Penyergapan dari Kedalaman

Dingin.

Itulah sensasi pertama yang menusuk kulit Chen Kai saat dia tenggelam ke dalam danau hitam itu. Tapi dingin ini bukan sekadar suhu rendah; ini adalah dingin yang bersifat korosif, seperti ribuan jarum es kecil yang mencoba menembus pori-porinya.

"Tahan napasmu," peringatan Kaisar Yao bergema di benaknya. "Air ini mengandung racun 'Yin Beku'. Jangan biarkan setetes pun masuk ke mulut atau hidungmu."

Chen Kai mengaktifkan 'Tulang Api'-nya dengan intensitas rendah—cukup untuk menjaga darahnya tetap hangat tanpa memancarkan cahaya atau panas yang bisa dideteksi oleh musuh di permukaan.

Dia berenang di dasar danau yang berlumpur, bergerak tanpa suara seperti hantu air. Visibilitas di sini nol, tapi Chen Kai tidak membutuhkan mata. Dia menggunakan getaran di air untuk merasakan posisi ketiga targetnya di tepi danau.

Satu... Dua... Tiga detak jantung di permukaan.

Mereka dekat.

Di darat, suasana di perkemahan kecil Serikat Pembunuh Bayangan itu tegang namun sunyi.

"San belum kembali dari buang air?" tanya si pemimpin (Awal Tingkat Delapan), seorang pria dengan bekas luka bakar di lehernya. Dia sedang mengasah pisau belatinya yang melengkung.

"Mungkin dia jatuh ke lubang kotoran," kekeh pembunuh kedua (Puncak Tingkat Tujuh). Dia berdiri di tepi danau, menatap air hitam yang tenang, tidak menyadari bahwa kematian sedang menatap balik dari kedalaman.

"Air ini tenang sekali," gumam pembunuh itu, menendang kerikil ke dalam air. "Konon ada monster air di sini."

"Jangan bicara omong kosong. Monster di sini sudah mati karena racun," kata pemimpin itu tanpa mendongak.

Tepat saat kerikil itu menyentuh permukaan air...

SPLAT!

Air di depan pembunuh kedua itu meledak pelan. Bukan ledakan besar, tapi cipratan cepat.

Sebuah tangan—yang terbungkus gauntlet logam merah bersisik—melesat keluar dari air seperti rahang buaya.

Tangan itu mencengkeram pergelangan kaki pembunuh itu.

"Hah?"

Sebelum dia sempat berteriak, Chen Kai menariknya ke bawah dengan kekuatan Puncak Tingkat Sembilan.

BYUR!

Pembunuh itu menghilang ke dalam air hitam dalam sekejap mata. Hanya ada sedikit riak yang tertinggal.

"San? Si?" Pemimpin itu mendongak, merasakan ada yang salah. "Si! Di mana kau?!"

Tidak ada jawaban. Temannya lenyap begitu saja.

Pemimpin itu dan satu pembunuh yang tersisa (Puncak Tingkat Tujuh) segera melompat berdiri, senjata terhunus.

"Siaga! Ada sesuatu di air!"

Mereka mundur menjauhi tepi danau, punggung saling menempel. Mata mereka menyapu permukaan air yang kembali tenang dan menghitam.

"Apakah itu binatang buas?" bisik pembunuh ketiga dengan suara gemetar.

"Diam. Fokus," desis pemimpin itu.

Hening. Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

Tiba-tiba, mayat pembunuh yang baru saja ditarik itu terlempar keluar dari air, mendarat tepat di dekat api unggun mereka. Lehernya sudah patah, diputar dengan sudut yang tidak wajar.

"Itu Si!" teriak pembunuh ketiga.

Saat perhatian mereka teralihkan oleh mayat itu...

DUAR!

Chen Kai meledak keluar dari air di belakang mereka.

Dia melompat tinggi ke udara, tetesan air hitam beracun berhamburan dari jubah kulit serigalanya. Di tangan kanannya, Pedang Meteor Hitam (yang baru saja dia tarik dari cincin penyimpanan saat melompat) terangkat tinggi.

"Mati!"

"Di belakang!" teriak pemimpin itu.

Dia bereaksi cepat, memutar tubuhnya dan menyilangkan dua belatinya untuk menahan serangan.

