Tentang abang

Diam-diam Tania melirik ke samping. Dalam hatinya sedang memikirkan sesuatu.

Berberapa saat kemudian, Tania sampai sampai di depan gang. Ia meminta Abang untuk berhenti.

"Maaf, berhenti di depan. Itu gang rumah saya, bang."

Abang pun meminggirkan mobilnya. Tania membuka sabuk pengaman lalu membuka pintu.

"Terima kasih, bang."

"Hem."

Tania menutupnya kembali.

Abang pun melajukan mobil menuju rumah Opa.

Tania mengelus dada seakan merasa lega karena sudah tidak berada dalam suasana kaku seperti tadi.

"Huf... alhamdulillah."

Ia berjalan ke dalam gang menuju rumahnya sambil bertegur sapa dengan beberapa tetangga. Tania tinggal di rumah kecil dengan berukuran 4x7 meter di dalam gang yang hanya cukup dikendarai sepeda motor. Hanya terdapat satu kamar, dapur, dan kamar mandi serta ruang tamu yang hanya bisa ditempati untuk duduk lesehan. Rumah tersebut adalah peninggalan bibi dan pamannya.

Sampai di rumah, Tania langsung mencuci pakaiannya yang sudah menumpuk karena sudah tiga hari ia tidak mencucinya. Tania menikmati kegiatannya sabil bersenandung ria.

Setelah selesai mencuci dan menjemur pakaiannya di depan rumah, Tania memasak mie instan untuk makan siang. Ia selalu menikmati rezeki yang ada setiap harinya. Ia sudah bersyukur masih dapat mengobati rasa laparnya. Ia makan sambil nonton video di salah satu aplikasi hiburan. Hanya handphone nya yang menjadi teman dan hiburannya setiap hari. Tania juga jarang keluar rumah, sehingga jarang berkomunikasi dengan tetangga. Ia tidak ingin ketularan jadi tukang gosip. Ia hanya berkomunikasi seperlunya saja dengan mereka.

Tidak lama setelah Tania selesai makan, ada telpon dari Shasa. Tania langsung mengangkatnya.

"Hallo, assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Tania, kamu di mana?"

"Di rumah, Sha."

"Dari tadi?"

"Iya lah, kenapa?"

"Alhamdulillah, gimana tadi di jalan? Abang nggak bikin kamu takut kan?"

"Memang abangmu hantu? Haha... "

"Ye... maksudku itu aku takut kamu nggak nyaman. Dari tadi aku kepikiran tahu. Abangku itu memang overprotective orangnya."

"Aku kayak lagi sidang skripsi tadi. Abangmu itu benar-benar ya."

"Huf... sudah kuduga."

Setelah ngobrol sebentar, Shasa pun mematikan panggilannya karena dipanggil bunda.

Kita beralih ke abang.

Sudah satu jam yang lalu, abang sampai di rumah Opa. Tentu saja Opa dan Oma sangat senang melihat cucu tertuanya itu. Oma bahkan meminta menantunya untuk memasak makanan kesukaan abang. Opa dan oma memberikan nasihat kepada abang. Mereka yang baru tahu jika Abang sudah berpisah dengan istrinya itu sebenarnya merasa kecewa. Namun mereka tetap memberikan support dan mendo'akan yang terbaik untuk abang.

"Opa tidak mau mencampuri urusanmu. Opa juga tidak akan menyuruhmu rujuk. Opa tahu kamu tidak mungkin mengambil keputusan segampang ini. Kamu pasti sudah memikirkannya secara matang dan penuh pertimbangan. Allah memang membenci perceraian. Tapi kalau bertahan hanya dapat menyakiti hati untuk aka dipertahankan. Opa percaya kamu, if."

"Iya Opa. Saif sudah berusaha untuk bertahan, namun Maya... ah sudah lah. Tidak perlu diperjelas lagi. Intinya jodoh kami sampai di sini. Oma, Opa terima kasih sudah mendo'akan Saif selama ini."

"Sini, peluk oma."

Oma merentangkan tangannya. Saif memeluk sang oma dengan penuh kasih sayang.

Luka itu masih terasa perih di hati Saif. Bagaimana tidak? Istri yang dia cintai selalu menekannya untuk mengambil keputusan yang sangat sulit.

