Alesya akhirnya diantar pulang . Setelah terlebih dulu membeli obat demam . Namun bukan Kirana dan Jeni yang mengantar . Karena mereka ada ulangan .
" Rumah lo dimana ?" tanya Gama .
Alesya tidak menjawab . Namun memilih mengetik gps .
Gama tak menghiraukannya toh sama saja .
Sesampainya di rumah Alesya . Alesya segera turun .
" Makasih " ucap Alesya .
" Ini obat lo " ucap Gama lalu menyerahkan obat yang tadi mereka beli .
" Makasih " ucap Alesya lagi . Lalu masuk meninggalkan Gama .
Tubuh Alesya rasanya sudah tidak kuat . Dan beruntung ada bibi yang selalu ada untuk Alesya . Jangan tanya kemana kedua orang tua Alesya . Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing .
" Non kenapa ?" tanya bibi mengantar Alesya ke kamar .
" Sedikit pusing bi " ucap Alesya .
" Makan dulu non langsung minum obat " ucap bibi .
" Nanti aja bi . Ale mau tidur dulu " ucap Alesya .
" Kalau butuh apa-apa panggil bibi ya non "
Alesya hanya mengangguk.
Bibi lalu keluar dari kamar Alesya . Tidak ingin mengganggu istirahat Alesya .
Sedangkan di sekolah Alesya tengah heboh . Gama mengantar pulang Alesya . Berita itu telah sampai di telinga Dinda . Dan membuat Dinda kebakaran jenggot .
Tak berbeda jauh dengan siswi lain . Yang sangat mengagumi Gama . Mereka juga tak suka jika Gama berdekatan dengan siswi lain . Tapi jika saingan mereka Alesya . Mereka juga berpikir dua kali . Namun jika memang kagum berubah menjadi rasa suka . Apapun pasti akan mereka lakukan .
" Heboh heboh " ucap Shaka seraya meminum es boba nya
" Namanya juga bocil " ucap Raga
Kini mereka sedang berada di ruang OSIS sambil menunggu Gama .
" Mampir dulu kali si Gama . Berduaan " ucap Shaka .
" Nggak usah halu " ucap Gama yang baru saja masuk ruang OSIS .
" Rumah Alesya pindah samping sekolah Gam " tanya Shaka .
" Lama lo ngomel " ucap Gama .
" Tau tuh kayak emak-emak " ucap Raga .
" Tapi lo sekarang lagi trending topik " ucap Shaka .
" Udah biasa " jawab Gama .
" Kali ini jauh dari kata trending . Ini hot hot hot news " ucap Shaka .
" Ya udah biarin " ucap Gama lalu pergi meninggalkan ruang OSIS .
Shaka menaruh kedua tangannya di pinggang . Benar-benar si Gama terlalu cuek .
" Udah , jangan di pikirin . Emang dia gitu " ucap Raga lalu mengikuti Gama .
" Tunggu Kambing " teriak Shaka .
Dinda yang mendengar Gama mengantar pulang Alesya . Merasa kesal dan tidak terima . Siswi sekelasnya saja tidak ada yang mau bermasalah dengan Dinda . Jika ada Dinda lebih baik pergi .
" Gue nggak akan biarin tuh cewek ganjen ganggu Gama . Gama itu cuma milik gue " ucap Dinda .
" Iya Din , udah ayok makan . Gue lapar " ucap Cindy .
" Lo ya . Dipikiran lo cuma makan dan makan " kesal Dinda lalu pergi ke ruang OSIS . Siapa tahu dia bisa menemukan Gama .
Cindy tidak berani menjawab Dinda . Tapi dia tetap memilih untuk makan terlebih dahulu . Lalu di mengikuti Dinda . Sedari tadi dia belum makan sana sekali .
" Kak Gama . Aku mau tanya " ucap seorang siswi yang berusaha untuk mendekati Gama .
" Hem " jawab Gama yang memNg sudah tahu maksud dari siswi di depannya .
Gama tidak ingin memberi harapan palsu untuk siswi yang mencoba dekat dengannya . Gama hanya ingin fokus sekolah .
" Jadi syarat untuk jadi anggota OSIS itu apa ya ?" tanyanya .
" Ini baca aja di sini . Semua ada di sini " ucap Gama lalu meninggalkan siswi yang terbilang cukup berani itu .
Setelah memberikan sebuah kertas . Gama meninggalkan siswi yang masih melihat punggung Gama dati kejauhan .
