Balas Dendam Istri Yang Dikecewakan

Balas Dendam Istri Yang Dikecewakan

Runtuhnya hati seorang istri

Laras adalah seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Hasbi. Mereka menikah setelah berpacaran selama 3 tahun. Hubungan mereka penuh dengan kebahagiaan, meskipun terkadang ada juga tantangan. Namun, ada satu hal yang selalu Laras khawatirkan ----Ia tak kunjung juga hamil.

Hasbi, suaminya, sering menyampaikan keinginan untuk memiliki seorang anak. Tidak ada yang secara langsung mengungkapkan perasaan atau permintaan berlebihan, tetapi kadang-kadang Hasbi bercerita tentang beberapa temannya yang memiliki buah hati, dan dia berharap bisa segera merasakan kebahagiaan tersebut. Laras merasa ia harus segera hamil agar bisa membuat suaminya bahagia. Ia merasa itu adalah kewajiban sebagai seorang istri untuk membuat Hasbi bangga memiliki nya.

Suatu hari, Hasbi membawa dua anak perempuan ke rumah mereka, Hasbi mengatakan bahwa kedua anak itu adalah anak rekannya yang meninggal dunia akibat kecelakaan, malam itu Hasbi mengatakan pada Laras keinginannya untuk mengadopsi keduanya untuk meramaikan hari-hari mereka. Laras, yang sangat mencintai suaminya dan ingin selalu memenuhi harapan-harapannya, merasa inilah jalan untuk membuat Hasbi semakin bahagia.

Meskipun banyak orang yang mengingatkan tentang repotnya Laras menjaga anak orang lain, Laras tetap melangkah. Ia merasa, "jika ini bisa membuat suamiku bahagia, kenapa tidak?" dengan tekad bulat, ia menyetujui keinginan Hasbi, Laras berpikir bahwa ini semua demi kebahagiaan rumah tangga mereka.

Namun, suatu hari disaat ibu mertuanya berkunjung, Laras tidak sengaja mendengar percakapan antara Hasbi dan Nur, Ibu mertuanya.

Laras yang awalnya ingin memanggil mereka makan, memelankan langkah saat rungunya mendengar bisik samar. Tentu dia tidak ingin mengganggu obrolan seru antara ibu dan putranya.

"Sampai kapan kamu menutupi ini dari Laras? Bukankah ini terlalu kejam untuknya?." Nur bicara pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

Saat Laras hendak mendorong pintu dia mendengar Nur bicara lagi dengan nada yang lebih serius, "Anak-anak cepat atau lambat harus sekolah. Laras nggak akan bisa dibohongi terus."

Tiba-tiba jantung Laras berdegup kencang karena takut yang menyusup, hingga membuatnya mematung.

Hasbi mendengus dingin, "Urusan Laras itu mudah, Bu. Dengan kepribadiannya, Laras pasti ngerti. Malah bisa jadi dia tidak keberatan dengan kehadiran Hera nanti."

"Hasbi, Ibu takut membohongi wanita sebaik Laras, selama ini dia yang ngurus ibu saat kamu sibuk dengan pekerjaanmu, Laras juga sedang menanti kehamilannya, dia ingin sekali melahirkan buah hati untukmu."

"Dia tidak akan!" Nada Hasbi terdengar dingin. "Selama tiga tahun ini aku sengaja memberinya pil penunda kehamilan, karena aku hanya ingin memiliki anak dari Hera, tidak dengan siapapun. Termasuk Laras!" jawaban Hasbi, bagaikan busur panah yang menghujam jantung Laras sampai hancur berkeping-keping.

Tubuh Laras bergetar karena menahan gejolak hati. Apa yang didengarnya terlalu menyakitkan.

"Sudahlah, Bu. Aku nggak mau bahas masalah ini, yang penting ibu tahu, jika Naila dan Cantika itu anak kandungku, asal ibu diam, selamanya Laras tidak akan pernah tahu! Hera itu anak keluarga terpandang, dulu alasan orang tuanya tak merestui kami karena aku hanya karyawan biasa, tapi kini aku sudah jadi Menejer, sekian lama menunggu restu itu akhirnya ku dapat."

Tubuh Laras mematung. Kukunya mencengkram telapak tangan hingga berdarah.

Ternyata dimata Hasbi, ia tak lebih hanya seorang perempuan bodoh yang mudah dibohongi.

Laras segera menutup mulut. Seperti ada rasa darah yang berasal dari lidahnya.

Laras merasa darahnya berhenti mengalir. Suara gemuruh memenuhi telinga nya.

