(Bukan) Motor Baru

“AAAAA!!!”

“Nino.. Nino.. hudang! (bangun).”

Asep mengguncang-guncang tubuh sahabatnya yang tiba-tiba saja berteriak kencang saat sedang tidur. Teriakan Nino sampai membangunkan dan mengganggu pasien lainnya. Asep tampak tak enak hati. Dia terus membangunkan Nino, sampai akhirnya pemuda itu terbangun.

“Sep..” panggil Nino begitu membuka matanya.

“Ai maneh kunaon? Gogorowokan jiga nu gelo (lo kenapa? Teriak-teriak kaya orang gila).”

“Lo kenapa baru datang?” kesal Nino sambil memukul lengan sahabatnya.

“Lah kocak. Urang geus di dieu titatadi. Ngan maneh hees (gue udah di sini dari tadi. Cuma elonya molor).”

Nino dan Asep memang datang dari suku berbeda. Nino yang keturunan Betawi, sementara Asep keturunan Sunda asli. Kedua orang tuanya asli orang Garut. Karenanya logat Sunda bicara Asep begitu kental ketika berbicara.

Biarpun mereka terkadang menggunakan bahasa yang berbeda, namun Nino bisa mengerti apa yang dibicarakan Asep. Hanya saja dia belum bisa berbicara Sunda seperti temannya.

“Gua barusan mimpi. Sumpah serem banget.”

“Mimpi apa?”

“Gue keluar dari kamar, terus ketemu suster. Tuh suster tiba-tiba aja dari matanya keluar darah terus mata yang satu copot, ngegantung sampai ke dekat hidung. Anjirr.. dia terus ngejar gue.”

“Jiirr.. bisa kencing di calana urang, hahaha..”

Asep menghentikan tawanya ketika melihat tatapan tajam dari salah satu penunggu pasien yang ada di kamar ini. Sadar kalau sudah mengganggu kenyamanan pasien lain, Asep mun menurunkan volume suaranya.

“Maneh naha bisa kecelakaan?”

“Ada mobil yang nabrak gue dari belakang. Sialan banget tuh orang, mana pake kabur lagi.”

“Geus lapor polisi?”

“Udah, Babe gue yang lapor. Mudah-mudahan ketemu tuh mobil yang nabrak gue. Gedeg banget gue. Eh tapi ada yang aneh pas kejadian kecelakaan.”

“Aneh naon?”

“Pas gue jatuh, gue lihat ada cewek di dekat gue. Dia juga telentang di aspal. Matanya lihat ke gue kaya orang butuh pertolongan gitu.

Tapi kata Babe ngga ada siapa-siapa di sana. Polisi bilang cuma ada gue aja di sana. Di rekaman cctv juga ngga ada tuh cewek. Kan aneh bet yak? Masa iya yang gue lihat setan?”

“Tong ngomong-ngomong jurig (setan), sieun aing (takut gue).”

Perbincangan keduanya terputus ketika Valen datang. Pria itu segera menarik kursi lain di dekat ranjang sang adik.

“Sep, nginep di sini?”

“Nggak tahu, Bang.”

“Udah nginep aja. Daripada Lo balik, udah malam juga. Tar diikutin kunti baru tahu rasa Lo.”

“Jirr.. ngajak ribut maneh?” kesal Asep.

Nino hanya tertawa saja melihat reaksi sahabatnya. Asep ini memang tergolong manusia penakut, sama seperti dirinya.

Namun mereka bukan takut pada manusia, tapi takut dengan makhluk lain yang hanya bisa dilihat tapi tidak bisa disentuh, alias makhluk astral.

Singkat cerita, akhirnya Asep memutuskan tidur di rumah sakit. Dia juga takut kalau harus pulang ke kost-annya. Waktu sudah pukul sepuluh malam.

Perjalanan menuju tempat kostnya cukup jauh dan harus melewati jalan yang kanan kirinya ditumbuhi pohon besar dan minim penerangan.

***

Setelah dua minggu dirawat di rumah sakit, akhirnya Nino diperbolehkan pulang. Pemuda itu memilih pulang ke Depok untuk memulihkan diri lebih dulu. Rencananya dia akan tinggal selama seminggu, baru kemudian kembali ke Bandung untuk melanjutkan pendidikannya.

Selama itu pula, Nino tidak mengalami gangguan lagi. Dia tidak pernah diganggu mimpi didatangi makhluk halus dan tentu saja membuatnya tenang. Pemuda itu menganggap kalau mimpi waktu itu hanya bunga tidur saja. Nino juga sudah melupakan wanita yang dilihatnya saat kecelakaan motor.

