Arfan merasakan darahnya mendidih. Dia mencengkeram foto itu begitu kuat, ujung-ujung jarinya memutih, urat-urat di lehernya menonjol seperti akar pohon tua. Vina. Wanita iblis itu benar-benar gila. Adriel, keponakan kecilnya, anak dari Ayana. Bagaimana bisa Vina melibatkan anak sekecil itu dalam permainan kotor ini? Pikiran itu menggerogoti kewarasannya.
"Kau bajingan!" Arfan meraung, memukul dinding sel. Buku-buku jarinya berdarah, tapi rasa sakit fisik itu tak seberapa dibanding luka di hatinya. Yang dia rasakan hanyalah gelombang kemarahan dan ketakutan yang luar biasa, menyedot habis semua energi yang tersisa.
Adriel di tangan Vina. Kalimat itu berputar-putar di kepalanya, seperti mantra neraka yang mengikatnya erat. Dia tidak berdaya, terkurung di balik jeruji besi dingin ini. Bagaimana dia bisa melindungi mereka? Ayana... apa Ayana tahu tentang ini? Bagaimana jika Ayana sedang panik sendirian di luar sana?
Pikiran itu membuatnya nyaris gila. Ayana pasti tidak tahu. Kalau tahu, Ayana akan langsung mencarinya, dan itu berbahaya. Vina pasti sudah merencanakan ini dengan sangat matang, menunggu saat Arfan tak bisa bergerak, menunggu saat yang paling tepat untuk menyerang.
Arfan menarik napas dalam, mencoba menenangkan badai di dadanya. Dia harus berpikir. Vina menginginkan kekalahannya, kehancuran mereka berdua. Tapi apa tujuan akhirnya? Balas dendam? Merusak reputasi keluarga? Atau lebih dari itu, merobek-robek kebahagiaan Ayana hingga tak tersisa?
Dia teringat semua ancaman Vina sebelumnya, semua intriknya, sabotase yang nyaris menghancurkan kariernya. Vina tidak akan berhenti sampai dia melihat Ayana hancur berkeping-keping, dan dia, Arfan, tidak bisa lagi menyentuh kehidupan Ayana. Vina akan memisahkan mereka selamanya.
Seorang penjaga mendekat, wajahnya datar, seolah sudah terbiasa dengan letupan emosi para tahanan. "Tenang, Tuan Dirgantara. Ini bukan hotel bintang lima."
Arfan mengabaikannya, matanya yang merah dan menyala tertuju pada tulisan Vina di balik…
Manisnya Dosa Janda Penggoda: Terjerat Paman Direktur
BAB 48: Permainan Berdarah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments
Afif Adreena
jujur saya bingung dg alur ceritanya,,,nma tokoh nya berubah anak nya nma nya Alya apa Kirana skrg jdi adril....maaf ya thor
2025-12-23
0