Setelah selesai istirahat . Alesya memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu . Dan kedua sahabatnya lebih dulu ke kelas . Alesya menolak untuk di temani . Sebenarnya Alesya juga malas harus melewati anak kelas 3 . Tapi ya panggilan .
" Nulis aja kali ya di kotak saran . Pindahkan kamar mandi . Ide bagus " monolog Alesya .
" Si cantik lewat " goda anak kelas 3 .
" Sendiri aja nih neng . Dayang dayang nya kemana ? Mau aa temenin " goda yang lain .
Alesya tak menghiraukan gangguan tengil itu . Bagi Alesya hal seperti itu sudah biasa . Menghiraukan hal receh seperti itu akan membuang waktu .
" Aduh " Alesya hampir terjungkal karena ada kaki yang sengaja ingin membuat Alesya jatuh .
" Ups . Mau jatuh ya ? Kok nggak jatuh aja sih pasti seru" ucap nya .
Dinda sengaja melakukan itu karena kesal melihat Gama melirik Alesya . Gama bukan tipe laki-laki yang mudah terganggu dan tergoda oleh perempuan .
" Dasar stres " ucap Alesya tak ingin memperpanjang masalah . Dan dia juga sudah tidak lagi bisa menahan buang air kecil .
Dinda lalu menarik rambut Alesya . Bagi Dinda Alesya sudah berani kepadanya . Dan tidak ada yang berani kepadanya .
" Aw .. Lepas nggak " teriak Alesya
" Lo udah berani ya sama gue " ucap Dinda .
" Ya lo siapa yang mesti gue takutin . Udah deh nggak usah caper . Gue udah kebelet ini " ucap Alesya seraya menahan tangan Dinda yang semakin menarik rambut Alesya .
" Jangan harap gue mau lepasin ya . Sebelum lo sujud di kaki gue " ucap Dinda .
" Jangan halu deh . Ya kali gue suruh sujud di kaki bau lo " ucap Alesya yang memang nggak takut pada apapun .
" Sialan lo ya " Dinda dengan kuat menarik rambut Alesya .
Alesya yang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Dinda . Segera menyiram Dinda dengan air yang ada di dekatnya .
" Omg . Baju gue basah " teriak Dinda tak terima dengan perlakuan Alesya .
" Gue bilang dari tadi gue pengen pipis . Ya lo nya aja yang cari gara-gara " Alesya lalu masuk ke dalam kamar mandi .
Cindy sahabat Dinda lalu membawakan baju ganti untuk Dinda . Dan tak lupa Cindy mengadukan kejadian tadi kepada Gama . Cindy dan Dinda juga merupakan anggota OSIS . Dan ini akan menjadi cara mereka untuk membalas perbuatan Alesya .
" Lo masih di sini ? Napa ? Nunggu gue iya ? Masih nggak terima ?" ucap Alesya melihat kedua anggota OSIS itu masih di kamar mandi .
" Alesya tolong dong jangan bully gue. Emang gue salah apa sama lo ?" tanya Dinda dengan wajah yang berbeda dari sebelum Alesya masuk ke kamar mandi .
Alesya mengerutkan keningnya . Melihat drama yang di buat Dinda . Membuat Alesya geram .
" Nggak usah banyak drama deh lo. Nggak usah ..
" Stop Alesya . Lo itu masih sekolah jangan jadi cewek arogan dong " ucap Raga .
Gama dan kedua sahabatnya sudah berada di luar . Setelah mendapat aduan dari Cindy .
" Lo " Alesya menunjuk ke arah dua siswi yang sedang memainkan drama . Dinda sudah mulai menangis dan di peluk Cindy .
" Wah bagus juga drama yang lo bikin " Alesya bertepuk tangan .
" Bagusnya lo tuh main sinetron tahu nggak " ucap Alesya semakin geram .
" Ikut gue " ucap Gama .
" Nggak ada ya . Lo percaya aja gitu sama drama yang dia buat . Ini nggak seperti yang dia ceritain ke kalian " ucap Alesya tetap menolak untuk ikut Gama .
" Ikut atau gue gendong " ucap Gama yang membuat mata Dinda membola .
" Enak aja lo . Mau cari kesempatan . Gue bisa jalan sendiri " Alesya lalu menyenggol ke tiga pria tampan di depannya . Memang tidak ada rasa takut sedikitpun .
