Ruqiyah

“Apa lo kate? Mau pindah kuliah? Lo pikir pindah kuliah ngga pake duit? Lo pikir tuh duit tinggal metik di pohon? Bener-bener lo ya, jadi anak bikin susah mulu orang tua. Berapa biaya buat perawatan elo kemarin, hah?

Sekarang enak banget lo pengen pindah kuliah. Kagak ada! Beresin kuliah lo sampai selesai. Elo yang minta kuliah di Bandung, harus tanggung jawab, lo! Sekate-kate minta pindah kuliah. Lo pikir Babe lo ini konglomerat?!”

Bukannya menyetujui permintaan anaknya, Nino justru menerima ceramah panjang dari Babenya. Pria itu kesal tiba-tiba sang anak memintanya pindah kuliah.

Padahal dulu Nino yang ngotot ingin kuliah di Bandung, Sedangkan dirinya dan sang istri sempat meminta Nino kuliah di Depok saja. Demi sang anak, akhirnya Rojali pun mengijinkan.

“Tapi Nino takut, Be. Nino didatengin hantu terus.”

“Elo tuh laki! Masa takut sama hantu? Percuma Babe ngajarin elo silat kalau lo masih takut hantu!”

“Lah apa hubungannya, Be? Tuh hantu gangguin Nino, bukan ngajak berantem.”

“Elo tuh anaknya Rojali, cucunya Sabeni, malu-maluin banget takut sama hantu. Tuh hantu juga nggak bakal bisa nyakitin elo!”

“Ya emang sih, tapi bisa bikin serangan jantung.”

“Elo tuh masih muda, sehat. Olahraga yang rajin biar kagak kena serangan jantung!”

Nino hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ayahnya selalu saja memiliki jawaban atas pernyataan yang dilontarkannya. Sepertinya permintaannya tidak akan pernah terkabul.

“Elo yang rajin shalatnya, ngaji jangan main hape terus. Dzikir, hantu atau setan nggak akan bisa ganggu orang yang kuat imannye.”

Tidak ada jawaban dari Nino, hanya wajahnya saja yang berubah masam. Dari perubahan mimik wajah Nino, Asep sudah menduga kalau permintaan Nino ditolak mentah-mentah.

Namun dalam hati pemuda itu bersyukur, itu artinya Nino akan tetap melanjutkan kuliah di Bandung.

“Ya udah, Nino cuti dulu deh,” Nino masih berusaha negosiasi.

“Kagak ade! Enak aje cuti kuliah. Emangnya elo habis ngelahirin sampai minta cuti segala? Beresin kuliah elo! Kalau lo berani cuti kuliah apalagi berhenti kuliah, gue coret lo dari daftar warisan. Sekalian gue keluarin elo dari KK!”

Setelah mengatakan itu, Rojali langsung mengakhiri panggilan. Nino hanya bisa terdiam sambil memandangi ponselnya.

“Gimana, No? Diijinin?” tanya Asep berpura-pura tidak tahu.

“Boro-boro. Yang ada gue kena kuliah 4 SKS.”

“Hahaha..cek urang oge, geus teu kudu pindah kuliah. Tarima we, jalani (Kata gue juga apa, udah ngga usah pindah kuliah. Terima aja, jalani).”

“Ya lo enak ngomong begitu. Coba kalau lo yang jadi gue?”

“Nya kumaha deui. Lamun bisa, urang daek ningali jurig, maturan maneh. Tapi pan urang teu bisa (Ya gimana lagi. Kalau bisa, gue mau kalau bisa lihat setan, temenin elo. Tapi gue kan ngga bisa).”

“Ya terus gimana nih? Masa iya gue terus-terusan diintilin setan?”

“Urang neangan ustadz deui we (kita cari ustadz lagi). Menta diruqiyah.”

“Di mana?”

“Cenah aya ustadz anu sok ngaruqiyah di Gegerkalong. Erek moal? (Katanya ada ustadz yang suka ngeruqiyah di Gegerkalong. Mau ngga?).”

“Ya udah deh. Kapan mau ke sana?”

“Isukan kumaha? (Besok gimana?)”

“Oke.”

Karena proses pindah kuliah tidak mendapat restu dari Babe, akhirnya Nino menyetujui usulan Asep untuk melakukan ruqiyah. Semoga saja melalui ruqiyah, Nino berharap mata batinnya kembali tertutup.

***

Keesokan harinya, Nino ditemani Asep pergi ke daerah Gegerkalong selesai kuliah. Lewat petunjuk dari salah satu temannya, Asep melajukan kendaraan menuju lokasi.

Perjalanan memakan waktu selama empat puluh menit. Akhirnya mereka berhenti di depan rumah ustadz yang dimaksud.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumussalam,” terdengar suara seorang pria menjawab salam dari dalam rumah.

Tak berapa lama kemudian, pintu rumah terbuka. Nampak seorang pria paruh baya mengenakan baju koko, sarung dan kopeah. Wajah pria itu terlihat bersih, mungkin karena tak lepas dari air wudhu.

“Dengan ustdaz Dani?” tanya Asep.

“Benar. Kalian siapa?”

“Saya Asep, ini teman saya, Nino. Tujuan kami datang ke sini mau ruqiyah, ustadz.”

“Ayo masuk dulu.”

Ustadz Dani mempersilakan Asep dan Nino untuk masuk. Pria itu kemudian meminta anaknya membuatkan minuman untuk kedua tamunya. Tak butuh waktu lama, seorang gadis mengenakan hijab panjang datang membawakan dua gelas minuman.

Mata Asep dan Nino langsung tak lepas melihat anak sang ustadz yang ternyata berwajah cantik. Keduanya baru mengalihkan pandangan ketika terdengar deheman dari ustadz Dani. Usai menaruh gelas minuman, gadis itu bergegas kembali ke dalam.

“Siapa yang mau diruqiyah?”

“Nino, Pak ustadz.”

“Memangnya mengalami gangguan apa?”

Nino pun mulai menceritakan apa yang dialaminya. Semula bermula saat kecelakaan. Sejak terbangun dari koma, Nino mulai bisa melihat penampakan makhluk halus.

Pemuda itu juga menceritakan pertemuan dengan ustadz sebelumnya yang mengatakan kalau mata batinnya tidak bisa ditutup.

Setelah mendengar cerita Nino, ustadz Dani masih belum mengatakan apapun. Pria itu hanya memandangi Nino seperti tengah menelisik pemuda itu.

Dipandangi sedemikian rupa oleh sang ustadz, Nino jadi salah tingkah sendiri. Setelah hampir sepuluh menit memandangi Nino, barulah terdengar suara ustadz Dani.

“Kemampuan yang ada dalam dirimu bukanlah kemampuan bawaan. Mata batinmu dibuka secara paksa ketika kamu mengalami kecelakaan. Apa yang ustadz terdahulu bilang memang benar, kalau mata batinmu tidak bisa ditutup.

Sebenarnya bisa saja ditutup, tapi akan ada efeknya. Terbukanya mata batin kamu bukan karena kebetulan. Tapi sepertinya ada maksud lain.”

“Maksud lain apa, ustadz?”

“Saya juga tidak tahu. Tapi intinya, kemampuan yang kamu miliki mungkin bermanfaat untuk orang lain.”

“Hah? Bermanfaat gimana, ustadz?”

Nino semakin dibuat bingung dengan ucapan sang ustadz. Bukan hanya Nino, tapi Asep juga dibuat bingung.

“Seperti yang saya bilang, saya tidak tahu pasti apa. Tapi kemampuan yang kamu miliki akan membawa kebaikan untuk orang lain.”

“Jadi tidak bisa dihilangkan?”

“Sebenarnya bisa. Tapi seperti yang saya bilang, ada konsekuensinya.”

“Konsekuensinya apa?”

“Kamu bisa gila, kena stroke atau keterbelakangan mental.”

“Hah?”

Sontak Nino dan Asep berpandangan. Ingin rasanya Nino tidak percaya, tapi ekspresi wajah ustadz Dani nampak serius.

“Jadi bagusnya gimana, ustadz?”

“Kamu perkuat diri kamu saja. Jangan tinggalkan shalat, banyak membaca Al-Qur’an, banyak berdzikir. Dan jangan takut. Kalau kamu takut, makhluk-makhluk itu makin senang mengganggumu.”

“I-Iya, ustadz.”

“Ayo diminum dulu.”

Nino dan Asep segera mengambil gelas minuman di depan mereka. Setelah menghabiskan minuman, keduanya pun berpamitan.

Sepanjang perjalanan pulang, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Asep memecah keheningan di antara mereka.

“No, jadi kumaha?”

“Gue masih belum nyerah.”

“Lah terus?”

“Gue mau hubungi Encang Rohman. Gue baru inget kalau Cang Rohman tahu soal beginian?”

“Yakin? Kumaha mun bener ceuk ustadz? Mun maneh jadi debil kumaha? (Yakin? Gimana kalau benar apa kata ustadz? Gimana kalau lo jadi anak SLB?).”

“Ngga akan. Pokoknya gue mau telepon Encang.”

“Terserah maneh we.”

