Bab 2

Yumna memegang tangan Azriel dengan putus asa, jemarinya bergetar hebat. Dia berharap mendapatkan kekuatan dari pujaan hatinya itu.

“Azriel, tolong jangan diam saja. Lihat aku. Lihat mataku.” Suara Yumna bergetar seolah setiap katanya adalah permintaan terakhir sebelum ia dibuang.

Azriel menoleh perlahan. Mata mereka bertemu. Yumna melihat sesuatu yang membuat jantungnya hancur seketika. Sinar mata pria itu menunjukan keraguan, ketidakpercayaan, dan luka.

“Azriel ....” Yumna menggenggam tangan pria itu lebih erat. Seolah jika ia melepaskannya, seluruh hidupnya akan hilang.

“Aku tidak melakukan itu. Aku bersumpah demi Allah! Aku tidak pernah menyentuh pria lain. Tolong percaya padaku!”

Azriel menutup mata rapat, menahan napas seolah dadanya tidak sanggup menerima beban sebesar itu. Dia sangat mencintai Yumna, tetapi malah mendapatkan berita buruk di hari yang sudah dinanti-nantikan sejak setahun yang lalu.

“Kenapa wajahnya sama?” gumam Azriel, hampir tidak terdengar. “Kenapa wajah wanita di video sama persis denganmu, Yumna?”

Tangisan Yumna semakin mengguncang tubuhnya. “Aku tidak tahu, tapi itu bukan aku! Aku bahkan belum pernah—”

“Cukup!” potong Yugi dengan suara keras, membuat beberapa tamu tersentak.

“Tolong jangan ikut campur!” balas Yumna dengan suara pecah, untuk pertama kalinya ia berani membantah kakaknya. “Ini pernikahanku! Hidupku!”

“Itu justru masalahnya!” lanjut Zakia dan membuat pasangan pengantin itu menoleh kepadanya.

Zakia menatap Azriel. “Azriel, pikir baik-baik. Kalau video itu benar, kamu bukan cuma malu hari ini saja, tapi kamu akan menanggung aib seumur hidupmu.”

Seolah itu belum cukup, salah seorang kerabat Azriel menimpali dengan angkuh,

“Dan kamu jangan lupa keluarga kita itu terpandang. Nama baik kami dipertaruhkan.”

Yumna ingin berteriak, ingin memaki dunia, ingin mengatakan bahwa semua itu tidak adil. Akan tetapi, suaranya terperangkap di tenggorokannya oleh rasa sakit yang terlalu besar.

Azriel memegangi kepalanya. Pikiran dia kacau. Wanita yang ia cintai, yang ia perjuangkan, dan wanita yang ia yakini akan menjadi ibu dari anak-anaknya, tiba-tiba saja muncul dalam video tak senonoh pada hari pernikahan mereka.

Tiba-tiba tangan tua Nenek Ami mencengkeram bahu Azriel.

“Ceraikan sekarang,” kata wanita tua itu lirih namun tegas, dingin seperti vonis. “Semakin lama kamu diam, semakin kau dipermalukan.”

“Tolong, Azriel, percayalah kepadaku,” bisik Yumna dengan suara patah. “Jangan ....”

Yumna menunduk, bahunya gemetar, air mata menetes tanpa henti, jatuh di atas gaun pengantin putihnya yang mulai ternoda maskara dan rasa sakit.

Tamu undangan berbisik-bisik, seperti kawanan burung gagak yang mengitari bangkai.

“Kasihan sekali Azriel.”

“Memang sudah kelihatan dari tingkahnya.”

“Sombong sih, makanya dapat balasan.”

Kata-kata itu seperti belati yang menancap lagi dan lagi.

Yumna mengangkat wajahnya, memaksa dirinya untuk tetap berdiri. Meski perasaannya hancur, ia melawan.

“Azriel, kamu yang paling mengenal aku. Kamu tahu aku tidak seperti itu. Kamu tahu aku menjaga diri, kamu tahu aku—”

“Tapi video itu ....” sahut Azriel, matanya berkaca-kaca. “Aku ingin percaya, tapi video itu ....”

“Video bisa direkayasa!” Suara Yumna melengking, terlepas dari kontrolnya. “Aku tidak tahu siapa yang melakukan ini, tapi aku rasa ada orang yang ingin menghancurkan aku dan hubungan kita!”

Azriel terdiam. Sejenak, hanya ada napas berat yang tertahan.

Namun, harapan Yumna hancur sesaat kemudian. Karena Nenek Ami berbisik lagi di telinga Azriel, kalimat yang membuat keputusan itu semakin condong.

“Kalau kau tetap bersama wanita itu, kau menodai nama kakekmu, ayahmu, dan keluargamu. Ingat itu,” ucap Nenek Ami.

Perlahan Azriel menarik tangannya dari genggaman Yumna. Seolah baru saja memegang bara api.

“Azriel?” ucap Yumna lirih, putus asa. “Azriel, jangan lakukan ini. Tolong!”

Azriel menatap istrinya. Tatapan itu penuh luka, tetapi juga ketakutan. Dia mencintai Yumna, itu jelas. Namun, rasa malu yang menimpanya begitu besar hingga melampaui cintanya yang rapuh.

“Maaf, Yumna ....” Suara Azriel nyaris tenggelam oleh gumaman tamu undangan. “Aku … aku tidak bisa menerima ini.”

Waktu seakan berhenti. Jantung Yumna berhenti berdetak.

