Between Love And Lies

Between Love And Lies

Bab 1: Evelyn Valencia Ariesandy

"Ambilkan gaun hitamku yang baru saja datang dari Paris dua hari lalu. Aku akan memakainya di acara amal malam ini." Perintah seorang wanita cantik berambut panjang itu dengan arogan kepada pelayan wanitanya.

"Maaf, Nyonya! Tapi.... apa gaun itu tidak terlalu terbuka untuk acara formal seperti ini? Tuan mungkin akan marah jika anda tetap bersikeras untuk mengenakannya." Ucap seorang kepala pelayan wanita mengingatkan dirinya walau dengan penuh keraguan.

Wanita yang dipanggil dengan sebutan "Nyonya" itu lalu tersenyum sinis kearahnya. "Justru itu tujuanku. Jika dia marah, itu malah bagus. Setidaknya aku tahu bahwa suamiku tercinta masih memperhatikan istrinya yang malang ini. Bukankah begitu, Bibi Almira?" Tanyanya dengan nada penuh sindiran kearah kepala pelayan wanita yang ia panggil dengan nama Almira itu.

Bibi Almira hanya tertunduk diam dan tidak berani membantah lagi.

Pelayan tersebut membawakan gaun yang dimaksud kehadapan Evelyn yang sedang duduk di atas ranjangnya. Gaun malam berbahan satin hitam itu memiliki belahan tinggi di paha—menambah kesan dramatis dan sensual saat melangkah.

Bibi Almira terlihat cemas, melihat sikapnya hari ini. Namun ia tak bisa mencegahnya berbuat sesuka hati. Ia tahu betul bagaimana sikap wanita yang dibesarkan sendiri olehnya sejak masih bayi itu, keras kepala dan semaunya sendiri. Seakan segalanya harus berjalan sesuai dengan keinginannya.

Evelyn Valencia Ariesandy, nama wanita itu. Ia memiliki kecantikan yang membuat banyak wanita menjadi iri, kulit putih mulus, dan bentuk tubuh ideal yang cocok mengenakan gaun apapun.

Dua tahun yang lalu, karena perjodohan yang dilakukan oleh kedua belah pihak keluarga, ia akhirnya menikah dengan seorang pengusaha ternama bernama Gavin Rafael Adhitama.

Presiden direktur dari perusahaan Natama group yang berpengaruh di Asia. Namun, tentu saja pernikahan itu bukanlah pernikahan yang harmonis. Karena tidak ada sedikitpun rasa cinta diantara keduanya.

Pernikahan ini murni terjadi karena perjodohan. Baik Evelyn maupun Gavin tentu punya kepentingan sendiri hingga akhirnya setuju untuk melakukan pernikahan yang hanya akan berlangsung selama tiga tahun saja.

Tentu saja mereka berdua tidak melibatkan pihak luar yaitu kedua keluarga besar, ketika membuat perjanjian pranikah beberapa hari sebelum pernikahan mereka berlangsung. Hal itu mungkin akan merusak semua rencana yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh keduanya.

Ada beberapa poin penting yang mereka cantumkan dalam perjanjian pranikah tersebut.

Pertama, tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing pihak.

Kedua, kedua belah pihak bebas berhubungan dengan siapapun yang mereka kehendaki. Tetapi tentu saja ada syarat khusus yang diajukan oleh Gavin untuk poin ini, yaitu Evelyn tidak boleh sampai hamil dan merusak nama baik Gavin sebagai suaminya. Untuk hal tersebut, Evelyn harus pandai-pandai mencari celah agar tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang kebiasaannya yang suka berpesta bersama teman-temannya di klub malam.

Ketiga, poin terakhir—mereka berdua sepakat untuk membagi beberapa harta setelah bercerai nanti, termasuk pembagian beberapa persen saham di perusahaan Gavin untuk Evelyn sebagai kompensasi setelah resmi bercerai darinya.

Itu bukanlah nominal uang yang sedikit. Mungkin cukup untuk menghidupi dirinya hingga tua nanti. Ia tidak akan kekurangan uang selama hidupnya, bahkan hingga ia memiliki keturunan nantinya.

Karena kesepakatan yang menguntungkan tersebut, Evelyn akhirnya setuju untuk menikah dengan Gavin. Sementara Gavin membutuhkan seorang istri untuk membentengi dirinya sendiri dari gangguan wanita-wanita tak tahu malu yang selalu mengejarnya.

Gavin hanya berkunjung setiap enam bulan sekali ke apartemennya. Itu pun hanya untuk menghadiri acara khusus seperti acara amal yang mereka adakan. Selebihnya keduanya larut dalam kesibukannya masing-masing di tempat terpisah. Gavin tinggal di rumahnya sendiri.

Hari ini Gavin akan kembali untuk menghadiri pesta amal. Ini adalah pesta terakhir yang akan mereka hadiri bersama-sama. Setelah itu, mereka akan segera bercerai enam bulan kemudian.

Evelyn ingin membuat sedikit perubahan untuk merayakannya. Dengan memakai pakaian yang sesuai dengan jati dirinya yang sebenarnya. Tidak ada lagi Evelyn yang sopan dan elegan. Yang ada hanyalah Evelyn yang glamor dan juga seksi.

"Kemarikan gaun itu!" perintahnya kepada pelayan.

"Baik, Nyonya!" ucap pelayan tersebut dengan patuh.

Bibi Almira tampak was-was melihatnya. "Apa anda yakin akan mengenakan gaun itu, Nyonya?" tanya sekali lagi untuk memastikan.

"Iya, Bibi! Aku sangat yakin." Evelyn tampak yakin dengan ucapannya.

Evelyn beranjak dari ranjangnya, berdiri di depan sebuah cermin panjang yang berdiri tegak di kamarnya. Menampilkan pantulan seluruh tubuhnya dengan gaun tersebut — penuh percaya diri.

Gaun ini memang cukup terbuka, tapi apa salahnya? Selama dua tahun ini aku selalu menjadi istri "sempurna" untuk Gavin. Malam ini aku ingin ia melihatku sebagai Evelyn—bukan lagi istri sang Presdir ternama.

...🌷🌷🌷🌷🌷...

Ketika para perias sedang mendandani dirinya, Evelyn tiba-tiba merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam perutnya. Sesuatu yang sepertinya memaksa untuk keluar. Namun ia terlihat berusaha untuk menahannya.

Kenapa perutku tiba-tiba terasa mual? Apa pengaruh alkohol itu masih ada? Batinnya seketika bertanya-tanya.

Ia teringat jika semalaman ia berpesta bersama teman-temannya di klub malam hingga pagi hari. Ia bahkan pulang ke apartemen dalam keadaan tak sadarkan diri karena mabuk berat. Ia dijemput oleh bibi Almira dan juga supirnya.

Untung saja acara amal tersebut diadakan pada sore harinya. Sehingga ia masih sempat untuk istirahat. Namun sepertinya ia belum sepenuhnya pulih karena tiba-tiba saja perutnya terasa mual sekali.

"Hmm.. Sebentar!" ia tampak menahan mulutnya dan segera berlari ke dalam kamar mandi.

Bibi Almira tampak cemas dan segera menyusulnya ke dalam kamar mandi untuk melihat bagaimana kondisinya.

"Nyonya! Apa kau baik-baik saja?" ia tampak cemas lalu berlari keluar untuk mengambil segelas air minum untuknya.

Hoekk... hoekk... hoekk ....

Ia terus saja muntah. Rasanya begitu melelahkan. Seakan energi tubuhnya seketika terkuras. Akhirnya ia berhenti muntah.

Bibi Almira muncul dengan segelas air hangat. Ia lalu meminumkannya pada Evelyn.

"Cukup, Bi!" pintanya pada wanita paruh baya itu.

