Menjadi Ipar Sahabatku

Menjadi Ipar Sahabatku

Abang

Tania Az-zahra, seorang gadis cantik berusia 20 tahun yang hanya hidup sebatang kara di dunia ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Paman dan bibi yang merawatnya pun meninggal. Ia tinggal di rumah kecil peninggalan paman dan bibinya. Tania harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah dunia yang penuh dengan lika liku ini. Kecerdasannya membuat dirinya mendapatkan beasiswa mulai dari sekolah SMP sampai ia kuliah saat ini. Tania sudah duduk di semester 5 fakultas pendidikan. Lebih tepatnya jurusan Matematika. Cita-cita nya untuk menjadi guru sudah ia tanamkan dalam dirinya sejak lama. Tidak hanya itu, Tania saat ini juga sambil bekerja jaga counter untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia biasanya menjaga counter samosi siang. Setelah itu ia berangkat kuliah sampai sore. Tania biasa makan seadanya. Kadang dua kali kadang ia pun sering berpuasa untuk mengirim uangnya. Tidak ada yang bisa ia andalkan, selain dirinya sendiri.

Hari ini, Tania dan Shasa baru pulang dari kampus. Mereka janjian untuk main. Tentu saja mainnya di rumah Shasa. Shasa adalah satu-satunya sahabat Tania yang sangat tulus dan mau menerimanya apa adanya. Meski Shasa terbilang anak orang berasa, namun ia tidak pernah sombong. Shasa bahkan sering mentraktir Tania. Tania sampai tidak enak hati karena hal itu. Orang tua Shasa juga sudah mengenal Tania cukup baik.Kadang mereka pun memberi Tania uang jajan yang titipkan kepada Shasa. Ia sangat bersyukur memiliki teman seperti Shasa.

"Tania, malam ini tidurlah di rumahku! Kan kamu besok pagi libur jaga counternya."

"Malu aku, Sha."

"Kenapa mesti malu? Kan kamu sudah kenal sama orang tuaku."

"Ya, justru itu."

"Pokoknya nginep, titik! Dari dulu kamu banyak alasan."

Kalau sudah begitu, Tania tidak bisa menolaknya. Meski sudah berteman cukup lama, baru hari ini Tania menginap di rumah Shasa.

Mobil Shasa, sudah sampai di depan gerbang rumahnya. Pak satpam membukakan pintu gerbang untuknya.

"Makasih, pak."

"Iya neng."

Shasa memarkirkan mobilnya di bagasi. Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam." Jawab sang bunda yang sedang duduk di ruang tengah. Bunda sedang murojaah Al-Qur'an. Bunda adalah seorang tahfidz dan kepala sekolah SMP islam.

Tania dan Shasa menghampirinya dan mencium punggung tangan bunda.

"Apa kabar kamu Tania? Lama nggak main ke sini?"

"Alhamdulillah baik, Bunda."

Tania memanggil orang tua Shasa dengan sebutan yang sama atas permintaan mereka sendiri. Mereka merasa kasihan melihat Tania yang hidup sebatang kara.

"Dia lagi sibuk kerja bun. Tapi malam ini dia mau nginep di sini. Boleh kan bun?" Sahut Shasa.

"Wah, tentu saja boleh. Bunda senang banget."

"Ayah mana, bun?"

"Sedang keluar."

"Kami ke kamar dulu, bun."

"Iya, sana."

Shasa menarik tangan Tania untuk masuk ke dalam kamar. Seperti biasa mereka akan bercerita tentang dosen di kampus dan teman kuliah mereka yang resek dan menyebalkan. Shasa juga sering bercerita tentang cowok yang dia sukai. Hanya sekedar suka, karena ia tidak mungkin pacaran.

Di rumah itu, hanya ada Ayah, Bunda, Shasa dan dua asisten rumah tangga. Sedangkan abangnya Shasa tinggal terpisah dari orang tuanya sejak menikah. Begitu pun dengan mbaknya Shasa. Setelah memiliki anak, mbak Dini dibawa pindah ke rumah suaminya. Jadi sebenarnya Bunda dan Ayah merasa kesepian.

Sudah adzan Maghrib, Shasa dan Tania keluar dari kamar menuju musholla yang berada di ruang belakang. Mereka ikut shalat berjama'ah bersama Ayah dan bunda.

Setelah selesai shalat, Ayah dan bunda saling simak bacaan al-Qur'an. Tania dan Shasa ikut mendengarkan sambil menunggu adzan Isya'. Tania sangat kagum melihat kedua orang tua Shasa yang begitu harmonis dan agamis.

