Dosen baru

Dua hari kemudian, tepatnya hari senin.

Sekitar jam 1 siang, Tania sudah pulang dari counter. Ia segera mandi dan shalat Dhuhur. Ia tidak sempat untuk makan siang karena mengejar waktu. Ia harus buru-buru berangkat kuliah agar tidak telat.

Setelah selesai bersiap, Tania segera berangkat jalan kaki halte yang cukup dekat dengan gang rumahnya. Saat ini ia sedang menunggu bus untuk menuju kampus. Sekitar 5 menit kemudian bus pun datang. Tania segera naik dan mencari tempat duduk. Untungnya masih ada tempat duduk yang tersisa.

Hanya butuh waktu 15 menit untuk saksi ke kampus. Namun karena hari ini agak macet, jadi perjalanannya molor 10 menit.

Sekitar jam 14.05 Tania baru sampai di kampus, Cepat-cepat ia berjalam pergi ke kelasnya. Kelasnya cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu 3-5 menit untuk sampai. Beberapa notif di handphonenya ia abaikan.

Sedangkan di dalam kelas, Shasa sedang ketar ketir menunggu Tania yang belum datang.

"Duh kemana sih Tania. Nggak biasanya telat. Mana dosennya killer lagi." Batin Shasa.

5 menit kemudian Tania sampai di depan kelas. Pintu kelas sudah tertutup. Dengan berat hati Tania mengetuknya.

Tok tok tok

Dosen pun melangkah mendekati pintu dan membukanya.

Dengan tertunduk lesu, Tania langsung meminta maaf.

"Maaf Pak, tadi di jalan macet, jadi saya telat. Saya janji lain kali tidak lagi Pak."

"Telat tetap harus dihukum. Kedisiplinan itu nomer satu. Bagaimana jadinya nanti kalau sudah jadi guru."

Mendengar suara yang familiar di telinganya, Tania pun mengangkat kepala.

"Abang.... jadi dosen gantinya Pak Anam bang Saif." Batinnya.

"Oh jadi ini yang disebut anak baik kata bunda." Batin Saif.

"Siapa namamu?"

"Pake nanya, kan udah tahu." Batin Tania.

"Kamu masih bisa mendengar kan? "

"Eh iya, maaf Pak. Nama saya Tania. Saya siap menerima hukuman."

"Duduk dulu, hukumannya nanti menyusul. Saya tidak mau yang lain terganggu."

"Baik, Pak."

Tania berjalan menuju tempat duduknya.

"Sha, kamu kok nggak ngasih tahu aku kalau dosen barunya abangmu?" Lirihnya.

"Aku juga malah baru tahu, Tania. Aku sudah chat kamu dari tadi tapi nggak dibaca."

"Ehem... baik kita mulai perkuliahan hari ini. Yang ingin ngobrol silahkan di luar."

Tania dan Shasa langsung tutup mulut.Mereka berdua benar-benar dibuat syok hati ini dengan kehadiran Saif sebagai dosen yang menggantikan Pak Anam. Itu artinya mereka akan bertemu dengan Saif di kelas setiap dua kali dalam seminggu

Selama jam perkuliahan Saif menjelaskan dengan detail. Mahasiswa mengamati dengan melihat. Mereka tidak ingin kena hukuman oleh dosen baru yang kelihatannya garang.

Saif baru masuk hari ini. Ia masuk mulai dari pagi. Ia mengajar di beberapa kelas pada tingkat semester 5 sebagai dosen mata kuliah Pembelajaran Sosial emosional.

Di tengah perkuliahan, Saif membuka sesi pertanyaan untuk mahasiswanya. Tania yang biasanya aktif bertanya saat dosen memberi kesempatan, kali ini memilih untuk diam.

"Baik, kalau kalian tidak ada yang bertanya, artinya kalian sudah paham. Kalau begitu saya yang akan bertanya." Tegas Saif.

Suasana kelas pun menjadi tegang.

"Dalam menghadapi peserta didik yang beragam karakternya, apa upaya kita untuk memahami setiap kemampuan mereka? Dari penjelasan saya tadi, tentu kalian sudah dapat menjawabnya."

Mahasiswa sebanyak 25 orang di dalam jelas itu saling menoleh.

"Ada 25 orang di sini. Masa' tidak ada yang bisa menjawab?"

Shasa menyenggol lengan Tania.

"Cepat jawab, Tania!" Bisiknya.

Tania masih belum berkutik. Tiba-tiba Saif angkat suara.