"Anda sudah merasa lebih baik, Nyonya?" ia tampak cemas.

"Iya." jawabnya.

"Apa anda ingin beristirahat sejenak? Kita masih punya waktu satu jam untuk beristirahat." Bibi Almira memberi penawaran padanya.

Evelyn tampak berpikir sejenak. "Hmm... Baiklah! Aku akan tidur sebentar." ia menyetujuinya.

Bibi Almira merangkul pundaknya dan memapahnya hingga ke atas ranjang. Evelyn merebahkan tubuhnya sejenak. Bibi Almira menutupi tubuhnya dengan selimut.

Wanita itu benar-benar mencemaskannya. Iya, sejak Evelyn kecil — wanita itulah yang merawatnya hingga ia dewasa. Ia adalah pengasuhnya. Bibi Almira di bawa ke sini untuk membantu Evelyn. Ia sudah menganggap Evelyn seperti putrinya sendiri.

Dan hanya bibi Almira, satu-satunya orang yang tahu jika pernikahannya ini adalah pernikahan kontrak. Ia mengunci mulutnya rapat-rapat sesuai dengan permintaan Evelyn.

...🌷🌷🌷🌷🌷...

Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Evelyn sudah tampak cantik dengan gaun hitamnya yang nampak seksi. Ia mungkin saja akan menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya. Tentu saja selain suaminya.

Ia tampak duduk manis di atas sofa ruang tengah sembari menunggu kedatangan suaminya. Mereka selalu pergi bersama-sama ke acara tersebut.

Sembari menunggu, ia tampak memainkan ponsel ditangannya. Ada beberapa pesan masuk dari teman-temannya.

Mereka mengajaknya untuk kembali berpesta nanti malam.

Aku mungkin akan sedikit terlambat. Jadi pastikan untuk menyisakan minuman untukku! Dan seperti biasa, masukkan tagihannya ke dalam bill-ku. 😉

Ia membalas pesan itu dengan segera lalu memasukkan ponsel itu kedalam tasnya.

"Dimana pria itu? Kenapa belum datang juga?" ia bertanya-tanya karena merasa bosan.

Drttt.... Drttt.... Drttt...

Tiba-tiba ponselnya terdengar bergetar dari dalam tasnya.

Tertera nama "Donatur utama" di layar ponselnya.

"Ah.. pria itu akhirnya menelpon ku." dengan nada suara yang dibuat-buat, ia menjawab panggilan telponya.

"Iya, sayang! Kau ada dimana sekarang?" tanyanya dengan suara lembut yang terlihat jelas seperti dipaksakan.

"Aku ada di bawah. Segera turun ke basement!" seorang pria terdengar memberi perintah padanya.

"Baik, Tuan! Aku akan segera turun ke bawah." ucapnya dengan nada hormat yang secara sengaja diperlihatkan.

Ia lalu mematikan ponselnya. Dengan ogah-ogahan ia beranjak dari sofa. Langkahnya seketika terasa berat. Evelyn mendadak kehilangan mood-nya.

"Lebih baik aku pergi berpesta bersama teman-temanku. Hah! Sungguh menyebalkan!" gerutunya kesal.

Ia masuk ke dalam lift, lalu turun ke basement. Pria itu menunggunya di sana.

Sebuah Rolls-Royce phantom berwarna hitam keluaran tahun 2022 sudah terparkir manis di sana. Evelyn sudah pasti mengenal si pemilik mobil tersebut. Ia tersenyum manis pada supir yang berdiri di pintu belakang ketika membukakan pintu untuknya.

"Terima kasih, Billy!" seru ramah lalu masuk kedalam mobil.

Billy kembali menutup pintu itu dan kembali ke kursi pengemudi.

Di dalam mobil , seorang pria tampak duduk dengan tenang di kursi penumpang. Pria itu memiliki wajah dengan rahang yang tegas dan sorot mata yang tajam—memancarkan aura maskulin yang kuat. Pria bertubuh atletis itu terlihat sangat berwibawa dalam balutan setelan jas hitamnya.

