Pintu lift tertutup dengan desis pelan, memisahkan Ayana dari tatapan Vina dan Rio yang membeku. Kaca di dinding lift memantulkan wajahnya sendiri, menampakkan jejak kemarahan yang masih membara dan ketakutan yang berusaha ia tekan. Ancaman Vina terasa nyata, menusuk hingga ke tulang, tapi kalimat pembangkangnya tadi bukan sekadar gertakan. Ada sesuatu yang bangkit dalam dirinya, naluri untuk melindungi yang tak tergoyahkan.
Ia mengeluarkan ponselnya, mencari nama Arfan. Jemarinya ragu sejenak, namun kebutuhan untuk mendengar suaranya, untuk merasakan sedikit pegangan di tengah badai ini, jauh lebih besar. Panggilan tersambung. Suara Arfan terdengar lelah, sedikit tercekat.
“Ayana? Ada apa?” tanyanya, suaranya seperti terdistorsi oleh jarak dan beban yang tak terlihat.
“Vina. Dia baru saja mengancamku. Dia bilang akan menghancurkanku, menghancurkan karierku, bahkan… bahkan mengancam anakku,” Ayana berbisik, mencoba mengendalikan nada suaranya agar tidak bergetar.
Hening sejenak. “Apa? Dia tidak berani. Ayana, dengarkan aku. Jangan dengarkan dia. Aku akan segera menemuimu, kita harus bicara.”
“Bicara apa lagi, Arfan? Semuanya semakin rumit. Dia tahu tentang kita,” Ayana menekan ponselnya erat. “Dan dia bilang istrimu sudah kembali.”
Lagi-lagi hening. Kali ini lebih panjang, lebih berat, seperti ada dinding tak terlihat yang tiba-tiba runtuh di antara mereka. Ayana bisa merasakan Arfan menahan napas, atau mungkin menahan diri untuk tidak mengatakan sesuatu. Hatinya mencelos.
“Ayana… itu… itu tidak seperti yang kau kira. Ada banyak hal yang perlu kau tahu,” Arfan akhirnya berujar, suaranya kini penuh keseriusan yang dingin. “Aku akan datang ke apartemenmu setelah makan malam. Tunggu aku.”
Panggilan terputus, meninggalkan Ayana dalam kehampaan yang terasa begitu pekat. Kata-kata Arfan, ‘ada banyak hal yang perlu kau tahu’, berputar-putar di kepalanya. Apa lagi? Rahasia apa lagi yang Arfan sembunyikan? Ketakutan bercampur amarah menggerogoti. Ia merasa seperti bidak catu…
Manisnya Dosa Janda Penggoda: Terjerat Paman Direktur
BAB 37: Rahasia Sang Istri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments