Menemui Tuan Kota Kashgar

Rombongan Sekte Awan Putih perlahan meninggalkan Hutan Lembah Embun. Jalan setapak yang berliku menembus pepohonan tinggi, sementara sinar matahari pagi menyinari dedaunan yang masih basah oleh embun. Boqin Changing dan Sha Nuo ikut berada di tengah rombongan, langkah mereka mantap dan tanpa tanda kelelahan, meskipun perjalanan baru saja dimulai.

Para murid, yang sebelumnya terpesona oleh kekuatan Boqin Changing dan Sha Nuo, kini tampak berseri-seri. Beberapa di antara mereka saling bertukar pandang, tersenyum lebar, bahkan ada yang tak sabar membagikan cerita tentang pengalaman mereka pada murid lain yang tidak ikut dalam misi.

“Mereka benar-benar tak akan percaya apa yang kita lihat di sini!” seorang murid berbisik pada temannya. “Pendekar Chang… ia membunuh Binatang Suci itu dengan satu jurus saja!”

Mereka pergi dengan hati yang ringan, namun di wajah Tetua Ai dan Tetua Yu terlihat kekalutan yang jelas berbeda. Aura Boqin Changing dan Sha Nuo begitu kuat, begitu menggetarkan, sehingga mereka tahu dengan sangat pasti bahwa membawa dua pendekar ini ke Kota Kashgar ibarat membawa bencana berjalan.

“Ini… ini bukan sekadar laporan misi biasa,” gumam Tetua Ai, matanya tak lepas dari punggung Boqin Changing. “Keberadaan mereka… terutama Pendekar Chang… bisa memicu hal-hal yang tak terduga di kota.”

Tetua Yu mengangguk, meski nada suaranya tetap datar, jelas bahwa hatinya gelisah.

“Kau benar. Tuan Kota pasti akan terkejut, bahkan mungkin… khawatir.” Ia menarik napas panjang, menenangkan diri sejenak sebelum menambahkan, “Apalagi dengan kata-kata Binatang Suci semalam… artefak yang dicuri, anak Tuan Kota…”

Boqin Changing sendiri sesekali menoleh ke samping untuk memastikan murid-muridnya mengikuti ritme perjalanan mereka. Tatapan tajamnya menembus sela-sela pepohonan, seolah mampu membaca perjalanan jauh ke depan. Sha Nuo berjalan di dekatnya, tubuhnya tetap tegap dan tenang, menandakan kesiapan menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Murid-murid berlari dengan bergairah. Mereka menyalakan percikan semangat dalam hati satu sama lain, membicarakan setiap detail dari pengalaman kemarin.

“Aku harus memberitahu semua murid lain di sekte kita tentang ini!” seru seorang pemuda dengan mata berbinar. “Mereka pasti akan terkejut aku pernah pernah bertemu dengan pendekar terkuat di kekaisaran ini, Boqin Changing!”

Di sisi lain, Tetua Ai menatap rombongan dengan cemas. Matanya terus mengikuti Boqin Changing dan Sha Nuo, mengukur setiap langkah mereka.

“Jika Tuan Kota mengetahui bahwa artefak itu dicuri dan ternyata terkait dengan anaknya…,” gumamnya pelan, suaranya nyaris hilang ditelan angin, “situasinya bisa jauh lebih rumit daripada yang kita bayangkan.”

Tetua Yu menghela napas panjang.

“Kita harus tetap waspada. Kita hanya bisa berharap bahwa Pendekar Chang memiliki pertimbangan yang matang, karena langkahnya… bisa membawa malapetaka bukan hanya bagi kita, tapi juga seluruh kota.”

Rombongan itu terus bergerak, meninggalkan hutan yang mulai terbangun dengan kicauan burung pagi. Udara segar membawa aroma tanah basah dan dedaunan, namun kelegaan itu terasa rapuh bagi dua tetua. Sementara murid-murid menikmati pengalaman luar biasa mereka, dua tetua itu tahu bahwa bahaya yang akan datang mungkin lebih dekat dari yang terlihat.

