Ketika Cinta Bukan Sekedar Kata

Ketika Cinta Bukan Sekedar Kata

BAB 1

Gubrak ..

" Masih pagi sudah ada aja " gerutu seorang gadis cantik berambut panjang . Dia berlari di koridor sekolah dengan nafas terengah-engah . Meskipun ini bukan kali pertamanya dia terlambat . Tak urung membuatnya jera . Bahkan hukuman sering dia dapatkan .

" Tunggu " teriak siswa yang merupakan anggota OSIS.

" Wah penjajah mulai beraksi " ucap Alesya .

Alesya Bavelary , anak yang ceria . Tapi siapa sangka jika dia juga menyimpan sesuatu . Hanya sahabatnya yang tahu dia seperti apa . Anak ke-2 dari Dion Bavelary dan Cintya Bavelary . Dan Alesya memiliki seorang kakak Darren Bavelary .

" Larinya kenceng juga " ucap Arshaka Mahendra. Dia merupakan anggota OSIS yang bertugas mendisiplinkan murid yang telat .

" Dia memang tidak kenal takut " ucap Raga Pratama . Dia adalah wakil ketua OSIS .

" Kejar dia " ucap Gama Zarkasyi . Dia adalah ketua OSIS di SMA tunggal jaya . Pria tampan dan pintar . Tak jarang para siswi di sekolah suka mencuri perhatian dari sang ketua OSIS . Dari yang memang sengaja terlambat supaya di hukum dan ketemu dengan sang ketos .

" Lah lo mau kemana?" teriak Shaka .

Gama hanya melambaikan tangannya .

" Sudah ayok " ajak Raga .

Kedua pria itu mengejar Alesya namun kehilangan jejak . Dan mencari di setiap sudut sekolah.

" Kita ke kelasnya " ucap Raga .

Shaka menyetujui ide Raga .

" Aku aman " ucap Alesya ketika melihat kedua anggota OSIS itu telah pergi dari sana .

" Akhirnya bisa lolos jug " ucapnya dengan senyum ceria .

" Siapa bilang " ucap Gama yang datang entah dari mana.

" Setan ! " Alesya terkejut hingga memundurkan tubuhnya . Dan hampir terjatuh . Gama lalu menarik tangan Alesya .

" Mana ada setan tampan " ucap Gama lalu menarik tangan Alesya untuk mengikutinya .

" Lepasin tangan lo dari gue " ucap Alesya .

" Sampai lo kabur gue aduin ke BK " ancam Gama .

" Iya . Nggak kabur " ucap Alesya .

Dan.....

Setelah Gama melepaskan tangannya . Alesya segera melarikan diri . Namun ..

Gubrak

Alesya menabrak guru yang di kenal killer di sana .

" Kamu kenapa Alesya ?" tanya bu wina yang berperawakan sedikit berisi mentega itu 🤭.

" Itu buk .. Anuu . Saya mau ke kelas bu " ucap Alesya .

" Apa kamu terlambat Alesya?" tanyanya .

" Tidak . Saya tadi bel sudah di sekolahan kok bu . Tapi saya mau masuk sekolah di gangguin sama dia bu " ucap Alesya .

" Alasan . Apa benar begitu Gama ?" tanya Bu Wina yang memang tak mempercayai Alesya .

" Dia telat bu " ucap Gama .

" Mana ada . Gue udah masuk sebelum gerbang di tutup . Tanya aja sama pak Agus " ucap Alesya tetap tidak mau kalah .

Pak Agus adalah satpam di sekolah .

" Jika saya tanya pak Agus . Dan kamu berbohong kamu akan di hukum dua kali lipat Alesya " tegas Bu Wina .

" Tidak papa bu " ucap Alesya yang memang benar adanya .

Dan benar Alesya memang sudah datang sebelum gerbang di tutup .

" Tuh kan bu . Saya tidak telat " ucap Alesya .

" Untuk kali ini oke Alesya . Tapi lain kali jangan sampai kamu terlambat lagi " ucap bu Wina .

" Baik bu . Terima kasih " ucap Alesya lalu berlalu dari sana dan mengacungkan jari tengahnya kepada Gama .

Gama yang melihat itu tak peduli .

" Kita sudah cari dimana-mana tapi dia tidak ketemu " ucap Shaka dan Raga dengan nafas ngos-ngosan .