Tapi Chen Kai tidak menggunakan teknik pedang. Dia menggunakan pedang berat itu sebagai palu godam, ditambah dengan gaya gravitasi dari lompatannya.

KRAAAK!

Pedang Meteor Hitam menghantam silangan belati pemimpin itu.

Belati baja Peringkat Roh Rendah itu hancur berkeping-keping.

Pedang hitam itu terus meluncur ke bawah, menghantam bahu kiri pemimpin itu.

"ARGHHH!"

Tulang selangkanya hancur. Pemimpin itu terlempar ke tanah, berguling kesakitan.

Pembunuh ketiga, melihat pemimpinnya tumbang dalam satu serangan, panik. Dia tidak menyerang Chen Kai. Dia berbalik dan lari menuju terowongan keluar, sambil merogoh saku jubahnya untuk mengambil suar sinyal.

"Jangan harap!"

Chen Kai mendarat, lalu segera menghentakkan kakinya.

"Langkah Kilat Hantu!"

Tubuhnya hilang. Dia muncul tepat di depan pembunuh yang berlari itu.

Tangan kiri Chen Kai (Cakar Naga) mencengkeram tenggorokan pembunuh itu dan mengangkatnya ke udara.

"K-Kau..." pembunuh itu meronta, matanya melotot. Suar sinyal jatuh dari tangannya yang lemas.

KRAK.

Chen Kai meremas. Nyawa pembunuh itu berakhir.

Dia melempar mayat itu ke samping dan berbalik menatap pemimpin yang sedang berusaha merangkak menjauh sambil memegangi bahunya yang hancur.

Chen Kai berjalan mendekat, pedang besarnya menyeret di tanah, menciptakan suara gesekan yang mengerikan.

"K-Kau bukan binatang buas..." pemimpin itu terbatuk darah, menatap Chen Kai dengan ngeri. Aura Chen Kai (Puncak Tingkat Sembilan) sekarang terpancar penuh, menekan ruangan gua itu. "Kau... target itu..."

"Kalian menjaga jalan ini untuk Klan Jian?" tanya Chen Kai dingin.

"Heh... kau pikir membunuh kami akan menyelamatkanmu?" Pemimpin itu tertawa histeris. "Tetua Bayangan ada di ujung terowongan ini... dia adalah Pembangunan Fondasi... kau hanya berjalan menuju kematianmu..."

"Pembangunan Fondasi?" Chen Kai mengangkat alis.

"Ya... dia akan mengulitimu dan—"

SRET.

Chen Kai mengayunkan pedangnya, memenggal kepala pemimpin itu.

"Terlalu banyak bicara," gumam Chen Kai.

Dia menyeka darah dari pedangnya ke jubah pemimpin itu. Pertarungan selesai dalam waktu kurang dari satu menit. Efisiensi pembunuhan yang sempurna.

"Tiga nyawa," kata Kaisar Yao. "Tapi dia menyebutkan 'Tetua Bayangan' di ujung jalan. Pembangunan Fondasi."

Chen Kai menggeledah mayat pemimpin itu. Dia menemukan sebuah peta rute yang lebih detail tentang bagian dalam 'Jalan Kematian' dan sebuah token giok hitam dengan ukiran ular.

Token Akses Serikat Pembunuh.

"Ini berguna," kata Chen Kai. "Mungkin aku bisa melewati pos pemeriksaan berikutnya dengan menyamar."

"Tapi Pembangunan Fondasi..." Kaisar Yao mengingatkan. "Kau belum pernah membunuh Pembangunan Fondasi sejati. Jian Chen waktu itu baru dan arogan. Seorang pembunuh tua di Pembangunan Fondasi akan jauh lebih licik."

"Aku tahu," kata Chen Kai, menatap ke dalam kegelapan terowongan yang mengarah lebih dalam. "Itulah sebabnya aku harus menyiapkan kejutan untuknya."

Chen Kai melihat ke arah mayat-mayat itu, lalu ke arah danau beracun. Sebuah ide gila muncul di benaknya.

"Yao, apakah kau bisa membantuku meramu racun dari air danau ini dan bisa kelabang tadi?"

"Kau mau membuat 'Bom Racun Yin'?" Kaisar Yao tertawa, suara yang jarang terdengar. "Bocah, kau semakin mirip kultivator iblis setiap hari. Aku suka itu. Ayo kumpulkan bahannya."

