Mata Merah di Taring Beku

Jarum kompas di tangan pemimpin kelompok Sekte Darah itu bergetar hebat, mengeluarkan bunyi ciit yang menyakitkan telinga. Ujungnya yang runcing dan berkarat menunjuk lurus ke dada Chen Kai, seolah ingin melompat dan menusuk jantungnya.

"Kau..." Pemimpin Sekte Darah itu menyeringai, memperlihatkan gigi yang diasah runcing. Dia melangkah mendekat, sepatu bot kulitnya menghentak lantai kayu yang kotor. "Kau punya bau yang sangat... istimewa."

Suasana di kedai "Taring Beku" yang tadinya ramai seketika hening. Para pemburu harta karun dan buronan lainnya menyingkir ke tepi, memberi ruang. Di Kota Batu Hitam, mencampuri urusan Sekte Darah adalah cara tercepat untuk mati kehabisan darah.

Chen Kai tidak bergerak. Tangan kanannya masih memegang gelas arak, sementara tangan kirinya beristirahat di atas bungkusan kain Pedang Meteor Hitam di sampingnya.

"Aku sedang makan," kata Chen Kai, suaranya rendah dan serak dari balik tudung. "Pergi."

"Pergi?" Pemimpin itu tertawa, diikuti oleh anak buahnya. "Bocah, kau tidak mengerti. Kompas Darah ini tidak pernah salah. Darah di dalam nadimu... itu bukan darah manusia biasa. Itu bahan baku kelas satu untuk 'Pil Darah Suci' kami."

Dia mencabut belati lengkung yang bergerigi dari pinggangnya. Bilahnya berwarna merah tua, jelas beracun atau dikutuk.

"Serahkan dirimu baik-baik, dan aku akan menyedot darahmu dengan cepat," kata pemimpin itu. "Melawan, dan aku akan mengulitimu hidup-hidup untuk memeras setiap tetesnya."

"Yao," panggil Chen Kai dalam hati. "Analisis kekuatan."

"Pemimpin di Puncak Tingkat Delapan. Empat anak buah di Tingkat Tujuh," jawab Kaisar Yao bosan. "Sampah. Tapi hati-hati, teknik darah mereka licik. Jangan biarkan darahmu tersedot, atau mereka bisa melacakmu lebih jauh."

Chen Kai menghela napas panjang. Uap panas keluar dari mulutnya.

"Aku sudah memperingatkanmu," katanya.

"Sombong! Tangkap dia!" teriak pemimpin itu.

Dua anak buah di kiri dan kanan menerjang maju. Tangan mereka bersinar dengan cahaya merah, membentuk cakar energi darah yang berbau amis.

"Teknik Cakar Pengisap Darah!"

Mereka mengincar bahu Chen Kai, berniat melumpuhkannya.

Chen Kai tidak menghindar.

BAM! BAM!

Sebelum cakar mereka menyentuh jubahnya, Chen Kai menghentakkan kedua kakinya ke bawah meja. Meja kayu tebal di depannya terlempar ke atas dengan kekuatan ledakan, menghantam dagu kedua penyerang itu.

Terdengar suara rahang patah yang mengerikan. Kedua kultivator Tingkat Tujuh itu terlempar ke belakang, darah menyembur dari mulut mereka, pingsan seketika.

Meja itu hancur berkeping-keping di udara.

Di balik serpihan kayu yang berterbangan, Chen Kai berdiri.

Dia tidak menarik pedang di punggungnya. Bungkusan kain itu tetap terikat. Sebaliknya, dia menyambar bungkusan pedang besar itu dengan satu tangan dan menggunakannya seperti tongkat pemukul raksasa.

"Mati!" Pemimpin Sekte Darah itu, yang marah melihat anak buahnya tumbang, melesat maju. Belatinya menusuk ke leher Chen Kai dengan kecepatan ular berbisa.

Chen Kai memiringkan kepalanya sedikit. Belati itu meleset satu inci.

Lalu, dia mengayunkan bungkusan Pedang Meteor Hitam secara horizontal.

