BAB 5

Alesya akhirnya diantar pulang . Setelah terlebih dulu membeli obat demam . Namun bukan Kirana dan Jeni yang mengantar . Karena mereka ada ulangan .

" Rumah lo dimana ?" tanya Gama .

Alesya tidak menjawab . Namun memilih mengetik gps .

Gama tak menghiraukannya toh sama saja .

Sesampainya di rumah Alesya . Alesya segera turun .

" Makasih " ucap Alesya .

" Ini obat lo " ucap Gama lalu menyerahkan obat yang tadi mereka beli .

" Makasih " ucap Alesya lagi . Lalu masuk meninggalkan Gama .

Tubuh Alesya rasanya sudah tidak kuat . Dan beruntung ada bibi yang selalu ada untuk Alesya . Jangan tanya kemana kedua orang tua Alesya . Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing .

" Non kenapa ?" tanya bibi mengantar Alesya ke kamar .

" Sedikit pusing bi " ucap Alesya .

" Makan dulu non langsung minum obat " ucap bibi .

" Nanti aja bi . Ale mau tidur dulu " ucap Alesya .

" Kalau butuh apa-apa panggil bibi ya non "

Alesya hanya mengangguk.

Bibi lalu keluar dari kamar Alesya . Tidak ingin mengganggu istirahat Alesya .

Sedangkan di sekolah Alesya tengah heboh . Gama mengantar pulang Alesya . Berita itu telah sampai di telinga Dinda . Dan membuat Dinda kebakaran jenggot .

Tak berbeda jauh dengan siswi lain . Yang sangat mengagumi Gama . Mereka juga tak suka jika Gama berdekatan dengan siswi lain . Tapi jika saingan mereka Alesya . Mereka juga berpikir dua kali . Namun jika memang kagum berubah menjadi rasa suka . Apapun pasti akan mereka lakukan .

" Heboh heboh " ucap Shaka seraya meminum es boba nya

" Namanya juga bocil " ucap Raga

Kini mereka sedang berada di ruang OSIS sambil menunggu Gama .

" Mampir dulu kali si Gama . Berduaan " ucap Shaka .

" Nggak usah halu " ucap Gama yang baru saja masuk ruang OSIS .

" Rumah Alesya pindah samping sekolah Gam " tanya Shaka .

" Lama lo ngomel " ucap Gama .

" Tau tuh kayak emak-emak " ucap Raga .

" Tapi lo sekarang lagi trending topik " ucap Shaka .

" Udah biasa " jawab Gama .

" Kali ini jauh dari kata trending . Ini hot hot hot news " ucap Shaka .

" Ya udah biarin " ucap Gama lalu pergi meninggalkan ruang OSIS .

Shaka menaruh kedua tangannya di pinggang . Benar-benar si Gama terlalu cuek .

" Udah , jangan di pikirin . Emang dia gitu " ucap Raga lalu mengikuti Gama .

" Tunggu Kambing " teriak Shaka .

Dinda yang mendengar Gama mengantar pulang Alesya . Merasa kesal dan tidak terima . Siswi sekelasnya saja tidak ada yang mau bermasalah dengan Dinda . Jika ada Dinda lebih baik pergi .

" Gue nggak akan biarin tuh cewek ganjen ganggu Gama . Gama itu cuma milik gue " ucap Dinda .

" Iya Din , udah ayok makan . Gue lapar " ucap Cindy .

" Lo ya . Dipikiran lo cuma makan dan makan " kesal Dinda lalu pergi ke ruang OSIS . Siapa tahu dia bisa menemukan Gama .

Cindy tidak berani menjawab Dinda . Tapi dia tetap memilih untuk makan terlebih dahulu . Lalu di mengikuti Dinda . Sedari tadi dia belum makan sana sekali .

" Kak Gama . Aku mau tanya " ucap seorang siswi yang berusaha untuk mendekati Gama .

" Hem " jawab Gama yang memNg sudah tahu maksud dari siswi di depannya .

Gama tidak ingin memberi harapan palsu untuk siswi yang mencoba dekat dengannya . Gama hanya ingin fokus sekolah .

" Jadi syarat untuk jadi anggota OSIS itu apa ya ?" tanyanya .

" Ini baca aja di sini . Semua ada di sini " ucap Gama lalu meninggalkan siswi yang terbilang cukup berani itu .

Setelah memberikan sebuah kertas . Gama meninggalkan siswi yang masih melihat punggung Gama dati kejauhan .