Langkah demi langkah, Kota Kashgar mulai terlihat di kejauhan. Atap-atap rumah yang berserak di antara pepohonan dan jalan-jalan kecil yang sibuk memberi kesan damai. Namun bagi Tetua Ai dan Tetua Yu, bayangan kata-kata Binatang Suci semalam dan potensi keterlibatan artefak misterius tetap menempel di pikiran mereka. Mereka tahu, kedatangan Boqin Changing dan Sha Nuo bukan sekadar membawa laporan misi, tetapi membuka babak baru yang penuh risiko dan ketegangan.

Boqin Changing sendiri tetap tenang. Di matanya, Kota Kashgar adalah papan catur baru, di mana setiap langkah, setiap gerakan, harus diperhitungkan. Ia tahu, artefak yang disebut Binatang Suci itu bukanlah kebetulan yang sederhana. Sekali lagi, roda takdir berputar, memutar mereka semua menuju kemungkinan yang belum pernah mereka bayangkan.

Di tengah kebahagiaan para murid dan kecemasan dua tetua, rombongan Sekte Awan Putih akhirnya menapaki gerbang Kota Kashgar, tanpa sadar bahwa perjalanan mereka hari ini akan menorehkan jejak yang tak mudah dihapuskan.

Jalanan kota yang familiar mulai membentang di hadapan mereka, dan hiruk-pikuk aktivitas warga menyambut kedatangan rombongan.  Akhirnya, siang hari mereka sampai di penginapan milik Sekte Awan Putih yang terletak di pusat Kota Kashgar..

Para murid segera diarahkan untuk masuk ke kamar masing-masing, melepas lelah, mandi, dan menikmati sedikit waktu pribadi setelah perjalanan panjang. Suara tawa ringan dan percakapan hangat terdengar, memperlihatkan rasa lega sekaligus kegembiraan mereka.

Tetua Ai lalu menoleh kepada Boqin Changing dan Sha Nuo, menawarkan dengan sopan.

“Tuan Muda, Tuan Nuo… silakan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan urusan berikutnya.”

Namun Boqin Changing menolak dengan tenang, tatapannya tetap fokus dan tegas.

“Terima kasih, Tetua Ai, tapi kami tidak ingin menunda. Lebih baik kita langsung melapor kepada Tuan Kota mengenai misi ini. Waktu tidak menunggu, dan situasinya mungkin membutuhkan perhatian segera.”

Sha Nuo mengangguk setuju, langkahnya tetap mantap mengikuti Boqin Changing.

Di sepanjang perjalanan menuju pintu utama penginapan, murid-murid memandang kembali ke arah Boqin Changing dan Sha Nuo dengan rasa kagum yang baru saja memuncak setelah melihat aksi mereka di hutan. Beberapa murid saling berbisik, jelas ingin menceritakan pengalaman itu kepada teman-teman lain.

“Pendekar Chang… benar-benar luar biasa,” bisik seorang pemuda sambil menatap punggung Boqin Changing yang tegap. “Aku harus memastikan semua orang tahu apa yang baru saja kami saksikan!”

Tetua Ai dan Tetua Yu saling berpandangan sejenak. Keraguan yang sempat terlintas di mata mereka perlahan menghilang, digantikan oleh keputusan yang tegas. Keduanya akhirnya menganggukkan kepala hampir bersamaan.

“Baik,” ujar Tetua Ai pelan namun mantap. “Kalau begitu, kita langsung menuju kediaman Tuan Kota.”

Tanpa berlama-lama lagi, mereka pun berbalik meninggalkan penginapan. Tetua Ai dan Tetua Yu berjalan di depan, sementara Boqin Changing dan Sha Nuo mengikuti dari belakang dengan jarak yang terjaga. Langkah keempat orang itu tenang, namun suasana di antara mereka terasa lebih berat dibandingkan hiruk-pikuk kota yang mereka lalui.

Jalanan Kota Kashgar pada siang hari tampak ramai. Pedagang kaki lima berteriak menawarkan dagangan, kereta kuda berlalu-lalang, dan warga kota berjalan dengan wajah santai, sama sekali tidak menyadari ketegangan yang sedang dibawa oleh rombongan kecil ini. Bangunan-bangunan batu dengan atap genteng merah berjajar rapi di kiri dan kanan jalan, semakin menandakan bahwa mereka telah memasuki kawasan pusat kota.

Setelah berjalan kurang lebih lima belas menit, suasana perlahan berubah. Keramaian mulai berkurang, digantikan oleh jalan yang lebih lebar dan bersih. Di hadapan mereka, berdiri sebuah kediaman besar dengan gerbang tinggi berwarna hitam keemasan. Lambang Kota Kashgar terukir jelas di atasnya, memancarkan wibawa dan otoritas penguasa kota.

“Inilah kediaman Tuan Kota,” ucap Tetua Yu singkat.

Dua penjaga bersenjata tombak berdiri tegap di depan gerbang. Tatapan mereka waspada, namun tidak bermusuhan. Tetua Ai melangkah maju selangkah dan menyampaikan maksud kedatangan mereka.

“Kami ingin bertemu dengan Tuan Kota. Apakah beliau ada di dalam?”

Begitu mengenali wajah Tetua Ai dan Tetua Yu, sikap para penjaga langsung berubah lebih hormat. Salah satu dari mereka segera membungkukkan badan sedikit.

“Tetua Ai, Tetua Yu,” ujar penjaga itu sopan. “Tuan Kota sedang berada di dalam kediaman. Silakan masuk.”

Tanpa ada pemeriksaan berlebihan atau pertanyaan tambahan, gerbang besar itu pun dibuka. Keempat orang tersebut melangkah masuk ke dalam area kediaman Tuan Kota. Halaman dalam tampak luas dan terawat, dengan taman kecil di sisi kanan dan kiri, serta jalan batu yang mengarah langsung ke aula utama.

Tak lama kemudian, mereka tiba di dalam aula. Seorang pria paruh baya berdiri di sana, mengenakan jubah resmi berwarna gelap dengan bordiran halus di bagian dada. Wajahnya tenang, sorot matanya tajam namun tidak kejam. Dialah Tuan Kota Kashgar, Ji Wei.

Begitu melihat kedatangan mereka, Ji Wei tersenyum ramah dan melangkah maju beberapa langkah.

“Tetua Ai, Tetua Yu,” sapa Ji Wei dengan nada hangat. “Bagaimana kabar kalian? Kudengar kalian sudah memulai misi mengintai siluman di hutan. Apa ada perkembangan?”

Tetua Ai dan Tetua Yu membalas salam dengan hormat. Sementara itu, pandangan Ji Wei sempat bergeser, melirik ke arah dua sosok di belakang mereka. Tatapannya berhenti sejenak pada Boqin Changing, alisnya sedikit berkerut seolah sedang mengingat sesuatu.

“Aku merasa… pernah melihat wajahmu,” gumam Ji Wei dalam hati, matanya meneliti Boqin Changing beberapa detik lebih lama sebelum akhirnya beralih ke Sha Nuo. Namun ingatan itu terasa samar, seperti bayangan yang hampir tergapai tapi tak sepenuhnya jelas.

Boqin Changing sendiri berdiri dengan ekspresi tenang, tetapi di dalam hatinya justru bergejolak.

Ji Wei… Ia mengenali wajah itu dengan sangat jelas. Di kehidupan pertamanya, Ji Wei adalah salah satu orang kepercayaan Kaisar Kekaisaran Qin saat itu, Qin Lang. Seorang pejabat yang dikenal setia, cermat, dan selalu berada di balik banyak keputusan penting kekaisaran. Boqin Changing tidak mungkin salah mengenalinya.

Namun justru itulah yang membuatnya terkejut.

