Kembalinya Ratu Gangster

Kembalinya Ratu Gangster

Bab 1

“Nalea, apa kamu yang kamu lakukan, hah! Apa kamu tidak bisa berperilaku normal sehari saja, Lea? Jangan buat keluarga kita yang terhormat, malu karena perilaku kamu yang sangat liar dan tidak tahu aturan!”

Kepala Nalea Sahara berdenyut, bukan karena letih, melainkan karena getaran benci yang mengisi udara ruang keluarga megah Keluarga Hersa. Matanya yang tajam mata yang pernah menatap dingin saat memimpin ratusan anggota Black Rat, kini hanya menunduk pasrah. Setelah dua puluh dua tahun dibesarkan di jalanan sebagai Ratu gangster paling disegani, Nalea berusaha keras menjadi sosok yang 'pantas' untuk keluarga kandungnya, gadis lugu, lemah lembut, dan mudah diatur.

Namun, Sisilia Putri Hersa tidak akan pernah membiarkannya.

Di sofa tunggal, Sisilia duduk sambil menangis terisak. Pakaian kaus mahalnya robek di bagian bahu, memperlihatkan sedikit goresan kemerahan yang jika diperhatikan lebih dekat terlihat sengaja dibuat dangkal.

“Sisilia hanya ingin meminjam buku. Nalea langsung membentak, dan, dan dia mendorongku, Kak! Dia bilang aku anak pungut yang tidak pantas menyentuh barang-barang di rumah ini!” Sisilia terisak, membenamkan wajahnya di dada Azlan Putra Hersa.

Azlan, yang biasanya dikenal humoris dan penyayang, kini berdiri tegang, rahangnya mengeras. Di sebelahnya, Zavian Putra Hersa, si sulung yang dingin dan cuek, menatap Nalea dengan tatapan yang jauh lebih tajam daripada biasanya.

“Nalea,” suara Zavian terdengar berat, mengisi keheningan ruang tamu. “Katakan yang sebenarnya. Apa yang kau lakukan pada Sisilia?”

Nalea mengangkat wajahnya, menatap kedua kakak kandungnya. Harapan tipis agar mereka melihat kejujuran di matanya hancur saat melihat tatapan mereka.

“Aku tidak melakukan apa-apa, Kak. Bahkan aku tidak menyentuhnya seujung rambut pun,” jawab Nalea pelan, suaranya berusaha terdengar lembut. “Aku hanya mengatakan, buku itu bukan milikku, tapi-”

"Cukup!” potong Azlan, suaranya menggema penuh amarah. Azlan melepaskan Sisilia, melangkah mendekat ke Nalea dengan mata memerah.

“Kau dibesarkan di lingkungan yang kotor, tapi setidaknya, tunjukkan sedikit sopan santun! Sisilia adalah adikmu! Berapa kali kami harus memperingatkanmu agar berhenti bersikap seperti anak liar?”

Kata-kata itu menghantam Nalea. Anak liar. Mereka dengan mudah merangkai dua kata itu, mengabaikan perjuangannya selama dua bulan terakhir untuk beradaptasi.

Sisilia mendongak dari bahu Azlan, menyeringai tipis yang hanya bisa dilihat Nalea. Seringai penuh kemenangan.

“Nalea, tolong jujur. Mengakulah, demi kebaikanmu sendiri,” Sisilia merengek. “Kakak Azlan dan Kak Zavian hanya ingin kau menjadi gadis yang baik, seperti mereka ajarkan.”

Nalea menelan ludah. Ia memilih untuk diam. Membela diri hanya akan memperkuat citra 'anak liar' yang mereka percayai.

Zavian menghela napas panjang, kekecewaan tergambar jelas di wajahnya.

“Kami sudah memberimu kesempatan. Tapi kau hanya membalasnya dengan kekerasan.”

Tepat saat itu, Ivander Zyan Hersa, sang Ayah, dan Mutiara Meisya Hadi, sang Ibu, memasuki ruangan. Raut wajah mereka menunjukkan campuran jijik dan rasa bersalah yang disembunyikan.

