Bab 2

“Ampun, Kak. Ampun! Jangan pukul Lea lagi, Lea mengaku salah, Kak!” 

Malam di gudang itu terasa dingin dan panjang. Nalea meringkuk di sudut, rasa nyeri di betisnya berdenyut hebat, mengalahkan rasa lapar yang seharusnya sudah merobek perutnya. Ia tidak menangis lagi, air matanya sudah habis bersamaan dengan harapan terakhirnya pada keluarga Hersa. Ia hanya terdiam, pandangannya kosong menatap dinding lembap.

Tiba-tiba, Nalea merasakan sentuhan dingin di dahinya. Sensasi yang asing, namun begitu akrab dengan naluri bertahan hidupnya. Matanya yang gelap terbuka lebar, langsung terpancar kewaspadaan seorang ketua gangster yang selalu siap menghadapi bahaya.

Siluet tinggi seorang pria berdiri di kegelapan, hanya diterangi seberkas cahaya rembulan yang masuk dari lubang ventilasi kecil.

"Siapa kau?" desis Nalea, suaranya rendah dan tajam, berbeda dengan suara 'gadis lemah lembut' yang ia tunjukkan pada keluarga Hersa.

Pria itu tidak menjawab. Hanya ada dengusan pelan dari arahnya.

Tanpa membuang waktu, tangan Nalea bergerak cepat. Dari tempat tersembunyi di balik pergelangan tangannya, sebilah pisau lipat kecil yang selalu ia sembunyikan keluar. Ia melompat maju dengan kaki yang sakit, namun nalurinya mengalahkan rasa nyeri.

SRING!

Pisau itu diarahkan ke tenggorokan pria asing tersebut. Gerakan yang mematikan, cepat, dan tanpa keraguan.

"Kau pikir, hanya karena aku di gudang, aku jadi bodoh, hah?" Nalea menggeram. "Kau pasti suruhan Sisilia atau… atau tikus bau dari Krayrock."

Pria itu tertawa pelan, tawa yang dalam dan familier. "Ratu Black Rat? Hebat. Sudah kuduga kau menyimpan mainan itu.”

Dengan gerakan yang mudah dan meremehkan, Kayzo Renand menepis pisau Nalea hingga terpental ke tumpukan kardus. Nalea tersentak, rasa sakit dari pergerakan mendadak itu langsung menyerang kakinya, membuatnya nyaris terjatuh. Kayzo dengan sigap menahan lengan Nalea, mencegahnya ambruk.

Nalea menepis tangan Kayzo kasar. Barulah ia mengenali bau kulit, parfum mahal yang khas, dan seringai di wajah pria itu.

"Kayzo Renand!" Nalea meludah. "Apa maumu, Tikus Bau? Bagaimana kau menyusup masuk ke sini?"

Kayzo menyandarkan tubuhnya di dinding, menyilangkan tangan di dada, matanya yang tajam menelusuri Nalea dari ujung kepala hingga kaki. Pakaian Nalea yang kotor dan wajahnya yang pucat.

"Dua bulan, Nalea. Dua bulan aku mengamati. Rasanya hampa tanpa dirimu. Kau menghilang, Ratu Black Rat berubah menjadi tikus kecil yang meringkuk di gudang dan mirisnya kamar pembantu jauh lebih mewah. Menyedihkan." Kayzo menyindir dengan nada datar.

Nalea mengepalkan tangannya, amarah membakar tenggorokannya. "Itu bukan urusanmu. Aku sedang mencoba hidup baru."

"Hidup baru? Di mana kau dipukuli oleh kakakmu sendiri, dan dicampakkan seperti sampah?" Kayzo mendengus sinis. Ia menjentikkan jarinya ke arah kaki Nalea yang bengkak. "Lihat dirimu. Kau bahkan tidak bisa berdiri tegak. Kau sudah lemah, Nalea."

Kayzo melangkah mendekat, auranya yang dominan memenuhi ruangan sempit itu. "Kau tidak pantas lagi menjadi Ratu Gangster. Aku akan menyerang Black Rat minggu depan dan merebut semua kekuasaanmu. Aku akan tunjukkan pada anak buahmu siapa bos sejati."

Wajah Nalea memucat, namun matanya memancarkan api. Ancaman itu menyentuh harga dirinya yang paling mendasar.

"Coba saja kalau berani, Kayzo," ancam Nalea, suaranya tercekat menahan nyeri di kakinya dan amarah di dadanya. "Kau akan tahu apa akibatnya berani menyentuh milikku. Black Rat tetap kuat meski tanpa sang Ratu. Jangan banyak berkhayal, Tikus Bau!"

Kayzo tertawa lagi. Kali ini tawanya terdengar lebih lembut, namun tetap mengandung ejekan. Ia lalu melemparkan sebuah bungkusan kertas cokelat ke pangkuan Nalea. Baunya langsung menyebar, roti gandum segar yang diolesi selai.

"Makan," perintah Kayzo. "Jangan sampai aku menghancurkanmu saat kau berada di titik terlemahmu. Itu tidak adil. Ratu yang kelaparan tidak akan bisa bertarung. Aku ingin kau pulih, lalu aku akan menghancurkanmu dengan tangan kosong."

Nalea menatap bungkusan roti itu dengan tatapan jijik. "Tutup mulutmu, Kayzo. Jangan ikut campur urusanku. Pergi!"

Kayzo menghela napas, ekspresinya sedikit melembut, tetapi Nalea terlalu marah dan sakit untuk menyadarinya.

"Pulang, Nalea. Tempatmu bukan di sini. Keluarga seharusnya menjadi tempat berlindung, bukan tempat penyiksaan," Kayzo berbisik pelan, sebelum melompat kembali ke ventilasi. "Jangan sampai anak buahmu memanggil gadis lain sebagai Madam Black Rat."

