Bab 3 Eksekusi

“Selena,” panggil Rowan.

“Apa kau sudah selesai?” Rowan turun ke bawah untuk melihat Selena.

“Ya …” ucap Selena dengan wajah polosnya.

Rowan menatap Diana dengan jijik. “Jangan terlalu lama di sini, kau akan tercemar penyakit.” Rowan segera membawa Selena pergi dari penjara bawah tanah.

Diana masih memikirkan apa yang dikatakan Selena. Protagonis?

“Hei.” Seseorang memanggil Diana.

Diana terkejut mendengar suara dari sebelah selnya. Selama ini dia pikir tidak ada siapa pun di sini.

“Apa kau ingin membalas dendam?” tanya pria itu.

“Siapa kau?” tanya Diana.

CLANK. Pria itu melemparkan sebuah kalung.

“Jika kau hidup kembali, bisakah kau menyelamatkanku?”

“Apa?” Diana bingung dengan apa yang dikatakan pria itu.

“Itu adalah kalung yang diturunkan dari keluargaku.”

“Aku tidak tahu ini benar atau tidak, tetapi kalung itu akan membuatmu kembali hidup.”

Diana mengambil kalung yang terlihat kuno itu dengan berlian berwarna merah di dalamnya.

“Mengapa kau memberikan ini kepadaku?” tanya Diana.

“Entahlah … sepertinya kau lebih membutuhkannya daripada aku,” ucap pria itu. Dia sudah melihat penderitaan wanita ini selama di penjara. Siapa namanya? Diana?

“Apa kau yakin?” tanya Diana lagi.

“Ya … ambillah … aku juga tidak tahu apakah cerita itu benar, kau bisa mencobanya.”

“Keluarlah.” Seorang penjaga datang membuka pintu sel Diana.

Diana segera menaruh kalung itu ke dalam kantung baju tahanannya.

“Cepat.” Prajurit itu mengikat Diana dan mendorongnya.

Melihat ke belakang, Diana tidak bisa melihat wajah pria itu karena terlalu gelap. Namun, mata berwarna merah itu bersinar dalam kegelapan. Mata yang indah, gumam Diana.

Saat keluar dari penjara bawah tanah, Diana melihat cahaya matahari untuk yang terakhir kalinya. Terdengar suara teriakan yang meneriakinya. Diana melihat sekeliling, beberapa bangsawan yang dia tolong membalikkan punggung mereka seolah tidak kenal.

Heh … Diana tersenyum melihat ini. Betapa bodohnya aku menolong bangsawan yang kukira akan setia padaku. Pada akhirnya mereka memihak kepada Selena.

“Pembunuh!” teriak semua rakyat.

Mereka melempari Diana dengan batu. Mereka tidak tahu kalau Diana selama ini menyelamatkan mereka diam-diam dengan bantuan makanan, pakaian, dan lain-lain menggunakan nama Rowan. Ketika Selena memberikan sedikit makanan kepada mereka secara langsung, mereka segera jatuh hati. Bodoh sekali … seharusnya aku tidak mengatasnamakan bajingan itu.

Diana melihat ke atas. Dia melihat kakak dan ayahnya yang menatapnya dengan jijik. Hah … seharusnya kau tidak membuatku dari awal … biarkan Dorian menjadi anakmu satu-satunya. Mengapa kau menghamili istrimu dan terus membenciku atas kematian istrimu.

“Diana … kau akan dikenakan hukuman mati karena percobaan pembunuhan!!” teriak Raja Rowan.

Kepala Diana ditaruh di atas alat untuk memenggal kepala. Diana melihat Selena, wanita yang dicintai suaminya, tersenyum kepadanya.

Jika aku diberi kesempatan lagi, aku tidak akan mengemis cinta kepada kalian.

KRAAK. Terdengar suara kepala Diana dipenggal.

Pandangan Diana seketika menghitam. Apa Tuhan itu ada? Mengapa Dia membuat takdirku seperti ini?

Cahaya keluar dari kantung baju Diana saat itu juga.

Semua orang bersorak saat kepala Diana dipenggal.

Ayah Diana, Duke Eldenhart segera pergi setelah melihat putrinya dipenggal.

