Bab 4

Berita kejadian di hari pernikahannya menyebar lebih cepat daripada angin. Baik lewat berita media sosial atau dari mulut ke mulut.

Pagi itu, begitu Yumna menginjakkan kaki di halaman perusahaan kecil tempatnya bekerja. Sebuah pabrik garmen pembuat mukena, baju muslim, dan jilbab. Dia sudah merasakan tatapan yang aneh. Tatapan yang menusuk, menilai, menguliti dirinya tanpa ampun.

Yumna menjabat sebagai petugas gudang, mengurus pencatatan barang masuk dan keluar. Biasanya suasana pagi di perusahaan itu terdengar ramai oleh suara mesin jahit dan potongan kain, tetapi hari ini suara bisik-bisik terdengar jauh lebih keras dari suara apa pun.

Tidak lama, suara tawa perempuan dari bagian pemotongan kain terdengar jelas.

"Tidak menyangka kalau dia orang seperti itu, ya?" ucap seorang karyawan, sambil menggunting kain dengan sikap sok prihatin. "Padahal selalu terlihat mesra kalau sama pacarnya."

"Pacarnya cakep dan baik," timpal yang lain, tangannya terus menarik pola kain. "Kok, tega diselingkuhi. Kasihan sekali."

"Begitulah godaannya kalau punya pasangan baik," ujar si perempuan paling muda, suara meremehkannya menusuk. "Pasti bawaannya ada keinginan untuk melirik yang lain."

Yumna yang kebetulan lewat untuk menemui mandor di ruangan sebelah, terhenti. Jantungnya seperti dicekik dari dalam. Ia tahu benar siapa yang sedang mereka bicarakan, siapa lagi kalau bukan dirinya?

Suara-suara itu menghujam seperti jarum ke telinga Yumna. Ia memejamkan mata sesaat, mencoba menelan sesak yang tiba-tiba datang. "

"Aku tidak melakukan itu, kenapa mereka tidak mau percaya?" pikirnya lirih.

Semakin mendekati jam istirahat, gosip itu membesar seperti bola api yang dilempar dari satu tangan ke tangan lain. Saat makan siang, bahkan beberapa karyawan yang tidak hadir di gedung resepsi akhirnya ikut melihat video itu lewat ponsel rekannya.

"Astaga, ini benar dia?" bisik seseorang.

"Katanya, sih, iya. Lihat aja, mirip banget."

"Ya ampun, aku tidak menyangka setega itu dia."

Suara-suara itu membungkam selera makan Yumna. Tangannya bergetar saat ia meletakkan kotak bekalnya. Perutnya terasa mual meski tidak ada makanan yang disentuh.

Beberapa saat kemudian, mandor menghampiri Yumna dan menepuk bahunya pelan.

"Pak Budi manggil kamu ke kantornya."

Yumna menelan ludah. Ada rasa takut yang menggelayut berat. Dengan langkah perlahan, ia menuju ruangan pemilik perusahaan itu.

Pak Budi duduk di balik meja, wajahnya tampak letih, seperti sudah berpikir terlalu lama. Ia mengusap wajahnya sebelum akhirnya membuka suara.

"Yumna, seperti aku harus memberhentikan kamu. Nama perusahaan saya sudah mulai disebut-sebut di luar sana karena kejadian di pernikahan kamu, kemarin," ucap Pak Budi pemilik perusahaan itu.

Seolah-olah seluruh dunia berhenti berputar.

"Pak, apa salah saya?" tanya Yumna lirih, suara seraknya bergetar. "Wanita itu bukan aku, Pak. Aku sumpah itu bukan aku."

Pak Budi menatapnya lama. Ada rasa ragu, ada iba, tapi juga tekanan besar dari sesuatu yang tak bisa ia kendalikan.

"Saya tahu kamu anak baik, Yumna," ucap Pak Budi jujur. "Saya tahu kamu tidak macam-macam. Mengobrol dengan karyawan laki-laki saja kamu tidak pernah."

Pak Budi menarik napas panjang.

"Tapi orang-orang taunya itu kamu. Nama perusahaan saya mulai disebut-sebut di luar sana. Kalau tidak saya tindak, itu bisa jadi masalah besar buat usaha ini."

"Aku bisa buktikan, Pak," ucap Yumna tergesa, suaranya pecah. "Tolong beri aku waktu—"

"Kamu harus bisa buktikan kalau wanita itu bukan kamu," kata Pak Budi lembut, tapi tegas. "Baru mereka akan diam."

Ucapan itu seperti palu besar yang menghancurkan sisa-sisa harapan Yumna.

Gadis itu keluar dari ruangan dengan langkah goyah. Dadanya sesak, matanya panas, tetapi tidak ada air mata yang keluar. Mungkin karena terlalu banyak yang telah ia tumpahkan beberapa hari terakhir.

"Zaman sekarang sulit sekali mencari pekerjaan. Dan aku kehilangan pekerjaanku karena fitnah."

Berita video asusila itu terus menyebar, bukan hanya di kalangan orang yang mengenalnya, tetapi juga di banyak tempat yang bahkan tidak tahu siapa dirinya. Anehnya, hanya Yumna yang menjadi sasaran hujatan.

Sementara di sisi lain, Azriel, lelaki yang seharusnya menjadi suaminya, mendapat limpahan simpati. Orang-orang mengasihani dia, memujinya sebagai korban, bahkan mendoakan hal-hal baik untuknya.