Kayzo menghilang secepat ia datang.

Nalea mengepalkan tangan, kuku-kukunya menancap di telapak tangan. Dia tidak mendengarkan ucapan Kayzo. Dia hanya mendengar ancaman dan hinaan.

Ia kembali meringkuk, air mata kembali menggenang. Ia mengabaikan rasa lapar yang melilit. Bahkan saat seekor tikus kecil merayap mendekat dan menggigit sedikit roti pemberian Kayzo, Nalea hanya menatapnya kosong.

"Ini keluargaku," desisnya lirih, menahan rasa sakit di kakinya. "Mereka akan mempercayaiku suatu hari nanti. Aku hanya perlu bersabar hingga waktu itu tiba."

Keyakinan palsu itu adalah satu-satunya hal yang membuatnya tetap hidup di sini.

...***********...

BYUURRR!

Air dingin membekukan seluruh tubuhnya. Nalea tersentak, terbatuk-batuk, dan terhuyung-huyung di lantai semen yang basah. Rasa dingin itu menembus tulang, menyengat luka bengkak di kakinya.

Di depannya, berdiri Lidya Amira, pembantu keluarga Hersa dan ibu kandung Sisilia, dengan ember kosong di tangan. Wajahnya yang keriput dan penuh keculasan kini tersenyum puas.

"Bangun, Nona Shara. Sudah pagi, dan kamar ini kotor sekali," ujar Lidya, menekankan nama belakang Nalea dengan nada merendahkan.

Nalea bergetar kedinginan, air menetes dari rambutnya. Dia merasakan amarah yang murni, amarah seorang Ratu yang diperlakukan seperti budak. Jika bukan karena ia bertekad menjadi ‘gadis baik’, Lidya sudah pasti mati di tempat.

"Apa yang kau lakukan?" suara Nalea terdengar serak dan dingin, namun tidak lagi lemah. Rasa dingin air membuatnya kembali pada persona lamanya.

Lidya meletakkan ember itu dengan bunyi keras yang memekakkan telinga. Ia berkacak pinggang, menunjukkan kesombongan yang luar biasa.

"Melakukan tugasku, Nona. Membersihkan tempat ini. Tapi sepertinya yang paling harus dibersihkan adalah dirimu." Lidya tertawa remeh. "Seharusnya kamu tidak pernah masuk ke keluarga Hersa, Nalea. Keluarga ini tidak butuh dua putri."

Nalea mengepalkan tinju di samping tubuhnya, menahan diri untuk tidak mencekik wanita di depannya ini.

"Nona muda Hersa hanya milik Sisilia, anakku," Lidya melanjutkan, matanya menyipit penuh ancaman. "Dia dibesarkan dengan didikan terbaik, tahu etika, tahu sopan santun. Kau? Kau hanya membawa kekotoran dari jalanan."

Rasa dingin air yang membasahi tubuhnya beradu dengan panas amarah di dadanya. Nalea hanya menatap Lidya, lidahnya terasa kelu.

Lidya maju selangkah, mencondongkan tubuhnya hingga wajahnya nyaris menyentuh telinga Nalea. Bisikannya kejam dan penuh venom.

"Aku akan membuatmu menyesal telah masuk ke keluarga ini. Jangan merebut apa yang menjadi milik anakku. Sekarang, bersihkan tubuhmu. Ada pekerjaan di dapur yang menunggumu. Jangan sampai Nyonya Mutiara marah karena kau terlambat, atau kakimu akan dipukul lagi."

Lidya tertawa puas, lalu berbalik dan meninggalkan Nalea yang terhuyung-huyung di tengah genangan air dingin.

Nalea berdiri kaku. Wajahnya pucat, air mata bercampur dengan air basahan di pipinya. Kedua kakinya terasa sangat sakit. Ia benar-benar berada di titik terendah dalam hidupnya.

"Sialan!" desis Nalea, menghentakkan kakinya yang sakit ke lantai. Tindakan itu hanya memicu nyeri yang menusuk.

“Ini belum berakhir. Kalian semua akan membayar.”

Nalea menyeret kakinya yang bengkak, mencari kain kering untuk membersihkan diri. Ia harus bertahan. Demi membuktikan dirinya. Demi mendapatkan cinta yang ia yakini ada di hati keluarga kandungnya, demi membuat Kayzo Renand menelan kembali kata-katanya.

Terpopuler

Comments

𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐

𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐

keluarga yang seperti itu yang kau maksudkan keluarga, Lea? benar kata Kayzo, kalau keluarga gak bakal tega nyakitin anak anaknya apalagi putri kandung mereka.. keluarga yang lebih memilih mempercayai sesuatu' yang ingin mereka percayai tanpa melihat bukti terlebih dahulu.. apakah itu pantas di sebut keluarga, Lea?

2025-11-19

0

Miranda S

Miranda S

jadi Sisilia ini anak pembantu? kok bisa sih? sengaja di tukar atau gimana?

2025-11-03

1

❤️⃟Wᵃf❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺ᶫᶦᵃ🌍ɢ⃟꙰Ⓜ

❤️⃟Wᵃf❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺ᶫᶦᵃ🌍ɢ⃟꙰Ⓜ

emangnya keluarga yg seperti apa yg kamu harapkan nalea, apa keluarga yg seperti itu ya. yg perlakukan anak kandungnya seperti anak tiri, yg kerjaannya menjadikan anaknya sebagai pembantu di rumahnya sendiri. dari pada kamu tersiksa seperti itu, lebih baik kamu pergi aja dari rumah

2025-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101- Ending
102 KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103 KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104 KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101- Ending
102
KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103
KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104
KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!