BAB 4

" Al lo tetap pergi ke sekolah ?" tanya Kirana melihat Alesya yang bersiap untuk sekolah .

 " Iya ki . Gue nggak papa kok " ucap Alesya seraya tersenyum .

" Pake lip balm nih . Buar nggak terlihat pucat " ucap Jeni sambil menyerahkan lip balm yang ada di tangannya .

" Kena jigong lo nggak ?" tanya Alesya .

" Sialan lo . Gue rajin sikat gigi kali " ucap Jeni tak terima

" Ya siapa tahu " ucap Alesya lalu tertawa bersama Kirana .

Jeni memanyunkan bibirnya . Dia selalu jadi korban keusilan sahabatnya . Sifat Jeni yang manja dan cerewet . sering membuat Alesya dan juga Kirana gemas sendiri . Tapi Jeni juga sahabat paling care .

" Non sarapan sudah siap " ucap bibi dari luar pintu

" Siyap bibi . I'm coming " teriak Jeni

" Lo di rumah nggak di kasih makan nyokap lo ya ?" ledek Kirana .

" Sialan lo . Iya juga sih bukan nyokap yang ngasih makan tapi bibi " jawab Jeni lalu keluar lebih dulu dari kamar Alesya .

Jeni menuruni setiap anak tangga. Dan dia mendengar percakapan antara kedua orang tua Alesya .

" Kita jodohkan saja Pi dia . Kan kita juga sudah sepakat " ucap Mami Cintya .

" Alesya masih sekolah Mi. Biarkan dia lulus sekolah dulu baru rencana perjodohan ini kita bicarakan " ucap Papi Dion .

" Anak itu selalu saja membuat masalah " ucap Mami Cintya lalu meninggalkan Papi Dion yang hanya diam dan menggelengkan kepalanya . Istrinya masih saja seperti itu . Meskipun belum jelas cerita yang sebenarnya .

Jeni lalu menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar . Tapi apa yang akan dia lakukan . Lalu bagaimana dengan perasaan Alesya . Pasti ini akan lebih menyakitkan lagi . Tak terasa air mata Jeni menetes . Merasakan begitu berat menjadi Alesya .

" Dor " teriak Kirana dan Alesya bersamaan .

" Lo nangis Je ?" tanya Kirana .

" Sorry kita cuma canda " ucap Alesya tak tahu dengan Jeni yang tiba-tiba menangis .

" Apaan sih . Mata gue kelilipan " ucap Jeni lalu menghapus air matanya .

" Kalian ngapain di situ . Ayo turun kita sarapan bersama " ajak Papi Dion .

" Iya Pi ini turun " ucap Jeni lalu turun lebih dulu menghindari banyak pertanyaan dari sahabatnya .

Alesya dan Kirana lalu saling pandang . Mereka akhirnya memilih untuk turun dan sarapan . Daripada telat dan mendapat hukuman .

Setelah selesai sarapan mereka berangkat bersama menggunakan mobil Kirana .

" Ki pelan dikit dong . Biar dapat hukuman dari pak ketos tampan " ucap Jeni .

" Lo gila ya . Anggota penjajah gitu di kagumi " ucap Alesya .

" Dia suka sama Shaka , Al "ucap Kirana .

" Dih najong yaa .. Gue sukanya ya sama kak Gama " ucap Jeni .

" Kayak nggak ada cowok lain aja " ucap Alesya .

" Nggak ada Alesya . Dia itu super perfecto . Oke , no debat " ucap Jeni .

" Ya serah lo . Lagian lo berani deketin dia paling juga di labrak sama nenek gayung " ucap Kirana .

" Siapa ?" tanya Jeni .

" Siapa lagi kalo nggak nenek peyot " ucap Alesya .

" Nenek peyotlah , nenek gayunglah , nenek nenek lah . Serah lo " ucap Jeni .

" Yah ngambek " ucap Kirana seraya mencubit pipi Jeni yang sedikit chubby .

" Stop Kirana . Nanti bedak gue luntur " ucap Jeni lalu mengambil bedaknya lagi .

Alesya memilih untuk memainkan ponselnya . Dari pada berdebat dengan Jeni yang tak ada habisnya .

" Pulang nanti kita ke mall nya . Ada promo nih " ucap Alesya .

" Lo kayak orang susah aja sih Al" ucap Jeni dan di jawab anggukan oleh Kirana .

" Manfaatkan setiap momen dan promo " ucap Alesya dan mendapat anggukan juga dari Kirana .

" Lo mihak siapa sih Ki ?" tanya Jeni .

