Talak Di Atas Pelaminan

Talak Di Atas Pelaminan

Bab 1

Suara desahan dari layar besar itu terdengar seperti cambuk yang memecah udara. Di atas panggung, layar megah yang sebelumnya digunakan untuk menayangkan momen-momen bahagia Yumna dan Azriel kini berubah menjadi alat penghancur hidup seseorang, ketika tiba-tiba saja rekaman video berubah.

Para tamu undangan yang semula larut dalam suasana meriah sontak terbungkam. Suara sendok dan piring berhenti beradu. Suara musik langsung dihentikan. Semua mata tertarik pada layar dan mata mereka membelalak.

Adegan itu. Di atas ranjang. Tubuh seorang pria dan wanita saling bertaut. Napas tersengal dan suara desahan keluar dari mulut mereka. Gerakan tubuh yang terlalu jelas untuk dianggap sebagai salah paham.

Semua orang mengenali wanita dalam video itu. Wajahnya tanpa ragu sedikit pun sangat mirip Yumna.

Duduk di pelaminan, tangan Yumna yang masih menggenggam buket bunga keringat dingin hingga terasa licin. Bunga-bunga putih itu bergetar hebat di tangannya. Sementara di sampingnya, Azriel seakan kehilangan seluruh darah dalam tubuhnya.

“A-pa maksudnya i–tu?” tanya Azriel dengan suara pecah, serak, seolah tenggorokannya diseret dengan duri.

Detik itu juga, tulang-tulang di sekujur tubuhnya terasa seperti patah. Pengantin pria itu menatap layar dengan sorot mata hancur, lalu memalingkan wajahnya ke istrinya. Wanita yang baru lima belas menit ia ajak bersanding sebagai pasangan halal.

Yumna membeku. Bibirnya ternganga tanpa suara. Dadanya sesak. Dunianya runtuh dalam sekejap.

“Itu bukan aku ....” gumam Yumna nyaris lirih, namun ketakutannya menjalar kuat. “A-ku tidak pernah melakukan hal itu. Itu bukan aku!”

Namun, suara Yumna tenggelam oleh teriakan orang lain.

“Yumna! Apa-apaan kelakuan kamu itu?!” bentak Yugi, kakaknya, dengan wajah merah padam menahan malu dan marah. Tangannya mengepal, seolah adiknya menampar seluruh kehormatan keluarga di depan umum.

Panik menyergap seluruh ruangan ketika Bu Amina, ibunda Azriel, menjerit pendek sebelum tubuhnya jatuh limbung. Pak Arman sigap menangkap istrinya, memeluknya sembari berteriak kepada panitia, “Matikan videonya! MATIKAN!”

Namun, video itu terus berjalan beberapa detik lagi. Suara desahan pasangan dalam video memenuhi seluruh ruang, merayap seperti racun ke setiap telinga.

Beberapa tamu menutup mulut. Sebagian lain memalingkan wajah, namun tetap melirik dari sudut mata dengan penuh sensasi.

Setelah panitia berhasil mematikan layar, ruangan berubah menjadi ruangan pengadilan tanpa hakim dan tanpa rasa belas kasihan.

“Bukan. Itu bukan aku!”

Yumna menegaskan dengan mata melebar, tangan gemetar memegang dres putihnya. Make-up yang semula sempurna kini mulai luntur oleh air mata dan keringat panik. Sakit. Begitu menyakitkan hingga lututnya terasa tak mampu menahan tubuh.

Azriel memejamkan mata, mencoba menenangkan gemuruh amarah dan kecewa, namun suara-suara tamu undangan memecahnya.

“Mirip sekali itu. Masak bukan dia?”

“Ya ampun, kasihan Azriel.”

“Wanita jalang. Masih berani pura-pura polos pula.”

“Pernikahan belum sejam, sudah ketahuan kelakuannya.”

Zakia, sepupu Yumna, menatapnya tajam. “Bukan apanya, Yumna?! Lihat wajah wanita di video itu baik-baik! Mirip sekali denganmu. Cermin pun kalah mirip.”

Suara-suara itu menikam Yumna dari segala arah. Dia memandang sekeliling, berharap melihat satu saja wajah yang percaya bahwa dia tidak bersalah. Akan tetapi semua mata memandangnya seolah dia adalah noda paling kotor di acara itu.

Seorang tamu wanita berbisik cukup lantang untuk didengar semua meja terdekat, “Kalau aku jadi Azriel, langsung kuceraikan saja. Mau dapat apa dari wanita seperti itu?”

Sontak Yumna menoleh dengan ekspresi terlukis antara marah dan terhina. Azriel pun menatap tajam ke arah tamu itu, meski hatinya sendiri retak parah.

“Apa enggak takut dia punya penyakit kelamin?” ucap seorang lelaki, sepupu jauh keluarga Azriel, seolah ucapan itu hanyalah hal sepele yang pantas dilontarkan. “Kita gak tahu dia udah ditiduri berapa pria.”

