Kanebo kering

Selama dalam perjalanan, tidak ada obrolan di antara mereka. Abang fokus menyetir. Sedangkan Shasa dan Tania hanya bisa saling lirik saja. Abang Shasa memang lebih posesif dibanding orang tuanya. Itu karena ia tidak ingin adiknya salah pergaulan. Karena zaman sekarang memang harus lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitar. Bahkan orang terdekat pun bisa menjadi bumerang.

Akhirnya mereka sampai di rumah. Abang memarkirkan mobilnya. Tania dan Shasa turun dan masuk ke dalam rumah. Disusul kemudian oleh Abang.

"Assalamu'alaikum." Ucap Shasa dengan lesu.

"Wa'alaikum salam. Lho kok sudah pulang?" Bunda heran.

Belum juga Shasa menjawab, abang sudah muncul dari belakang.

"Lho, bang. Tumben pulang nggak bilang-bilang?"

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Abang mencium punggung tangan bunda. Bunda melihat ada yang tidak beres pada putranya. Bunda sekarang tahu jika Shasa pasti ketemu sama abangnya di jalan. Makanya ia pulang cepat.

Shasa dan Tania pun pamit masuk ke dalam kamar. Mereka akan makan batagor di kamar.

"Sha, abang mu kaku banget ya?"

"Hu'um kayak kanebo kering, haha... "

"Kok abangmu pulang sendirian, Sha?"

"Hem... aku belum cerita sama kamu ya?"

"Cerita apa? "

"Abang dan istrinya sudah pisah lima bulan yang lalu."

"Apa? Yang benar kamu, Sha? Kenapa?"

Shasa menghela nafas panjang.

" Maaf bukan maksudku ingin mencampuri urusan orang lain. Tidak perlu kamu ceritakan, Sha."

Shasa pun urung menceritakan masalah pribadi abangnya kepada Tania. Meski Tania adalah sahabatnya, tidak semua privacy keluarganya harus diceritakan.

"Terima kasih atas pengertiannya ya, Sha. Do'a kan saja yang terbaik untuk abang. Sebenarnya abang itu meskipun pendiam tapi dia itu perhatian dan penyabar. Cuma ya menang gitu modelnya, hehe... "

'Iya, Sha. Apa pun masalahnya, semoga abang mendapatkan ganti yang lebih baik."

"Aamiin... "

Setelah menghabiskan batagornya, Shasa dan Tania pun bergantian mandi. Setelah itu, Shasa mengajak Tania untuk sarapan bersama keluarganya. Sebenarnya Tania agak sungkan, karena ada abangnya Shasa. Namun Shasa meyakinkannya.

Tania dan Shasa membantu bibi mengeluarkan makanan dari dapur. Mereka makan lesehan seperti biasa.

"Sha, panggil abangmu!"

"Di mana, bun?"

"Di kamarnya."

"Iya, bun."

Shasa beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar abang.

tok tok tok

Tidak lama kemudian, pintu terbuka.

"Ada apa, dek?"

"Sarapan dulu kata bunda."

"Hem, iya."

"Ya sudah."

Shasa kembali ke ruang tengah. Disusul kemudian abang.

Abang agak terkejut saat ada orang lain yang ikut makan bersama.

"Temannya Shasa tadi. Ikut sarapan juga. Apa anak ini nginep di sini?" Batinnya.

Abang memang sangat posesif kepada adiknya. Terlebih kepada Shasa yang selisih usianya delapan tahun dengannya.

"Ayo bang, duduk." Ajak Ayah.

"Iya yah."

Akhirnya mereka sarapan.

"Ayo Tania, jangan malu-malu tambah lauknya." Ujar Bunda.

"Eh iya, makasih bun."

Abang melirik Tania. Ia agak penasaran karena tidak biasanya teman Shasa seakrab itu dengan keluarganya. Tidak sengaja saat itu Tania melihat ke arah abang. Pandangan mereka bertemu sejenak. Tania pun langsung membuang muka. Begitu pun abang.

"Ya Allah, bisa-bisanya aku ngeliatin abang kanebo." Batin Tania.

Setelah selesai sarapan. Tania membantu Shasa membereskan perabotan ke dapur.

"Tumben bunda bolehi teman Shasa nginep." Ujar abang saat Shasa dan Tania tidak ada.

"Dia itu Tania, sahabat baiknya Shasa. Dia sering kok main ke sini. Cuma baru kali ini nginep, bang. Tania yatim piatu dan hidup sendirian. Anaknya baik kok. Pintar juga. Adikmu sering dibantunya kalau ada tugas kuliah."

"Oh... abang ke kamar dulu, bun, yah."