Dia adalah Gavin Rafael Adhitama. Sosok pemeran utama pria dalam kehidupannya. Pria yang telah sah menjadi suaminya selama beberapa tahun terakhir.

"Apa kau ingin mendeklarasikan kebebasan mu? Bukankah ini terlalu cepat?" tanyanya dengan nada penuh sindiran kearah Evelyn setelah melihat penampilannya.

"Aku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru." sanggahnya dengan senyuman.

"Kau bebas memakai apapun yang kau inginkan. Tetapi tutupi bagian itu dengan sesuatu. Jangan mengumbar dirimu terlalu murah." Gavin terang-terangan menyindirnya.

"Aku sudah menutupinya dengan cardigan, apa masih kurang." jelas Evelyn dengan menunjukkan cardigan yang dia kenakan di bahunya.

Gavin hanya diam—memutar bola matanya kearah lain. Seakan jengah pada sifat istrinya yang selalu bertindak sesuai dengan keinginannya.

Malam ini tidak akan berakhir dengan cepat...

(Evelyn)

...🌷🌷🌷🌷🌷...

Hallo semua, tanpa terasa sebentar lagi kita akan memasuki penghujung tahun.

Semoga hari-hari bahagia menanti kita dengan sejuta harapan.

Ini adalah karya terbaruku, semoga bisa meninggalkan kesan di hati para pembaca sekalian.

Jangan lupa mampir untuk mendukung karyaku ini ya 😉❤️

Tinggalkan like, komentar dan jangan lupa ❤️ subscribe.

Terima kasih...🙏🏿😊

Terpopuler

Comments

MARDONI

MARDONI

Ini vibes-nya classy tapi pedih banget 😭✨ Evelyn yang mau tampil sebagai dirinya sendiri sebelum resmi berpisah dari Gavin itu kerasa banget kayak simbol kebebasan yang udah lama dia tahan… tapi tiba-tiba mual dan muntah itu bikin deg-degan, jangan-jangan ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pesta semalam 👀💔 Interaksi mereka di mobil juga tajam banget, sindiran Gavin ke Evelyn bikin suasana langsung dingin, padahal di balik semua itu ada pernikahan kontrak yang cuma Bibi Almira tahu. Aku ngerasa malam ini bakal jadi titik balik buat Evelyn dan Gavin… auranya udah beda banget dari awal 😭🔥

2026-02-18

0

Evelyn...aku suka sama sikap nya itu hihi...ga harus nurut dengan tekanan yang ada,dan bisa hidup bebas sesuai keinginan... /Proud//Proud/ perasaan bebas,dan lain lain ...walau keras kepala ...entah kenapa aku suka aja gitu wkwk..



/Joyful//Joyful/.pandangan orang beda beda say

2026-02-06

1

@dadan_kusuma89

@dadan_kusuma89

Evelyn, aku memang tak tau apa yang terpikirkan dalam benakmu, sedikit perubahan yang kau maksud itu apakah sekedar untuk memuaskan hatimu atau hanya ingin membuat suami kontrakmu kesal saja. Tapi aku tak mau ikut-ikutan memikirkan hal itu, terserah kau saja!😁

