Pagi itu rumah kembali hidup dengan ritme yang nyaris sama seperti hari-hari sebelumnya.
Cahaya matahari menyelinap masuk melalui jendela besar ruang makan, memantul di permukaan meja kayu yang mengilap. Udara pagi masih sejuk, bercampur aroma kopi hitam yang baru diseduh dan wangi roti panggang. Di sudut ruangan, Noah duduk di kursi bayinya, kaki kecilnya menendang-nendang ringan, sesekali mengeluarkan suara gumaman yang membuat siapa pun ingin tersenyum.
Sandra duduk di sisi Noah, menyuapkan potongan biskuit bayi sambil sesekali mengajaknya bicara.
“Pelan-pelan ya, Nak,” ucapnya lembut. “Hari ini kamu ceria sekali.”
Adam duduk berhadapan dengan Sandra. Ia menyahut ringan, nada suaranya tenang, nyaris tanpa beban.
“Sejak pagi dia memang kelihatan segar. Sepertinya tidurnya nyenyak semalam.”
Sandra mengangguk setuju. “Iya. Jarang sekali dia setenang ini.”
Percakapan itu terdengar wajar. Tentang Noah. Tentang jadwal orang tua Adam yang kemungkinan akan datang akhir pekan ini. Tentang rencana Sandra yang harus berangkat syuting lebih awal beberapa hari ke depan. Semua mengalir seperti keluarga pada umumnya.
Hanya satu orang yang terasa tidak benar-benar hadir di meja itu.
Elsa.
Ia duduk di kursinya, sendok di tangan bergerak perlahan, hampir mekanis. Sarapannya hampir tak tersentuh. Matanya menatap ke depan, tapi pikirannya jauh, terombang-ambing oleh hal-hal yang terlalu rumit untuk disusun rapi.
Lily.
Nama itu muncul tiba-tiba di benaknya. Wajah kecil yang selalu ia rindukan, aroma bayi yang melekat di ingatan. Lalu Noah. Bayi yang setiap hari ia rawat dengan sepenuh hati, yang kini ia tahu bukan darah daging Adam. Dan akhirnya… Adam sendiri.
Pria yang duduk beberapa meter darinya itu.
Pria yang semalam masih memeluknya dengan emosi yang belum sepenuhnya padam. Pria yang hubungannya dengannya tak lagi bisa didefinisikan dengan kata sederhana.
Elsa tidak menyadari satu hal penting.
Adam sedang menatapnya.
Tatapan itu tidak singkat. Tidak juga terang-terangan. Tapi cu…
Ibu Susu Anak Sang Menteri
Satu Perasaan Mulai Goyah…
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
ovi eliani
thor Up ya Kurang dong, banyak, sdh nunggu lama thor , up lg ya. sekali lg kasih kepastian dong buat elsa dan adam juga sandra biar jelas jalan ceritanya biar tambah greget
2026-01-04
1
falea sezi
klo aja Sandra plin plan mending Elsa pergi jauh aja lah biar gila sekalian adam.. klo adam masih aja bego
2026-01-04
0