"Tumben kamu gak bawa motor Rei?" Tanya Axillia penasaran.
"Lagi males aku kak, nebeng kakak aja lah pulangnya juga jemput sekalian ya soalnya aku ada eskul sampe sore" jawab Rei.
"Dih manja banget udah gede minta dijemput segala, gak malu apa?"
"Ngapain malu, kalau ada yang bisa dimanfaatkan, manfaatkanlah" jawab Rei sambil tertawa.
"Enak banget ya itu mulut ngomongnya?" omel Axill kepada adiknya. Mereka berdua tertawa seraya masuk ke dalam mobil Axillia.
"Btw Rei si tua bangka ngomong apa tadi?" Tanya Axillia penasaran.
"Wah parah ke bapak sendiri bilang tua bangka, bandot tua gitu. Hahaha.."
"Astagfirulloh dosa gk boleh kaya gitu" ucap Axillia sambil tertawa.
"Tenang Masih bisa ditobatin kak asal jangan menyekutukan Allah SWT" Jawab Rei dengan santainya.
"Astagfirulloh teori dari mana itu Rei? Kamu gk usah ikut ikutan kakak ngebantah papa, cukup kakak aja yang ngebantah orang tua, kamu jangan" Axillia menasehati adiknya tersebut.
Rei diam tidak menjawab pertanyaan kakaknya. Sebenarnya ia hilang rasa hormat kepada kedua orang tuanya semenjak Rei mendengar kalo kedua orang tuanya dan Rosaline berencana menguasai harta dan perusahaan peninggalan almarhumah ibu kandung Axillia. Perusahaan Dan semua warisan itu akan diberikan kepada Axillia ketika dia sudah menikah atau pada saat ia menginjak usia 25 tahun. Sebelum itu terjadi mereka berencana mengalihkan semua harta warisan Dan perusahaan atas nama Heru. Tapi sepertinya rencana mereka tidak berjalan mulus karena pengacara keluarga ibunya Axillia menolak untuk bekerja sama.
"Tadi papa ngancam aku bakalan stop uang jajan aku kalo aku gak nurut" Jelas Rei.
"Terus?"
"Ya aku ancam lah bakalan bikin keributan lagi di perusahaan tapi tenang gak sampe bikin perusahaan almarhumah ibu kakak bangkrut kok. Hehehe.."
Axillia ingat betul kejadian satu tahun lalu ketika tiba tiba sistem di perusahaannya down dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Ternyata ulah adiknya sendiri dengan dalih coba coba ilmu baru. Gak masuk akal emang alasan bocah satu itu tapi lumayan lah melihat papanya kebakaran jengkot merupakan hiburan tersendiri bagi gadis itu.
"Oh pantesan aja tuan Heru gak berani macam macam sama kamu ya Rei. Hahaha.."
"Ya iya lah gak kan berani dia kak apalagi menyangkut duit mah.." 20 menit berlalu akhirnya sampai di sekolahnya Rei.
"Dah gak usah mikirin apa apa lagi, yang penting kamu belajar yang benar" Axillia menasehati adiknya itu. "Dah nyampe, inget kata kata kakak yang barusan ya"
"Aman kak tapi minta jajan ya" ucapnya sambil menyalami kakaknya tersebut.
Axillia meregok sakunya dan mengeluarkan Dua lembar uang berwarna merah.
"Alhamdulillah Makasih banyak kak, aku doain kakak dapet jodoh kaya raya, tampan, mapan, anak satu satunya dan extrovert abis. Aamiin paling kenceng" lanjut Rei. Axillia hanya tersenyum melihat kerandoman adiknya itu. Rei langsung mengambil uang dan keluar dari mobil Axillia. Tapi baru beberapa langkah remaja itu kembali mundur. Axillia heran apa ada sesuatu yang tertinggal.
"Lupa bilang kak. Assalamualaikum" ucap Rei. Axillia merasa lucu dengan sikap Rei yang kadang kadang absurd. Ini lah Salah satu faktor yang membuat gadis itu tetap bisa bertahan.