“Menurut ingatanku… Ji Wei tidak pernah memiliki anak yang masih hidup,” batinnya dingin. “Aku pernah mendengar bahwa seluruh anaknya meninggal ketika wabah hitam melanda Kekaisaran Qin…”

Kenangan kelam tentang wabah hitam itu terlintas sekilas di benaknya. Penyakit misterius yang merenggut nyawa tanpa pandang bulu, meninggalkan luka mendalam di banyak keluarga bangsawan, termasuk keluarga Ji Wei. Pada saat wabah itu menyebar, jutaan penduduk Kekaisaran Qin menjadi korban.

Namun tiba-tiba ia ingat sesuatu tentang wabah itu... Wabah penyakit itu tidak pernah terjadi lagi di masa ini karena ia telah membelokkan sejarah dan membuat wabah itu tidak jadi menyebar beberapa tahun yang lalu.

“Sial, aku ternyata penyebab anak Tuan Kota masih hidup saat ini!” umpat Boqin Changing dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

Fian Tefbana

Fian Tefbana

Ha ha ha...... luar biasa Boqin Changing!

2025-12-15

4

Nanik S

Nanik S

Berjalan dengan Mereka seperti berjalan dengan Bencana

2025-12-19

0

Arie Chaniago70

Arie Chaniago70

up Thor mantap tingkat terus kekuatan mu boqin 🙂🙂🙂

2025-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Masa Lalu yang Membentuk Alur Baru
2 Menemui Tuan Kota Kashgar
3 Anak Tuan Kota Dihadirkan
4 Anak yang Seharusnya Mati
5 Katakan Dimana Mutiara Itu?
6 Mutiara Gerbang Dimensi
7 Kegunaan Mutiara Gerbang Dimensi
8 Meninggalkan Kota Kashgar
9 Sampai di Kota Caocao
10 Kediaman Keluarga Shang
11 Bersiap Untuk Pergi
12 Petualangan Baru Dimulai
13 Kota Longjing yang Berantakan
14 Sarang Musuh
15 Kekuatan Sha Nuo
16 Membasmi Kelompok Kabut Iblis
17 Di Depan Api Unggun
18 Tujuan Selanjutnya
19 Membawa Shang Ni Ikut
20 Memasuki Kota Jiankang
21 Suasana Kota di Malam Hari
22 Jangan Membuat Masalah Dulu
23 Sisi Gelap Kota Jiankang
24 Salah Sasaran
25 Mendapatkan Sedikit Informasi
26 Pencarian Dimulai
27 Kediaman Keluarga Feng
28 Rumah Makan Giok Bulan
29 Saling Mengenal
30 Tingkatan Beladiri
31 Kejadian Empat Tahun Lalu
32 Bersiap Merebut Tahta
33 Keputusan Shang Mu
34 Menemui Keluarga Ma
35 Aku Sudah Ingin Mengamuk
36 Pertemuan Dua Kubu
37 Pertarungan Siap Pecah
38 Sha Nuo yang Tidak Sabaran
39 Tidak Sesuai Rencana
40 Kalah Taruhan
41 Ide Gila Sha Nuo
42 Mengeksekusi Tuan Kota Jiankang
43 Seperti Sahabat Lama
44 Bertemu Kelompok Gerbang Darah
45 Kemampuan Gerbang Darah
46 Shang Mu vs Gerbang Darah
47 Menyerang Orang yang Salah
48 Mengambil Sandera
49 Kabur Bukan Pilihan
50 Lupa Menyisakan Satu
51 Sumpah Sha Nuo
52 Tujuan Selanjutnya
53 Bukit Tanah Merah
54 Mengintai Musuh
55 Mengorek Informasi
56 Melakukan Penyamaran
57 Hampir Ketahuan
58 Hari Dimulainya Ritual Persembahan
