Bab 3

“Walaupun hanya nasi dingin, tahu dan kerupuk sudah sangat nikmat. Apalagi jika bisa makan bersama papa, mama dan kakak.”

Pagi itu, Nalea sedang berusaha menelan sesuap nasi di dapur yang dingin. Setiap gerakan terasa menyakitkan. Luka pukulan di betisnya berdenyut, dan hatinya terasa kosong setelah penolakan yang ia terima. Dia menyantap makanannya dengan cepat, tidak ingin berlama-lama di sana dan berpapasan dengan anggota keluarga Hersa yang lain.

Tiba-tiba, bayangan elegan Sisilia muncul di ambang pintu dapur. Sisilia mengenakan dress rumahan yang lembut, rambutnya terurai rapi, dan di tangannya, ia membawa secangkir teh yang mengepul.

"Nalea?" Sisilia memanggil dengan suara manis yang sarat kepura-puraan. "Aku mencarimu. Kenapa makan di sini? Di meja makan saja."

Nalea hanya mendongak sekilas, lalu kembali fokus pada makanannya.

"Aku tidak ingin mengganggu," jawabnya singkat, tanpa melihat Sisilia. "Pergilah. Aku akan selesai sebentar lagi."

Sisilia tidak bergerak. Ia justru melangkah mendekat, berdiri tepat di sebelah Nalea. Aroma teh melati yang kuat menusuk hidung Nalea.

"Aku, aku benar-benar minta maaf atas kejadian kemarin," ujar Sisilia, suaranya terdengar tulus, padahal matanya berkilat dingin. "Aku tidak tahu Kak Azlan dan Kak Zavian akan melakukan kekerasan. Aku hanya mengadu bahwa kamu mendorongku, aku tidak menyangka mereka akan menghukummu sekeras itu."

Nalea meletakkan sendoknya, mendongak, menatap Sisilia dengan tatapan tajam yang tersimpan. Tatapan itu berkata, Aku tahu kau berbohong.

"Aku bilang, pergilah. Jangan berpura-pura baik di depanku," kata Nalea, nadanya pelan namun mengandung perintah.

Sisilia tersenyum pahit, pura-pura terluka. "Aku benar-benar tulus, Nalea. Aku ingin kita akrab. Ini, aku buatkan teh hangat untukmu. Agar kakimu bisa sedikit pulih. Kata Lidya, teh melati baik untuk menghangatkan tubuh." Sisilia menyodorkan cangkir teh yang masih mengepul.

Nalea tahu ada bahaya. Ia tidak ingin menerima apapun dari tangan Sisilia.

"Letakkan saja di meja," perintah Nalea datar. "Nanti aku minum."

"Ayolah, Lea," Sisilia memaksa, menyodorkan cangkir itu lebih dekat. "Minum selagi hangat. Ini tandanya aku minta maaf."

"Aku bilang letakkan di meja!" Nalea mulai kehilangan kesabarannya. Tubuhnya terasa tegang.

Saat Nalea mencoba menghindar, Sisilia mendesak. Sisilia pura-pura terhuyung dan…

BYURR!

Teh panas itu tumpah. Bukan hanya mengenai pakaian Nalea, tapi juga mengenai punggung tangan kirinya. Rasa panas yang menyengat dan membakar langsung menusuk kulitnya. Nalea menjerit tertahan, tubuhnya melonjak kaget karena rasa sakit yang tiba-tiba dan luar biasa.

"Panas!" Nalea berseru refleks. Tangannya yang refleks mendorong tubuh Sisilia, sangat pelan, hanya untuk menjauhkan Sisilia agar tidak terkena pecahan cangkir yang jatuh ke lantai.

PRANG!

Cangkir itu pecah di lantai.

Tangan Sisilia yang didorong Nalea segera melakukan aksi berikutnya. Ia sengaja melepaskan kontrol tubuhnya, mendorong dirinya sendiri hingga punggungnya membentur keras sisi lemari dapur.

DUG!

Suara benturan keras itu terdengar hingga ke ruang tengah.

Sisilia langsung menjatuhkan diri ke lantai, wajahnya panik luar biasa. "Aduh! Kepala Sisil sakit!"

Saat yang bersamaan, Lidya, yang entah dari mana, langsung berlari ke dapur.

"Astaga, Nona Sisilia!" Lidya panik, langsung berlutut di samping Sisilia.

Sisilia merengek, menunjuk Nalea dengan tangan gemetar. "Aku, aku hanya ingin memberinya teh, Bu. Tapi dia marah dan mendorongku, hingga kepalaku terbentur!"

Lidya melihat Sisilia. Di pelipis Sisilia, sudah ada memar merah keunguan yang muncul entah dari mana. Mungkin Sisilia sudah menyiapkan trik ini dari semalam. Lidya mendongak, wajahnya dipenuhi amarah yang membara, ditujukan sepenuhnya pada Nalea.

"Dasar kau anak kurang ajar! Kau mencelakai Nona Muda! Kau pikir kami tidak tahu kau tidak menyukai Sisilia!" teriak Lidya, suaranya melengking. "Kau ini kasar! Liar! Ingin membunuh Sisilia, hah!"

Nalea berdiri terpaku, terkejut dan bingung. Tangan kirinya terasa sangat perih, kulitnya mulai memerah dan melepuh.