"Minggir."

BUKK!

Bungkusan berat itu—yang di dalamnya berisi pedang seberat 500 jin—menghantam rusuk pemimpin itu.

Tidak ada teknik Qi yang rumit. Hanya berat mutlak dan kecepatan ayunan yang didukung oleh 'Tulang Api'.

Tulang rusuk pemimpin itu remuk ke dalam. Dia terlempar menyamping seperti boneka kain, menabrak tiang penyangga kedai hingga retak, lalu jatuh ke lantai dengan suara gedebuk basah.

Dua anak buah sisanya membeku. Mata mereka terbelalak ngeri. Bos mereka, seorang Puncak Tingkat Delapan, dipukul jatuh seperti lalat oleh "pengembara" ini hanya dengan satu ayunan bungkusan kain?

Chen Kai melangkah maju, menyeret bungkusan pedangnya di lantai. Suara gesekannya membuat bulu kuduk berdiri.

Dia berhenti di depan pemimpin yang terkapar, yang kini batuk darah dan mencoba merangkak mundur dengan ngeri. Kompas Darah tergeletak pecah di sampingnya.

"Darah siapa yang kau inginkan tadi?" tanya Chen Kai dingin.

"K-Kau..." Pemimpin itu gemetar. "Kau bukan Tingkat Delapan biasa... Kekuatan fisik itu... Siapa kau?!"

Chen Kai tidak menjawab. Dia menginjak dada pemimpin itu, menekannya ke lantai.

"Aku butuh informasi," bisik Chen Kai. "Sekte Darah... apa yang kalian cari di Reruntuhan Utara? Kenapa kalian mengumpulkan darah khusus?"

Pemimpin itu menyeringai lebar, meski darah mengalir dari giginya. "Hehe... kau terlambat... 'Leluhur Darah' sudah bangun... Dia lapar... Klan Jian... mereka menjanjikan 'Darah Naga'..."

Mata Chen Kai menyipit. Klan Jian bekerja sama dengan Sekte Darah?

"Di mana markas kalian?"

"Di neraka!" teriak pemimpin itu.

Tiba-tiba, tubuhnya membengkak dan memerah.

"Mundur! Dia meledakkan diri!" teriak Yao.

Chen Kai melompat mundur dengan 'Langkah Kilat Hantu'.

SPLAT!

Tubuh pemimpin itu meledak menjadi kabut darah yang korosif. Lantai kayu di tempatnya berbaring mendesis dan meleleh. Jika Chen Kai terlambat sedetik saja, dia akan mandi racun.

Suasana kedai hening total. Tidak ada yang berani bernapas.

Chen Kai berdiri di sana, jubahnya sedikit terkena percikan darah yang langsung mendesis dan menguap karena panas tubuhnya. Dia menatap sisa-sisa mayat itu.

"Klan Jian dan Sekte Darah..." gumamnya. "Mereka benar-benar serius."

Dia berbalik menatap pemilik kedai—seorang pria tua botak dengan satu mata yang sedang mengelap gelas dengan tenang, seolah pembunuhan barusan adalah hal biasa.

Chen Kai berjalan ke meja bar, meletakkan kantong berisi 50 Batu Roh.

"Ganti rugi meja," kata Chen Kai. "Dan satu informasi."

Pemilik kedai itu mengambil kantong itu tanpa berkedip. "Informasi apa, Tuan Pengembara?"

"Di mana aku bisa menemukan peta Reruntuhan Kuno yang paling akurat? Bukan peta sampah yang dijual di pasar."

Pemilik kedai menatap Chen Kai dengan mata satu-satunya. Dia menunjuk ke arah pintu belakang yang gelap.

"Pasar Gelap Bawah Tanah. Cari toko bernama 'Mata Seribu'. Bilang 'Si Tua Botak' yang mengirimmu. Tapi hati-hati... harga di sana bukan cuma Batu Roh. Kadang nyawa."

Chen Kai mengangguk.

