Bab 5

Ponsel Azlan berdering keras di atas meja kerjanya. Pikirannya yang sedang dipenuhi laporan keuangan yang menumpuk langsung buyar. Ia melihat nama penelepon, sopir pribadi Sisilia.

“Halo? Ada apa?” tanya Azlan cepat.

“Tuan Azlan, Nona Sisilia… kecelakaan,” suara sopir itu terdengar panik di seberang sana. “Saat di dekat kampus, ada motor yang menyerempetnya saat menyebrang. Nona Sisilia sempat terbentur bahu jalan dan kehilangan banyak darah. Kami sudah membawanya ke Rumah Sakit Sari Berkah.”

Seluruh pikiran Azlan langsung gelap. Laporan, pekerjaan, semua menguap. Hanya ada Sisilia, adik kesayangannya, yang terancam bahaya.

“Sialan!” Azlan membanting pulpennya. “Aku ke sana sekarang juga! Jangan sampai terjadi apa-apa padanya!”

Azlan bergegas keluar kantor, mengabaikan panggilan sekretarisnya. Sepanjang perjalanan, rasa cemas mencekiknya.

Azlan tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sari Berkah. Ia menemukan Sisilia sudah berada di ranjang perawatan, ditutupi selimut. Wajahnya pucat pasi.

Seorang dokter muda menghampirinya. “Anda keluarga pasien Sisilia Hersa?”

“Ya, saya kakaknya. Bagaimana kondisinya, Dokter? Lakukan yang terbaik!” desak Azlan.

Dokter itu mengangguk. “Kami sedang melakukan pemeriksaan awal. Kami akan melakukan yang terbaik, Tuan. Tapi untuk saat ini, bisakah Anda mengurus administrasi agar kami bisa memindahkannya ke ruang perawatan?”

“Baik! Saya akan urus. Soal biaya, jangan khawatir. Rumah Sakit ini saya yang beli kalau perlu, asal adik saya selamat!” Azlan mengeluarkan ponselnya, tangannya gemetar saat mengurus pendaftaran administrasi. Bersamaan dengan itu, ia menelepon seluruh anggota keluarga.

“Papa? Mamah? Sisil kecelakaan. Ada di RS Sari Berkah sekarang. Cepat datang!”

Tidak lama kemudian, Zavian, Mutiara, dan Ivander tiba di lobi dan langsung menemui Azlan yang baru selesai dengan urusan administrasi. Wajah mereka tegang dan panik.

“Bagaimana Sisilia?” teriak Mutiara, air matanya sudah menetes.

“Di dalam, Mah. Dokter sedang memeriksa.”

Tak lama, dokter yang memeriksa Sisilia keluar.

“Bagaimana kondisi putri kami, Dokter?” tanya Ivander, suaranya sarat kekhawatiran.

Dokter itu menarik napas. “Secara umum, tidak ada luka berat yang fatal atau kerusakan organ. Hanya saja… Pasien mengalami pendarahan yang cukup banyak. Kami harus segera melakukan transfusi darah.”

Semua keluarga Hersa menegang.

“Lalu? Lakukan saja!” tukas Zavian.

“Masalahnya, Tuan,” jelas Dokter, “Pasien Sisilia bergolongan darah AB, dan stok di bank darah kami saat ini kosong. Kami sudah coba menghubungi rumah sakit lain, tetapi nampaknya stok sedang menipis secara nasional. Jika dalam beberapa jam tidak mendapat donor, nyawanya akan terancam bahaya.”

Kepanikan menyelimuti wajah keluarga Hersa.

Jauh dari hiruk pikuk rumah sakit, di ruang tengah yang kini menjadi ruang belajar Nalea, ia tampak fokus di depan papan tulis.

“Bagus, Nalea. Ketepatanmu dalam menganalisis kasus ini luar biasa,” puji Mr. Rey, guru privat barunya. Rey adalah pria muda yang cerdas, berkacamata, dan selalu berpakaian rapi. “Baru tiga bulan kamu belajar homeschooling bersamaku, tetapi daya serapmu jauh melebihi rata-rata siswa SMA terbaik.”

Nalea tersenyum tipis, rasa bangga yang jarang ia rasakan muncul di dadanya. "Aku hanya berusaha, Mr. Rey. Aku tidak mau dibilang bodoh."

“Kamu tidak bodoh. Kamu jenius yang tertidur.” Rey membalikkan papan tulis. “Tiga hari ke depan, kita akan adakan ujian materi. Bersiaplah.”

Nalea mengangguk, semangatnya membara. Tiba-tiba, sebuah pertanyaan terlintas di benaknya.

“Mr. Rey,” Nalea menatap guru privatnya. “Apakah… apakah aku bisa kuliah seperti gadis-gadis seusiaku? Maksudku, bisakah aku mendapatkan gelar sarjana, atau yang lebih tinggi, tanpa sekolah formal?”

Mr. Rey tersenyum, lalu mengacak-acak rambut Nalea dengan gerakan lembut.

“Di bawah bimbinganku, Nalea, kamu akan menjadi jenius terhebat. Tanpa sekolah formal pun, kita bisa mencari jalur untuk meraih gelar sarjana, bahkan S3. Itu hanya masalah waktu dan administrasi. Yang penting, otakmu bekerja.”

Hati Nalea langsung dipenuhi gelombang emosi. Air mata kembali menggenang. Jenius terhebat. Tanpa sekolah formal pun. Ini adalah pengakuan yang tidak pernah ia dapatkan. Jika ia bisa menjadi sejenius itu, mungkin.