“Ayah … apa kita akan mengubur jasadnya?” tanya Dorian.

“Dia tidak pantas,” ucap Duke Eldenhart.

SRIIIINK.

“Apa yang terjadi?” Semua orang mulai berisik.

Duke Eldenhart segera melihat ke belakang dan membelalakkan matanya.

Bunga keluar dari tubuh Diana dan perlahan tubuhnya menghilang. Bunga yang indah bertebaran dengan wangi yang sangat manis, namun bunga itu juga mengeluarkan darah seperti hujan.

“Ayah … ini!” Dorian tidak tahu kalau Diana mewarisi kekuatan ibunya.

Duke Eldenhart seketika mengingat apa yang dikatakan istrinya.

“Jika anak kita perempuan, maka dia akan mewarisi kekuatanku. Kau harus menyayanginya sepenuh hati.”

“Kau bisa melihat perasaan kami dari bunga yang keluar dari tubuh kami,” ucap Duchess Kaedra, ibu dari Diana.

“Ya … aku tahu itu,” ucap Garrick sambil mencium perut istrinya.

“Jika kau melihat bunga yang indah dengan wangi yang manis, namun bunga itu mengeluarkan darah. Itu menandakan kalau kami sudah sangat tersakiti dan perasaan itu akan terus terbawa hingga kami tidak ada di dunia ini,” lanjutnya.

“Tidak mungkin aku membiarkanmu dan anak kita tersakiti,” ucap Garrick.

“Kau harus menepati janjimu,” ucap Kaedra dengan senyum di wajahnya.

Duke Eldenhart mengangkat tangannya dan mengambil bunga yang mengeluarkan darah itu.

“Aku tidak menepati janjiku,” gumamnya.

“Ayah … kau menangis?” tanya Dorian terkejut.

Duke Eldenhart tersadar kembali dan terus menatap bunga yang berterbangan di udara.

Saat ini, di dunia modern.

“Argh …!!”

“Diana, apa kau tidak apa-apa?” terdengar suara seorang gadis.

Diana tersadar dan melihat barang aneh di depannya. Bukankah aku mati dipenggal?

“Hei … jika kau sakit maka pulanglah.”

Diana terdiam dan memproses ingatan pemilik tubuh ini. Ternyata dia terlahir kembali di dunia yang berbeda.

Saat ini Diana adalah anak yatim piatu yang bekerja di supermarket dua puluh empat jam dekat rumahnya.

Sudah tujuh tahun Diana berada di dunia ini.

Diana memegang kalung yang ada di lehernya, kalung yang diberikan pria itu mengikutinya ke zaman ini. Dia masih mengingat pria yang memberikan kalung itu. Bagaimana aku bisa menolongnya jika aku berada di dunia yang berbeda?

Saat ini Diana masih merasa bersalah, karena tidak bisa menyelamatkan pria itu.

“Diana … ayo temani aku.”

Diana ditarik oleh Tina. “Pelan-pelan,” ucap Diana sambil tersenyum. Tina adalah temannya yang bekerja di supermarket yang sama. Mereka berbagi suka duka selama tujuh tahun ini, bisa dibilang kalau mereka sudah seperti saudara kandung.

“Lihatlah … ini adalah toko buku yang baru buka minggu ini.” Tina membawa Diana ke toko buku. Dia tahu kalau Diana suka membaca.

Mereka berdua masuk ke dalam toko itu dan segera melihat-lihat. Diana berjalan dari satu rak buku ke rak buku lain.

Ada satu buku yang menarik perhatiannya. “Selena?” Dia mengambil novel itu dan membacanya.

Saat membaca beberapa lembar, Diana masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan terus membolak-balik buku itu.

Apa ini yang dimaksud oleh Selena? Kalau aku seorang protagonis?

Diana membacanya, ternyata dunia di kehidupan sebelumnya adalah dunia novel.

Apa kehidupanku selama ini hanyalah lelucon? Aku dikendalikan oleh plot di dalam novel ini. Semua berjalan sesuai dengan rencana Selena, dan aku—Ratu Diana—berperan sebagai figuran untuk menjadi batu loncatan Selena melancarkan rencananya?!!

Sial!! Siapa yang menulis ini??!!

“Oh … kau menemukannya,” ucap Tina.

Diana terkejut dan menutup novelnya.

“Ini adalah novel pertamaku,” ucap Tina.

“A-apa?”

Diana melihat novel itu lagi dan melihat wajah tersenyum Tina. Apa kau bercanda?!!

“Tidak mungkin?!!” ucap Diana. Mengapa dia membuat karakternya menjadi gadis yang menderita?? Apa dia punya dendam denganku?!!

Diana terus menatap Tina dengan tatapan tidak percaya.

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

setelah membaca mati lagi lalu kembali ke kehidupan duke🤣

2025-11-09

1

kriwil

kriwil

kirain mengulang waktu taunya nyasar kedunia lain aneh terus balas dendammya dengan cara ap🤣

2025-11-09

1

Lippe

Lippe

nah kaan salah bapak nya lah, s*ngean. Kalau nggak mau punya anak lagi ya jangan buat istri lo hamil kocak😒

2025-11-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Diana Eldenhart
2 Bab 2 Protagonis
3 Bab 3 Eksekusi
4 Bab 4 Tiga Kehidupan
5 Bab 5 Kecantikan yang tersembunyi
6 Bab 6 Sihir Hitam
7 Bab 7 Pesta Teh
8 Bab 8 Langkah Awal
9 Bab 9 Arel dan Fey
10 Bab 10 Pemecah belah
11 Bab 11 Batu Kapur
12 Bab 12 Hukuman
13 Bab 13 Bunga yang Gelap
14 Bab 14 Selena
15 Bab 15 Persiapan
16 Bab 16 Cahaya Merah
17 Bab 17 Batu Kapur
18 Bab 18 Benih Masa Depan
19 Bab 19 Bayangan di Perbatasan
20 Bab 20 Satu per Satu Bukti
21 Bab 21 Raja Spirit
22 Bab 22 Di Balik Senyum Para Bangsawan
23 Bab 23 Luka dari Masa Lalu
24 Bab 24 Hukuman
25 Bab 25 Melewati Tes
26 Bab 26 Duel
27 Bab 27 Sebelum Berangkat
28 Bab 28 Menyebrangi Lautan
29 Bab 29 Perbatasan
30 Bab 30 Perasaan
31 Bab 31 Goa
32 Bab 32 Lucien
33 Bab 33 Serangan Pertama
34 Bab 34 Istana
35 Bab 35 Pria Berjubah
36 36 Camp Eryndale
37 Bab 37 Kesepakatan
38 Bab 38 Saling Menyusun Rencana
39 Bab 39 Kembali ke Istana
40 Bab 40 Kepulangan Diana
41 Bab 41 Keputusan Raja
42 Bab 42 Toko Teh
43 Bab 43 Hukuman
44 Bab 44 Sebelum Pesta
45 45 Pesta
46 46 Pesan dari Dewa
47 bab 47 Putri Mahkota
48 Bab 48 Keluar Istana
49 Bab 49 Kediaman Eldenhart
50 pengumuman
51 Bab 50 Mengunjungi Kota
52 Bab 51 Kerinduan
53 Bab 52 Dendam
54 Bab 53 Spirit
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56 Pagi yang cerah
58 Bab 57 Kerajaan Aeloria
59 Bab 58 Tamu Kerajaan
60 Bab 59 Kegelapan
61 Bab 60 Pertemuan Politik
62 Bab 61 Pesta Tamu Kerajaan
63 Bab 62 Kalung
64 Bab 63 Duri Mawar Diana
65 Bab 64 Calon Putri Mahkota
66 Bab 65 Aura Hitam
67 Bab 66 Cahaya yang Redup
68 Bab 67 Wanita Mawar
69 Bab 68 Bunga yang Kembali Mekar
70 Bab 69 Kekeringan
71 Bab 70 Pesta Minum Teh
72 Bab 71. Duri Sang Mawar
73 Bab 72. Duri Sang Mawar (2)