“Sudah selesai dramanya?” tanya Ivander dingin, tanpa menatap Nalea. “Nalea, kau keterlaluan. Kau melukai Sisilia. Papa tidak suka gadis yang tidak tahu aturan, bertindak kasar seperti preman.”

“Papa, Mama, jangan hukum Nalea terlalu keras! Dia tidak sengaja, mungkin dia hanya cemburu padaku,” Sisilia buru-buru menimpali, air mata buayanya semakin deras, membuat keluarga Hersa semakin yakin betapa baik dan polosnya putri palsu mereka ini.

Mutiara Meisya Hadi, sang Ibu, menatap Nalea dengan kebencian. “Kau tidak pantas disebut putri keluarga Hersa. Zavian, Azlan, bawa dia ke gudang belakang. Aku tidak mau dia merusak citra keluarga ini lagi. Dia butuh pelajaran yang keras.”

Mutiara berbalik, tangannya menarik Sisilia untuk dipeluk.

Gudang belakang itu lembap, berbau apek, dan penuh debu. Inilah 'kamar' tempat Nalea, putri kandung keluarga Hersa, tinggal.

Azlan dan Zavian berdiri di hadapan Nalea. Di tangan Azlan, ada sebatang kayu keras yang biasa dipakai untuk penyangga tanaman.

“Kami tidak ingin melakukan ini, Nalea,” kata Azlan, suaranya sedikit bergetar, namun tatapannya tetap tegas. “Hanya ini cara agar kau mengerti.”

"Aku mohon, Kak. Aku tidak salah," pinta Nalea, untuk pertama kalinya ia memohon di hadapan siapa pun sejak ia meninggalkan dunia geng. Suaranya terdengar seperti bisikan, penuh keputusasaan.

Zavian menggeleng. “Kami percaya pada Sisilia. Berlutut, Nalea. Jangan mempersulit diri.”

Nalea berlutut di lantai semen yang dingin. Ratu Black Rat yang ditakuti, kini tunduk di hadapan dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya.

“Pegang dia,” perintah Zavian.

Azlan mencengkeram bahu Nalea. Cengkeraman itu kasar. Nalea memejamkan mata.

PRANG!

Batang kayu itu menghantam betis Nalea. Rasa sakitnya begitu tajam hingga terasa seperti tulang keringnya retak. Nalea menggigit bibir bawahnya, menahan erangan yang ingin lolos.

“Sakit?” tanya Zavian dingin. “Seharusnya ini setara dengan rasa sakit yang kau berikan pada Sisilia.”

“Aku minta maaf,” bisik Nalea, bibirnya gemetar. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Tolong, Kak, hentikan."

DUGH!

Pukulan kedua menghantam tulang keringnya, kali ini lebih keras, lebih terarah. Nalea tidak bisa menahan diri lagi. Ia tersentak, air matanya menetes.

“Ampun, Kak Azlan… sakit… kumohon,” Nalea akhirnya mengeluarkan suara, memohon ampun, mengabaikan harga dirinya yang selama ini ia jaga.

Azlan melihat air mata dan kesakitan di mata Nalea, tangannya sedikit goyah. Tetapi bayangan wajah Sisilia yang terluka kembali muncul, menguatkan tekadnya.

“Jika kau tidak ingin dipukul, bersikaplah baik!”

Pukulan ketiga dan keempat datang bertubi-tubi.

PLAK!

DUG!

Rasa sakit itu membuat Nalea mual. Betisnya kini terasa mati rasa, diikuti oleh nyeri yang menyayat. Dia tidak bisa lagi menahan tangisannya, meskipun ia berusaha membuatnya tidak bersuara.

“Sudah cukup. Semoga kau belajar, Nalea. Jangan pernah membuat Sisilia menangis lagi,” ucap Zavian dingin, melemparkan kayu itu ke sudut ruangan.

Azlan dan Zavian pergi. Pintu gudang dihempaskan hingga menimbulkan debu.

