap
14
Bab 14 Selena
15
Bab 15 Persiapan
16
Bab 16 Cahaya Merah
17
Bab 17 Batu Kapur
18
Bab 18 Benih Masa Depan
19
Bab 19 Bayangan di Perbatasan
20
Bab 20 Satu per Satu Bukti
21
Bab 21 Raja Spirit
22
Bab 22 Di Balik Senyum Para Bangsawan
23
Bab 23 Luka dari Masa Lalu
24
Bab 24 Hukuman
25
Bab 25 Melewati Tes
26
Bab 26 Duel
27
Bab 27 Sebelum Berangkat
28
Bab 28 Menyebrangi Lautan
29
Bab 29 Perbatasan
30
Bab 30 Perasaan
31
Bab 31 Goa
32
Bab 32 Lucien
33
Bab 33 Serangan Pertama
34
Bab 34 Istana
35
Bab 35 Pria Berjubah
36
36 Camp Eryndale
37
Bab 37 Kesepakatan
38
Bab 38 Saling Menyusun Rencana
39
Bab 39 Kembali ke Istana
40
Bab 40 Kepulangan Diana
41
Bab 41 Keputusan Raja
42
Bab 42 Toko Teh
43
Bab 43 Hukuman
44
Bab 44 Sebelum Pesta
45
45 Pesta
46
46 Pesan dari Dewa
47
bab 47 Putri Mahkota
48
Bab 48 Keluar Istana
49
Bab 49 Kediaman Eldenhart
50
pengumuman
51
Bab 50 Mengunjungi Kota
52
Bab 51 Kerinduan
53
Bab 52 Dendam
54
Bab 53 Spirit
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56 Pagi yang cerah
58
Bab 57 Kerajaan Aeloria
59
Bab 58 Tamu Kerajaan
60
Bab 59 Kegelapan
61
Bab 60 Pertemuan Politik
62
Bab 61 Pesta Tamu Kerajaan
63
Bab 62 Kalung
64
Bab 63 Duri Mawar Diana
65
Bab 64 Calon Putri Mahkota
66
Bab 65 Aura Hitam
67
Bab 66 Cahaya yang Redup
68
Bab 67 Wanita Mawar
69
Bab 68 Bunga yang Kembali Mekar
70
Bab 69 Kekeringan
71
Bab 70 Pesta Minum Teh
72
Bab 71. Duri Sang Mawar
73
Bab 72. Duri Sang Mawar (2)
74
Bab 73. Luka yang Kembali Terbuka
75
Bab 74. Tangisan Masa Lalu
76
Bab 75. Akhir dari Kesalahpahaman
77
Bab 76 Benih Harapan
78
Bab 77 Akar yang Tak Pernah Mati
79
Bab 78 Cahaya di Dalam Hutan
80
Bab 79 Pohon Mawar Abadi
81
Bab 80 Peluit Tanpa Suara
82
Bab 81 Perintah Sang Raja
83
Bab 82 Persiapan Menuju Perbatasan
84
Bab 83 Rahasia yang Terungkap
85
Bab 84 Hulu Sungai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!