"Tania, kalau kamu bisa menjawab, saya akan melupakan hukuman mulai. Anggap saja ini sebagai gantinya." Tegas Saif.

Mata Tania langsung berbinar mendengarnya. Dengan kemampuan intelektualnya yang tinggi, Rania pun mencoba memberikan jawaban.

"Untuk memahami kemampuan peserta didik yang beragam, kita perlu melakukan observasi perilaku, memahami gaya belajar dan latar belakang mereka, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Dengan memahami karakteristik individu, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menggunakan berbagai metode pembelajaran, dan memberikan dukungan individual agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensinya. Begitu kira-kira, Pak. Maaf kalau salah."

"Jawabannya sangat tepat. Beri apresiasi untuk Tania."

Semua mahasiswa memberi tepuk tangan untuk Tania.

"Sesuai janji saya, hukumanmu sudah lunas."

"Alhamdulillah, terima kasih Pak."

Beberapa menit kemudian, Saif mengakhiri materi. Ia keluar dari kelas.

"Ya ampun, itu si bapak dosen ganteng banget tapi galaknya minta ampun!" Ujar seorang mahasiswi.

"Iya ih! Baru masuk tadi aku sudah terpesona." Sahut yang lainnya.

Tania dan Shasa hanya bisa menahan tawa mendengar komentar mereka. Mereka tidak tahu jika Saif adalah abang Shasa sekaligus putra dari pemilik universitas tersebut.

"Tania, untung kamu bisa jawab. Kalau tidak, aku tidak tahu abang bakal beri kamu hukuman apa."

"Hehe... iya. Lapar banget Sha, tadi belum sempat makan. Ke kantin yuk!"

"Ayuk."

Mereka berjalan menuju kantin.

Sampai di kantin mereka menesan gado-gado dan es teh. Sambil menunggu pesanan datang, mereka ngobrol tentang Saif.

"Aku juga syok tadi pas tahu abang yang gantiin Pak Anam lho. Bunda dan Ayah juga nggak ada bahas itu di rumah."

"Berarti abangmu menetap di sini, Sha?"

"Hem, sepertinya begitu. Duh, alamat kebebasanku semakin terbelenggu."

Tania tertawa mendengar keluhannya Shasa.

Akhirnya pesanan mereka datang. Mereka pun menikmatinya.

Setelah selesai makan, Shasa membayarnya.

"Sha, kali ini aku yang traktir kamu." Ujar Tania.

"Tidak, aku saja."

"Ayolah Sha. Kamu sering mentraktir ku. Sekarang giliranku."

Shasa tidak ingin membuat sahabatnya kecewa. Ia pun mengiyakannya. Dari kantin, mereka langsung ke Musholla untuk shalat Ashar. Setelah itu mereka kembali ke kelas untuk mengikuti mata kuliah berikutnya.

Sekitar jam 17.00, mereka keluar dari kelas. Pulang kuliah, kadang Shasa akan mengantar Tania pulang meski jalannya tidak searah. Namun kali ini karena sudah hampir maghrib, Tania menolaknya. Ia memilih untuk naik bus saja.

"Ya sudah, kamu hati-hati ya."

"Iya Sha, kamu juga. Dah... "

Tania duduk di halte depan kampus menunggu lewat. Tidak butuh waktu lama bus pun datang. Tania langsung naik.

20 menit kemudian, Tania sampai di gang. Ia berjalan cepat-cepat agar segera sampai di rumah karena adzan Maghrib sudah berlalu 10 menit yang lalu. Ia meletakkan tasnya di atas laci lalu membuka pakaiannya. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu'. Setelah itu, ia melaksanakan shalat Maghrib. Setelah selesai shalat, Tania berdo'a. Dalam setiap do'anya tak jarang ia menangis. Kali ini pun ia menangis.

"Ya Allah lindungi hamba dari segala marabahaya, dari segala musibah, dan segala penyakit. Karena hanya Engkau-lah sebaik-baiknya pelindung. Aamiin... "

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Novita Sari

Novita Sari

ditunggu tania n saif di pelaminan thor.
. lanjut thor...