"Ya Allah sungguh sempurna keluarga ini. Andai saya dapat memiliki keluarga seperti ini, betapa bahagianya. Ayah, Ibu, Bibi, Paman, Tania rindu kalian." Batinnya.

"Tania, kok bengong."

"Eh tidak kok."

"Masih belum batal wudhu'nya, kan?"

"Belum."

"Bentar lagi isya'."

"Iya Sha."

Akhirnya adzan Isya' berkumandang. Mereka pun shalat Isya' berjama'ah.

Setelah selesai shalat Isya', mereka makan malam bersama. Meski ada kursi dan meja makan, namun di rumah itu mereka lebih nyaman makan di bawah.

"Ayo Tania, makan yang banyak. Jangan malu-malu."

"Iya, bunda. "

Menu malam ini cukup sederhana. Ada sambel terong, tahu dan tempe goreng, serta ayam kremes. Semua itu bunda yang masak dibantu oleh bibi bagian potongan-potong dan mengiris bumbu.

Setelah selesai makan, Tania membantu Shasa membawa perabotan bekas mereka makan ke dapur. Ia juga membereskan sisa makanan ke atas meja makan.

Setelah itu, mereka ngobrol santai di ruang tengah sambil nonton TV.

"Tania, bagaimana kuluahmu, lancar?"

"Iya, alhamdulillah lancar, yah."

"Tania dapat nilai A+ yah, kemarin."

"Alhamdulillah, bagus itu. Pertahankan ya."

"InsyaAllah."

Karena, sudah jam 9 malam, mereka akhirnya kembali ke kamar.

Namun di kamar, Shasa dan Tania tidak langsung tidur. Mereka masih berkutat dengan laptop. Keduanya nonton film horor dari laptop. Sampai tidak terasa, Shasa mulai mengantuk. Ia tertidur saat film akan berakhir. Tania pun mematikan laptop setelah film berakhir. Ia pun tidur menyusul Shasa.

Keesokan harinya.

Shasa dan Tania baru saja selesai shalat Shubuh. Mereka berniat untuk lari pagi. Shasa meminjamkan kaos dan celana olaraganya kepada Tania. Setelah pamit kepada Bunda, mereka pun berangkat. Mereka lari pagi di sekitar komplek.

"Tania, ada batagor. Ayo beli!"

"Aku nggak bawa uang, Sha."

"Aku bawa, nih 10 ribu. Cukup kali dua bungkus."

Mereka mendekati gerobak batagor.

"Bang dua ya."

"Oke neng."

Dua menit kemudian, batagornya sudah jadi.

Mereka pun melanjutkan untuk lari pagi sambil menenteng batagor.

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil.

Tin tin tin tin

"Astaghfirullah, siapa sih? Kan kita udah minggir." Ujar Shasa.

Tin tin

Shasa dan Tania menoleh ke belakang.

"Kayak mobil abang." Lirih Tania.

Mereka pun agak minggir lagi.

"Lho iya, abang."

Mobil tersebut berhenti. Orang sedang berada di dalam membuka jendela.

"Dek, ayo masuk!"

"Nanti lah, bang. Kan mau lari pagi."

"Masuk abang bilang!"

Tania menyenggol tangan Shasa memberi kode agar menuruti abangnya. Akhirnya mereka berdua masuk.

"Ini abangnya Shasa yang sering Shasa ceritakan itu? Ya Allah, kok lebih serem dari cerita Shasa. Amit-amit kalau punya pasangan macam dia. Bisa-bisa hidupku kaku juga." Batin Tania.

Meski sudah berteman lama dengan Shasa, namun Tania belum pernah bertemu dengan abangnya. Abangnya, Shasa memang tinggal di luar kota dan jarang pulang kalau tidak ada acara atau hati besar.

Bersambung....

...****************...

Hai kak selamat datang di novel baru othor. Terima kasih selalu support othor. Sudah bisa ketebak tidak, ini cerita dari keluarga siapa?

Terpopuler

Comments

dewi rofiqoh

dewi rofiqoh

Sepertinya keluarga abi tristan dari istri pertama(ira) , kan menantunya punya yayasan pendidikan benar gk thor?

2025-11-04

1

Evi Lusiana

Evi Lusiana

ceritany bagus thor,kluarga baik hati dan taat agama,cm msih ada sdikit typo

2026-01-30

1

❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉

❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉

Assalamualaikum Hadir Thor..
Siapa Keluarga Iya..