Lalu, yang lebih menyakitkan lagi, keluarganya juga mendapat simpati. Sedangkan keluarga Yumna? Dihujat habis-habisan.

"Lihat dampak yang kamu berikan kepada keluarga kita!"

Suara gebrakan meja membuat Yumna terlonjak. Pak Yongki, ayahnya, berdiri tegak di ruang keluarga, wajahnya memerah menahan emosi.

Semua orang berkumpul di ruang keluarga. Wajah-wajah yang dulu selalu memberi kehangatan dan perlindungan, kini hanya memancarkan kekecewaan, kemarahan, dan yang terburuk, malu mengakui Yumna bagian dari mereka.

Pak Yongki yang bekerja sebagai kepala sekolah mendapatkan teguran keras. Bu Yuniar yang bekerja sebagai pejabat Pemda juga tidak luput dari dampak itu.

"Ayah, aku sudah bilang itu bukan aku," ucap Yumna pelan.

"Tapi orang-orang bilang itu kamu!" seru Bu Yuniar, ibunya, dengan suara bergetar. "Aku ditegur atasan hari ini! Kamu membuat kita seperti keluarga tidak bermoral!"

"Semua pelanggan di toko aku mulai pergi!" sambung Yugi, kakaknya, dengan nada sinis. "Apa kamu tahu seberapa besar ruginya aku?"

Yumna menatap satu per satu wajah mereka. Wajah yang dulu ia cintai, kini menjadi kelompok pertama yang mematahkannya.

Yumna sudah lelah disalahkan oleh semua orang atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Air matanya sudah habis dan perasaannya juga sudah hancur tak bersisa.

"Apa salahku sampai mereka tidak percaya?"

Perlahan, Yumna menegakkan duduknya. Suara dia rendah, datar, seolah lelah untuk merasa.

"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang biar kalian senang?"

"Perbaiki nama baik kami." Yugi menatapnya seperti menatap seseorang yang hina.

"Lakukan sesuatu, apa pun itu. Jangan diam saja!" lanjut Yugi dengan tatapan sinis. Tidak ada lagi kakak yang penyayang dan penuh kasih.

Untuk pertama kalinya, hati Yumna benar-benar kosong. "Baiklah," ujarnya pelan. "Aku paham maksudnya."

Yumna berdiri, lalu berjalan menuju kamarnya. Setibanya di dalam, ia menutup pintu dan menyandarkan tubuh ke sana. Ruangan itu terasa asing. Terlalu sepi. Terlalu penuh kenangan.

Foto-foto dirinya bersama Azriel sudah tidak ada. Semuanya dibuang tiga hari lalu, bersama semua barang pemberian lelaki itu.

Kini ia mengambil kotak kecil dari lemari. Di dalamnya tersimpan foto-foto dengan keluarganya, dengan Yugi yang dulu sangat menyayanginya. Dengan telaten, satu per satu foto ia masukkan ke sebuah dus dan menyimpannya di kolong tempat tidur. Seakan-akan ia sedang menyimpan seluruh masa lalunya.

Lalu Yumna mengambil tas gandong kecil. Tidak banyak barang yang ia masukkan, hanya pakaian secukupnya, dompet, beberapa dokumen, dan benda-benda kecil yang penting.

Setelah semuanya rapi, Yumna duduk di tepi ranjang. Ruang hening itu seperti ikut bersedih untuknya.

Yumna menatap dinding kosong lalu berbisik, "Sebaiknya aku pergi ke tempat yang jauh, sejauh mungkin. Sampai tidak ada orang yang mengenaliku."

Suara Yumna itu nyaris tak terdengar, namun bergetar penuh luka.

Masalahnya hanya satu. Ia belum tahu ke mana harus pergi.

Terpopuler

Comments

Marina Tarigan

Marina Tarigan

tak perlu kamu membela diri terus yumma di vidio itu mirip kamu pergi jauh kalau memang as
da sengaja menfitnah kamu buktikan tdk ada gunanya membela diri kalau kamu punya Tuhan pinta bimbinganNya jgn ngeyel terus keluargamu yerus di nully orang2

2026-03-28

1

Mamak Tri

Mamak Tri

assalamu'alaikum dgn cara bgmn yumna hrs membalas kan, lebih baik memang hrs pergi se jauh mungkin, unt menenangkan hati, baru berpikir langkah apa yg hrs di ambil baru melangkah balas dendam yg akan di lakukan gt g sih /Tongue//Tongue/

2026-01-12

1

Lita Pujiastuti

Lita Pujiastuti

Harusnya kamu usut itu video .. cari tahu.. siapa yg bikin. stlh tahu kebenarannya. tunjukkan pd semua orang. dan tuntut secara hukum pembuat fitnah itu .. baru kamu pergi tinggalkan org² yg gk percaya sm Kamu, ternasuk kelrg mu ..

2026-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Karya Ramanda
92 Karya Ramanda ke-2
93 Karya Reni t
94 Karya Erma_Roviko
95 Karya Ridz
96 Karya Ayu Andila
97 Karya Ramanda
98 Muara Hati Azalea
99 Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar
100 Novel Misi
101 Karya Nita P
102 Penyesalan Suami
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Karya Ramanda
92
Karya Ramanda ke-2
93
Karya Reni t
94
Karya Erma_Roviko
95
Karya Ridz
96
Karya Ayu Andila
97
Karya Ramanda
98
Muara Hati Azalea
99
Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar
100
Novel Misi
101
Karya Nita P
102
Penyesalan Suami

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!