" Dek , ada iler " ucap Shaka seraya mengelap mukanya sendiri .
Siswi itu juga mengikuti apa yang Shaka lakukan .
Raga hanya tertawa melihat tingkah Shaka . Apalagi gadis itu hanya menuruti Shaka . Benar gadis yang polos .
" Gue rasa Gama sering jadi fantasi liar mereka " ucap Shaka .
" Otak lo perlu di restart deh " ucap Raga yang semakin kesal dengan ucapan Shaka yang makin ke sini semakin tak masuk akal .
Shaka hanya tertawa .
Gama mendapat telepon dari Mama Gina . Yang meminta Gama pulang lebih awal . Papa Gama ingin berbicara dengan Gama .
Gama hanya mengiyakan permintaan sang Mama . Meskipun terdengar agak aneh . Mereka tidak pernah terlihat seserius ini . Apalagi meminta Gama untuk langsung pulang . Dan tidak mampir-mampir terlebih dahulu .
Di dalam kelas Gama hanya membaca buku . Tapi pikirannya masih bertanya-tanya dengan keanehan Mama Gina .
" Lo belajar baca buku ke balik ?" tanya Shaka .
" Hem " Gama lalu membalik buku tersebut .
" Lo lagi ada masalah ? " tanya Raga yang memang merasa aneh dengan sikap Gama .
" Gue baik . Udah gue mau belajar . Bentar lagi ulangan " ucap Gama fokus kembali ke bukunya .
" Lo memang idaman " ucap Shaka di buat gemas sendiri dengan sikap Gama.
" Gue masih normal " ucap Gama menatap Shaka .
" Tatapan maut lo . Pantes cewek-cewek kepelet " ucap Shaka .
" Lo suka sama gue ?" tanya Gama .
" Najis, gue masih suka cewek " ucap Shaka lalu pergi ke tempat duduknya .
Dinda masuk ke dalam kelas . Melihat Gama yang sedang belajar . Dinda pura-pura membawa buku untuk di tanyakan kepada Gama .
" Ga , minggir dulu " Dinda meminta Raga untuk pindah tempat duduk .
Gama tidak peduli dengan sekitarnya jika lagi belajar.
" Lo mau apa ?" tanya Raga .
" Udah minggir nggak lo " ucap Dinda .
" Dasar gaje " ucap Raga .
" Gama gue nggak tau yang bagian ini . Lo bisa bantu gue nggak ?" tanya Dinda .
" Lo bisa minta tolong mereka berdua . Gue lagi belajar " ucap Gama yang semalam memang belum sempat belajar karena memilih calon anggota OSIS baru . Meskipun dia murid yang pintar. Tapi dia tetap harus belajar .
" Tapi gue ..
Gama lalu berdiri dan meninggalkan Dinda . Saat ini dia ingin fokus untuk ulangan . Gama tidak ingin nilainya buruk . Apalagi mereka sudah memasuki kelas tiga .
" Udah sini . Sama abang Shaka " ucap Raga .
" Gue juga lagi sibuk " ucap Shaka yang memang malas dengan Dinda yang terkenal suka membuli .
" Nggak " ucap Dinda lalu meninggalkan meja Gama .
Teman kelas mereka terutama yang perempuan . Merasa puas dengan perlakuan Gama terhadap Dinda . Mereka tidak menyukai sikap arogan Dinda yang suka mencari masalah terhadap teman maupun adik kelas mereka . Tak jarang para siswi yang di keluarkan atau pindah hanya karena Dinda . Tapi heran kenapa sekolahan diam saja . Apa karena Dinda pemilik yayasan .
Mami Cintya yang baru pulang bekerja . Lalu menghampiri kamar Alesya . Mengetahui Alesya pulang karena sakit .
" Kamu sakit ?" tanya Mami Cintya.
" Iya mi " jawab Alesya .
" Nanti malam kita ada acra makan malam . Sama teman Mami . Kamu minum obat ya " ucap Mami Cintya lalu menyerahkan obat untuk Alesya .
" Tapi Al sudah beli obat mi " ucap Alesya .
" Mami panggil dokter saja ya . Biar kamu ceper sembuh " ucap Mami Cintya lalu memanggil dokter untuk Alesya .
Alesya tidak menolak atau menjawab lagi . Jika Mami Cintya sudah berkeinginan menolak pun tidak ada gunanya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments