Mobil Dewa baru saja menghilang di tikungan ketika Adam masih berdiri di balkon lantai dua.
Ia tidak langsung bergerak.
Tangannya masih mencengkeram pagar besi. Napasnya berat, turun naik, tidak teratur. Rahangnya mengeras, otot lehernya menegang jelas. Tatapannya kosong, tapi pikirannya berisik.
Genggaman tangan itu.
Cara Dewa berdiri terlalu dekat.
Kalimat anak kita.
Adam menutup mata sejenak, lalu menghembuskan napas kasar. Dadanya terasa panas, seperti ada sesuatu yang mendesak dari dalam dan menuntut keluar.
Ia berbalik tajam dan melangkah turun.
Langkahnya cepat, berat, tanpa suara basa-basi. Pelayan yang berpapasan spontan menunduk lebih dalam, merasakan aura yang berubah drastis.
Di taman samping, Elsa masih berdiri di tempat yang sama.
Tangannya baru saja terlepas dari genggaman Dewa. Bahunya sedikit turun, seperti orang yang baru selesai menahan sesuatu yang tidak menyenangkan.
“Elsa.”
Satu kata itu membuatnya menoleh.
Adam berdiri beberapa langkah darinya. Wajahnya tenang, tapi itu ketenangan yang berbahaya. Matanya gelap, fokus, mengunci.
“Pak Adam…”
“Kita bicara. Sekarang.”
Nada suaranya rendah, tegas, tidak memberi ruang untuk menolak.
Elsa menelan ludah. Ia mengangguk pelan dan mengikuti Adam masuk ke dalam rumah.
**************
Adam tidak membawanya ke ruang tamu.
Ia menggiring Elsa ke ruang kerja kecil di lantai bawah, ruangan yang jarang dipakai, lalu menutup pintu di belakang mereka. Bukan dibanting. Ditutup perlahan, tapi bunyinya justru terasa lebih mengancam.
Adam berdiri membelakangi pintu. Elsa di hadapannya.
Beberapa detik berlalu dalam diam.
“Kenapa kamu diam?” tanya Adam akhirnya.
Elsa mengangkat wajah. “Aku tidak tahu harus bilang apa.”
Adam tertawa pendek, tanpa humor. “Kamu tahu persis apa yang ingin aku tanyakan.”
Ia melangkah maju satu langkah.
“Sejak kapan dia berani menyentuhmu seperti itu?”
Elsa terdiam.
Adam tidak menunggu jawaban. “Atau pertanyaannya harusnya… sejak kapan kamu membiarkannya?”
Nada itu menusuk.
Elsa mendongak, mat…
Ibu Susu Anak Sang Menteri
Ayah Kandung Noah…
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Popo Hanipo
sangat mengejutkan bagaimana kalo arman tau noah anaknya🤔
2025-12-31
1