Dia berbalik dan berjalan keluar dari kedai, meninggalkan ruangan yang penuh dengan mayat dan penjahat yang ketakutan.

Begitu dia keluar ke jalanan bersalju yang dingin, Chen Kai menarik napas dalam-dalam.

Perburuannya baru saja dimulai. Dan target pertamanya adalah 'Mata Seribu'.

Terpopuler

Comments

Darwito

Darwito

tuu

2026-06-20

0

Suwaini Kedaton

Suwaini Kedaton

ggg

2026-05-06

1

Harman Loke

Harman Loke

bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh

2026-04-06

0

lihat semua
Episodes
1 Tanah Putih Tanpa Hukum
2 Mata Merah di Taring Beku
3 Pasar Gelap dan Ramalan Buta
4 Mulut Iblis
5 Penyergapan dari Kedalaman
6 Penjaga Tua
7 Altar
8 Labirin Tulang
9 Malam Seribu Bayangan
10 Di Bawah Rahang Naga
11 Pembakaran Darah
12 Amarah Tulang Purba
13 Kebenaran Sang Pengkhianat
14 Padang Abu dan Awal yang Baru
15 Pengais Hantu
16 Gerbang Besi
17 Penginapan Roda Karat
18 Pesta Para Serigala
19 Neraka di Kota Besi
20 Naga Bangkit dari Lumpur
21 Langit Terbelah dan Jatuhnya Sang Komandan
22 Bayangan Ibu
23 Hutan Batu dan Bisikan Kabut
24 Gerbang Perak dan Darah Serigala
25 Api Naga Inti Bumi
26 Sayap Besi yang Meleleh
27 Kota di Atas Awan
28 Persiapan Sang Naga
29 Perang Harga di Ruang VIP
30 Penghadang di Gerbang Selatan
31 Titah Pedang Emas
32 Darah Teratai
33 Pisau Angin Tak Kasat Mata
34 Teratai Mekar di Tengah Badai
35 Hujan Darah di Mulut Lembah
36 Sisa Debu
37 Bayangan Darah
38 Pemisahan di Bawah Hujan
39 Darah yang Menuntun Arah
40 Penjara Tulang
41 Lautan Api di Penjara Darah
42 Jalan yang Ditinggalkan Ibu
43 Hutan Kuno di Bawah Gunung
44 Penjaga Gerbang Naga Langit
45 Sungai Perak dan Penjaga Gila
46 Jantung yang Berdetak di Langit
47 Sujud di Hadapan Raja
48 Meteor Jatuh di Atas Pedang Emas
49 Deklarasi Perang
50 Hantu di Dalam Pedang
51 Lautan Api di Gerbang Utara
52 Darah Emas dan Tulang Hantu
53 Langit yang Terbelah di Selatan
54 Janji di Bawah Nisan Pedang
55 Pedang Kaisar dan Naga Teratai
56 Meninggalkan Sarang
57 Gurun Tulang Putih
58 Wajah di Balik Topeng
59 Badai Pisau
60 Teratai Mekar di Dalam Api
61 Hantu di Siang Hari
62 Legenda Sang Iblis
63 Harga Sebuah Nyawa
64 Darah di Gang Gelap
65 Lembah Kematian
66 Darah di Bawah Bulan Ungu
67 Jalan yang Berbeda
68 Tanah yang Menolak Kehidupan
69 Neraka Sembilan Tingkat
70 Menyelam ke Dalam Nadi Iblis
71 Menuju Neraka
72 Jatuh ke Dalam Sunyi
73 Kehancuran di Lorong Sunyi
74 Pantulan yang Tertawa
75 Reuni di Dasar Neraka
76 Janji Darah dan Pelarian Naga
77 Hantu di Dalam Lumpur
78 Kuali Daging Manusia
79 Amukan Raja Besi Putih
80 Harga Sebuah Kepala
81 Kota Tanpa Matahari
82 Bangkit
83 Racun di Atas Racun
84 Tarian Kipas Berdarah
85 Kelahiran Naga Racun