" Dek , ada iler " ucap Shaka seraya mengelap mukanya sendiri .

Siswi itu juga mengikuti apa yang Shaka lakukan .

Raga hanya tertawa melihat tingkah Shaka . Apalagi gadis itu hanya menuruti Shaka . Benar gadis yang polos .

" Gue rasa Gama sering jadi fantasi liar mereka " ucap Shaka .

" Otak lo perlu di restart deh " ucap Raga yang semakin kesal dengan ucapan Shaka yang makin ke sini semakin tak masuk akal .

Shaka hanya tertawa .

Gama mendapat telepon dari Mama Gina . Yang meminta Gama pulang lebih awal . Papa Gama ingin berbicara dengan Gama .

Gama hanya mengiyakan permintaan sang Mama . Meskipun terdengar agak aneh . Mereka tidak pernah terlihat seserius ini . Apalagi meminta Gama untuk langsung pulang . Dan tidak mampir-mampir terlebih dahulu .

Di dalam kelas Gama hanya membaca buku . Tapi pikirannya masih bertanya-tanya dengan keanehan Mama Gina .

" Lo belajar baca buku ke balik ?" tanya Shaka .

" Hem " Gama lalu membalik buku tersebut .

" Lo lagi ada masalah ? " tanya Raga yang memang merasa aneh dengan sikap Gama .

" Gue baik . Udah gue mau belajar . Bentar lagi ulangan " ucap Gama fokus kembali ke bukunya .

" Lo memang idaman " ucap Shaka di buat gemas sendiri dengan sikap Gama.

" Gue masih normal " ucap Gama menatap Shaka .

" Tatapan maut lo . Pantes cewek-cewek kepelet " ucap Shaka .

" Lo suka sama gue ?" tanya Gama .

" Najis, gue masih suka cewek " ucap Shaka lalu pergi ke tempat duduknya .

Dinda masuk ke dalam kelas . Melihat Gama yang sedang belajar . Dinda pura-pura membawa buku untuk di tanyakan kepada Gama .

" Ga , minggir dulu " Dinda meminta Raga untuk pindah tempat duduk .

Gama tidak peduli dengan sekitarnya jika lagi belajar.

" Lo mau apa ?" tanya Raga .

" Udah minggir nggak lo " ucap Dinda .

" Dasar gaje " ucap Raga .

" Gama gue nggak tau yang bagian ini . Lo bisa bantu gue nggak ?" tanya Dinda .

" Lo bisa minta tolong mereka berdua . Gue lagi belajar " ucap Gama yang semalam memang belum sempat belajar karena memilih calon anggota OSIS baru . Meskipun dia murid yang pintar. Tapi dia tetap harus belajar .

" Tapi gue ..

Gama lalu berdiri dan meninggalkan Dinda . Saat ini dia ingin fokus untuk ulangan . Gama tidak ingin nilainya buruk . Apalagi mereka sudah memasuki kelas tiga .

" Udah sini . Sama abang Shaka " ucap Raga .

" Gue juga lagi sibuk " ucap Shaka yang memang malas dengan Dinda yang terkenal suka membuli .

" Nggak " ucap Dinda lalu meninggalkan meja Gama .

Teman kelas mereka terutama yang perempuan . Merasa puas dengan perlakuan Gama terhadap Dinda . Mereka tidak menyukai sikap arogan Dinda yang suka mencari masalah terhadap teman maupun adik kelas mereka . Tak jarang para siswi yang di keluarkan atau pindah hanya karena Dinda . Tapi heran kenapa sekolahan diam saja . Apa karena Dinda pemilik yayasan .

Mami Cintya yang baru pulang bekerja . Lalu menghampiri kamar Alesya . Mengetahui Alesya pulang karena sakit .

" Kamu sakit ?" tanya Mami Cintya.

" Iya mi " jawab Alesya .

" Nanti malam kita ada acra makan malam . Sama teman Mami . Kamu minum obat ya " ucap Mami Cintya lalu menyerahkan obat untuk Alesya .

" Tapi Al sudah beli obat mi " ucap Alesya .

" Mami panggil dokter saja ya . Biar kamu ceper sembuh " ucap Mami Cintya lalu memanggil dokter untuk Alesya .

Alesya tidak menolak atau menjawab lagi . Jika Mami Cintya sudah berkeinginan menolak pun tidak ada gunanya .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!