2026-02-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Evelyn Valencia Ariesandy
2 Bab 2 : Senyum palsu.
3 Bab 3 : Perubahan sikap yang tidak biasa.
4 Bab 4: Alex, sang pemuja cinta.
5 Bab 5 : Hati yang tersakiti.
6 Bab 6 : Buah simalakama.
7 Bab 7: seorang ibu yang arogan.
8 Bab 8 : Luka yang terbuka kembali.
9 Bab 9: Sikap aneh Evelyn.
10 Bab 10 : Bertemu seseorang.
11 Bab 11: Bagai pinang di belah dua.
12 Bab 12 : Raga yang telah kehilangan jiwanya.
13 Bab 13: Teman yang bisa diandalkan.
14 Bab 14 : Serangan panik
15 Bab 15: rencana untuk merubah penampilan.
16 Bab 16 : Shopia dan kelemahannya.
17 Bab 17: Sandiwara akhirnya di mulai.
18 Bab 18: Rencana penyamaran yang tersembunyi.
19 Bab 19 Makan malam yang dinanti.
20 Bab 20: ketegangan yang mendebarkan
21 Bab 21: Ketegangan di ruang makan.
22 Bab 22 : tindakan impulsif Gavin.
23 Bab 23: Sikap Gavin yang tidak terbaca.
24 Bab 24: Keputusan tiba-tiba
25 Bab 25: Tahanan rumah?
26 Bab 26: Suasana pesta yang tampak kaku.
27 Bab 27: Tetaplah diam—seperti biasa.
28 Bab 28 : Meminta izin pada Gavin.
29 Bab 29 : Rupa yang sama, namun berbeda.
30 Bab 30: Kotak yang buat panik.
31 Bab 31: Amarah yang memuncak.
32 Bab 32 : Sedikit kisah dari Evelyn.
33 Bab 33: Alex yang frustasi.
34 Bab 34: Bertemu seseorang dari masa lalu.
35 Bab 35: Amarah Gavin yang meluap.
36 Bab 36 : Wajah angkuh yang terlihat rapuh.
37 Bab 37: Akhirnya bertemu.
38 Bab 38 : Pertemuan mendebarkan dengan Alex.
39 Bab 39 : Ini hanyalah sebuah kesalahan.
40 Bab 40 : kehadiran seseorang yang dirindukan
41 Bab 41 : rasa takut yang perlahan menjadi harapan.
42 Bab 42 : sikap Gavin yang melembut.
43 Bab 43: Terjebak di antara percakapan yang membosankan.
44 Bab 44: barang 'rusak' yang tidak berguna.
45 Bab 45 : "Kau... normal, kan?"
46 Bab 46 : Wanita dan keinginannya.
47 Bab 47 : cinta tidak selalu datang di waktu yang tepat.
48 Bab 48 : kehadiran ibu mertua yang tidak biasa.
49 Bab 49 : Memprovokasi
50 Bab 50: Akhirnya terungkap.
51 Bab 51 : Suasana yang penuh ketegangan.
52 Bab 52: Kepergian yang tiba-tiba.
53 Bab 53: keputusan yang tiba-tiba berubah.
54 Bab 54: Musim dingin di Paris.
55 Bab 55: cinta yang tidak bisa dimiliki.
56 Bab 56: Mempertanyakan sikap
57 Bab 57: Rasa yang salah.
58 Bab 58: Apakah sudah terlambat?
59 Bab 59: Perhatian
60 Bab 60: Kau... istriku.
61 Bab 61: kencan?
62 Bab 62 : Pesta pernikahan.
63 Bab 63: kehilangan kewarasan.
64 Bab 64: Ketahuan.
65 Bab 65: Sikap aneh Gavin.
66 Bab 66: Terima kasih karena selalu ada.
67 Bab 67: Rencana jahat.
68 Bab 68: Tiba-tiba di ajak ke kantor.
69 Bab 69: Hukuman.
70 Bab 70: Pengakuan.
71 Bab 71: Rencana Gavin.
72 Bab 72: Pertemuan yang... aneh.
73 Bab 73: Saat-saat indah yang mungkin tak bisa terulang.