Perjalanan kembali berlanjut. Nino sudah bertekad untuk meminta bantuan Encangnya. Kalau ini masih gagal, maka dia akan terima nasib dengan lapang dada.

***

Sesampainya di kost-an, Nino langsung menghubungi Encangnya. Namun sampai deringan terakhir, Rohman masih belum menjawab panggilan.

Tak mau menyerah, Nino kembali menghubungi Pamannya. Di ponselnya menunjukkan panggilan tak terjawab sebanyak 12 kali. Sebanyak itulah Nino menghubungi tapi tidak diangkat juga.

Ketika Nino sudah menyerah, tidak disangka Rohman menelpon balik. Dengan cepat Nino menjawab panggilan tersebut.

“Assalamu’alaikum, Cang.”

“Waalaikumussalam. Ade ape, No?”

“Cang, tolongin Nino dong.”

“Tolong apaan.”

Dengan cepat Nino menceritakan keadaannya yang tiba-tiba bisa melihat makhluk halus pasca terbangun dari koma. Dia juga menceritakan apa yang dikatakan dua ustadz yang ditemuinya.

“Kira-kira ada cara buat nutup mata batin Nino ngga, Cang?” tanya Nino di akhir ceritanya.

“Ehm ... sebenernya ade sih. Ade doa yang bisa nutup mata batin lo.”

“Tapi aman kan, Cang?”

“Aman. Kalau ruqiyah itu lebih ke nutup mata batin lo secare pakse, nah kalau doa ini kan harus diamalin setiap habis shalat. Jadi proses penutupannye bertahap, kagak bakal ganggu fisik elo.”

“Wah mau, Cang. Tolongin Nino, Cang.”

“Besok gue ade acare ke Bandung. Nanti gue ke kost-an elo dah. Lo ade di kost-an jam berape?”

“Nino ada kuliah dari pagi sampai siang. Sore aja Cang kalau mau ke kost-an.”

“Ya udeh. Gue beresin kerjaan gue dulu, baru ke tempat elo. Kirimin aje alamatnye.”

“Siap, Cang.”

***

Terpopuler

Comments

Ila Lee

Ila Lee

semoga Nino bisa kuat tak semua orang boleh melihat makhluk halus itu satu keajaiban mental kena kuat semagat Nino

2025-12-24

3

Yeyet Rohaeti

Yeyet Rohaeti

jangan takut no, mungkin ada hikmahnya kamu bisa bantu hantu yg belum kelar dengan permasalahan nya, waktu dia masih hidup.

2026-07-09

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑵𝒊𝒏𝒐 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒌𝒆𝒎𝒂𝒎𝒑𝒖𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒅𝒊 𝒑𝒂𝒌𝒆 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒏𝒐𝒍𝒐𝒏𝒈 𝒕𝒖𝒉 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒂𝒓𝒘𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒏𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒚𝒈 𝒃𝒍𝒎 𝒕𝒖𝒏𝒕𝒂𝒔