2025-11-10

1

dewi rofiqoh

dewi rofiqoh

Dosen barunya abang dinginnya shasha

2025-11-11

1

Fitria Syafei

Fitria Syafei

Kk cantik kereeen 😘😘 terimakasih 😍

2025-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Abang
2 Kanebo kering
3 Tentang abang
4 Dosen baru
5 Dipantau
6 Menjadi Incaran
7 Rumah Tania
8 Pameran
9 Cinta
10 Tugas Saif
11 Ban bocor
12 Membantu Tania
13 Sakit
14 Opname
15 Darah abang
16 Ditinggal berdua
17 Mimpi
18 Pulang ke rumah
19 Obat nyamuk
20 Ada yang hilang
21 Pura-pura
22 Kecelakaan
23 Batin Tania
24 Cerita
25 Lapis kukus
26 Jujur
27 Senyum mahal
28 Pulang ke rumah bunda
29 Calon istri
30 Sah
31 Tidur bersama
32 Suamimu
33 Maaf
34 Kontrol
35 Pengalaman pertama
36 Mengajari
37 Coklat
38 Terapi
39 Baju haram
40 Berbuka
41 Hubby
42 Sore hari
43 Bertemu mantan
44 Hotel
45 Puasa lagi
46 Resepsi
47 Pertarungan panas
48 Posesif
49 Positif
50 Kebahagiaan keluarga
51 USG
52 Reuni
53 Menginap
54 Menjenguk
55 Empat bulanan
56 Bubur mutiara
57 Tentang Eza
58 Shasa vs Eza
59 Tengkurap
60 Wedang ronde
61 Lamaran
62 7 bulanan
63 Cobaan
64 Ngidam
65 Menara Kembar
66 Kediri
67 Berjuang
68 Baby boy
69 Hadiah
70 Aqiqah
71 Keputusan opa
72 Video call
73 KUA
74 Mengantar Eza
75 Drama pengantin baru
76 Ikan cupang
77 Ke kampus bersama
78 Dua minggu kemudian
79 Ada gangguan
80 Resepsi
81 Tanda-tanda
82 Test pack
83 Rumah mertua
84 Anniversary
85 Mual
86 Test pack untuk Tania
87 Syok
88 Salah sangka
89 3 bulan kemudian
90 Rani
91 Pertumbuhan Arfan
92 Terkabulnya do'a
93 Almira
94 Pindah
95 Terasa sepi
96 Ujian
97 Jujur
98 Nasihat
99 Wisuda
100 Kejutan
101 Novel baru
102 Akhir Cerita
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Abang
2
Kanebo kering
3
Tentang abang
4
Dosen baru
5
Dipantau
6
Menjadi Incaran
7
Rumah Tania
8
Pameran
9
Cinta
10
Tugas Saif
11
Ban bocor
12
Membantu Tania
13
Sakit
14
Opname
15
Darah abang
16
Ditinggal berdua
17
Mimpi
18
Pulang ke rumah
19
Obat nyamuk
20
Ada yang hilang
21
Pura-pura
22
Kecelakaan
23
Batin Tania
24
Cerita
25
Lapis kukus
26
Jujur
27
Senyum mahal
28
Pulang ke rumah bunda
29
Calon istri
30
Sah
31
Tidur bersama
32
Suamimu
33
Maaf
34
Kontrol
35
Pengalaman pertama
36
Mengajari
37
Coklat
38
Terapi
39
Baju haram
40
Berbuka
41
Hubby
42
Sore hari
43
Bertemu mantan
44
Hotel
45
Puasa lagi
46
Resepsi
47
Pertarungan panas
48
Posesif
49
Positif
50
Kebahagiaan keluarga
51
USG
52
Reuni
53
Menginap
54
Menjenguk
55
Empat bulanan
56
Bubur mutiara
57
Tentang Eza
58
Shasa vs Eza
59
Tengkurap
60
Wedang ronde
61
Lamaran
62
7 bulanan
63
Cobaan
64
Ngidam
65
Menara Kembar
66
Kediri
67
Berjuang
68
Baby boy
69
Hadiah
70
Aqiqah
71
Keputusan opa
72
Video call
73
KUA
74
Mengantar Eza
75
Drama pengantin baru
76
Ikan cupang
77
Ke kampus bersama
78
Dua minggu kemudian
79
Ada gangguan
80
Resepsi
81
Tanda-tanda
82
Test pack
83
Rumah mertua
84
Anniversary
85
Mual
86
Test pack untuk Tania
87
Syok
88
Salah sangka
89
3 bulan kemudian
90
Rani
91
Pertumbuhan Arfan
92
Terkabulnya do'a
93
Almira
94
Pindah
95
Terasa sepi
96
Ujian
97
Jujur
98
Nasihat
99
Wisuda
100
Kejutan
101
Novel baru
102
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!