" Gue setuju dua-duanya " ucap Kirana.

Mobil Kirana terparkir di sekolah . Mereka memastikan penampilannya lagi sebelum keluar mobil .

" Dah yuk " ucap Kirana .

Banyak mata yang tertuju kepada mereka . Dari siswa kelas satu sampai kelas tiga . Mereka sengaja duduk di parkiran sekolah terlebih dahulu . Supaya dapat melihat primadona sekolah .

" Susah memang jadi cewek sempurna kayak gue " ucap Jeni .

" Jangan sombong lo " ucap Kirana mengingatkan .

" Bukan sombong sih . Tapi itu kenyataannya " ucap Alesya lalu tos dengan Jeni .

Kini giliran Kirana yang di jahilin .

" Ada pak ketos " ucap Jeni lalu merapikan penampilannya .

" Bagus akhirnya lo insyaf " ucap Shaka kepada Alesya .

" Insyaf insyaf . Makan tuh insyaf" ucap Jeni .

" Udah ayok .. Nanti kalian cinlok lagi " ucap Kirana .

" Nggak ada yaa" ucap Jeni seraya menarik tangan Alesya dan Kirana.

" Gue juga ogah sama lo " teriak Shaka .

" Jangan gitu Nyet . Ntar jatuh cinta hlo . Biasanya klo di novel begitu " ucap Raga menepuk Shaka .

Gama hanya menggelengkan kepalanya . Lalu berjalan meninggalkan Shaka .

" Tunggu " teriak Shaka .

Hari ini semua murid berkumpul di lapangan . Ada pengumuman mengenai calon ketua OSIS yang baru . Anggota OSIS yang lama sudah kelas tiga . Dan akan fokus untuk persiapan ujian .

" Panas-panas gini kenapa nggak di aula aja sih " keluh beberapa murid .

Hari itu memang matahari cukup terik .

" Di kira ikan teri apa ya di jemur kayak gini " ucap Jeni seraya membawa kipas di tangannya .

" Lo aja kali ikan asin " ucap Bowo .

" Yee nyambung aja lo Wowo " ucap Jeni .

" Du du du " ucap Bowo seraya menirukan dance blackpink .

" Serah lo lah Wowo " ucap Jeni .

Kepala sekolah dan juga ketua OSIS memberikan ucapan sambutan . Alesya sedari tadi hanya diam saja . Semua itu tak luput dari pandangan Kirana dan Jeni . Dari rumah memang Alesya terlihat pucat . Namun Alesya menolak untuk tidak masuk sekolah .

" Al lo klo mau pingsan kasih tahu ya " ucap Jeni .

" Lo nggak kuat ya Al?" tanya Kirana .

" Kuat kok . Bentar lagi paling juga selesai " ucap Alesya .

Benar saja , setelah sambutan dan calon anggota OSIS akan di pilih .Murid-murid memilih membubarkan diri setelah acara selesai .

Alesya masih berdiri di tempat . Tidak mau jika nanti berdesak-desakan . Yang akan membuat Alesya semakin tidak kuat .

bruk

" Al bangun Al " Kirana segera membangunkan Alesya .

Gama yang melihat itu langsung mengangkat Alesya . Menggendongnya dan membawanya ke ruang UKS .

Para siswi yang melihat itu di buat iri . Tak banyak yang mengatakan mereka pasangan serasi . Ada juga yang menganggap bahwa Alesya hanya cari perhatian terhadap Gama .

Kirana dan Jeni juga ikut terkejut . Namun mereka tetap mengikuti langkah Gama .

" Kalian sahabatnya ?" tanya Gama

" Iy, iya kak " jawab Jeni yang malah mendadak gagu .

" Temani dia . Sepertinya dia demam " ucap Gama .

" Iy, iya kak " jawab Jeni lagi .

Kirana yang melihat kegugupan Jeni rasanya ingin tertawa kencang . Namun dia berusaha menahannya .

" Kalau tidak antar pulang saja . Gue yang kasih ijin " ucap Gama .

" Oke kak . Makasih " ucap Kirana kali ini.

Jeni mengerucutkan bibirnya .

" Ya udah gue ijin ke guru jaga " ucap Gama lalu meninggalkan ruang UKS .

" Nggak gagu lagi lo ?" tanya Kirana begidik ngeri .

" Kiraanaaa " kesal Jeni .

" Ganteng banget ki . Aaaa " ucap Jeni seperti cacing kepanasan .

Terpopuler

Comments

Lestary Tri

Lestary Tri

semangat kak. masih banyak typo

2026-08-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!