Abang beranjak dari duduknya dan kembali ke kamarnya.

"Sudah bunda duga pasti jawabannya begitu, padahal bunda sudah cerita panjang lebar." Lirih bunda.

"Ya memang modelnya begitu, bunda." Sahut ayah.

"Anakmu itu, yah."

"Anak kita toh, bun. Haha...bunda, suka lupa kalau udah melahirkan dia."

"Apa mungkin sikapnya yang begitu sehingga membuat mantan istrinya tidak tahan ya? Kalau masalah keturunan, bunda yakin abang tidak masalah."

"Kalau memang iya, tidak mungkin mereka bertahan sampai tujuh tahun, bun."

"Anak itu tidak mau jujur tentang masalahnya, tiba-tiba pisah. Kalau abi tahu tentang ini, pasti abi langsung cari penyebabnya."

"Jadi bunda mau bilang kalau ayah ndak becus cari masalahnya abang, gitu toh?"

"Ndak juga. Toh, semua sudah berakhir. Mungkin jodohnya hanya sebentar. Semoga abang menemukan jodohnya kembali di waktu yang tepat."

"Aamiin... "

Agak siangan Tania pamit kepada Shasa untuk pulang. Namun, Shasa masih melarangnya.

"Sha, aku belum cuci baju. Cucian ku numpuk di rumah."

"Ck, nggak asik."

"Aku janji deh, kapan-kapan bakal nginep lagi."

"Beneran ya?"

"Iya."

"Terus kamu pulang dari sini naik apa? Aku pesenin gojek ya."

"Eh nggak usah, aku bisa naik lyn kok. Tinggal jalan bentar dari sini."

"Maaf ya, aku nggak bisa nganterin. Ada, abangku. Males aku nanti diinterogasi."

"Iya nggak apa-apa."

"Ayo aku antar sampai depan."

Mereka keluar dari kamar. Shasa dan Tania mencari keberadaan bunda dan ayah. Ternyata, mereka berada di taman belakang.

Shasa pamit pulang kepada mereka. Ia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kasih atas kebaikan mereka.

"Jangan bosen main ke sini ya."

"Saya justru senang bunda. Maaf sudah merepotkan."

"Tentu saja tidak."

Bersamaan dengan itu, abang datang.

"Bunda, Ayah, abang mau ke rumah Opa."

"Ah kebetulan, ini Tania mau pulang. Kamu antar sekalian ya, bang."

"Tidak perlu, bunda. Saya bisa naik angkot."

"Iya bun, Tania udah biasa kok." Sahut Shasa yang ingin berusaha menyelamatkan sahabatnya dari abangnya yang seperti kulkas empat pintu. Ia tidak ingin Tania mati kutu saat duduk di mobil abangnya.

"Ndak apa-apa, ya kan bang?"

"Iya."

Shasa dan Tania saling lirik.

"Duh alamat jadi patung ini." Batin Tania.

Shasa ikut mengantar Tania sampai depan. Tania bingung mau duduk di mana. Saat ia membuka pintu belakang, abang angkat suara.

"Saya bukan sopir."

Tania menelan salivanya sendiri. Ia langsung menutup kembali pintunya, lalu membuka pintu depan dan duduk di samping kemudi.

"Dah... Tania." Shasa melambaikan tangannya. Tania membalasnya.

Di dalam mobil, Tania hanya bisa memainkan jari tangannya sendiri.

"Di mana rumahmu?"

"Jalan Tunjungan."

Tidak ada obrolan lagi. Atmosfer di dalam mobil itu terasa pengap. Padahal AC sudah menyala dengan volume tinggi.

Ketika hampir sampai, Abang kembali angkat suara.

"Sudah berapa lama berteman dengan Shasa?"

"Lima, lima tahun."

"Apa selama ini dia punya pacar?"

"Ti-tidak, mana mungkin dia pacaran. Shasa selalu ingat pesan Ayahnya."

"Baguslah."

"Ya Allah, kayak lagi sidang skripsi." Batin Tania.