Tentang Saif

Syaifullah Rahman yang biasa dipanggil Saif adalah putra pertama dari pasangan Khumairah (Ira) dan Arif. Ira merupakan anak sambung dari Opa Tristan. Meski begitu Opa Tristan dan Oma Salwa sangat menyayangi Ira sama seperti anaknya sendiri. Saif saat ini berusia 28 tahun. Dan di usia 23 tahun Saif sudah menjadi seorang dosen di salah satu universitas di Jombang sekaligus sebagai kepala komite di yayasan keluarganya di Surabaya.Tidak hanya itu, Saif juga menggantikan usaha sang Ayah meskipun saat ini belum sepenuhnya. Dari pernikahannya bersama mantan istri, ia tidak dikaruniai anak. Mereka bukan tidak berusaha untuk mendapatkannya, tetapi memang beberapa kali gagal. Namun bukan hal itu yang membuatnya menceraikan istrinya. Justru istrinya yang selalu meminta Saif untuk menikah lagi atau menceraikannya. Sedangkan Saif tidak pernah mempermasalahkan Hal itu. Bahkan Saif sempat ingin mengadopsi anak, namun istrinya tidak mau. Hal tersebut membuat Saif sangat terpukul selama beberapa tahun ini. Sehingga puncaknya 7 bulan yang lalu istrinya nekat untuk mencarikan Saif seorang perempuan untuk dijadikan istri kedua. Saif marah sehingga mengeluarkan kata-kata kasar kepada istrinya. Dan saat itu juga maya meminta Saif untuk menceraikannya. Saif tidak serta merta menanggapinya. Ia sempat meninggalkan rumah beberapa hari untuk memenangkan diri dan berpikir. Sehingga akhirnya ia mendapatkan jawaban dari istikharahnya. Saif pun akhirnya menjatuhkan talak keoada Maya setelah ia kembali ke rumah. Dan sejak hari itu juga, ia membawa barang-barangnya pergi dan mencari kontrakan. Rumah tersebut ia berikan untuk Maya karena memang dari awal menikah Saif memberikan rumah itu sebagai hadiah. Sebagai laki-laki yang bertanggung jawab Saif juga memasrahkan Maya kepada orang tuanya secara baik-baik. Orang tua Maya sempat tidak terima dengan keputusan Saif. Mereka sangat menyayangkannya. Namun setelah Maya angkat suara, mereka pun dapat mengerti. Mungkin ini yang terbaik bagi mereka. Saif berharap Maya akan menemukan jodoh yang lebih baik darinya.

Saif pamit pulang kepada oma dan opa karena ia ada janji dengan seorang dosen. Ia berencana akan pindah mengajar di Surabaya dan sudah menyelesaikan kontrak dengan kampus di Jombang. Untuk sementara iaakan tinggal bersama orang tuanya lagi. Saif akan meninggalkan Jombang dan semua kenangan bersama Maya di sana.

Oma menitipkan makanan keoada Saif untuk diberikan kepada Bunda Ira.

"Hati-hati.Sering-sering main ke sini."

"Iya, Oma. Insyaallah."

Setelah pamit kepada oma dan opa, Saif juga pamit kepada om Fadil dan Tante Kamelia.

Saif pun masuk ke dalam mobil dan tancap gas menuju kampus. Meski kampus tersebut milik keluarganya sendiri, namun Saif tidak ingin memanfaatkan kesempatan demi kepentingannya. Ia tetap mengikuti prosedur. Setelah tanda tangan kontrak, Saif pun pulang ke rumah. Ia juga memberikan titipan dari oma kekada bunda.

"Bunda, ini dari oma."

"Wah, makasih ya. Nanti bunda mau telpon oma kalau begitu."

"Iya, bun."

"Eh bang, tadi kamu dari rumah opa langsung pulang?"

"Tidak bun, abang dari kampus."

"Ngapain?"

"Maaf bun, apa boleh abang tinggal di sini lagi untuk sementara?"

"Ya Allah, abang kok ngomongnya gitu. Tinggal seterusnya juga bunda senang banget kok."

"Terima kasih, bunda. Abang mau balik ke kamar dulu."

"Iya bang."

Setelah Saif pergi, bunda cepat-cepat menemui ayah untuk memberitahu kabar.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf kak kemarin tiba-tiba dpat kabar paman suami masuk ICU karena serangan jantung. Jadi gak sempat up. Mohon do'anya ya kak. Thanks 🙏

Terpopuler

Comments

Sri Rahayu

Sri Rahayu

terima kasih uda up Thorr....semoga Paman nya lekas sembuh dan bida beraktifitas kembali....Aamiin YRA 🤲🏻....ditunggu up nya lagi 😘😘😘

2025-11-09

1

❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉

❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉

Ooh Iya Saif Ali Khan ..😁
Saifullah "Saif" Rahman Anak Dari Ira /Arif ..🤗🥰

2025-12-02

2

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

semoga pamannya cepat sembuh ya thor, di angkat penyakitny, kembsli sehat

2025-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 Abang
2 Kanebo kering
3 Tentang abang
4 Dosen baru
5 Dipantau
6 Menjadi Incaran
7 Rumah Tania
8 Pameran
9 Cinta
10 Tugas Saif
11 Ban bocor
12 Membantu Tania
13 Sakit
14 Opname
15 Darah abang
16 Ditinggal berdua
17 Mimpi
18 Pulang ke rumah
19 Obat nyamuk
20 Ada yang hilang
21 Pura-pura
22 Kecelakaan
23 Batin Tania
24 Cerita
25 Lapis kukus
26 Jujur
27 Senyum mahal
28 Pulang ke rumah bunda
29 Calon istri
30 Sah
31 Tidur bersama
32 Suamimu
33 Maaf
34 Kontrol
35 Pengalaman pertama
36 Mengajari
37 Coklat
38 Terapi
39 Baju haram
40 Berbuka
41 Hubby
42 Sore hari
43 Bertemu mantan
44 Hotel
45 Puasa lagi
46 Resepsi
47 Pertarungan panas
48 Posesif
49 Positif
50 Kebahagiaan keluarga
51 USG
52 Reuni
53 Menginap
54 Menjenguk
55 Empat bulanan
56 Bubur mutiara
57 Tentang Eza
58 Shasa vs Eza
59 Tengkurap
60 Wedang ronde
61 Lamaran
62 7 bulanan
63 Cobaan
64 Ngidam
65 Menara Kembar
66 Kediri
67 Berjuang
68 Baby boy
69 Hadiah
70 Aqiqah
71 Keputusan opa
72 Video call
73 KUA
74 Mengantar Eza
75 Drama pengantin baru
76 Ikan cupang
77 Ke kampus bersama
78 Dua minggu kemudian
79 Ada gangguan
80 Resepsi
81 Tanda-tanda
82 Test pack
83 Rumah mertua
84 Anniversary
85 Mual
86 Test pack untuk Tania
87 Syok
88 Salah sangka
89 3 bulan kemudian
90 Rani
91 Pertumbuhan Arfan
92 Terkabulnya do'a
93 Almira
94 Pindah
95 Terasa sepi
96 Ujian
97 Jujur
98 Nasihat
99 Wisuda
100 Kejutan
101 Novel baru
102 Akhir Cerita
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Abang
2
Kanebo kering
3
Tentang abang
4
Dosen baru
5
Dipantau
6
Menjadi Incaran
7
Rumah Tania
8
Pameran
9
Cinta
10
Tugas Saif
11
Ban bocor
12
Membantu Tania
13
Sakit
14
Opname
15
Darah abang
16
Ditinggal berdua
17
Mimpi
18
Pulang ke rumah
19
Obat nyamuk
20
Ada yang hilang
21
Pura-pura
22
Kecelakaan
23
Batin Tania
24
Cerita
25
Lapis kukus
26
Jujur
27
Senyum mahal
28
Pulang ke rumah bunda
29
Calon istri
30
Sah
31
Tidur bersama
32
Suamimu
33
Maaf
34
Kontrol
35
Pengalaman pertama
36
Mengajari
37
Coklat
38
Terapi
39
Baju haram
40
Berbuka
41
Hubby
42
Sore hari
43
Bertemu mantan
44
Hotel
45
Puasa lagi
46
Resepsi
47
Pertarungan panas
48
Posesif
49
Positif
50
Kebahagiaan keluarga
51
USG
52
Reuni
53
Menginap
54
Menjenguk
55
Empat bulanan
56
Bubur mutiara
57
Tentang Eza
58
Shasa vs Eza
59
Tengkurap
60
Wedang ronde
61
Lamaran
62
7 bulanan
63
Cobaan
64
Ngidam
65
Menara Kembar
66
Kediri
67
Berjuang
68
Baby boy
69
Hadiah
70
Aqiqah
71
Keputusan opa
72
Video call
73
KUA
74
Mengantar Eza
75
Drama pengantin baru
76
Ikan cupang
77
Ke kampus bersama
78
Dua minggu kemudian
79
Ada gangguan
80
Resepsi
81
Tanda-tanda
82
Test pack
83
Rumah mertua
84
Anniversary
85
Mual
86
Test pack untuk Tania
87
Syok
88
Salah sangka
89
3 bulan kemudian
90
Rani
91
Pertumbuhan Arfan
92
Terkabulnya do'a
93
Almira
94
Pindah
95
Terasa sepi
96
Ujian
97
Jujur
98
Nasihat
99
Wisuda
100
Kejutan
101
Novel baru
102
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!