Azriel mengambil napas panjang, lalu mengucapkan kalimat yang membelah seluruh ruang dan menghancurkan jiwa seorang perempuan dalam satu detik.

“Yumna Khairannisa Pratama, aku menceraikanmu.”

Suara tamu undangan pecah menjadi kehebohan. Beberapa menutup mulut, yang lain tersenyum puas.

Bu Amina yang tadinya pingsan kini menangis tersedu. Pak Arman tersentak mendengar ucapan putra sulungnya.

Yugi mengalihkan pandangannya, tak sanggup melihat adiknya remuk begitu parah. Bu Yuniar dan Pak Yongki, jatuh terduduk dengan wajah kaku.

Yumna berdiri tanpa suara. Kakinya terasa mati rasa. Dunia di sekelilingnya menghilang. Yang tersisa hanya suara Azriel yang terus terngiang, berulang kali memukul telinganya:

Aku menceraikanmu.

Aku menceraikanmu.

Aku menceraikanmu.

“Tidak ....” bisik Yumna. “Azriel, jangan … jangan lakukan ini!”

Yumna mencoba meraih tangan Azriel lagi, namun pria itu mundur selangkah seolah Yumna membawa kotoran yang tak bisa dibersihkan.

“Maaf…” ulang Azriel, suaranya lirih. Lalu, dia memalingkan wajahnya.

Yumna jatuh berlutut. Gaun pengantinnya menumpuk kacau di lantai panggung. Tangisnya pecah tanpa bisa ia tahan.

“Kenapa … kenapa kalian tidak percaya padaku?” Suara itu keluar dari bagian terdalam diri Yumna dari hati yang dipatahkan dengan cara paling kejam.

Orang-orang menatapnya seperti tontonan murahan. Seakan Yumna memang layak mendapatkan itu semua.

Pak Arman menepuk bahu Azriel. “Bersabarlah, Nak. Semoga saja ini adalah keputusan yang tepat.”

Para anggota keluarga Azriel mulai melangkah turun dari panggung, meninggalkan Yumna sendirian. Sendiri di tempat yang seharusnya menjadi panggung bahagianya.

Yumna mengangkat kepalanya. Wajah yang penuh air mata, penuh luka, penuh rasa tidak berdaya. Ia melihat keluarganya, ayah, ibu, kakaknya. Tak ada yang menghampiri. Tak ada yang memeluk. Tak ada yang berkata, “Kami percaya kamu.” Yang ada hanyalah tatapan dingin, kecewa, dan jijik.

“Bangun,” ujar Pak Yongki, ayah Yumna lirih tapi tajam. “Jangan mempermalukan kami lebih jauh.”

Yumna terisak. “Ayah, tolong percayalah, itu bukan aku.”

“Sudah terlambat,” jawab sang ayah, membuang wajah. “Semua sudah terlanjur.”

Lalu, tanpa menunggu apa pun, keluarga Yumna pun ikut pergi dari panggung. Mereka semua meninggalkan Yumna sendiri. Dalam gaun pengantin. Ditelan kerumunan yang berbisik kejam.

Yumna menatap kosong ke arah gerombolan tamu yang kini berdiri menjauh darinya seakan dia penyakit mematikan. Mereka berbondong-bondong meninggalkan aula gedung. Tangannya gemetar ketika mencoba berdiri. Jantungnya sakit dan napasnya menyesak.

Seluruh dunia Yumna runtuh. Seseorang di luar sana telah menghancurkan hidupnya hanya dengan sebuah video.

Di saat Yumna mencoba bangkit, pandangannya kabur, tubuhnya goyah. Tiba-tiba dia merasa semuanya menjadi gelap. Pengantin wanita pingsan di tengah panggung, di hadapan semua orang yang tidak percaya kepadanya.

Terpopuler

Comments

Anonim

Anonim

Semua bodoh kenapa gk tes perwab ke rumah sakit
Orang tuanya habya memandang nama baik tidak melihat betapa anaknya hancur tidak percaya sama anak sendiri
Orang tua gk berguna

2026-08-08

2

Ila Lee

Ila Lee

sabar yumma mungkin Azrel bukan jodoh MU siapa kiranya yg dah sanggup berbuat yumma begitu

2026-02-08

1

Deera__

Deera__

sabar orang yg terdzolimi akan dilindungi Allah... yang tabah Yumna.
biarlah seluruh dunia membenci dan menghinamu. Tapi, ingatlah kamu berharga mata Allah dan Rasulullah. kamu istimewa dihati Allah dan Rasulullah.. dan Allah serta Rasulullah sangat perduli pada hamba-Nya. Jadi jangan bersedih. kamu tidak sendirian. tetaplah tersenyum dan bangkit semangat

2026-01-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Karya Ramanda
92 Karya Ramanda ke-2
93 Karya Reni t
94 Karya Erma_Roviko
95 Karya Ridz
96 Karya Ayu Andila
97 Karya Ramanda
98 Muara Hati Azalea
99 Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar
100 Novel Misi
101 Karya Nita P
102 Penyesalan Suami
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Karya Ramanda
92
Karya Ramanda ke-2
93
Karya Reni t
94
Karya Erma_Roviko
95
Karya Ridz
96
Karya Ayu Andila
97
Karya Ramanda
98
Muara Hati Azalea
99
Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar
100
Novel Misi
101
Karya Nita P
102
Penyesalan Suami

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!