BAB 2

Setelah selesai istirahat . Alesya memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu . Dan kedua sahabatnya lebih dulu ke kelas . Alesya menolak untuk di temani . Sebenarnya Alesya juga malas harus melewati anak kelas 3 . Tapi ya panggilan .

" Nulis aja kali ya di kotak saran . Pindahkan kamar mandi . Ide bagus " monolog Alesya .

" Si cantik lewat " goda anak kelas 3 .

" Sendiri aja nih neng . Dayang dayang nya kemana ? Mau aa temenin " goda yang lain .

Alesya tak menghiraukan gangguan tengil itu . Bagi Alesya hal seperti itu sudah biasa . Menghiraukan hal receh seperti itu akan membuang waktu .

" Aduh " Alesya hampir terjungkal karena ada kaki yang sengaja ingin membuat Alesya jatuh .

" Ups . Mau jatuh ya ? Kok nggak jatuh aja sih pasti seru" ucap nya .

Dinda sengaja melakukan itu karena kesal melihat Gama melirik Alesya . Gama bukan tipe laki-laki yang mudah terganggu dan tergoda oleh perempuan .

" Dasar stres " ucap Alesya tak ingin memperpanjang masalah . Dan dia juga sudah tidak lagi bisa menahan buang air kecil .

Dinda lalu menarik rambut Alesya . Bagi Dinda Alesya sudah berani kepadanya . Dan tidak ada yang berani kepadanya .

" Aw .. Lepas nggak " teriak Alesya

" Lo udah berani ya sama gue " ucap Dinda .

" Ya lo siapa yang mesti gue takutin . Udah deh nggak usah caper . Gue udah kebelet ini " ucap Alesya seraya menahan tangan Dinda yang semakin menarik rambut Alesya .

" Jangan harap gue mau lepasin ya . Sebelum lo sujud di kaki gue " ucap Dinda .

" Jangan halu deh . Ya kali gue suruh sujud di kaki bau lo " ucap Alesya yang memang nggak takut pada apapun .

" Sialan lo ya " Dinda dengan kuat menarik rambut Alesya .

Alesya yang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Dinda . Segera menyiram Dinda dengan air yang ada di dekatnya .

" Omg . Baju gue basah " teriak Dinda tak terima dengan perlakuan Alesya .

" Gue bilang dari tadi gue pengen pipis . Ya lo nya aja yang cari gara-gara " Alesya lalu masuk ke dalam kamar mandi .

Cindy sahabat Dinda lalu membawakan baju ganti untuk Dinda . Dan tak lupa Cindy mengadukan kejadian tadi kepada Gama . Cindy dan Dinda juga merupakan anggota OSIS . Dan ini akan menjadi cara mereka untuk membalas perbuatan Alesya .

" Lo masih di sini ? Napa ? Nunggu gue iya ? Masih nggak terima ?" ucap Alesya melihat kedua anggota OSIS itu masih di kamar mandi .

" Alesya tolong dong jangan bully gue. Emang gue salah apa sama lo ?" tanya Dinda dengan wajah yang berbeda dari sebelum Alesya masuk ke kamar mandi .

Alesya mengerutkan keningnya . Melihat drama yang di buat Dinda . Membuat Alesya geram .

" Nggak usah banyak drama deh lo. Nggak usah ..

" Stop Alesya . Lo itu masih sekolah jangan jadi cewek arogan dong " ucap Raga .

Gama dan kedua sahabatnya sudah berada di luar . Setelah mendapat aduan dari Cindy .

" Lo " Alesya menunjuk ke arah dua siswi yang sedang memainkan drama . Dinda sudah mulai menangis dan di peluk Cindy .

" Wah bagus juga drama yang lo bikin " Alesya bertepuk tangan .

" Bagusnya lo tuh main sinetron tahu nggak " ucap Alesya semakin geram .

" Ikut gue " ucap Gama .

" Nggak ada ya . Lo percaya aja gitu sama drama yang dia buat . Ini nggak seperti yang dia ceritain ke kalian " ucap Alesya tetap menolak untuk ikut Gama .

" Ikut atau gue gendong " ucap Gama yang membuat mata Dinda membola .

" Enak aja lo . Mau cari kesempatan . Gue bisa jalan sendiri " Alesya lalu menyenggol ke tiga pria tampan di depannya . Memang tidak ada rasa takut sedikitpun .