Setelah beristirahat selama seminggu, Nino bersiap untuk kembali ke Bandung. Pria itu memasukkan beberapa potong pakaian ke dalam ranselnya.

“Be.. motor Nino gimana?”

“Motor Lo ringsek. Tapi tenang aje. Babe udah siapin motor baru buat Elo.”

“Asyik.”

Dalam pikiran Nino, sang Ayah akan membelikannya motor seperti yang digunakannya kemarin, hanya saja naik versi.

Tangan Rojali bergerak meminta Nino mengikutinya ketika mendengar suara motor berhenti di depan rumahnya.

“Noh.. motor baru lo,” tangan Rojali menunjuk sebuah motor bebek berwarna putih di bagian depannya.

Mata Nino langsung membelalak. Alih-alih naik versi, justru motornya sekarang malah turun kelas. Dulu motor yang dipakainya adalah motor sport.

“Buset, Babe kaga salah ngasih Nino motor begituan?”

“Sembarangan, Lo! Gitu-gitu juga motor legend. Tuh motor Babe beli tahun 2016, sampai sekarang masih bagus. Tarikannya masih kenceng. Mending Lo pake motor ini aja.”

“Ogah, mending Nino pake motor yang kemarin.”

“Motor Lo udah Babe jual. Pamali pake motor bekas kecelakaan. Anggap aja buang sial.”

“Ya tapi masa Nino pake motor ini sih, Be. Mana mau pulang ke Bandung. Kalau mogok tengah jalan gimana?”

“Kagak bakalan. Nih motor sehat, baru aja Babe bawa ke bengkel. Udah diservice, ganti oli, ganti ban, bensinnya juga full. Kagak ada apa-apa, percaya sama Babe.”

“Kalau percaya sama Babe, musyrik jadinya.”

“Elo tuh kalau dikasih tahu orang tua, jawab mulu. Badeg bener!”

Rojali hendak memukul anaknya, namun dengan cepat Nino berkelit. Alhasil adu mulut antara anak dan Bapak dimenangkan oleh Rojali. Dengan sangat amat terpaksa Nino menerima motor pemberian Rojali atau lebih tepatnya disebut motor warisan.

“Hati-hati di jalan, Nino.”

“Iye, Mami.”

“Baca doa sebelum pergi. Kalau capek, istirahat aja dulu.”

“Siap.”

“Lo mau lewat mana?”

“Ya paling lewat Puncak.”

“Sekarang kan Minggu, pasti macet. Mending Lo lewat Jonggol aja.”

“Iya dah, gimana nanti.”

Nino mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian. Setelah mengucapkan salam, pria itu segera menjalankan kendaraan roda duanya. Tak lupa dia mengucapkan doa sebelum tancap gas.

“Mami khawatir si Nino pulang naik motor. Apalagi dia habis kecelakaan.”

“Kagak nape-nape. Lo jangan mikir macem-macem. Berdoa aja buat anak Lo.”

Weni hanya menganggukkan kepalanya. Walau cemas, namun wanita itu tetap mencoba berpikir positif. Hanya doa yang bisa dia panjatkan agar anaknya selamat sampai di Bandung.

***

Setelah menempuh perjalanan selama lima jam lebih, akhirnya Nino tiba juga di kota Bandung. Waktu sudah sore ketika dia sampai. Pria itu langsung menuju daerah Surapati, di mana kost-annya berada.

Motor yang dikendarai Nino berbelok memasuki jalan Gagak kemudian berbelok memasuki sebuah rumah yang pintu pagarnya dibiarkan terbuka. Pemuda itu memarkirkan motor di parkiran, kemudian masuk ke dalam kost-an yang bentuknya seperti rumah sambil menenteng helmnya.

“No, udah sehat?” tanya salah satu penghuni kost.

“Alhamdulillah.”

Tanpa berlama-lama, Nino segera masuk ke dalam kost-an. Dia ingin segera beristirahat di kamarnya. Sebelum masuk ke kamarnya, dia melihat ke kamar di sebelahnya, yakni kamar Asep. Sepatu pemuda itu tidak ada, yang menandakan pemuda itu sedang tidak berada di kamarnya.

Tanpa berpikir panjang, Nino segera masuk ke kamarnya. Tidak ada yang berubah di dalam kamarnya. Kasur, meja belajar denga kursi dan lemari plastik menjadi penghuni tetap kamar kost-nya. Pria itu langsung merebahkan tubuh di atas kasur.