2025-12-02

2

lihat semua
Episodes
1 Abang
2 Kanebo kering
3 Tentang abang
4 Dosen baru
5 Dipantau
6 Menjadi Incaran
7 Rumah Tania
8 Pameran
9 Cinta
10 Tugas Saif
11 Ban bocor
12 Membantu Tania
13 Sakit
14 Opname
15 Darah abang
16 Ditinggal berdua
17 Mimpi
18 Pulang ke rumah
19 Obat nyamuk
20 Ada yang hilang
21 Pura-pura
22 Kecelakaan
23 Batin Tania
24 Cerita
25 Lapis kukus
26 Jujur
27 Senyum mahal
28 Pulang ke rumah bunda
29 Calon istri
30 Sah
31 Tidur bersama
32 Suamimu
33 Maaf
34 Kontrol
35 Pengalaman pertama
36 Mengajari
37 Coklat
38 Terapi
39 Baju haram
40 Berbuka
41 Hubby
42 Sore hari
43 Bertemu mantan
44 Hotel
45 Puasa lagi
46 Resepsi
47 Pertarungan panas
48 Posesif
49 Positif
50 Kebahagiaan keluarga
51 USG
52 Reuni
53 Menginap
54 Menjenguk
55 Empat bulanan
56 Bubur mutiara
57 Tentang Eza
58 Shasa vs Eza
59 Tengkurap
60 Wedang ronde
61 Lamaran
62 7 bulanan
63 Cobaan
64 Ngidam
65 Menara Kembar
66 Kediri
67 Berjuang
68 Baby boy
69 Hadiah
70 Aqiqah
71 Keputusan opa
72 Video call
73 KUA
74 Mengantar Eza
75 Drama pengantin baru
76 Ikan cupang
77 Ke kampus bersama
78 Dua minggu kemudian
79 Ada gangguan
80 Resepsi
81 Tanda-tanda
82 Test pack
83 Rumah mertua
84 Anniversary
85 Mual
86 Test pack untuk Tania
87 Syok
88 Salah sangka
89 3 bulan kemudian
90 Rani
91 Pertumbuhan Arfan
92 Terkabulnya do'a
93 Almira
94 Pindah
95 Terasa sepi
96 Ujian
97 Jujur
98 Nasihat
99 Wisuda
100 Kejutan
101 Novel baru
102 Akhir Cerita
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Abang
2
Kanebo kering
3
Tentang abang
4
Dosen baru
5
Dipantau
6
Menjadi Incaran
7
Rumah Tania
8
Pameran
9
Cinta
10
Tugas Saif
11
Ban bocor
12
Membantu Tania
13
Sakit
14
Opname
15
Darah abang
16
Ditinggal berdua
17
Mimpi
18
Pulang ke rumah
19
Obat nyamuk
20
Ada yang hilang
21
Pura-pura
22
Kecelakaan
23
Batin Tania
24
Cerita
25
Lapis kukus
26
Jujur
27
Senyum mahal
28
Pulang ke rumah bunda
29
Calon istri
30
Sah
31
Tidur bersama
32
Suamimu
33
Maaf
34
Kontrol
35
Pengalaman pertama
36
Mengajari
37
Coklat
38
Terapi
39
Baju haram
40
Berbuka
41
Hubby
42
Sore hari
43
Bertemu mantan
44
Hotel
45
Puasa lagi
46
Resepsi
47
Pertarungan panas
48
Posesif
49
Positif
50
Kebahagiaan keluarga
51
USG
52
Reuni
53
Menginap
54
Menjenguk
55
Empat bulanan
56
Bubur mutiara
57
Tentang Eza
58
Shasa vs Eza
59
Tengkurap
60
Wedang ronde
61
Lamaran
62
7 bulanan
63
Cobaan
64
Ngidam
65
Menara Kembar
66
Kediri
67
Berjuang
68
Baby boy
69
Hadiah
70
Aqiqah
71
Keputusan opa
72
Video call
73
KUA
74
Mengantar Eza
75
Drama pengantin baru
76
Ikan cupang
77
Ke kampus bersama
78
Dua minggu kemudian
79
Ada gangguan
80
Resepsi
81
Tanda-tanda
82
Test pack
83
Rumah mertua
84
Anniversary
85
Mual
86
Test pack untuk Tania
87
Syok
88
Salah sangka
89
3 bulan kemudian
90
Rani
91
Pertumbuhan Arfan
92
Terkabulnya do'a
93
Almira
94
Pindah
95
Terasa sepi
96
Ujian
97
Jujur
98
Nasihat
99
Wisuda
100
Kejutan
101
Novel baru
102
Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!