" Dasar cewek arogan . Cantik sih tapi hiii " ucap Shaka bergidik ngeri .

Raga lalu memukul kepala Shaka dan mengikuti Gama dan Alesya jalan lebih dulu .

" Setan " teriak Shaka .

Alesya lalu duduk di ruang OSIS dan menyilangkan tangannya . Alesya benar-benar tak habis fikir dengan tindakan Dinda . Memang betul apa kata siswi-siswi di sekolah . Dinda memang mak lampir . Pinter Bikin drama yang menyalahkan orang lain .

" Apa ? Gue udah duduk di sini . Lo mau apa ?" ucap Alesya .

" Lari lapangan 20 kali habis itu bersihin kamar mandi " ucap Gama yang berdiri di depan Alesya .

" Gue nggak mau . Lagian ini juga bukan salah gue . Kalau lo mau hukum gue . Hukum juga tuh permaisuri gila lo " ucap Alesya .

" Njir permaisuri gila " ucap Shaka .

" Mau lakuin atau gue tambahin " ucap Gama .

Alesya lalu menginjak kaki Gama dengan kuat dan pergi keluar .

Gama semakin kesal dengan gadis satu itu . Sudah salah tak mau menerima hukuman . Apalagi sudah tahu jika Dinda anak pemilik yayasan . Bisa saja Alesya di keluarkan dari sekolah .

" Woy . Balik lagi lo " teriak Shaka .

" Kaki lo nggak papa ?" tanya Raga mendekati Gama .

Kaki Gama di injak cukup kuat oleh Alesya .

" Nggak " ucap Gama . Lalu duduk di kursinya .

Anggota OSIS yang lain hanya menjadi penonton . Dan mengagumi keberanian Alesya .

" Benar-benar wonder women " ucap salah satu anggota OSIS .

Alesya lalu duduk di pinggiran lapangan . Kedua sahabatnya segera berlari dan menghampiri Alesya . Kirana dan juga Jeni tak lupa membawa minuman untuk Alesya .

" Lo kok bisa di hukum sih ?" tanya Kirana lalu menyodorkan minum untuk Alesya .

Jeni lalu memberi kipas untuk Alesya .

" Lo ada masalah apa sama anggota penjajah itu. Lo bikin kesalahan ?" tanya Jeni .

Mereka termasuk murid yang pandai dan tertib meskipun Alesya sering telat . Dan mereka juga tidak memiliki masalah dengan siswi di sekolah .

" Tuh si nenek peyot bikin ulah " ucap Alesya .

" Nenek peyot ?" tanya Kirana dan Jeni bersamaan .

Alesya mengangguk lalu menghabiskan minumannya hingga tandas .

" Siapa ?" tanya Jeni .

" Dinda " ucap Alesya .

" Kenapa dia? Kok bisa dia bikin masalah sama lo ?" tanya Jeni

" Biasanya dia cuma bikin masalah sama pencinta Gama " ucap Kirana .

Alesya mengangkat kedua bahunya tak mengerti .

" Kalian bingung ?" tanya Alesya .

Kirana dan Jeni mengangguk .

" Tapi gue juga bingung . Dah yuk gue bau banget kayaknya . Gue mau ganti baju dulu " ucap Alesya .

" Kita ikut " ucap Kirana lalu menarik tangan Jeni .

Mereka tidak ingin jika ada masalah lagi .

" Lo nggak gangguin ketos kan ?" tanya Jeni .

" Nggaklah .Ngapain gue deketin tuh cowok rese " ucap Alesya .

" Jangan gitu . Ntar benci jadi cinta hlo " ucap Kirana .

" Lo aja gue enggak " ucap Alesya .

Alesya lalu segera membersihkan dirinya . Lalu berganti pakaian . Tak lupa juga memberi parfum supaya harum .

" Udah wangi belum ?" tanya Alesya .

" Sudah " jawab Kirana dan Jeni .

Ting

" Siapa ?" tanya Kirana . Karena raut wajah Alesya berubah murung .

" Mami " ucap Alesya .

" Dia pulang ?" tanya Kirana .

" Kita temenin ?" tanya Jeni .

" Nggak usah gue nggak papa " ucap Alesya .

Terpopuler

Comments

reza indrayana

reza indrayana

mampir Thor...
awal baca udah bikin penasaran niichh... 🥰🥰

2026-08-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!