"Waalaikumsalam gantengnya kakak" jawab Axillia sambil tertawa. Begitu memasuki gerbang sekolah, Banyak siswi yang tersenyum Dan bisik bisik. Ah dia tahu ternyata Rei merupakan idola di sekolahnya. Axillia mengakui kalau adiknya itu memang sangat tampan. Tak heran banyak siswi yang mengaguminya.
Axillia melajukan mobilnya kembali. Kurang dari 30 menit ia sudah berada di kantornya.
"Selamat pagi mbak Axill" sapa ramah seorang satpam.
"Pagi pak Anton" ucap Axillia singkat sambil sedikit tersenyum. Axillia hanya bisa bersikap hangat kepada orang orang terdekatnya. Saat ini orang terdekatnya hanya Rei dane ART nya. Axillia melangkah tegap dan penuh percaya diri. Di Kantor pun dia tidak punya teman dekat, hanya sebatas profesional pekerjaan. Banyak orang yang iri dan mebicarakannya tapi dia tidak peduli.
"Oh ini sang sekretaris sombong ngerasa dirinya nyonya besar di perusahaan" ucap seorang wanita bernama Gladys yang merupakan staff marketing. Axillia tidak menanggapi ocehan wanita tersebut karena memang dia tidak mengenalnya.
"Eh kalo orang ngomong tuh dengerin. Gak pernah diajarin sopan santun sama orang tua lo ya". Ujarnya lagi. Kesabarannya habis sudah menghadapi sikap diam Axillia. Dengan air mineral di tangannya ia sengaja membuat Axillia seolah tidak sengaja tersiram air.
Sontak Axillia mengelap bajunya yang basah dan langsung melihat gadis yang Masih ngoceh dengan bahasa planetnya.
"What's your problem actually?" Tanya Axillia penasaran.
"My problem is..." belum sempat gadis itu menjawab tiba tiba
Byur...
"Aduh mbak Gladys maaf gk sengaja aku kepeleset, ouch sakit", ujar ucap seorang pria kulit putih itu.
"Arrghhhh... Kamu apa apaan Nathan?" teriak Gladys.
"Kan udah bilang gk sengaja, mendingan mbak Gladys ganti beju dulu, itu buah pepayabya kelas bgt. Wkwkwkwk..
Gladys akhirnya meninggalkan tempat itu untk mengganti pakaiannya.
"Mbak Axill gak kenapa kenapa?" Tanya pria kemayu tersebut. Dibelakangnya seorang wanita menyusulnya. "Dasar nenek sihir pagi pagi udah bikin ulah. Oya mbak bawa baju ganti gak?" Tanya gadis yang bernama Naomi tersebut. Axillia menggelengkan kepalanya. Ia juga sedikit bingung kalau tidak di ganti dalamannya terlihat sangat jelas.
"Bentar ya mbak" ucap gadis itu langsung pergi. Beberapa saat kemudian gadis itu kembali lagi Dan menyodorkan paper bag berisi baju.
"Apa ini?" Tanya Axillia.
"Kemeja baru aku mbak, mbak pake aja dari pada basah basahan gitu" ujar Naomi.
"Udah pake aja mbak gak apa apa kok, tenang dia mah banyak persediaan baju" tambah Nathan. Axillia mengambil paper bag tersebut.
"Makasih ya tar aku ganti" ucapnya.
"Nyantai aja mbak. Untung kemaren belum aku bawa itu baju" ujar Naomi lagi. Axillia tersenyum mendengarnya.
"Sekali lagi Makasih ya".
"Iya sama sama, mbak kita tinggal dulu bentar lagi kepala divisiku datang. Bye mbak Axill" ujar Naomi sambil menarik tangan Nathan dan berlari. Axillia pun naik ke lantai 20 untuk memulai pekerjaannya, namun sebelumnya ia mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Gadis itu menghela nafas panjang, ada saja drama pagi hari ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
acc_.xm
Ceritanya sangat kreatif dan menantang imajinasi. Semangat terus, thor!
2025-11-24
0
reza indrayana
👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
2026-05-04
0