" Dia udah ke kelas . Tadi ada bu Wina . Ayo ke ruang OSIS " ucap Gama .

" Gila hari ini semakin banyak gadis-gadis yang telat . Gue tahu gue tampan . Tapi harus merelakan diri supaya di hukum " ucap Shaka kepedean .

" Pede lo " Raga menoyor kepala Shaka .

Alesya lalu pergi ke kelasnya . Kedua sahabatnya sudah menunggu di sana .

" Lo telat lagi ?" tanya Kirana Larasati .

" Enggak " jawab Alesya lalu duduk disamping Kirana .

" Lo kok baru datang . Untuk gurunya belum datang " sahut Jeni Ayudia.

" Udah . Kasih gue minum dulu . Ntar gue ceritain " ucap Alesya .

Kirana lalu menyodorkan es yang tadi dia beli .

" Udah buruan cerita " ucap Jeni yang tak sabar .

" Selamat pagi anak-anak " sapa Pak guru yang baru saja masuk .

" Selamat pagi pak "

" Dasar ganggu " gerutu Jeni .

Bel sudah berbunyi . Siswa siswi berhamburan untuk istirahat . Ada yang ke kantin ada juga yang memilih untuk ke perpustakaan .

" Buruan cerita " ucap Jeni seraya membenahi make up nya .

" Ntar aja deh . Gue lapar " ucap Alesya .

" Lah bocah . Tapi makan sambil cerita juga lebih baik " ucap Kirana .

" Romeo datang " ucap Jeni melihat seorang siswa kelas 3 menghampiri teman kelas Alesya yang masih duduk 2 .

" Sayang makan bareng yukk " ucap Alesya sedikit keras dan bergelayut di lengan Kirana .

Mereka bertiga lalu tertawa bersama . Sedangkan kedua pasangan itu menjadi salah tingkah .

" Sirik aja lo " teriak Bowo .

" Nggak ada yang sirik sama lo Bowo . Nggak ada . Udah sana bawa permaisuri lo makan ntar pingsan lagi " ucap Alesya .

" Makanya pacaran modal dikit napa . Eh vina, kalau Bowo nggak mau traktir lo mending putus deh " ucap Jeni .

" Udah ayo , kita duluan ya " ucap Vina .

" Oke vin . Hati-hati ya . Ntar di apa-apain " ucap Alesya.

" Dih otak lo " Kirana menoyor kepala Alesya .

Jeni hanya tertawa .

Ketiga gadis cantik itu segera pergi ke kantin . Dan kantin sudah penuh dengan siswa siswi .

Gama dan sahabatnya sudah berada di meja nya . Dan ada dua siswi yang juga merupakan anggota OSIS ikut duduk bersama Gama . Dia memang sering mengikuti Gama . Hingga gosip mengatakan bahwa mereka berpacaran . Jika ada Dinda tidak ada siswi yang berani mendekatinya .

" Yah penuh " ucap Alesya seraya mencari bangku yang kosong .

" Ada di sana " ucap Jeni lalu merapikan seragam dan juga rambutnya yang terurai .

Alesya dan Kirana mengikuti arah pandang Jeni . Dan mereka tahu betul apa yang di maksud Jeni .

" Nggak usah kegatelan " ucap Alesya .

" Udah yang penting di sana ada kursi kosong " ucap Kirana .

Mereka lalu menuju meja di samping Gama yang memang kosong . Biasanya di samping Gama itu selalu penuh lebih dulu .

" Hai cantik "goda kakak kelas mereka .

" Iya kakak yang ganteng " jawab jeni namun di sertai gaya mau muntah .

" Huuuu " sorak teman-teman anak kelas tiga .

Raga dan Shaka kesal melihat Alesya . Gara-gara Alesya mereka berdua jadi olahraga pagi . Dan Alesya tidak mendapat hukuman dari mereka . Kali ini mungkin keberuntungan bagi Alesya .

" Tuh cewek memang rese . Cantik sih cantik tapi beuhh " ucap Shaka .

" Iya cantik . Tapi sering telat " ucap Raga .

Gama hanya melihat sepintas namun tak ikut berkomentar . Dinda yang melihat itu begitu kesal . Dinda mengira jika Gama juga ikut mengagumi Alesya . Alesya memang primadona sekolah . Namun Dinda tidak mau mengakui itu . Toh Dinda adalah anak pemilik yayasan .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!