Karena kelelahan, Nino jatuh tertidur. Dia terbangun ketika mendengar ketukan di pintu. Suasana kamar sudah gelap, sepertinya dia tertidur cukup lama. Dia melihat jam di ponselnya, waktu menunjukkan pukul 18.10.

Kembali terdengar ketukan di pintu. Nino segera bangun dan membukakan pintu. Nampak Asep sudah berdiri di depannya.

“Iraha balik? (kapan pulang).”

“Tadi jam empat.”

Asep langsung masuk ke kamar Nino lalu mendaratkan bokongnya di sisi ranjang. Nino yang masih berada di dekat pintu bermaksud mendekati Asep. Namun langkahnya tertahan ketika ponsel di tangannya berdering.

Kening Nino mengernyit melihat nama sang pemanggil adalah Asep. Sementara yang memanggil sedang duduk di kasurnya.

“Sep.. Lo ngapain telepon gue?” tanya Nino bingung.

“Hape urang leungit euy. Angkat we (hape gue hilang. Angkat aja).”

Tanpa menaruh curiga, Nino langsung mengangkat panggilan dari Asep. Siapa tahu orang yang menelponnya menemukan ponsel temannya. Nino mencoba berpikir positif.

“Halo.”

“No, urang keur di jalan. Maneh geus dahar acan? Rek dipangmeulikeun naon? (No, gue lagi di jalan. Lo udah makan belum? Mau dibeliin apa?).”

***

Biar lebih hidup, percakapannya aku sengaja pakai bahasa Sunda walau ngga semua. Tapi tenang aja, ada terjemahannya kok.

Terpopuler

Comments

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

lahh..... apa bener Asep yg lg bersama Nino ato ririwa ?
yg nlp Nino apa aspal/ Asep asli apa palsu🤔....ato orang jahat yg nemuin hp Asep.....hadeuhh jawabannya masih lama 24 jam lg 😔.... sabar. sabar. sabar. 😁

2025-12-05

3

☘𝓡𝓳 IႶძiჁმ ☘𝓡𝓳

☘𝓡𝓳 IႶძiჁმ ☘𝓡𝓳

huumm di sekolahin tinggi tuh biar pinter ilmu ...bukan biar pinter jawab mulu perkataan babe ya beh...getok beh pake uang merah segepok tuman beh 😁

2025-12-05

2

mom'snya devadhamian

mom'snya devadhamian

lamun anu telpon si Asep ..berarti eta anu diuk di kasur jurig no🤣🤣🤣halig siah no jurig ngawujud si Asep eta🤣🤣🤣