59 Menunggu Pemimpin Gerbang Darah Tiba
60 Ritual Berdarah Siap Dimulai
61 Mendukung Kaisar Shang Yao
62 Shang Mu Ketahuan
63 Aura Kematian yang Pekat
64 Musuh Mencoba Kabur
65 Melawan Ilusi
66 Jangan Pernah Menjadi Orang Tuaku
67 Dewa Kematian vs Raja Darah Hitam
68 Dua Pertarungan Selesai
69 Kekalahan Raja Darah Hitam
70 Membangunkan Mereka
71 Menuju Tempat Baru
72 Ada yang Aneh
73 Sekte Cahaya Langit
74 Sampai di Sekte Cahaya Langit
75 Yang Terjadi di Sekte
76 Sekte Telah Dikepung Sejak Lama
77 Meyakinkan Tetua Wei
78 Menyembuhkan Patriak Sekte Cahaya Langit
79 Siapa yang Lebih Kuat
80 Kegelapan Tunduk Padanya
81 Reaksi Musuh
82 Balik Menyerang?
83 Aku Akan Ikut Dalam Peperangan
84 Bala Bantuan Musuh Tiba
85 Perang Siap Dimulai
86 Patriak Dao Ba Melawan Semuanya
87 Keluar Dari Persembunyian
88 Akhirnya Muncul
89 Hantu Pedang, Sha Nuo
90 Kemunculan Boqin Changing
91 Dasar Tukang Pamer
92 Permainan Catur
93 Hantu Pedang vs Penyihir Kutukan Kegelapan
94 Serangan Sihir
95 Dewa Kematian vs Pencabut Nyawa
96 Kemenangan Semu
97 Berhenti Bermain Main
98 Pendekar Bumi Puncak
99 Menolak Tawaran
100 Kematian An Zhu
101 Benturan Dua Kekuatan Besar
102 Kematian Pencabut Nyawa
103 Monster yang Disambut Sebagai Penyelamat
104 Pemberian Patriak Dao Ba
105 Mendapatkan Kitab Kuno
106 Benteng Hidup Mulai Ditempa
107 Pergantian Pengajar
108 Melangkah Keluar dari Masa Lalu
109 Roh Baju Zirah Naga
110 Menuju Utara Kembali
111 Mencari Shang Yuan
112 Pembebas Tanah Shang
113 Menemukan Shang Yuan
114 Adik Ipar?
115 Keluarga Istana yang Menyebalkan
116 Tabib Chang Siap Beraksi
117 Lengan Baru Shang Yuan
118 Padang Rumput Tanpa Jalan Pulang
119 Langkah Pertama Menuju Ibukota
120 Mutiara Gerbang Dimensi Kembali Digunakan
121 Ibukota yang Tak Lagi Sama
122 Paviliun Teratai Naga Kekaisaran Shang
123 Raja Ilusi Hitam
124 Memainkan Psikologi Lawan Bicara
125 Paviliun Teratai Naga Memilih Ikut
126 Menawarkan Kepemilikan Paviliun
127 Rencana Penyerangan Istana
128 Amarah Kaisar Shang
129 Menuju Gerbang Istana
130 Gerbang Istana Runtuh
131 Bertemu Musuh Sesungguhnya
132 Kaisar Naga Merah, Youlong Chidi
133 Hantu Pedang vs Kaisar Naga Merah
134 Pendekar Seribu Cahaya vs Iblis Berwajah Manusia
135 Dewa Kematian vs Para Pendekar Suci
136 Mengendalikan Medan Pertempuran
137 Fokus Musuh Terganggu
138 Tekanan yang Mengguncang Istana
139 Saat Sang Penguasa Bergerak
140 Di Luar Prediksi
141 Aku Mengingatmu
142 Pendekar Gila Gunung Selatan
143 Kematian Iblis Berwajah Manusia
144 Dominasi Hantu Pedang Sha Nuo
145 Pil Kaisar Iblis
146 Pertahanan Hantu Pedang
147 Waktunya Akhirnya Tiba
148 Boqin Changing vs Pendekar Gila Gunung Selatan