74 Bab 73. Luka yang Kembali Terbuka
75 Bab 74. Tangisan Masa Lalu
76 Bab 75. Akhir dari Kesalahpahaman
77 Bab 76 Benih Harapan
78 Bab 77 Akar yang Tak Pernah Mati
79 Bab 78 Cahaya di Dalam Hutan
80 Bab 79 Pohon Mawar Abadi
81 Bab 80 Peluit Tanpa Suara
82 Bab 81 Perintah Sang Raja
83 Bab 82 Persiapan Menuju Perbatasan
84 Bab 83 Rahasia yang Terungkap
85 Bab 84 Hulu Sungai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Diana Eldenhart
2
Bab 2 Protagonis
3
Bab 3 Eksekusi
4
Bab 4 Tiga Kehidupan
5
Bab 5 Kecantikan yang tersembunyi
6
Bab 6 Sihir Hitam
7
Bab 7 Pesta Teh
8
Bab 8 Langkah Awal
9
Bab 9 Arel dan Fey
10
Bab 10 Pemecah belah
11
Bab 11 Batu Kapur
12
Bab 12 Hukuman
13
Bab 13 Bunga yang Gelap
14
Bab 14 Selena
15
Bab 15 Persiapan
16
Bab 16 Cahaya Merah
17
Bab 17 Batu Kapur
18
Bab 18 Benih Masa Depan
19
Bab 19 Bayangan di Perbatasan
20
Bab 20 Satu per Satu Bukti
21
Bab 21 Raja Spirit
22
Bab 22 Di Balik Senyum Para Bangsawan
23
Bab 23 Luka dari Masa Lalu
24
Bab 24 Hukuman
25
Bab 25 Melewati Tes
26
Bab 26 Duel
27
Bab 27 Sebelum Berangkat
28
Bab 28 Menyebrangi Lautan
29
Bab 29 Perbatasan
30
Bab 30 Perasaan
31
Bab 31 Goa
32
Bab 32 Lucien
33
Bab 33 Serangan Pertama
34
Bab 34 Istana
35
Bab 35 Pria Berjubah
36
36 Camp Eryndale
37
Bab 37 Kesepakatan
38
Bab 38 Saling Menyusun Rencana
39
Bab 39 Kembali ke Istana
40
Bab 40 Kepulangan Diana
41
Bab 41 Keputusan Raja
42
Bab 42 Toko Teh
43
Bab 43 Hukuman
44
Bab 44 Sebelum Pesta
45
45 Pesta
46
46 Pesan dari Dewa
47
bab 47 Putri Mahkota
48
Bab 48 Keluar Istana
49
Bab 49 Kediaman Eldenhart
50
pengumuman
51
Bab 50 Mengunjungi Kota
52
Bab 51 Kerinduan
53
Bab 52 Dendam
54
Bab 53 Spirit
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56 Pagi yang cerah
58
Bab 57 Kerajaan Aeloria
59
Bab 58 Tamu Kerajaan
60
Bab 59 Kegelapan
61
Bab 60 Pertemuan Politik
62
Bab 61 Pesta Tamu Kerajaan
63
Bab 62 Kalung
64
Bab 63 Duri Mawar Diana
65
Bab 64 Calon Putri Mahkota
66
Bab 65 Aura Hitam
67
Bab 66 Cahaya yang Redup
68
Bab 67 Wanita Mawar
69
Bab 68 Bunga yang Kembali Mekar
70
Bab 69 Kekeringan
71
Bab 70 Pesta Minum Teh
72
Bab 71. Duri Sang Mawar
73
Bab 72. Duri Sang Mawar (2)
74
Bab 73. Luka yang Kembali Terbuka
75
Bab 74. Tangisan Masa Lalu
76
Bab 75. Akhir dari Kesalahpahaman
77
Bab 76 Benih Harapan
78
Bab 77 Akar yang Tak Pernah Mati
79
Bab 78 Cahaya di Dalam Hutan
80
Bab 79 Pohon Mawar Abadi
81
Bab 80 Peluit Tanpa Suara
82
Bab 81 Perintah Sang Raja
83
Bab 82 Persiapan Menuju Perbatasan
84
Bab 83 Rahasia yang Terungkap
85
Bab 84 Hulu Sungai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!