Nathan masih berdiri di depan cermin dengan gunting di tangan. Wajahnya terlihat seperti orang yang sedang bersiap melakukan operasi besar. Di belakangnya, Zhea duduk di tepi ranjang sambil menatap suaminya dengan perasaan campur aduk ... antara terharu dan khawatir. Nathan menarik napas panjang. "Baiklah ... ayo kita mulai." Ia memiringkan kepalanya sedikit, menjepit beberapa helai rambut gondrongnya di antara jari.
Zhea langsung tegang. "Mas ... jangan terlalu pendek ya."
Nathan meliriknya lewat pantulan cermin. "Yang penting kamu nggak muntah lagi."
Zhea langsung menutup mulutnya, menahan tawa sekaligus rasa mual yang masih sesekali muncul.
Nathan kembali menatap rambutnya sendiri. "Selamat tinggal rambutku yang gondrong." Ia mengangkat gunting itu. Dan mulai menggunting rambutnya. Beberapa helai rambut jatuh ke lantai. Nathan menatap rambut yang jatuh itu dengan ekspresi dramatis. "Selamat jalan mahkotaku."
Zhea langsung tertawa kecil.
Nathan memotong lagi. Potongannya jelas tidak rapi. Beberapa bagian jadi pendek, beberapa masih agak panjang. Ia menyipitkan mata melihat bayangannya di cermin. "Ini kok kayak ayam habis berantem ya?"
Zhea akhirnya tidak tahan, ia tertawa nyaris keras. Tapi langsung teringat ada Zheza. Buru-buru ia menutup mulutnya. "Mas, sini aku bantu."
Nathan langsung menoleh. "Kamu yakin nggak akan mual?"
Zhea memperhatikan sebentar. Anehnya, setelah beberapa bagian rambut itu terpotong, rasa mualnya juga tidak sekuat sebelumnya. "Aku coba ya," katanya. Zhea berdiri lalu mengambil gunting dari tangan Nathan.
Nathan langsung duduk di kursi depan meja rias. "Awas jadi kayak badut, Yang."
Zhea berdiri di belakangnya, mulai merapikan bagian yang tadi dipotong asal oleh Nathan. Helai-helai rambut kembali jatuh ke lantai.
Nathan melihat ke cermin. "Kalau besok di kantor aku jadi aneh, kamu yang tanggung jawab ya."
Zhea tersenyum. "Tenang, Mas masih ganteng kok."
Nathan mengangkat alis. "Masih?"
Zhea terkekeh kecil. Beberapa menit kemudian, rambut Nathan akhirnya terlihat jauh lebih pendek meski tidak benar-benar seperti potongan barber profesional. Zhea menatap hasilnya sambil mengangguk puas. "Lumayan."
Nathan memperhatikan dirinya di cermin. Ia menyentuh rambutnya yang sekarang jauh lebih pendek. "Wah ... wajahku langsung kelihatan beda." Lalu ia menoleh ke arah Zhea. "Sekarang kamu masih mual?"
Zhea menatapnya beberapa detik. Lalu ia menggeleng sambil tersenyum lega. "Nggak."
Nathan langsung mengangkat kedua tangan dengan ekspresi kemenangan. "Alhamdulillah! Berhasil!" Ia berdiri lalu mendekati Zhea. "Berarti aku boleh tidur di kamar ini?"
Zhea tertawa kecil. Ia mengangguk. Namun tiba-tiba ia mengernyit.
Nathan langsung tegang. "Kenapa?" Zhea menatap wajahnya dengan ekspresi aneh. Nathan langsung panik. "Jangan bilang ... sekarang kamu mual lihat wajah aku?"
Zhea spontan tertawa. "Enggak, Mas!"
Nathan menghela napas lega. "Syukurlah ..." Ia mengusap dada. "Terus kenapa kamu menat…
Di Ulang Tahun Ke-35
Bab 242
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 318 Episodes
Comments
Marlina
✨always love you ✨
biasanya klo ta'aruf lewat mimpi melihat wajah seseorang yg di harapkan pasti muncul dlm mimpi.. pasti Reza jodoh mu arin..coba deh tanya sama kak author nya 😅
2026-06-21
2
Yulay Yuli
tidur dulu selesai sholat istikharah, diksh petunjuk lewat mimpi say.
kl terang bagus, kl galep jelek y🙏
2026-04-04
1
@Mita🥰
lanjut
2026-04-03
1