2026-05-23

1

lihat semua
Episodes
1 Tersadar
2 (Bukan) Motor Baru
3 Penumpang Ghoib
4 Hantu Usil
5 Ruqiyah
6 Satmori
7 Debat Kusir
8 Blusukan
9 Noni Belanda
10 Curhat
11 Eris
12 Nasehat Eris
13 Penampakan Pertama
14 Keroyokan
15 Tolong Aku
16 Mendadak Detektif
17 Informan Mengerikan
18 Setan Trauma
19 Menjadi Saksi
20 Identitas Terungkap
21 Informan Rahasia
22 Tersangka
23 Indigo Terpaksa
24 Mencari Jejak
25 Saksi Baru
26 Bantuan Pengacara
27 Rencana Jahat
28 TKP
29 Penguntit
30 Dikejar Preman dan Setan
31 Aksi Kancing Cetet
32 Pertolongan Tepat Waktu
33 Berburu Anton
34 Pengakuan
35 Selamat Tinggal
36 Liburan
37 Gangguan di Malam Hari
38 Setan Ganjen & Hantu Baperan
39 Spesialis Penemu Kerangka
40 Live Rekonstruksi
41 Penyelidikan Dimulai
42 Syarat
43 Perlombaan
44 Bawa Aku Pulang
45 Kembali Pulang
46 Interogasi
47 Kasus Terselesaikan
48 Nama Jadul
49 Kasus TPPO
50 Gedung Kosong
51 Mendadak Zombie
52 Pertarungan
53 Upaya Penyelamatan
54 Pengocok Andal
55 Penculikan
56 Tolong! di Sini Banyak Setan
57 Pertolongan di Saat Genting
58 Mencari Jalan Keluar
59 Kucing-kucingan
60 Lolos Dari Bahaya
61 Terlahir Indigo
62 Cinta Lama Udah Kelar
63 Sketsa
64 Mencari Jejak Yara
65 Finding Yara
66 Finally Found You
67 Eris is Yara?
68 Perkembangan Baik
69 Bahaya Mengancam
70 Ingatan yang Terbenam
71 Kronologi
72 Merajuk
73 Kode Rahasia
74 Jurig Goreng Patut
75 Suasana Mendebarkan
76 Rencana Jebakan
77 Pertarungan
78 Bantuan di Saat Genting
79 Mendadak Hulk
80 Anwar dan Mela
81 Pelaku Penabrakan
82 GGS
83 Teror
84 Perburuan
85 Penyergapan
86 Khodam
87 Ahqam Ooh ... Ahqam
88 Mencari Safe House
89 Penjebakan
90 Salah Paham
91 Amukan Ahqam
92 Bukti Kuat
93 Dihantui
94 Eris
95 Saling Berkaitan
96 Mengungkap Ke Publik
97 Pancingan Berhasil
98 Pembalasan Eris
99 Anggota Jaringan Tirai Hitam
100 Superhero
101 Para Oknum
102 Pertarungan di Malam Hari
103 Informasi Penting
104 Malam Panjang
105 Terbungkam
106 Rencana Pelarian
107 Kabur
108 Pertarungan Para Jin
109 Salam Perpisahan
110 Kenaikan Pangkat Luar Biasa
111 Cita-cita yang Tercapai
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Tersadar
2
(Bukan) Motor Baru
3
Penumpang Ghoib
4
Hantu Usil
5
Ruqiyah
6
Satmori
7
Debat Kusir
8
Blusukan
9
Noni Belanda
10
Curhat
11
Eris
12
Nasehat Eris
13
Penampakan Pertama
14
Keroyokan
15
Tolong Aku
16
Mendadak Detektif
17
Informan Mengerikan
18
Setan Trauma
19
Menjadi Saksi
20
Identitas Terungkap
21
Informan Rahasia
22
Tersangka
23
Indigo Terpaksa
24
Mencari Jejak
25
Saksi Baru
26
Bantuan Pengacara
27
Rencana Jahat
28
TKP
29
Penguntit
30
Dikejar Preman dan Setan
31
Aksi Kancing Cetet
32
Pertolongan Tepat Waktu
33
Berburu Anton
34
Pengakuan
35
Selamat Tinggal
36
Liburan
37
Gangguan di Malam Hari
38
Setan Ganjen & Hantu Baperan
39
Spesialis Penemu Kerangka
40
Live Rekonstruksi
41
Penyelidikan Dimulai
42
Syarat
43
Perlombaan
44
Bawa Aku Pulang
45
Kembali Pulang
46
Interogasi
47
Kasus Terselesaikan
48
Nama Jadul
49
Kasus TPPO
50
Gedung Kosong
51
Mendadak Zombie
52
Pertarungan
53
Upaya Penyelamatan
54
Pengocok Andal
55
Penculikan
56
Tolong! di Sini Banyak Setan
57
Pertolongan di Saat Genting
58
Mencari Jalan Keluar
59
Kucing-kucingan
60
Lolos Dari Bahaya
61
Terlahir Indigo
62
Cinta Lama Udah Kelar
63
Sketsa
64
Mencari Jejak Yara
65
Finding Yara
66
Finally Found You
67
Eris is Yara?
68
Perkembangan Baik
69
Bahaya Mengancam
70
Ingatan yang Terbenam
71
Kronologi
72
Merajuk
73
Kode Rahasia
74
Jurig Goreng Patut
75
Suasana Mendebarkan
76
Rencana Jebakan
77
Pertarungan
78
Bantuan di Saat Genting
79
Mendadak Hulk
80
Anwar dan Mela
81
Pelaku Penabrakan
82
GGS
83
Teror
84
Perburuan
85
Penyergapan
86
Khodam
87
Ahqam Ooh ... Ahqam
88
Mencari Safe House
89
Penjebakan
90
Salah Paham
91
Amukan Ahqam
92
Bukti Kuat
93
Dihantui
94
Eris
95
Saling Berkaitan
96
Mengungkap Ke Publik
97
Pancingan Berhasil
98
Pembalasan Eris
99
Anggota Jaringan Tirai Hitam
100
Superhero
101
Para Oknum
102
Pertarungan di Malam Hari
103
Informasi Penting
104
Malam Panjang
105
Terbungkam
106
Rencana Pelarian
107
Kabur
108
Pertarungan Para Jin
109
Salam Perpisahan
110
Kenaikan Pangkat Luar Biasa
111
Cita-cita yang Tercapai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!