Jadi selama ini Hasbi tidak hanya tidak mencintainya, tetapi juga membuatnya jadi pengasuh dari anak lelaki itu dengan wanita lain secara gratisan?

Laras ingin tertawa sangking sakit hatinya.

Selama ini, Laras terus meminum obat penyubur yang Hasbi berikan, demi meningkatkan peluang hamil. Siapa sangka itu justru pil penunda kehamilan yang Hasbi siapkan.

Laras mencengkram telapak tangannya sampai berdarah, tapi sakit itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa dingin di hatinya.

"Hasbi, kamu pikir aku ini apa? Kalian sudah membohongi ku, membuatku jadi pengasuh anakmu dengan wanita lain, jangan harap! Tunggu saja, aku akan membuat kalian menerima konsekuensi atas rasa sakitku ini!" bisik hati Laras, kakinya melangkah menjauh meninggalkan obrolan antara Hasbi dan Nur.

#####

Teman-teman ada yang baru nih!

Minta semangatnya dong

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

nyesek ya ras laras..mau jadi apa itu hasbi..prok..prok..prok..

2026-08-25

0

murni l.toruan

murni l.toruan

Baru baca saja sudah emosi jiwa, semangat kakak Author

2026-06-08

0

Bela Viona

Bela Viona

Mampir Thor. semoga mc nya tegas dan bijak

2026-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Runtuhnya hati seorang istri
2 Wanita itu
3 Sebuah permainan
4 Peka di keheningan
5 Keributan di awal hari
6 Uji coba katanya.
7 Merasa si paling benar sendiri.
8 Rencana menggugat cerai
9 Kehilangan wajah.
10 Tak ingin berakhir
11 Di antara masa lalu
12 Kecemburuan Hera
13 Janji yang tersambut.
14 Tetap ingin bercerai
15 Penyesalan mendalam
16 Menagih janji
17 Kembali pulang
18 Kehidupan setelah saling jauh.
19 Keributan pasangan
20 Datang ke rumah sakit
21 Fatamorgana
22 Pemecatan
23 Pertama kali berkunjung
24 Ternyata sudah tidak ada lagi harapan
25 Bertemu dengan dia si orang asing
26 Membujuk dia yang telah kembali
27 Tidak ingin memaksa.
28 Bukan jarak biasa
29 Pilihan Laras
30 Mungkinkah karma?
31 Melepaskan dan Melupakan.
32 Penasaran
33 Waspada
34 Langit mendung
35 Mereka yang menginginkan
36 Obrolan ringan
37 Tetap menolak
38 Rasa dan Emosi
39 Pengakuan Laras
40 Kegilaan si tuan muda.
41 Hari kepergian Laras.
42 Pengejaran
43 Siapa yang tahu?
44 Satu kebohongan yang terbongkar
45 Terjebak dalam situasi tak diinginkan
46 Dua pria tak masuk akal
47 Hadirnya benci kalau itu
48 Kabar dari masa lalu
49 Pekerjaan baru
50 Kemarahan Laras pada Mario
51 Singgah di ruko keluarga Putri
52 Ditemukan olehnya
53 Tawar menawar.
54 Bertemu dan cemburu gila
55 Hasbi terbakar cemburu.
56 Mulai terendus.
57 Persetujuan
58 Hari patah hati
59 Pernikahan kedua.
60 Bertemu Hannah
61 Mengenal sikap Asta yang sesungguhnya.
62 Bukan sekedar pernikahan kontrak.
63 Dilema Asta
64 Salah bicara
65 Tak ingin terjebak.
66 Karena pakaian yang ditanggalkan.
67 Selip kesedihan
68 Nyaris sempurna
69 Penyempurnaan.
70 Rencana makan malam.
71 Romania Dan Asta.
72 Kejujuran Asta
73 Mario tak lagi peduli.
74 Jalan yang membawa duka
75 Ingin bercerai
76 Takut
77 Gagal total.
78 Cinta membuat pria berani.
79 Kehangatan suami istri
80 Kilasan masa silam
81 Menanti kabarnya
82 Saling paham
83 Akibat yang di timbukan.
84 Diseret ke kantor polisi.
85 Kecemasan mantan suami dan suami sah
86 Dibawah hujan.
87 Menikmati hasil yang di tanam.
88 Kebahagiaan yang menyebar luas
89 Doa dan kebahagiaan
90 Keluarga kecil bahagia.
91 Pembalasan alam.
92 Datang.
93 Kemarahan Nur.
94 Menerima balasan Tuhan
95 Tak lagi percaya.
96 Wanita sederhana
97 Hannah, Habibi dan Ranveer.
98 Kehilangan kendali
99 Undangan mewah.
100 Ketakutan dua belah pihak
101 Janji seorang suami.
102 Dua perbedaan.
103 Bersama Hannah
104 Simbolis cinta
105 Upaya pembalasan
106 Membuktikan kekuasaan
107 Penuh strategi
108 Keperdulian yang tulus
109 Pasrah
110 Masih belum rela
111 Sepadan
112 Asta dan Laras.
113 Galau
114 Ternyata bukan kabar buruk
115 Kehangatan cinta
116 Cinta yang ditunggu.
117 Bayi mungil.
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Runtuhnya hati seorang istri
2
Wanita itu
3
Sebuah permainan
4
Peka di keheningan
5
Keributan di awal hari
6
Uji coba katanya.
7
Merasa si paling benar sendiri.
8
Rencana menggugat cerai
9
Kehilangan wajah.
10
Tak ingin berakhir
11
Di antara masa lalu
12
Kecemburuan Hera
13
Janji yang tersambut.
14
Tetap ingin bercerai
15
Penyesalan mendalam
16
Menagih janji
17
Kembali pulang
18
Kehidupan setelah saling jauh.
19
Keributan pasangan
20
Datang ke rumah sakit
21
Fatamorgana
22
Pemecatan
23
Pertama kali berkunjung
24
Ternyata sudah tidak ada lagi harapan
25
Bertemu dengan dia si orang asing
26
Membujuk dia yang telah kembali
27
Tidak ingin memaksa.
28
Bukan jarak biasa
29
Pilihan Laras
30
Mungkinkah karma?
31
Melepaskan dan Melupakan.
32
Penasaran
33
Waspada
34
Langit mendung
35
Mereka yang menginginkan
36
Obrolan ringan
37
Tetap menolak
38
Rasa dan Emosi
39
Pengakuan Laras
40
Kegilaan si tuan muda.
41
Hari kepergian Laras.
42
Pengejaran
43
Siapa yang tahu?
44
Satu kebohongan yang terbongkar
45
Terjebak dalam situasi tak diinginkan
46
Dua pria tak masuk akal
47
Hadirnya benci kalau itu
48
Kabar dari masa lalu
49
Pekerjaan baru
50
Kemarahan Laras pada Mario
51
Singgah di ruko keluarga Putri
52
Ditemukan olehnya
53
Tawar menawar.
54
Bertemu dan cemburu gila
55
Hasbi terbakar cemburu.
56
Mulai terendus.
57
Persetujuan
58
Hari patah hati
59
Pernikahan kedua.
60
Bertemu Hannah
61
Mengenal sikap Asta yang sesungguhnya.
62
Bukan sekedar pernikahan kontrak.
63
Dilema Asta
64
Salah bicara
65
Tak ingin terjebak.
66
Karena pakaian yang ditanggalkan.
67
Selip kesedihan
68
Nyaris sempurna
69
Penyempurnaan.
70
Rencana makan malam.
71
Romania Dan Asta.
72
Kejujuran Asta
73
Mario tak lagi peduli.
74
Jalan yang membawa duka
75
Ingin bercerai
76
Takut
77
Gagal total.
78
Cinta membuat pria berani.
79
Kehangatan suami istri
80
Kilasan masa silam
81
Menanti kabarnya
82
Saling paham
83
Akibat yang di timbukan.
84
Diseret ke kantor polisi.
85
Kecemasan mantan suami dan suami sah
86
Dibawah hujan.
87
Menikmati hasil yang di tanam.
88
Kebahagiaan yang menyebar luas
89
Doa dan kebahagiaan
90
Keluarga kecil bahagia.
91
Pembalasan alam.
92
Datang.
93
Kemarahan Nur.
94
Menerima balasan Tuhan
95
Tak lagi percaya.
96
Wanita sederhana
97
Hannah, Habibi dan Ranveer.
98
Kehilangan kendali
99
Undangan mewah.
100
Ketakutan dua belah pihak
101
Janji seorang suami.
102
Dua perbedaan.
103
Bersama Hannah
104
Simbolis cinta
105
Upaya pembalasan
106
Membuktikan kekuasaan
107
Penuh strategi
108
Keperdulian yang tulus
109
Pasrah
110
Masih belum rela
111
Sepadan
112
Asta dan Laras.
113
Galau
114
Ternyata bukan kabar buruk
115
Kehangatan cinta
116
Cinta yang ditunggu.
117
Bayi mungil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!