Begitu pintu ruang bersalin tertutup di belakangnya, Nathan langsung disambut suara napas Zhea yang semakin berat.
Wanita itu berbaring di ranjang persalinan. Rambutnya sedikit berantakan karena keringat. Wajahnya pucat, tetapi matanya tetap kuat menatap ke depan.
Saat melihat Nathan masuk, Zhea langsung mengulurkan tangan. "Mas ..."
Nathan segera menghampiri dan menggenggam tangan istrinya erat. "Aku di sini, Sayang."
Kontraksi datang lagi. "Ahh ..." Zhea memejamkan mata kuat-kuat.
Nathan refleks mengusap punggung istrinya perlahan. "Tarik napas, Sayang. Pelan ... pelan ..."
Zhea mengikuti instruksi bidan sambil menggenggam tangan Nathan begitu kuat sampai kuku-kukunya hampir menancap ke kulit pria itu.
Namun Nathan sama sekali tidak peduli. Ia terus mengusap punggung Zhea tanpa henti. Melihat istrinya menahan sakit seperti itu membuat dadanya terasa sesak.
"Mas ..." suara Zhea bergetar.
"Iya, Sayang?"
"Sakit ..."
Nathan langsung menunduk mencium punggung tangan istrinya. "Aku tahu ..."
Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Selama ini ia selalu menganggap dirinya kuat. Ia bisa menghadapi masalah bisnis. Bisa menghadapi musuh. Bisa menghadapi tekanan apa pun.
Namun melihat perempuan yang paling ia cintai berjuang seperti ini membuat seluruh keberaniannya runtuh. "Maaf ..." bisiknya lirih.
Zhea membuka mata. "Kenapa minta maaf?"
Nathan menggeleng sambil tersenyum tipis meski matanya sudah memerah. "Karena aku nggak bisa bantu ngurangin sakitmu."
Mata Zhea langsung melembut. "Nggak papa, Mas. Dengan kamu nemenin aku sekarang, itu udah lebih dari cukup ..."
Kontraksi berikutnya datang lagi. "Ahhh!" Tubuh Zhea menegang.
Nathan langsung berdiri di sampingnya.
"Semangat, Sayang. Kamu hebat."
Bidan yang memeriksa tersenyum. "Bagus, Bu. Pembukaannya terus bertambah."
Namun Nathan bahkan tidak mendengarnya dengan jelas. Fokusnya hanya pada Zhea. Pada tangan kecil yang menggenggamnya. Pada wajah yang menahan nyeri. Pada perempuan yang sedang mempertaruhkan segalanya…
Di Ulang Tahun Ke-35
Bab 304
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 318 Episodes
Comments
Arin
Biasa bayi lahir nangis oe..... oe... oe.... Ini lain malah wuah... wuah🤭🤭🤭🤭
2026-06-04
2
Marlina
✨always love you ✨
jadi ikut mengejan aku 😅
2026-07-08
1
Wardani endah Budi rahayu
memang amaxing kk tjoor novel ini...bayi lahir suaranya WUUUAWH..EUUUAAHHH...MAMA NGIDAM MUNTAH UUUOOOO...UOOOOOO🤣🤣🤣..yg laxim kan oeeeekk..oooeeekkk...muntqhnya hooweeekk..hooweekkk...amazing pokokna😍😍🙏🙏
2026-07-10
1