Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Zheza keluar dari gerbang sekolah dengan langkah riang. Tas kecil berwarna merah muda bergoyang-goyang di punggungnya. Wajah mungilnya tampak begitu cerah seolah menyimpan sebuah rahasia besar yang sudah tidak sabar ingin ia ceritakan.
Hari itu Zhea datang menjemput putrinya. "Mama!" seru Zheza sambil berlari kecil.
Zhea langsung membuka kedua tangannya dan memeluk putrinya erat. "Masya Allah, anak Mama sudah pulang. Hari ini belajar apa?"
"Banyak!" jawab Zheza semangat. "Tapi Zheza punya cerita yang lebih seru."
Zhea tersenyum geli melihat ekspresi putrinya. "Wah, sepertinya ada berita besar."
"Iya!" Zheza mengangguk cepat.
Mereka pun masuk ke dalam mobil. Baru saja mobil berjalan, Zheza langsung mulai bercerita tanpa bisa menunggu lebih lama. "Ma, semalam Zheza tidur sama Papa."
"Iya, terus?" tanya Zhea sambil tersenyum.
"Terus Zheza tanya ke Papa."
"Tanya apa?"
Zheza mendekat seolah sedang membicarakan rahasia besar. "Zheza tanya, kapan Papa nikah lagi."
Zhea yang sedang membuka botol minum sedikit terkejut, tetapi kemudian tersenyum. Ia sudah mengetahui kedekatan Zavier dengan Ida dari Arin beberapa waktu lalu. "Oh ya?" jawabnya santai. "Terus Papa jawab apa?"
"Papa malu-malu!" Zheza langsung tertawa.
Zhea ikut tertawa kecil. Ia bisa membayangkan wajah mantan suaminya yang pasti kelabakan menghadapi putri mereka.
"Terus, Ma ..." Zheza melanjutkan dengan wajah serius. "Papa sekarang lagi dekat sama Suster Ida."
Zhea menoleh dengan mata berbinar. "Wah ...!"
"Dan nanti malam Suster Ida diundang makan malam ke rumah Nenek."
Senyum Zhea semakin lebar. Meski dirinya sudah tidak lagi bersama Zavier, tidak ada sedikit pun rasa cemburu di hatinya. Justru ia merasa bahagia. Setelah bertahun-tahun, akhirnya Zavier membuka hatinya untuk perempuan lain. "Alhamdulillah," bisik Zhea tulus.
"Apa, Ma?"
"Enggak. Mama cuma senang."
Zheza kembali berkata dengan bangga.
"Aku juga udah bilang ke Papa, Ma, kalau aku nggak keberatan Papa menikah lagi."
Seketika mata Zhea melembut. Ia menghentikan gerakan tangannya, lalu menarik Zheza ke dalam pelukan hangat. "Masya Allah ... putri Mama hebat sekali."
Zheza tersenyum kecil dalam pelukan ibunya. "Kenapa hebat?"
"Karena Zheza bisa menerima keadaan dengan hati yang baik. Tidak semua anak seusia Zheza bisa berpikir seperti itu."
Zheza mengangkat wajahnya. "Kan Mama yang ngajarin aku."
Zhea tertawa kecil mendengar istilah yang dibuat putrinya. "Ya Allah ..."
"Jadi aku ingin Papa juga punya istri lagi."
"Supaya Papa nggak sendirian?" tanya Zhea lembut.
Zheza menggeleng. "Bukan cuma itu."
"Lalu ap…
Di Ulang Tahun Ke-35
Bab 314
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 318 Episodes
Comments
Masitoh Masitoh
ku rasa ceritanya sudah bertele tele..mungkin sampai menikah dan zea mendapat cucu
2026-06-14
0
Alvinardiansyah Alvin
lanjut kak,, sampai zavier bahagia dg suster ida😍
2026-06-14
1
Erus Miati
lanjut KA ceritanya tmbah seru
2026-06-15
1