Chen Kai mulai bekerja. Dia tidak langsung melanjutkan perjalanan. Dia akan mengubah 'Jalan Kematian' ini menjadi senjata pribadinya.

Satu jam kemudian.

Chen Kai kembali berjalan menyusuri lorong gelap, meninggalkan danau di belakangnya. Di pinggangnya, kini tergantung 5 bola hitam kecil yang terbuat dari tanah liat dan disegel dengan Qi.

Bom racun darurat.

Dia melangkah menuju konfrontasi berikutnya, menuju pintu keluar Reruntuhan Kuno, di mana sang Tetua Bayangan menunggu.

Terpopuler

Comments

Taufik Rahman

Taufik Rahman

sulit membedakan golongan yang sedang berjuang mencapai puncak kehormatan... siapa2 yg baik dan siapa2 hahat🤔🤔🤔

2026-01-17

1

Purnama Servis Kamera Demak

Purnama Servis Kamera Demak

Harus dengan persiapan untuk menghadapi ahli alam pondasi

2026-02-12

1

Tjatur Tjatur

Tjatur Tjatur

wah tambah cerdas bisa membuat senjata pembunuh massal 💪💪

2026-01-16

1

lihat semua
Episodes
1 Tanah Putih Tanpa Hukum
2 Mata Merah di Taring Beku
3 Pasar Gelap dan Ramalan Buta
4 Mulut Iblis
5 Penyergapan dari Kedalaman
6 Penjaga Tua
7 Altar
8 Labirin Tulang
9 Malam Seribu Bayangan
10 Di Bawah Rahang Naga
11 Pembakaran Darah
12 Amarah Tulang Purba
13 Kebenaran Sang Pengkhianat
14 Padang Abu dan Awal yang Baru
15 Pengais Hantu
16 Gerbang Besi
17 Penginapan Roda Karat
18 Pesta Para Serigala
19 Neraka di Kota Besi
20 Naga Bangkit dari Lumpur
21 Langit Terbelah dan Jatuhnya Sang Komandan
22 Bayangan Ibu
23 Hutan Batu dan Bisikan Kabut
24 Gerbang Perak dan Darah Serigala
25 Api Naga Inti Bumi
26 Sayap Besi yang Meleleh
27 Kota di Atas Awan
28 Persiapan Sang Naga
29 Perang Harga di Ruang VIP
30 Penghadang di Gerbang Selatan
31 Titah Pedang Emas
32 Darah Teratai
33 Pisau Angin Tak Kasat Mata
34 Teratai Mekar di Tengah Badai
35 Hujan Darah di Mulut Lembah
36 Sisa Debu
37 Bayangan Darah
38 Pemisahan di Bawah Hujan
39 Darah yang Menuntun Arah
40 Penjara Tulang
41 Lautan Api di Penjara Darah
42 Jalan yang Ditinggalkan Ibu
43 Hutan Kuno di Bawah Gunung
44 Penjaga Gerbang Naga Langit
45 Sungai Perak dan Penjaga Gila
46 Jantung yang Berdetak di Langit
47 Sujud di Hadapan Raja
48 Meteor Jatuh di Atas Pedang Emas
49 Deklarasi Perang
50 Hantu di Dalam Pedang
51 Lautan Api di Gerbang Utara
52 Darah Emas dan Tulang Hantu
53 Langit yang Terbelah di Selatan
54 Janji di Bawah Nisan Pedang
55 Pedang Kaisar dan Naga Teratai
56 Meninggalkan Sarang
57 Gurun Tulang Putih
58 Wajah di Balik Topeng
59 Badai Pisau
60 Teratai Mekar di Dalam Api
61 Hantu di Siang Hari
62 Legenda Sang Iblis
63 Harga Sebuah Nyawa
64 Darah di Gang Gelap
65 Lembah Kematian
66 Darah di Bawah Bulan Ungu
67 Jalan yang Berbeda
68 Tanah yang Menolak Kehidupan
69 Neraka Sembilan Tingkat
70 Menyelam ke Dalam Nadi Iblis
71 Menuju Neraka
72 Jatuh ke Dalam Sunyi
73 Kehancuran di Lorong Sunyi
74 Pantulan yang Tertawa