74 Bab 74: Rencana jahat di balik tawa bahagia.
75 Bab 75: Akhirnya...
76 Bab 76: POV Gavin part 1
77 Bab 77: POV Gavin part 2
78 Bab 78: POV Gavin part 3
79 Bab 79: POV Gavin part 4
80 Bab 80: POV Gavin part 5 (End story)
81 Bab 81: kencan
82 Bab 82: Pahit manis kehidupan.
83 Bab 83 : Kedatangan Ivana ke kantor.
84 Bab 84: Memberi tahu Ibu
85 Bab 85: Awal mula sebuah kehidupan yang baru.
86 Bab 86: Arkanza.
87 Bab 87: Rapat pemegang saham
88 Bab 88:????
89 Bab 89: Adu argumen.
90 Bab 90: kemarahan Hendry.
91 Bab 91: POV yasmin part 1
92 Bab 92: POV Yasmin part 2 (End)
93 Bab 93 : menatap tanpa rasa takut.
94 Bab 94: Hati yang dipenuhi kegelisahan.
95 Hiatus.
96 Bab 95: Pelukis misterius.
97 Bab 96 : Rencana di atas rencana.
98 Bab 97 : Permintaan maaf
99 Bab 98 : campur aduk.
100 Bab 99 : Akhirnya muncul.
101 Bab 100 : mengungkap rahasia.
102 Bab 101 : Rahasia yang akhirnya terungkap.
103 Bab 102 : Akhir dari semua luka.
104 Bab 103 : Menyerah
105 Bab 104 : Surat dari Ibu.
106 Bab 105 : sebuah renungan malam.
107 Bab 106 : Ending story
108 Bab 107 : Malam pernikahan
109 Bab 108 : Malam pertama ++
110 Bab 109 : Sebuah harapan.
111 Bab 110 : Perjalanan yang mendebarkan.
112 Bab 111 : tes pemeriksaan.
113 Bab 112: Penantian yang mendebarkan.
114 Bab 113 : Suami yang perhatian.
115 Bab 114 : Ethan dan Elena
116 Pengumuman cerita baru.
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1: Evelyn Valencia Ariesandy
2
Bab 2 : Senyum palsu.
3
Bab 3 : Perubahan sikap yang tidak biasa.
4
Bab 4: Alex, sang pemuja cinta.
5
Bab 5 : Hati yang tersakiti.
6
Bab 6 : Buah simalakama.
7
Bab 7: seorang ibu yang arogan.
8
Bab 8 : Luka yang terbuka kembali.
9
Bab 9: Sikap aneh Evelyn.
10
Bab 10 : Bertemu seseorang.
11
Bab 11: Bagai pinang di belah dua.
12
Bab 12 : Raga yang telah kehilangan jiwanya.
13
Bab 13: Teman yang bisa diandalkan.
14
Bab 14 : Serangan panik
15
Bab 15: rencana untuk merubah penampilan.
16
Bab 16 : Shopia dan kelemahannya.
17
Bab 17: Sandiwara akhirnya di mulai.
18
Bab 18: Rencana penyamaran yang tersembunyi.
19
Bab 19 Makan malam yang dinanti.
20
Bab 20: ketegangan yang mendebarkan
21
Bab 21: Ketegangan di ruang makan.
22
Bab 22 : tindakan impulsif Gavin.
23
Bab 23: Sikap Gavin yang tidak terbaca.
24
Bab 24: Keputusan tiba-tiba
25
Bab 25: Tahanan rumah?
26
Bab 26: Suasana pesta yang tampak kaku.
27
Bab 27: Tetaplah diam—seperti biasa.
28
Bab 28 : Meminta izin pada Gavin.
29
Bab 29 : Rupa yang sama, namun berbeda.
30
Bab 30: Kotak yang buat panik.
31
Bab 31: Amarah yang memuncak.
32
Bab 32 : Sedikit kisah dari Evelyn.
33
Bab 33: Alex yang frustasi.
34
Bab 34: Bertemu seseorang dari masa lalu.
35
Bab 35: Amarah Gavin yang meluap.
36
Bab 36 : Wajah angkuh yang terlihat rapuh.
37
Bab 37: Akhirnya bertemu.