86 Sentuhan Mematikan
87 Hutan Kabut Ungu
88 Hujan Asam di Ngarai Ular
89 Perpisahan
90 Enam Bulan dalam Kesunyian
91 Mimpi Buruk di Kota Tambang
92 Runtuhnya Benteng Emas
93 Sayembara Darah
94 Tungku Api dan Bayangan Maut
95 Arogansi di Gerbang Kota
96 Tiga Hantu dalam Kabut
97 Topeng di Dalam Bayangan
98 Pedang Tanpa Mata
99 Tuan Muda dari Utara
100 Cermin Iblis dan Kuda Gila
101 Drum Naga dan Pangeran Darah
102 Hutan Berburu dan Mangsa yang Salah
103 Umpan Hidup dan Seni Darah
104 Arena Teratai Terapung
105 Xiao Mei
106 Kuali Api Manusia
107 Tamu Tengah Malam dan Hati yang Membeku
108 Ledakan di Dalam Peti Mati Es
109 Anggur Darah dan Tawaran Iblis
110 Darah di Atas Teratai
111 Satu Detik Menuju Neraka
112 Hadiah dari Sang Iblis
113 Debu di Atas Sejarah yang Terkubur
114 Kera Gila dan Pilar yang Retak
115 Tangisan di Bawah Permukaan
116 Pupuk Kematian
117 Amukan Orang Gila di Gerbang Utara
118 Darah untuk Sang Naga
119 Runtuhnya Teratai dan Bangkitnya Naga
120 Peta Pelabuhan dan Legenda Terkutuk
121 Bayangan di Atas Gelagar Besi
122 Di Antara Rahasia dan Bahaya
123 Benih Kebencian yang Bersemi
124 Malam Pengkhianatan
125 Resonasi Kegelapan
126 Tarian Maut di Tengah Badai
127 Bisikan dari Kedalaman Kabut
128 Pulau Tulang Naga
129 Tamu Tak Diundang
130 Hujan Darah di Gerbang Tengkorak
131 Rahasia Sektor Utara
132 Malam Ritual Darah
133 Gejolak Ruang dan Waktu
134 Kota di Atas Karang
135 Rumah Lelang Naga Laut
136 Harga Sebuah Kesombongan
137 Tarian Ruang Hampa
138 Makam
139 Eksperimen Maut
140 Ujung Jembatan Takdir
141 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Tanah Putih Tanpa Hukum
2
Mata Merah di Taring Beku
3
Pasar Gelap dan Ramalan Buta
4
Mulut Iblis
5
Penyergapan dari Kedalaman
6
Penjaga Tua
7
Altar
8
Labirin Tulang
9
Malam Seribu Bayangan
10
Di Bawah Rahang Naga
11
Pembakaran Darah
12
Amarah Tulang Purba
13
Kebenaran Sang Pengkhianat
14
Padang Abu dan Awal yang Baru
15
Pengais Hantu
16
Gerbang Besi
17
Penginapan Roda Karat
18
Pesta Para Serigala
19
Neraka di Kota Besi
20
Naga Bangkit dari Lumpur
21
Langit Terbelah dan Jatuhnya Sang Komandan
22
Bayangan Ibu
23
Hutan Batu dan Bisikan Kabut
24
Gerbang Perak dan Darah Serigala
25
Api Naga Inti Bumi
26
Sayap Besi yang Meleleh
27
Kota di Atas Awan
28
Persiapan Sang Naga
29
Perang Harga di Ruang VIP
30
Penghadang di Gerbang Selatan
31
Titah Pedang Emas
32
Darah Teratai
33
Pisau Angin Tak Kasat Mata
34
Teratai Mekar di Tengah Badai
35
Hujan Darah di Mulut Lembah
36
Sisa Debu
37
Bayangan Darah
38
Pemisahan di Bawah Hujan
39
Darah yang Menuntun Arah
40
Penjara Tulang
41
Lautan Api di Penjara Darah
42
Jalan yang Ditinggalkan Ibu
43
Hutan Kuno di Bawah Gunung
44
