BAB 2

Pukul 5 sore, Axillia bersiap untuk pulang. Skylar pun sudah keluar ruangannya yang diikuti oleh Revandra. "Kok belum pulang? pasti kamu nungguin calon suamimu yang tampan ini kan Xill?" Tanya Skylar dengan penuh rasa percaya diri. Axillia yang mendengarnya hanya bisa menghembuskan nafas panjang.

"Jangan membuat pernyataan yang bisa menimbulkan gossip tuan" jawabnya dengan ekspresi datar. "Dan mungkin anda lupa kalau saya sudah punya calon suami" sambungnya lagi. Ya Axillia memang telah mempunyai calon suami. Kekasihnya merupakan kakak kelasnya sewaktu sekolah. Pria itu bernama Devano Mahendra, seorang pengusaha. Ia merupakan direktur utama Mahendra group yang tak lain adalah putra tertua dari tuan Randy Mahendra dan Nyonya Tiasa, pemilik Mahendra group. Meski tak sebesar perusaan Skylar tapi ya cukup oke lah.

"Baru calon suami belum tentu jodoh, selama belum ijab kabul sama penghulu berarti Masih ready" jawab Skylar dengan santainya.

"Dengan tunangan saya aja belum tentu Jodoh apalagi dengan anda tuan muda Skylar yang terhormat" jawab Axillia.

"kalau saya mah pengecualian ya, saya yakin kamu itu jodoh saya". Axillia mulai jengah dengan tingkah laku boss nya ini, tapi Skylar terlihat sangat menikmati ketika menggoda gadis dingin dihadapannya ini. Gadis itu langsung pergi meninggalkan kedua pria tersebut.

"Boss gak cape?" Tanya Revan. "Capek kenapa?" Skylar balik bertanya. "Ditolak sama dicuekin terus" jawab Revan enteng. "Gak lah, lagian gue pastiin dia jadi bakal jadi milik gue, si Devan Devan itu cuma laki laki bejad yang gak pantes buat Axillia". Jawab Skylar yang terdengar sangat serius dengan ucapannya. "Gue doain berhasil bro" kata Revan. Di Kantor mereka adalah atasan dan bawahan, tapi di luar Kantor mereka adalah sahabat, itu lah sebabnya Revan tidak segan kepada Skylar.

Axillia memasuki gerbang rumahnya. Bagi sebagian orang rumah adalah tempat ternyaman untuk beristirahat melepaskan semua beban dan lelah. Tapi tidak dengan Axillia, rumahnya terasa bagai neraka semenjak ibunya meninggal dan ayahnya membawa ibu tiri serta saudara tiri untuknya.

"Wah wah tuan putri kita sudah datang" ucap Rosaline saudara tiri Axillia. Dari dulu ia memang tidak suka dengan Axillia, gadis itu selalu unggul dalam segala hal. Dia lebih cantik, lebih pintar dan banyak orang yang menyukainya. Rasa iri di hari Rosaline semakin tumbuh, gadis itu melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan Axillia tapi tidak pernah berhasil.

"Minggir jangan halangi jalanku" ucap Axillia tenang. "Jangan kurang ajar kau, aku bisa saja membuatmu pergi dari rumah ini" ancam Rosaline. "coba saja kalau kau bisa" jawab Axillia. "Kau....". Rosaline bersiap menampar Axillia tapi ia melihat ayah tirinya datang dan langsung memulai dramanya. Rosaline menjatuhkan dirinya di hadapan Axillia.

"Maafkan aku Axill, aku tidak bermaksud membuatmu marah" ucap Rosaline. Axillia mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan saudara tirinya itu. "Ada apa ini?" Tanya Heru Saputra, ayah Axillia. Ternyata ini maksud drama Rosaline. Axillia tersenyum sinis melihat tingkah menjijikan Rosaline.

"Papa jangan salahkan Axillia, aku yakin dia tidak bermaksud melukaiku, tadi dia hanya terbawa emosi karena aku menyinggung soal pertunangannya dengan Devan". ujar Rosaline dengan kebohongannya. Axillia tambah heran kenapa nama tunangannya dibawa bawa.

"Benar itu Axillia?" Tanya Tuan Heru menatap tajam anak gadisnya itu. "Kalau aku bilang tidak apa papa percaya? Aku rasa tidak, jadi jangan berharap jawaban apa apa dariku, aku permisi" jawab Axillia. "Kurang ajar kamu, berani beraninya melukai anakku" tambah Larasati ibu tiri Axillia yang langsung hendak menampar Axillia, namun gadis itu berhasil menangkap tangan Larasati sebelum berhasil mengenai pipinya.

"Jangan berani berani menyentuhku atau kau akan menyesal". Rosaline yang melihat drama tersebut tersenyum puas. "Jaga bicaramu Axillia, dia adalah ibumu" Teriak Heru tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu. "Jangan mengusikku tuan Heru, jalani hidup kita masing masing, ingat aku Masih di sini karena ini adalah rumah peninggalan ibu kandungku" jawab Axillia tersenyum sinis.

"Kurang ajar kau, anak tidak tahu diuntung" Heru mengangkat tangannya bersiap menampar Axillia, tapi tangannya dipegang oleh seseorang. "Drama kalian murahan, dasar tidak tahu diri" ucap seorang pemuda yang Masih menggunakan seragam SMA. "Ayo kak, jangan ladeni manusia manusia ini" ujarnya lagi yang langsung menarik tangan gadis itu pergi.

Dia adalah Reinaldy Saputra, putra bungsu Laras dan Heru. Entah mengapa pemuda berusia 17 tahun itu mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan kedua orang tua dan saudaranya. Kadang Axillia berfikir adiknya itu tertukar saat di rumah sakit.

"Kakak gk apa apa?" Tanya Rei. Axillia tersenyum lembut kepada adiknya itu. "Kakak okay kok. Makasih ya kamu selalu belain kakak Rei" ucap Axillia tulus. "Gak usah terima kasih kak, udah kewajiban aku, lagian itu manusia manusia gak tau diri, hidup dari harta peninggalan almarhumah ibu kakak tapi gk bersyukur" ujar Reinaldy geram dengan tingkah ke 3 orang tersebut. Axillia tertawa mendengar penuturan adiknya tersebut.

"Hush.. Gk boleh ngomong gitu, mereka itu orang tua sama kakak kamu kalo kamu lupa". Kata Axillia. "Aku bakal pura pura lupa aja deh kak kalo gitu. Hahaha.." keduanya tertawa seolah kejadian tadi tidak berarti apa apa. Rei memang sangat dekat dan sangat menyayangi kakaknya tersebut. Tidak heran Rei selalu membela Axillia dari orang tuanua dan juga Rosaline.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!