38
Bab 38 : Pertemuan mendebarkan dengan Alex.
39
Bab 39 : Ini hanyalah sebuah kesalahan.
40
Bab 40 : kehadiran seseorang yang dirindukan
41
Bab 41 : rasa takut yang perlahan menjadi harapan.
42
Bab 42 : sikap Gavin yang melembut.
43
Bab 43: Terjebak di antara percakapan yang membosankan.
44
Bab 44: barang 'rusak' yang tidak berguna.
45
Bab 45 : "Kau... normal, kan?"
46
Bab 46 : Wanita dan keinginannya.
47
Bab 47 : cinta tidak selalu datang di waktu yang tepat.
48
Bab 48 : kehadiran ibu mertua yang tidak biasa.
49
Bab 49 : Memprovokasi
50
Bab 50: Akhirnya terungkap.
51
Bab 51 : Suasana yang penuh ketegangan.
52
Bab 52: Kepergian yang tiba-tiba.
53
Bab 53: keputusan yang tiba-tiba berubah.
54
Bab 54: Musim dingin di Paris.
55
Bab 55: cinta yang tidak bisa dimiliki.
56
Bab 56: Mempertanyakan sikap
57
Bab 57: Rasa yang salah.
58
Bab 58: Apakah sudah terlambat?
59
Bab 59: Perhatian
60
Bab 60: Kau... istriku.
61
Bab 61: kencan?
62
Bab 62 : Pesta pernikahan.
63
Bab 63: kehilangan kewarasan.
64
Bab 64: Ketahuan.
65
Bab 65: Sikap aneh Gavin.
66
Bab 66: Terima kasih karena selalu ada.
67
Bab 67: Rencana jahat.
68
Bab 68: Tiba-tiba di ajak ke kantor.
69
Bab 69: Hukuman.
70
Bab 70: Pengakuan.
71
Bab 71: Rencana Gavin.
72
Bab 72: Pertemuan yang... aneh.
73
Bab 73: Saat-saat indah yang mungkin tak bisa terulang.
74
Bab 74: Rencana jahat di balik tawa bahagia.
75
Bab 75: Akhirnya...
76
Bab 76: POV Gavin part 1
77
Bab 77: POV Gavin part 2
78
Bab 78: POV Gavin part 3
79
Bab 79: POV Gavin part 4
80
Bab 80: POV Gavin part 5 (End story)
81
Bab 81: kencan
82
Bab 82: Pahit manis kehidupan.
83
Bab 83 : Kedatangan Ivana ke kantor.
84
Bab 84: Memberi tahu Ibu
85
Bab 85: Awal mula sebuah kehidupan yang baru.
86
Bab 86: Arkanza.
87
Bab 87: Rapat pemegang saham
88
Bab 88:????
89
Bab 89: Adu argumen.
90
Bab 90: kemarahan Hendry.
91
Bab 91: POV yasmin part 1
92
Bab 92: POV Yasmin part 2 (End)
93
Bab 93 : menatap tanpa rasa takut.
94
Bab 94: Hati yang dipenuhi kegelisahan.
95
Hiatus.
96
Bab 95: Pelukis misterius.
97
Bab 96 : Rencana di atas rencana.
98
Bab 97 : Permintaan maaf
99
Bab 98 : campur aduk.
100
Bab 99 : Akhirnya muncul.
101
Bab 100 : mengungkap rahasia.
102
Bab 101 : Rahasia yang akhirnya terungkap.
103
Bab 102 : Akhir dari semua luka.
104
Bab 103 : Menyerah
105
Bab 104 : Surat dari Ibu.
106
Bab 105 : sebuah renungan malam.
107
Bab 106 : Ending story
108
Bab 107 : Malam pernikahan
109
Bab 108 : Malam pertama ++
110
Bab 109 : Sebuah harapan.
111
Bab 110 : Perjalanan yang mendebarkan.
112
Bab 111 : tes pemeriksaan.
113
Bab 112: Penantian yang mendebarkan.
114
Bab 113 : Suami yang perhatian.
115
Bab 114 : Ethan dan Elena
116
Pengumuman cerita baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!