2025-12-05

3

lihat semua
Episodes
1 Tersadar
2 (Bukan) Motor Baru
3 Penumpang Ghoib
4 Hantu Usil
5 Ruqiyah
6 Satmori
7 Debat Kusir
8 Blusukan
9 Noni Belanda
10 Curhat
11 Eris
12 Nasehat Eris
13 Penampakan Pertama
14 Keroyokan
15 Tolong Aku
16 Mendadak Detektif
17 Informan Mengerikan
18 Setan Trauma
19 Menjadi Saksi
20 Identitas Terungkap
21 Informan Rahasia
22 Tersangka
23 Indigo Terpaksa
24 Mencari Jejak
25 Saksi Baru
26 Bantuan Pengacara
27 Rencana Jahat
28 TKP
29 Penguntit
30 Dikejar Preman dan Setan
31 Aksi Kancing Cetet
32 Pertolongan Tepat Waktu
33 Berburu Anton
34 Pengakuan
35 Selamat Tinggal
36 Liburan
37 Gangguan di Malam Hari
38 Setan Ganjen & Hantu Baperan
39 Spesialis Penemu Kerangka
40 Live Rekonstruksi
41 Penyelidikan Dimulai
42 Syarat
43 Perlombaan
44 Bawa Aku Pulang
45 Kembali Pulang
46 Interogasi
47 Kasus Terselesaikan
48 Nama Jadul
49 Kasus TPPO
50 Gedung Kosong
51 Mendadak Zombie
52 Pertarungan
53 Upaya Penyelamatan
54 Pengocok Andal
55 Penculikan
56 Tolong! di Sini Banyak Setan
57 Pertolongan di Saat Genting
58 Mencari Jalan Keluar
59 Kucing-kucingan
60 Lolos Dari Bahaya
61 Terlahir Indigo
62 Cinta Lama Udah Kelar
63 Sketsa
64 Mencari Jejak Yara
65 Finding Yara
66 Finally Found You
67 Eris is Yara?
68 Perkembangan Baik
69 Bahaya Mengancam
70 Ingatan yang Terbenam
71 Kronologi
72 Merajuk
73 Kode Rahasia
74 Jurig Goreng Patut
75 Suasana Mendebarkan
76 Rencana Jebakan
77 Pertarungan
78 Bantuan di Saat Genting
79 Mendadak Hulk
80 Anwar dan Mela
81 Pelaku Penabrakan
82 GGS
83 Teror
84 Perburuan
85 Penyergapan
86 Khodam
87 Ahqam Ooh ... Ahqam
88 Mencari Safe House
89 Penjebakan
90 Salah Paham
91 Amukan Ahqam
92 Bukti Kuat
93 Dihantui
94 Eris
95 Saling Berkaitan
96 Mengungkap Ke Publik
97 Pancingan Berhasil
98 Pembalasan Eris
99 Anggota Jaringan Tirai Hitam
100 Superhero
101 Para Oknum
102 Pertarungan di Malam Hari
103 Informasi Penting
104 Malam Panjang
105 Terbungkam
106 Rencana Pelarian
107 Kabur
108 Pertarungan Para Jin
109 Salam Perpisahan
110 Kenaikan Pangkat Luar Biasa
111 Cita-cita yang Tercapai
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Tersadar
2
(Bukan) Motor Baru
3
Penumpang Ghoib
4
Hantu Usil
5
Ruqiyah
6
Satmori
7
Debat Kusir
8
Blusukan
9
Noni Belanda
10
Curhat
11
Eris
12
Nasehat Eris
13
Penampakan Pertama
14
Keroyokan
15
Tolong Aku
16
Mendadak Detektif
17
Informan Mengerikan
18
Setan Trauma
19
Menjadi Saksi
20
Identitas Terungkap
21
Informan Rahasia
22
Tersangka
23
Indigo Terpaksa
24
Mencari Jejak
25
Saksi Baru
26
Bantuan Pengacara
27
Rencana Jahat
28
TKP
29
Penguntit
30
Dikejar Preman dan Setan
31
Aksi Kancing Cetet
32
Pertolongan Tepat Waktu
33
Berburu Anton
34
Pengakuan
35
Selamat Tinggal
36
Liburan
37
Gangguan di Malam Hari
38
Setan Ganjen & Hantu Baperan
39
Spesialis Penemu Kerangka
40
Live Rekonstruksi
41
Penyelidikan Dimulai
42
Syarat
43
Perlombaan
44
Bawa Aku Pulang
45
Kembali Pulang
46
Interogasi
47
Kasus Terselesaikan
48
Nama Jadul
49
Kasus TPPO
50
Gedung Kosong
51
Mendadak Zombie
52
Pertarungan
53
Upaya Penyelamatan
54
Pengocok Andal
55
Penculikan
56
Tolong! di Sini Banyak Setan
57
Pertolongan di Saat Genting
58
Mencari Jalan Keluar
59
Kucing-kucingan
60
Lolos Dari Bahaya
61
Terlahir Indigo
62
Cinta Lama Udah Kelar
63
Sketsa
64
Mencari Jejak Yara
65
Finding Yara
66
Finally Found You
67
Eris is Yara?
68
Perkembangan Baik
69
Bahaya Mengancam
70
Ingatan yang Terbenam
71
Kronologi
72
Merajuk
73
Kode Rahasia
74
Jurig Goreng Patut
75
Suasana Mendebarkan
76
Rencana Jebakan
77
Pertarungan
78
Bantuan di Saat Genting
79
Mendadak Hulk
80
Anwar dan Mela
81
Pelaku Penabrakan
82
GGS
83
Teror
84
Perburuan
85
Penyergapan
86
Khodam
87
Ahqam Ooh ... Ahqam
88
Mencari Safe House
89
Penjebakan
90
Salah Paham
91
Amukan Ahqam
92
Bukti Kuat
93
Dihantui
94
Eris
95
Saling Berkaitan
96
Mengungkap Ke Publik
97
Pancingan Berhasil
98
Pembalasan Eris
99
Anggota Jaringan Tirai Hitam
100
Superhero
101
Para Oknum
102
Pertarungan di Malam Hari
103
Informasi Penting
104
Malam Panjang
105
Terbungkam
106
Rencana Pelarian
107
Kabur
108
Pertarungan Para Jin
109
Salam Perpisahan
110
Kenaikan Pangkat Luar Biasa
111
Cita-cita yang Tercapai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!