Penjaga Gerbang Naga Langit
45
Sungai Perak dan Penjaga Gila
46
Jantung yang Berdetak di Langit
47
Sujud di Hadapan Raja
48
Meteor Jatuh di Atas Pedang Emas
49
Deklarasi Perang
50
Hantu di Dalam Pedang
51
Lautan Api di Gerbang Utara
52
Darah Emas dan Tulang Hantu
53
Langit yang Terbelah di Selatan
54
Janji di Bawah Nisan Pedang
55
Pedang Kaisar dan Naga Teratai
56
Meninggalkan Sarang
57
Gurun Tulang Putih
58
Wajah di Balik Topeng
59
Badai Pisau
60
Teratai Mekar di Dalam Api
61
Hantu di Siang Hari
62
Legenda Sang Iblis
63
Harga Sebuah Nyawa
64
Darah di Gang Gelap
65
Lembah Kematian
66
Darah di Bawah Bulan Ungu
67
Jalan yang Berbeda
68
Tanah yang Menolak Kehidupan
69
Neraka Sembilan Tingkat
70
Menyelam ke Dalam Nadi Iblis
71
Menuju Neraka
72
Jatuh ke Dalam Sunyi
73
Kehancuran di Lorong Sunyi
74
Pantulan yang Tertawa
75
Reuni di Dasar Neraka
76
Janji Darah dan Pelarian Naga
77
Hantu di Dalam Lumpur
78
Kuali Daging Manusia
79
Amukan Raja Besi Putih
80
Harga Sebuah Kepala
81
Kota Tanpa Matahari
82
Bangkit
83
Racun di Atas Racun
84
Tarian Kipas Berdarah
85
Kelahiran Naga Racun
86
Sentuhan Mematikan
87
Hutan Kabut Ungu
88
Hujan Asam di Ngarai Ular
89
Perpisahan
90
Enam Bulan dalam Kesunyian
91
Mimpi Buruk di Kota Tambang
92
Runtuhnya Benteng Emas
93
Sayembara Darah
94
Tungku Api dan Bayangan Maut
95
Arogansi di Gerbang Kota
96
Tiga Hantu dalam Kabut
97
Topeng di Dalam Bayangan
98
Pedang Tanpa Mata
99
Tuan Muda dari Utara
100
Cermin Iblis dan Kuda Gila
101
Drum Naga dan Pangeran Darah
102
Hutan Berburu dan Mangsa yang Salah
103
Umpan Hidup dan Seni Darah
104
Arena Teratai Terapung
105
Xiao Mei
106
Kuali Api Manusia
107
Tamu Tengah Malam dan Hati yang Membeku
108
Ledakan di Dalam Peti Mati Es
109
Anggur Darah dan Tawaran Iblis
110
Darah di Atas Teratai
111
Satu Detik Menuju Neraka
112
Hadiah dari Sang Iblis
113
Debu di Atas Sejarah yang Terkubur
114
Kera Gila dan Pilar yang Retak
115
Tangisan di Bawah Permukaan
116
Pupuk Kematian
117
Amukan Orang Gila di Gerbang Utara
118
Darah untuk Sang Naga
119
Runtuhnya Teratai dan Bangkitnya Naga
120
Peta Pelabuhan dan Legenda Terkutuk
121
Bayangan di Atas Gelagar Besi
122
Di Antara Rahasia dan Bahaya
123
Benih Kebencian yang Bersemi
124
Malam Pengkhianatan
125
Resonasi Kegelapan
126
Tarian Maut di Tengah Badai
127
Bisikan dari Kedalaman Kabut
128
Pulau Tulang Naga
129
Tamu Tak Diundang
130
Hujan Darah di Gerbang Tengkorak
131
Rahasia Sektor Utara
132
Malam Ritual Darah
133
Gejolak Ruang dan Waktu
134
Kota di Atas Karang
135
Rumah Lelang Naga Laut
136
Harga Sebuah Kesombongan
137
Tarian Ruang Hampa
138
Makam
139
Eksperimen Maut
140
Ujung Jembatan Takdir
141
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!