"Terima kasih," bisik Nalea, suaranya tercekat. Ia spontan memeluk Mr. Rey, pelukan singkat yang didorong oleh rasa haru yang tak tertahankan.

Rey menjadi kaku dan gugup luar biasa. Aroma tubuh Nalea yang wangi bunga melati dan keringat tipis itu nyaris membuatnya kehilangan kendali. Mati-matian Rey menahan "sesuatu" yang dibawa celana bahannya agar tidak terbangun. Bagaimanapun, dia juga pria normal.

"S-sama-sama, Nalea," Rey berdeham, buru-buru melepaskan pelukan itu. "Sekarang, kita lanjutkan belajar. Jangan buang waktu."

Tiba-tiba, Mbak Mala, salah satu pelayan, tergopoh-gopoh menghampiri mereka dengan ekspresi wajah panik.

“Non Lea, maaf mengganggu! A-ada telepon dari Tuan Ivander… untuk Non Alea!”

Nalea menatap Mbak Malam dengan kening berkerut, heran. Papanya jarang sekali meneleponnya secara langsung. Tanpa banyak pertanyaan, Nalea langsung menuju ruang tengah dan mengangkat telepon dari Papanya.

“Halo, Papa?”

“Nalea! Sisilia kecelakaan. Golongan darahnya AB. Bank darah kosong. Kami butuh donor secepatnya!” Suara Ivander terdengar tegang dan panik.

Nalea memegang gagang telepon erat-erat. "Kecelakaan? Di mana Sisil, Pa? Rumah sakit mana?"

"Rumah Sakit Sari Berkah! Cepat datang!"

TUT! Telepon terputus.

Nalea berdiri terpaku. Dia tidak tahu harus pergi dengan apa. Mobil-mobil mewah keluarga Hersa pasti sudah dibawa ke rumah sakit. Uang tunai pun ia tidak punya, ia selalu dikurung di gudang.

Rey menghampiri Nalea, melihat ekspresi wajahnya yang bingung dan bingar. “Ada apa, Nalea?”

Nalea berbalik. “Sisilia… dia kecelakaan, butuh donor darah secepatnya di RS Sari Berkah. Tapi aku… aku tidak tahu harus pergi dengan apa.”

Tanpa banyak bicara, Rey langsung menarik pergelangan tangan Nalea. “Kita pergi sekarang. Jangan buang waktu!”

Rey membawa Nalea ke depan rumah. Di sana, terparkir sebuah motor sport hitam, model lama, yang terlihat tangguh dan terawat.

Nalea terkesiap. Ia menatap motor itu.

Motor itu… bentuk bodinya, knalpotnya yang sedikit dimodifikasi, bahkan stiker kecil di tangki bensinnya, semua terlihat familiar. Sangat familiar. Kenangan buram dari masa lalunya sebagai Ratu Gangster, mengenai sebuah motor, melintas cepat di benaknya

Aku pernah melihat motor ini. Di mana?

Saat Nalea mencoba mencerna ingatan yang mendesak itu, Rey dengan cepat menyalakan mesin. Suara raungan mesin motor itu kembali menyeret Nalea ke dalam memori yang hampir ia lupakan.

“Nalea! Cepat naik! Tidak ada waktu!” desak Rey, menunjuk bangku belakang motor.

Nalea menelan ludah, menekan rasa penasaran yang memuncak, dan dengan langkah tertatih-tatih, ia naik ke motor sport hitam itu.

Nalea mencengkeram jaket Rey, otaknya masih berusaha keras mencocokkan ingatan tentang motor itu. Motor Rey… rasanya sama persis dengan motor milik seseorang.

Terpopuler

Comments

ѕ⍣⃝✰༄⃞⃟⚡🦋⃟‌⃟ǟȶɦɛռǟ🦋⃟‌⃟

ѕ⍣⃝✰༄⃞⃟⚡🦋⃟‌⃟ǟȶɦɛռǟ🦋⃟‌⃟

heleh sombong amat pak, perusahaanmu udh msu ambruk tuh/Chuckle/ sok sok an mau beli RS wkwkwk.

Oh aku tau, km mau beli RS buat persiapan ya klo nnt sewaktu2 nnt perusahaan kalian hancur dan ada yg kena serangan jantung lngsg bs di tangani tnp ngurus bpjs dulu, secara RS punya kalian wkwkwk

2025-11-19

0

❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖🏡⃟ªʸ

❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖🏡⃟ªʸ

wahh semoga ingatan Lea cepat mengingat siapa sesungguhnya Rey, jaren motornya yang familiar diingatan Lea, bisa jadi dimasalaou bersahabat ato bisa jadii musuhnya😄🤣
nahkan saat begini aja Lea dibutuhkan, kno semua harus menomor satukan Cecilia 🙄🙄

2025-11-13

1

🍌 ᷢ ͩ❤️⃟Wᵃf⒋ⷨ͢⚤𝐀⃝🥀ᶫᶦᵃ

🍌 ᷢ ͩ❤️⃟Wᵃf⒋ⷨ͢⚤𝐀⃝🥀ᶫᶦᵃ

semoga aja ingatannya lea segera pulih kembali dan secepatnya bisa mengingat siapa Rey. eh keluarga macam apa itu, udah memberikan perlakuan secara tidak baik, giliran salah satu orang yg di cintanya kena musibah. baru deh ngemis² kek sampah untuk membutuhkan donor darah

2025-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101- Ending
102 KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103 KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104 KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101- Ending
102
KARYA BARU- TERTEMBAK CINTA NONA GANGSTER
103
KARYA BARU- SUAMIKU (BUKAN) ORANG GILA
104
KARYA BARU- BANGKITNYA SEKTE KUNO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!