Bersambung

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf kak upnya pelan karena othor beberapa hari ini kurang Vit. Terima kasih selalu mendukung karya othor. 🙏

Terpopuler

Comments

Sholicha

Sholicha

jangan lupa jga kesehatan kak semoga cepat sembuh emang lagi peralihan musim jadinya bayak yg sakit

2025-11-07

3

dewi rofiqoh

dewi rofiqoh

Tapi biasanya laki-laki seperti abang shasha ke keluarganya sayang banget

2025-11-07

1

Sri Rahayu

Sri Rahayu

sabar Tania menghadapi kanebo kering .... lanjut Thorr 😘😘😘

2025-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 Abang
2 Kanebo kering
3 Tentang abang
4 Dosen baru
5 Dipantau
6 Menjadi Incaran
7 Rumah Tania
8 Pameran
9 Cinta
10 Tugas Saif
11 Ban bocor
12 Membantu Tania
13 Sakit
14 Opname
15 Darah abang
16 Ditinggal berdua
17 Mimpi
18 Pulang ke rumah
19 Obat nyamuk
20 Ada yang hilang
21 Pura-pura
22 Kecelakaan
23 Batin Tania
24 Cerita
25 Lapis kukus
26 Jujur
27 Senyum mahal
28 Pulang ke rumah bunda
29 Calon istri
30 Sah
31 Tidur bersama
32 Suamimu
33 Maaf
34 Kontrol
35 Pengalaman pertama
36 Mengajari
37 Coklat
38 Terapi
39 Baju haram
40 Berbuka
41 Hubby
42 Sore hari
43 Bertemu mantan
44 Hotel
45 Puasa lagi
46 Resepsi
47 Pertarungan panas
48 Posesif
49 Positif
50 Kebahagiaan keluarga
51 USG
52 Reuni
53 Menginap
54 Menjenguk
55 Empat bulanan
56 Bubur mutiara
57 Tentang Eza
58 Shasa vs Eza
59 Tengkurap
60 Wedang ronde
61 Lamaran
62 7 bulanan
63 Cobaan
64 Ngidam
65 Menara Kembar
66 Kediri
67 Berjuang
68 Baby boy
69 Hadiah
70 Aqiqah
71 Keputusan opa
72 Video call
73 KUA
74 Mengantar Eza
75 Drama pengantin baru
76 Ikan cupang
77 Ke kampus bersama
78 Dua minggu kemudian
79 Ada gangguan
80 Resepsi
81 Tanda-tanda
82 Test pack
83 Rumah mertua
84 Anniversary
85 Mual
86 Test pack untuk Tania
87 Syok
88 Salah sangka
89 3 bulan kemudian
90 Rani
91 Pertumbuhan Arfan
92 Terkabulnya do'a
93 Almira
94 Pindah
95 Terasa sepi
96 Ujian
97 Jujur
98 Nasihat
99 Wisuda
100 Kejutan
101 Novel baru
102 Akhir Cerita
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Abang
2
Kanebo kering
3
Tentang abang
4
Dosen baru
5
Dipantau
6
Menjadi Incaran
7
Rumah Tania
8
Pameran
9
Cinta
10
Tugas Saif
11
Ban bocor
12
Membantu Tania
13
Sakit
14
Opname
15
Darah abang
16
Ditinggal berdua
17
Mimpi
18
Pulang ke rumah
19
Obat nyamuk
20
Ada yang hilang
21
Pura-pura
22
Kecelakaan
23
Batin Tania
24
Cerita
25
Lapis kukus
26
Jujur
27
Senyum mahal
28
Pulang ke rumah bunda
29
Calon istri
30
Sah
31
Tidur bersama
32
Suamimu
33
Maaf
34
Kontrol
35
Pengalaman pertama
36
Mengajari
37
Coklat
38
Terapi
39
Baju haram
40
Berbuka
41
Hubby
42
Sore hari
43
Bertemu mantan
44
Hotel
45
Puasa lagi
46
Resepsi
47
Pertarungan panas
48
Posesif
49
Positif
50
Kebahagiaan keluarga
51
USG
52
Reuni
53
Menginap
54
Menjenguk
55
Empat bulanan
56
Bubur mutiara
57
Tentang Eza
58
Shasa vs Eza
59
Tengkurap
60
Wedang ronde
61
Lamaran
62
7 bulanan
63
Cobaan
64
Ngidam
65
Menara Kembar
66
Kediri
67
Berjuang
68
Baby boy
69
Hadiah
70
Aqiqah
71
Keputusan opa
72
Video call
73
KUA
74
Mengantar Eza
75
Drama pengantin baru
76
Ikan cupang
77
Ke kampus bersama
78
Dua minggu kemudian
79
Ada gangguan
80
Resepsi
81
Tanda-tanda
82
Test pack
83
Rumah mertua
84
Anniversary
85
Mual
86
Test pack untuk Tania
87
Syok
88
Salah sangka
89
3 bulan kemudian
90
Rani
91
Pertumbuhan Arfan
92
Terkabulnya do'a
93
Almira
94
Pindah
95
Terasa sepi
96
Ujian
97
Jujur
98
Nasihat
99
Wisuda
100
Kejutan
101
Novel baru
102
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!