149 Rahasia Dibalik Dominasi
150 Tekanan Ini Berbeda
151 Monster Boqin Changing
152 Pertarungan Memasuki Akhir
153 Berita Kemenangan Menyebar
154 Hari Eksekusi Tiba
155 Pelindung Dua Kekaisaran
156 Bagian dari Kitab Firasat Langit
157 Propaganda yang Disebar
158 Tujuan Selanjutnya
159 Rencana Boqin Changing untuk Paviliun
160 Meninggalkan Ibukota
161 Penginapan Awan Sunyi
162 Aura Kematian Sha Nuo
163 Wilayah yang Dilupakan
164 Penginapan akan Ditutup
165 Ingin Membuat Biro Informasi
166 Tujuan Selanjutnya
167 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Masa Lalu yang Membentuk Alur Baru
2
Menemui Tuan Kota Kashgar
3
Anak Tuan Kota Dihadirkan
4
Anak yang Seharusnya Mati
5
Katakan Dimana Mutiara Itu?
6
Mutiara Gerbang Dimensi
7
Kegunaan Mutiara Gerbang Dimensi
8
Meninggalkan Kota Kashgar
9
Sampai di Kota Caocao
10
Kediaman Keluarga Shang
11
Bersiap Untuk Pergi
12
Petualangan Baru Dimulai
13
Kota Longjing yang Berantakan
14
Sarang Musuh
15
Kekuatan Sha Nuo
16
Membasmi Kelompok Kabut Iblis
17
Di Depan Api Unggun
18
Tujuan Selanjutnya
19
Membawa Shang Ni Ikut
20
Memasuki Kota Jiankang
21
Suasana Kota di Malam Hari
22
Jangan Membuat Masalah Dulu
23
Sisi Gelap Kota Jiankang
24
Salah Sasaran
25
Mendapatkan Sedikit Informasi
26
Pencarian Dimulai
27
Kediaman Keluarga Feng
28
Rumah Makan Giok Bulan
29
Saling Mengenal
30
Tingkatan Beladiri
31
Kejadian Empat Tahun Lalu
32
Bersiap Merebut Tahta
33
Keputusan Shang Mu
34
Menemui Keluarga Ma
35
Aku Sudah Ingin Mengamuk
36
Pertemuan Dua Kubu
37
Pertarungan Siap Pecah
38
Sha Nuo yang Tidak Sabaran
39
Tidak Sesuai Rencana
40
Kalah Taruhan
41
Ide Gila Sha Nuo
42
Mengeksekusi Tuan Kota Jiankang
43
Seperti Sahabat Lama
44
Bertemu Kelompok Gerbang Darah
45
Kemampuan Gerbang Darah
46
Shang Mu vs Gerbang Darah
47
Menyerang Orang yang Salah
48
Mengambil Sandera
49
Kabur Bukan Pilihan
50
Lupa Menyisakan Satu
51
Sumpah Sha Nuo
52
Tujuan Selanjutnya
53
Bukit Tanah Merah
54
Mengintai Musuh
55
Mengorek Informasi
56
Melakukan Penyamaran
57
Hampir Ketahuan
58
Hari Dimulainya Ritual Persembahan
59
Menunggu Pemimpin Gerbang Darah Tiba
60
Ritual Berdarah Siap Dimulai
61
Mendukung Kaisar Shang Yao
62
Shang Mu Ketahuan
63
Aura Kematian yang Pekat
64
Musuh Mencoba Kabur
65
Melawan Ilusi
66
Jangan Pernah Menjadi Orang Tuaku
67
Dewa Kematian vs Raja Darah Hitam
68
Dua Pertarungan Selesai
69
Kekalahan Raja Darah Hitam
70
Membangunkan Mereka
71
Menuju Tempat Baru
72
Ada yang Aneh
73
Sekte Cahaya Langit
74
Sampai di Sekte Cahaya Langit
75
Yang Terjadi di Sekte
76
Sekte Telah Dikepung Sejak Lama
77
Meyakinkan Tetua Wei
78
Menyembuhkan Patriak Sekte Cahaya Langit
79