Nalea ditinggalkan sendirian. Dia merangkak menjauh dari tempatnya berlutut, lalu meringkuk, memeluk lututnya, mencoba mengurangi nyeri yang mendera kakinya. Bau apek gudang, dinginnya lantai semen, dan denyutan di kakinya, semuanya bercampur dengan rasa sakit yang tak terlihat.

Isakannya tidak bersuara, hanya getaran di bahunya, dan air mata panas yang membasahi pipinya.

"Kenapa?" bisiknya pada keheningan. Suaranya serak dan penuh kepedihan. "Kenapa kalian tidak percaya padaku? Aku memang dibesarkan di dunia hitam, di lingkungan yang kejam dan gelap. Tapi aku tidak jahat."

Ia terisak lagi, memeluk dirinya sendiri semakin erat.

"Aku hanya ingin merasakan kasih sayang keluarga. Kasih sayang yang tidak pernah aku dapatkan semasa hidupku," lanjutnya. "Ayah, Ibu, Kak Azlan, Kak Vian... apa kalian tidak sayang sedikit pun kepadaku? Untuk apa aku dibawa ke keluarga ini jika kalian hanya menganggap Sisilia sebagai keluarga kalian?"

Nalea memukul pelan dadanya yang terasa sesak.

"Bukan salahku dan bukan keinginanku untuk dibesarkan di dunia gelap yang kejam itu," suaranya bergetar. "Aku masih punya hati dan perasaan. Dan hatiku… sakit… sakit sekali di sini."

Dia terus menangis dalam diam. Rasa sakit fisik di kakinya kini tidak seberapa dibandingkan dengan luka menganga di jiwanya, akibat penolakan total dari keluarga kandungnya sendiri. Dia telah berusaha, dia telah meninggalkan dirinya yang lama. Tetapi sepertinya, tidak ada tempat baginya di rumah bangsawan ini.

“Jika saja aku tidak kembali….” Pikirannya kacau, diselimuti keputusasaan yang dalam. "Jika saja aku tetap menjadi Ratu Black Rat… setidaknya, aku tidak akan merasakan sakit separah ini.”

Nalea menutup mata, membiarkan tubuhnya yang lelah dan patah terendam dalam kegelapan.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ❤️⃟Wᵃf 𝐖𝐈𝐋𝐆𝐀⛅️🍒⃞⃟

💜⃞⃟𝓛 ❤️⃟Wᵃf 𝐖𝐈𝐋𝐆𝐀⛅️🍒⃞⃟

baru berkumpul keluarga setelah berpisah setelah sekian tahun memang sulit kr baru kenal kebiasaan sifat dll juga belum kenal lama. maklum keluarga kandung kalau memilih sisilia kan sudah kumpul lama, tapi disini keluarga kandung salah harusnya mereka tak sekejam itu tanpa ada bukti kenapa jadi menyiksa

2025-12-20

0

𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐

𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐

yaelah katanya dari keluarga bangsawan, keluarga bangsawan pasti kaya kan? kalau kaya pasti ada cctv di seluruh ruangan, bukan? kok gak di selidiki dulu sihhh.. situ tolol atau apa sih?

yok Lea kita pulang ke dunia gelap saja daripada di keluarga kandung gak di anggap di fitnah pula itu..

2025-11-19

0

❤️⃟Wᵃf❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺ᶫᶦᵃ🌍ɢ⃟꙰Ⓜ

❤️⃟Wᵃf❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺ᶫᶦᵃ🌍ɢ⃟꙰Ⓜ

kasian banget kalau jadi nalea, padahal kan posisinya sebagai putri kandung. kenapa sikap dan perlakuan mereka ke nalea seperti anak tiri ya. dimana-mana mah sebagai keluarga tugasnya itu untuk melindungi, menjaga dan menjadi garda terdepan untuk anaknya. eh ini malah sebaliknya

2025-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101- Ending
102 KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103 KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104 KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101- Ending
102
KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103
KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104
KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!