"Tidak! Aku tidak melakukan apa-apa!" Nalea membantah, tubuhnya masih menggigil akibat rasa sakit. "Dia menjatuhkan teh itu sendiri! Aku hanya mendorongnya pelan agar dia tidak terkena pecahan beling. Dia sendiri yang membenturkan kepalanya ke lemari!"

Lidya tidak mendengarkan. Ia menangkup wajah Sisilia. "Kepalamu memar, Nak. Dia pasti benci sekali padamu." Lidya kembali menatap Nalea dengan tatapan penuh kebencian. "Jahat! Kau anak iblis! Kami sudah tahu kau datang ke sini untuk mencelakai anakku! Kau tidak sudi dia menjadi putri di rumah ini!"

Keributan itu menarik perhatian Zavian. Pria sulung itu bergegas masuk ke dapur, raut wajahnya panik saat melihat Sisilia tergeletak di lantai dan Lidya yang berteriak histeris.

"Ada apa ini?!" Zavian berseru.

"Tuan Zavian! Nona Nalea! Dia mencelakai Nona Sisilia!" Lidya menunjuk Nalea yang berdiri gemetar, tangannya memegang luka bakar. "Dia mendorong Nona Sisilia hingga kepalanya terbentur lemari! Lihat, kepalanya memar!"

Zavian terkejut melihat memar di pelipis Sisilia. Ia memandang Nalea, kekecewaan mendalam kembali menyelimuti matanya.

"Nalea! Apa yang kau lakukan lagi! Sudah berapa kali kubilang, jangan bawa kebiasaan di jalanan ke rumah ini! Kenapa kau sekasar ini!" Zavian membentak, suaranya keras.

Nalea merasakan dadanya sesak. Nyeri di kakinya, nyeri di tangannya, dan kini nyeri emosional yang jauh lebih parah.

"Aku tidak salah, Kak Vian!" Nalea bersikeras, suaranya sedikit meninggi. "Dia yang menumpahkan teh panas itu ke tanganku. Aku hanya mendorongnya perlahan. Sisilia berbohong! Lihat tanganku, Kak! Aku yang terluka!" Nalea menunjukkan punggung tangannya yang sudah mulai melepuh.

Zavian hanya melirik sekilas tangan Nalea, lalu kembali menatap Sisilia. "Luka bakar ringan bisa diobati. Tapi memar di kepala bisa bahaya! Kau sudah keterlaluan!"

Nalea terdiam. Luka bakar ringan? Dia bahkan tidak peduli seberapa parah lukaku.

Sisilia, dengan air mata yang masih mengalir, memeluk kaki Zavian. "Kak Vian, jangan salahkan Nalea. Mungkin dia hanya tidak sengaja. Dia pasti lelah karena tinggal di sana…" Sisilia menggantung kalimatnya, merujuk pada latar belakang gangster Nalea.

Sisilia melakukan trik psikologis yang sempurna, pura-pura membela, tetapi pada saat yang sama, mengaitkan perilaku Nalea dengan latar belakang 'liar'nya.

"Aku tidak sengaja, tapi aku tidak salah," tegas Nalea. Ia bahkan tidak memedulikan rasa perih yang menjalar di tangannya.

Zavian sudah tidak tertarik mendengarkan. "Diam, Nalea!" Ia membungkuk, mengangkat Sisilia yang mungil dan'lemah ke dalam pelukannya.

"Bibi, suruh sopir siap-siap. Kita ke rumah sakit."

Saat Zavian berbalik, membawa Sisilia yang pura-pura lemah, Nalea melihatnya. Di atas bahu Zavian, Sisilia memutar kepalanya ke belakang, menatap Nalea dengan senyum licik. Senyum tipis, dingin, dan penuh kemenangan.

Sisilia berbisik, cukup keras hanya untuk didengar Nalea. "Aku akan menjaga apa yang sudah menjadi milikku. Termasuk seluruh harta keluarga Hersa, dan semua yang ada di rumah ini. Kau tidak akan pernah mendapatkannya. Apalagi kasih sayang dan cinta keluarga yang kamu dambakan, tak akan aku berikan setetes pun."

Nalea hanya bisa mengepalkan tangan kanannya, merasakan sakit yang luar biasa di tangan kirinya yang melepuh. Di mata keluarga Hersa, kini Nalea bukan lagi hanya anak liar, tapi juga calon pembunuh

Terpopuler

Comments

🍌 ᷢ ͩᵏᵉᵏᵉ

🍌 ᷢ ͩᵏᵉᵏᵉ

emang bener luka bakar masih bisa di obati, tapi bagaimana dengan luka hati yg terluka karena perlakuan orang² di sekeliling kita? apa mulutmu yg lancang itu, masih bisa berkata seperti itu hah. sebelum berbicara seenaknya, harusnya kamu bisa pikirkan itu itu wahai tuan muda yg terhormat

2025-11-21

0

❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ

❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ

ya oke lah kalo luka bakar bisa dirawat di obati lah kalo luka hati yang ditinggal kan oleh orang yang ada disekitar itu gimana ga ada obat nya ,kayak nya emang nalea harus bangkit deh dari keterpurukannya

2026-01-14

0

 SENJA

SENJA

sengaja ini 😤 trik murahan bilang aja kamu mau nyiram aer panas ke nalea 🥱

2025-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101- Ending
102 KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103 KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104 KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101- Ending
102
KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103
KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104
KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!