" Dasar cewek arogan . Cantik sih tapi hiii " ucap Shaka bergidik ngeri .
Raga lalu memukul kepala Shaka dan mengikuti Gama dan Alesya jalan lebih dulu .
" Setan " teriak Shaka .
Alesya lalu duduk di ruang OSIS dan menyilangkan tangannya . Alesya benar-benar tak habis fikir dengan tindakan Dinda . Memang betul apa kata siswi-siswi di sekolah . Dinda memang mak lampir . Pinter Bikin drama yang menyalahkan orang lain .
" Apa ? Gue udah duduk di sini . Lo mau apa ?" ucap Alesya .
" Lari lapangan 20 kali habis itu bersihin kamar mandi " ucap Gama yang berdiri di depan Alesya .
" Gue nggak mau . Lagian ini juga bukan salah gue . Kalau lo mau hukum gue . Hukum juga tuh permaisuri gila lo " ucap Alesya .
" Njir permaisuri gila " ucap Shaka .
" Mau lakuin atau gue tambahin " ucap Gama .
Alesya lalu menginjak kaki Gama dengan kuat dan pergi keluar .
Gama semakin kesal dengan gadis satu itu . Sudah salah tak mau menerima hukuman . Apalagi sudah tahu jika Dinda anak pemilik yayasan . Bisa saja Alesya di keluarkan dari sekolah .
" Woy . Balik lagi lo " teriak Shaka .
" Kaki lo nggak papa ?" tanya Raga mendekati Gama .
Kaki Gama di injak cukup kuat oleh Alesya .
" Nggak " ucap Gama . Lalu duduk di kursinya .
Anggota OSIS yang lain hanya menjadi penonton . Dan mengagumi keberanian Alesya .
" Benar-benar wonder women " ucap salah satu anggota OSIS .
Alesya lalu duduk di pinggiran lapangan . Kedua sahabatnya segera berlari dan menghampiri Alesya . Kirana dan juga Jeni tak lupa membawa minuman untuk Alesya .
" Lo kok bisa di hukum sih ?" tanya Kirana lalu menyodorkan minum untuk Alesya .
Jeni lalu memberi kipas untuk Alesya .
" Lo ada masalah apa sama anggota penjajah itu. Lo bikin kesalahan ?" tanya Jeni .
Mereka termasuk murid yang pandai dan tertib meskipun Alesya sering telat . Dan mereka juga tidak memiliki masalah dengan siswi di sekolah .
" Tuh si nenek peyot bikin ulah " ucap Alesya .
" Nenek peyot ?" tanya Kirana dan Jeni bersamaan .
Alesya mengangguk lalu menghabiskan minumannya hingga tandas .
" Siapa ?" tanya Jeni .
" Dinda " ucap Alesya .
" Kenapa dia? Kok bisa dia bikin masalah sama lo ?" tanya Jeni
" Biasanya dia cuma bikin masalah sama pencinta Gama " ucap Kirana .
Alesya mengangkat kedua bahunya tak mengerti .
" Kalian bingung ?" tanya Alesya .
Kirana dan Jeni mengangguk .
" Tapi gue juga bingung . Dah yuk gue bau banget kayaknya . Gue mau ganti baju dulu " ucap Alesya .
" Kita ikut " ucap Kirana lalu menarik tangan Jeni .
Mereka tidak ingin jika ada masalah lagi .
" Lo nggak gangguin ketos kan ?" tanya Jeni .
" Nggaklah .Ngapain gue deketin tuh cowok rese " ucap Alesya .
" Jangan gitu . Ntar benci jadi cinta hlo " ucap Kirana .
" Lo aja gue enggak " ucap Alesya .
Alesya lalu segera membersihkan dirinya . Lalu berganti pakaian . Tak lupa juga memberi parfum supaya harum .
" Udah wangi belum ?" tanya Alesya .
" Sudah " jawab Kirana dan Jeni .
Ting
" Siapa ?" tanya Kirana . Karena raut wajah Alesya berubah murung .
" Mami " ucap Alesya .
" Dia pulang ?" tanya Kirana .
" Kita temenin ?" tanya Jeni .
" Nggak usah gue nggak papa " ucap Alesya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
reza indrayana
mampir Thor...
awal baca udah bikin penasaran niichh... 🥰🥰
2026-08-27
0