Ruangan ritual itu masih dipenuhi asap kemenyan yang menggantung tebal. Lilin-lilin merah menyala, tetapi apinya tak lagi tegak. Berkedip. Bergoyang. Seolah diterpa angin yang tak terlihat.
Sekar berdiri di tengah lingkaran hitam, napasnya belum sepenuhnya stabil. Jantungnya masih berdetak cepat setelah mengucapkan perjanjian yang mengikat jiwanya.
Namun kini ia melihat sesuatu yang membuat tenggorokannya kering.
Mbah Warti tampak kesulitan. Wanita tua itu berdiri di depan mangkuk tanah liat berisi cairan merah pekat. Bibirnya komat-kamit melantunkan mantra, tetapi suaranya tidak lagi mantap seperti sebelumnya. Ada jeda. Ada tarikan napas yang lebih berat.
"Apa yang terjadi, Mbah?" tanya Sekar pelan.
"Diam!" desis Mbah Warti tanpa menoleh.
Suasana ruangan mendadak berubah. Dinding kayu yang dipenuhi simbol arang tampak lebih gelap. Asap kemenyan bergerak tidak beraturan, seperti pusaran kecil yang berusaha terbentuk namun buyar kembali.
Mbah Warti memejamkan mata, mengangkat kedua tangannya. Mantra dilantunkan lebih keras. Namun lilin di sisi timur mendadak padam.
Sekar tersentak. "M-Mbah ..."
"Dia melawan," gumam wanita tua itu, nyaris tak terdengar.
Sekar merasakan darahnya seperti membeku. "Siapa yang melawan?"
Mbah Warti membuka mata perlahan. Sorotnya tidak lagi setenang tadi. "Lelaki itu."
Sekar menggeleng. "Tidak mungkin. Dia tidak tahu apa-apa."
"Tubuhnya mungkin tidak tahu," jawab Mbah Warti lirih. "Tapi jiwanya ... jiwanya dilindungi."
Sekar menelan ludah.
Dilindungi.
Kata itu kembali terngiang, sama seperti yang dikatakan Mbah Kamto kemarin malam.
"Dilindungi oleh apa?" tanya Sekar, kali ini dengan nada lebih tinggi.
Mbah Warti kembali melantunkan mantra, namun kali ini ia mengambil segenggam bubuk hitam dan menaburkannya ke dalam mangkuk darah. Cairan itu mendidih perlahan, mengeluarkan asap tipis berwarna keabu-abuan. "Doa," jawabnya singkat.
Sekar membeku.
Di tempat lain, di ruang kantor yang terang, Nathan masih duduk dengan tasbih di tangannya. Isti…
Di Ulang Tahun Ke-35
Bab 179
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 318 Episodes
Comments
partini
ini macam orang yg mau kaya secara instan kan, teringat dulu di serandil Cilacap lihatnya aku Ampe geleng" pada tidur di makam pada sembah pantung monyet ngeri
konfliknya Kunti , kuntinya emejing pakai dukun next pakai apa Thor
si Kunti masih ada kan
2026-02-22
2
Arin
Gitulah..... manusia yang gampang mengikuti bisikan setan. Demi cinta katanya.... Rela gadaikan jiwanya untuk menjadi budak iblis. Amit-amit hiiy.....
2026-02-22
4
Marlina
✨always love you ✨
ya iyalah kekuatan Allah SWT tdk bisa terkalahkan..jgn meremehkan doa Sekar.. dasar gak punya iman lu...
2026-06-17
1