Perkataan itu seperti kotoran panas yang dilemparkan ke wajah Yumna.

“Sungguh ini memalukan!” bentak Nenek Ami, tangan tuanya bergetar menahan amarah, matanya mengarah langsung pada Yumna seakan mawar putih itu berubah menjadi duri beracun.

Yumna memeluk tubuhnya sendiri. Dunia seakan mendorongnya ke tengah lingkaran hinaan. Napasnya tersengal-sengal, seolah udara yang masuk pun menolak keberadaannya. Dia menatap keluarganya.

Ibunya menunduk, seakan malu mengakui anak itu lahir darinya.

Ayahnya menatap dengan sorot dingin yang belum pernah Yumna lihat seumur hidupnya.

Yugi, kakaknya, berdiri dengan mata membara, bukan melindungi, tetapi menghakimi. Tidak ada lagi tatapan kasih sayang dari keluarganya.

“Kalian harus percaya! Wanita itu bukan aku,” teriak Yumna suaranya pecah, terisak, namun tegas. “Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu. Aku masih—”

“Kau pikir kami bodoh, Yumna?” potong Yugi, suaranya bergetar, tapi penuh luka. “Di video jelas-jelas kamu. Bagaimana kami bisa percaya?!”

Yumna terpaku.

“Ka ... Ka Yugi, aku—”

“Jangan panggil aku seperti itu!”

teriakan itu memukul dada Yumna lebih keras dari pukulan fisik manapun.

Tubuh Yumna limbung. Dia mencengkeram kain gaunnya agar tetap berdiri. Air mata jatuh bercucuran, menyusuri pipinya yang tadinya dirias indah untuk hari bahagia.

Yumna berharap keluarganya ada yang membela. Namun, yang ia dapatkan hanya tatapan jijik, kecewa, dan pengkhianatan, padahal ia tak berbuat apa-apa.

Azriel pun sama hancurnya. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya, mencoba memproses apa yang sedang terjadi.

“Yumna ....” Suara Azriel parau. “Kenapa? Kenapa begini?”

Yumna menggeleng keras, nyaris histeris.

“Aku tidak tahu! Demi Tuhan, Azriel, itu bukan aku! Aku tidak tahu siapa wanita itu, aku tidak—”

“Berhenti berbohong!”

Suara Nenek Ami meledak menghantam ruangan.

Langkahnya maju, menunjuk Yumna dengan jari gemetar.

“Sebaiknya kamu ceraikan dia sekarang juga, Azriel! Jangan sampai keluarga kita kotor karena punya menantu seperti ini!”

Hening. Seluruh ruangan tersedot masuk ke dalam satu titik, yaitu wajah Azriel dan Yumna.

Warna wajah Yumna hilang seluruhnya. Kata “cerai” menusuk jantungnya seperti pisau panjang.

“Tidak ....” bisik Yumna. “Tidak, jangan lakukan itu!”

Namun Azriel terpaku. Matanya goyah, sakit, marah, bingung.

Yumna tahu bagaimanapun dia mencintai Azriel. Dia adalah laki-laki yang menjunjung harga diri keluarga di atas segalanya. Dan sekarang, seluruh keluarga itu menuntut kepadanya.

***

Assalammualaikum, aku hadir kembali dengan karya baru. Semoga kalian suka dan bisa mengambil nilai baik dari cerita ini dan jangan ikuti hal buruk dalam cerita ini.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

aku hadir thor.. baru baca bab 1 aja udah dibuat nyesek.. miris banget nasib nya Yumna.. sungguh ironis sekali di hari bahagia nya malah mendapatkan hinaan yang begitu menyakitkan

2026-01-26

2

YULIEN KANTOHE

YULIEN KANTOHE

mlm kk,saya terharu dgn kisah pilu se orang pengantin yg di hianati.

2026-02-01

2

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘

Waalaikumsalam... salam kenal Thor, aku hadir di karyamu ini. Di awal cerita sudah disuguhkan kisah yang menarik sekali. Aku akan selalu hadir disini melanjutkan rasa penasaran terhadap kelanjutan ceritanya... 🥰🥰🥰

2026-01-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Karya Ramanda
92 Karya Ramanda ke-2
93 Karya Reni t
94 Karya Erma_Roviko
95 Karya Ridz
96 Karya Ayu Andila
97 Karya Ramanda
98 Muara Hati Azalea
99 Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar
100 Novel Misi
101 Karya Nita P
102 Penyesalan Suami
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Karya Ramanda
92
Karya Ramanda ke-2
93
Karya Reni t
94
Karya Erma_Roviko
95
Karya Ridz
96
Karya Ayu Andila
97
Karya Ramanda
98
Muara Hati Azalea
99
Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar
100
Novel Misi
101
Karya Nita P
102
Penyesalan Suami

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!