75 Reuni di Dasar Neraka
76 Janji Darah dan Pelarian Naga
77 Hantu di Dalam Lumpur
78 Kuali Daging Manusia
79 Amukan Raja Besi Putih
80 Harga Sebuah Kepala
81 Kota Tanpa Matahari
82 Bangkit
83 Racun di Atas Racun
84 Tarian Kipas Berdarah
85 Kelahiran Naga Racun
86 Sentuhan Mematikan
87 Hutan Kabut Ungu
88 Hujan Asam di Ngarai Ular
89 Perpisahan
90 Enam Bulan dalam Kesunyian
91 Mimpi Buruk di Kota Tambang
92 Runtuhnya Benteng Emas
93 Sayembara Darah
94 Tungku Api dan Bayangan Maut
95 Arogansi di Gerbang Kota
96 Tiga Hantu dalam Kabut
97 Topeng di Dalam Bayangan
98 Pedang Tanpa Mata
99 Tuan Muda dari Utara
100 Cermin Iblis dan Kuda Gila
101 Drum Naga dan Pangeran Darah
102 Hutan Berburu dan Mangsa yang Salah
103 Umpan Hidup dan Seni Darah
104 Arena Teratai Terapung
105 Xiao Mei
106 Kuali Api Manusia
107 Tamu Tengah Malam dan Hati yang Membeku
108 Ledakan di Dalam Peti Mati Es
109 Anggur Darah dan Tawaran Iblis
110 Darah di Atas Teratai
111 Satu Detik Menuju Neraka
112 Hadiah dari Sang Iblis
113 Debu di Atas Sejarah yang Terkubur
114 Kera Gila dan Pilar yang Retak
115 Tangisan di Bawah Permukaan
116 Pupuk Kematian
117 Amukan Orang Gila di Gerbang Utara
118 Darah untuk Sang Naga
119 Runtuhnya Teratai dan Bangkitnya Naga
120 Peta Pelabuhan dan Legenda Terkutuk
121 Bayangan di Atas Gelagar Besi
122 Di Antara Rahasia dan Bahaya
123 Benih Kebencian yang Bersemi
124 Malam Pengkhianatan
125 Resonasi Kegelapan
126 Tarian Maut di Tengah Badai
127 Bisikan dari Kedalaman Kabut
128 Pulau Tulang Naga
129 Tamu Tak Diundang
130 Hujan Darah di Gerbang Tengkorak
131 Rahasia Sektor Utara
132 Malam Ritual Darah
133 Gejolak Ruang dan Waktu
134 Kota di Atas Karang
135 Rumah Lelang Naga Laut
136 Harga Sebuah Kesombongan
137 Tarian Ruang Hampa
138 Makam
139 Eksperimen Maut
140 Ujung Jembatan Takdir
141 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Tanah Putih Tanpa Hukum
2
Mata Merah di Taring Beku
3
Pasar Gelap dan Ramalan Buta
4
Mulut Iblis
5
Penyergapan dari Kedalaman
6
Penjaga Tua
7
Altar
8
Labirin Tulang
9
Malam Seribu Bayangan
10
Di Bawah Rahang Naga
11
Pembakaran Darah
12
Amarah Tulang Purba
13
Kebenaran Sang Pengkhianat
14
Padang Abu dan Awal yang Baru
15
Pengais Hantu
16
Gerbang Besi
17
Penginapan Roda Karat
18
Pesta Para Serigala
19
Neraka di Kota Besi
20
Naga Bangkit dari Lumpur
21
Langit Terbelah dan Jatuhnya Sang Komandan
22
Bayangan Ibu
23
Hutan Batu dan Bisikan Kabut
24
Gerbang Perak dan Darah Serigala
25
Api Naga Inti Bumi
26
Sayap Besi yang Meleleh
27
Kota di Atas Awan
28
Persiapan Sang Naga
29
Perang Harga di Ruang VIP
30
Penghadang di Gerbang Selatan
31
Titah Pedang Emas
32
Darah Teratai
33
Pisau Angin Tak Kasat Mata
34
Teratai Mekar di Tengah Badai
35
Hujan Darah di Mulut Lembah
36
Sisa Debu
37
Bayangan Darah
38
Pemisahan di Bawah Hujan
39
Darah yang Menuntun Arah
40
Penjara Tulang
41
Lautan Api di Penjara Darah
42
Jalan yang Ditinggalkan Ibu
43
Hutan Kuno di Bawah Gunung
44
Penjaga Gerbang Naga Langit
45
Sungai Perak dan Penjaga Gila
46
Jantung yang Berdetak di Langit
47
Sujud di Hadapan Raja
48
Meteor Jatuh di Atas Pedang Emas
49
Deklarasi Perang
50
Hantu di Dalam Pedang
51
Lautan Api di Gerbang Utara
52
Darah Emas dan Tulang Hantu
53
Langit yang Terbelah di Selatan
54
Janji di Bawah Nisan Pedang
55
Pedang Kaisar dan Naga Teratai
56
Meninggalkan Sarang
57
Gurun Tulang Putih
58
Wajah di Balik Topeng
59
Badai Pisau
60
Teratai Mekar di Dalam Api
61
Hantu di Siang Hari
62
Legenda Sang Iblis
63
Harga Sebuah Nyawa
64
Darah di Gang Gelap
65
Lembah Kematian
66
Darah di Bawah Bulan Ungu
67
Jalan yang Berbeda
68
Tanah yang Menolak Kehidupan
69
Neraka Sembilan Tingkat
70
Menyelam ke Dalam Nadi Iblis
71
Menuju Neraka
72
Jatuh ke Dalam Sunyi
73
Kehancuran di Lorong Sunyi
74
Pantulan yang Tertawa
75
Reuni di Dasar Neraka
76
Janji Darah dan Pelarian Naga
77
Hantu di Dalam Lumpur
78
Kuali Daging Manusia
79
Amukan Raja Besi Putih
80
Harga Sebuah Kepala
81
Kota Tanpa Matahari
82
Bangkit
83
Racun di Atas Racun
84
Tarian Kipas Berdarah
85
Kelahiran Naga Racun
86
Sentuhan Mematikan
87
Hutan Kabut Ungu
88
Hujan Asam di Ngarai Ular
89
Perpisahan
90
Enam Bulan dalam Kesunyian
91
Mimpi Buruk di Kota Tambang
92
Runtuhnya Benteng Emas
93
Sayembara Darah
94
Tungku Api dan Bayangan Maut
95
Arogansi di Gerbang Kota
96
Tiga Hantu dalam Kabut
97
Topeng di Dalam Bayangan
98
Pedang Tanpa Mata
99
Tuan Muda dari Utara
100
Cermin Iblis dan Kuda Gila
101
Drum Naga dan Pangeran Darah
102
Hutan Berburu dan Mangsa yang Salah
103
Umpan Hidup dan Seni Darah
104
Arena Teratai Terapung
105
Xiao Mei
106
Kuali Api Manusia
107
Tamu Tengah Malam dan Hati yang Membeku
108
Ledakan di Dalam Peti Mati Es
109
Anggur Darah dan Tawaran Iblis
110
Darah di Atas Teratai
111
Satu Detik Menuju Neraka
112
Hadiah dari Sang Iblis
113
Debu di Atas Sejarah yang Terkubur
114
Kera Gila dan Pilar yang Retak
115
Tangisan di Bawah Permukaan
116
Pupuk Kematian
117
Amukan Orang Gila di Gerbang Utara
118
Darah untuk Sang Naga
119
Runtuhnya Teratai dan Bangkitnya Naga
120
Peta Pelabuhan dan Legenda Terkutuk
121
Bayangan di Atas Gelagar Besi
122
Di Antara Rahasia dan Bahaya
123
Benih Kebencian yang Bersemi
124
Malam Pengkhianatan
125
Resonasi Kegelapan
126
Tarian Maut di Tengah Badai
127
Bisikan dari Kedalaman Kabut
128
Pulau Tulang Naga
129
Tamu Tak Diundang
130
Hujan Darah di Gerbang Tengkorak
131
Rahasia Sektor Utara
132
Malam Ritual Darah
133
Gejolak Ruang dan Waktu
134
Kota di Atas Karang
135
Rumah Lelang Naga Laut
136
Harga Sebuah Kesombongan
137
Tarian Ruang Hampa
138
Makam
139
Eksperimen Maut
140
Ujung Jembatan Takdir
141
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!