Siapa yang Lebih Kuat
80
Kegelapan Tunduk Padanya
81
Reaksi Musuh
82
Balik Menyerang?
83
Aku Akan Ikut Dalam Peperangan
84
Bala Bantuan Musuh Tiba
85
Perang Siap Dimulai
86
Patriak Dao Ba Melawan Semuanya
87
Keluar Dari Persembunyian
88
Akhirnya Muncul
89
Hantu Pedang, Sha Nuo
90
Kemunculan Boqin Changing
91
Dasar Tukang Pamer
92
Permainan Catur
93
Hantu Pedang vs Penyihir Kutukan Kegelapan
94
Serangan Sihir
95
Dewa Kematian vs Pencabut Nyawa
96
Kemenangan Semu
97
Berhenti Bermain Main
98
Pendekar Bumi Puncak
99
Menolak Tawaran
100
Kematian An Zhu
101
Benturan Dua Kekuatan Besar
102
Kematian Pencabut Nyawa
103
Monster yang Disambut Sebagai Penyelamat
104
Pemberian Patriak Dao Ba
105
Mendapatkan Kitab Kuno
106
Benteng Hidup Mulai Ditempa
107
Pergantian Pengajar
108
Melangkah Keluar dari Masa Lalu
109
Roh Baju Zirah Naga
110
Menuju Utara Kembali
111
Mencari Shang Yuan
112
Pembebas Tanah Shang
113
Menemukan Shang Yuan
114
Adik Ipar?
115
Keluarga Istana yang Menyebalkan
116
Tabib Chang Siap Beraksi
117
Lengan Baru Shang Yuan
118
Padang Rumput Tanpa Jalan Pulang
119
Langkah Pertama Menuju Ibukota
120
Mutiara Gerbang Dimensi Kembali Digunakan
121
Ibukota yang Tak Lagi Sama
122
Paviliun Teratai Naga Kekaisaran Shang
123
Raja Ilusi Hitam
124
Memainkan Psikologi Lawan Bicara
125
Paviliun Teratai Naga Memilih Ikut
126
Menawarkan Kepemilikan Paviliun
127
Rencana Penyerangan Istana
128
Amarah Kaisar Shang
129
Menuju Gerbang Istana
130
Gerbang Istana Runtuh
131
Bertemu Musuh Sesungguhnya
132
Kaisar Naga Merah, Youlong Chidi
133
Hantu Pedang vs Kaisar Naga Merah
134
Pendekar Seribu Cahaya vs Iblis Berwajah Manusia
135
Dewa Kematian vs Para Pendekar Suci
136
Mengendalikan Medan Pertempuran
137
Fokus Musuh Terganggu
138
Tekanan yang Mengguncang Istana
139
Saat Sang Penguasa Bergerak
140
Di Luar Prediksi
141
Aku Mengingatmu
142
Pendekar Gila Gunung Selatan
143
Kematian Iblis Berwajah Manusia
144
Dominasi Hantu Pedang Sha Nuo
145
Pil Kaisar Iblis
146
Pertahanan Hantu Pedang
147
Waktunya Akhirnya Tiba
148
Boqin Changing vs Pendekar Gila Gunung Selatan
149
Rahasia Dibalik Dominasi
150
Tekanan Ini Berbeda
151
Monster Boqin Changing
152
Pertarungan Memasuki Akhir
153
Berita Kemenangan Menyebar
154
Hari Eksekusi Tiba
155
Pelindung Dua Kekaisaran
156
Bagian dari Kitab Firasat Langit
157
Propaganda yang Disebar
158
Tujuan Selanjutnya
159
Rencana Boqin Changing untuk Paviliun
160
Meninggalkan Ibukota
161
Penginapan Awan Sunyi
162
Aura Kematian Sha Nuo
163
Wilayah yang Dilupakan
164
Penginapan akan Ditutup
165
Ingin Membuat Biro Informasi
166
Tujuan Selanjutnya
167
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!