Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Cerita Masa Lalu

Duduk di pantry yang lengang, Ariana mengaduk coklat panasnya yang sudah mulai dingin. Tangannya seolah otomatis bergerak, sementara pikirannya terbang jauh menyusuri kenangan.

Mata jernihnya menatap nanar ke arah jendela kaca yang besar, memandang keluar pada bangunan pencakar langit yang gemerlap di kejauhan. Sudah hampir setengah jam dia terbenam dalam lamunan, terhisap ke dalam pusaran kenangan bersama Rocky.

Tiga tahun sudah berlalu sejak mereka berpisah, ketika Ariana memutuskan hubungan itu tanpa persetujuan Rocky, sebuah keputusan yang terasa semakin menyakitkan saat ini.

Kenangan tentang tawa mereka, jalan-jalan sore di taman kota, dan malam-malam panjang penuh percakapan hangat kini kembali menghantui. Rasa rindu yang telah dia kubur dalam-dalam kini merekah, menggelegak bagai lava yang siap meletus.

Hati Ariana terasa sesak, sebuah konflik batin yang tak kunjung usai.

Tiba-tiba, keheningan yang selama ini menyelimutinya pecah oleh suara Lily yang menyapa dari belakang.

"Ari, Loe baik-baik saja?" Tanya Lily dengan nada penuh kekhawatiran.

Ariana tersentak, coklat panas di tangannya tumpah sedikit ke meja. Dia berbalik, wajahnya yang tadinya tenang kini memperlihatkan gulana yang mendalam.

" Ya ampun, Ly. Ngagetin aja sih. Kalau Gue kena stroke gimana?" Gerutu Ariana mengelap tumpahan coklat nya.

" Habis... Gue perhatiin Loe melamun ya. Dari tadi ke pantry nggak balik - balik. Di cariin tuh sama si bos." Kata Lily yang ikut duduk di depan Ariana.

" Gue juga nggak tahu Gue kenapa hari ini. Tiba - tiba Gue ingat mantan Gue lagi. Pertanda apa ya?"

" Pertanda bakal ada badai tsunami. Hari gini masih mikirin mantan. Iya kali kalau mantan Loe juga mikirin Loe. Jangan sampai ya cinta Loe bertepuk sebelah tangan."

" Dia mau kembali ke Jakarta. Hufftt..." Ariana mendesah panjang.

" Come back? Seriously?" Tanya Lily terkaget tak percaya.

Ariana hanya mengangguk.

" Bukan nya Loe bilang dia dan keluarga nya sudah pindah ke Melbourne?"

" Itu dia masalahnya. Gue juga nggak tahu kenapa mereka balik ke Jakarta. Atau mungkin cuma buat sementara aja. Soal nya tadi Gue baca artikel soal dia. Kalau dia akan kembali ke Jakarta buat acara pertunangan dia dan pacar nya."

Lily diam sejenak. Mencerna dengan baik ucapan Ariana.

" Tunggu.. tunggu.. Loe bilang apa tadi? Mantan pacar Loe mau tunangan?" Tanya Lily memastikan dia tidak salah dengar.

Ariana mengangguk pelan.

" Mantan Loe mau tunangan. Dan Loe di sini masih mikirin dia, gitu? Sebenar nya Loe move on belum sih dari dia? Sekian tahun berlalu dan loe masih ingat dia terus? Kayak nggak ada cowok yang lain aja ya, Ari."

" Cowok banyak, tapi nggak ada yang seperti dia, Lily." Rengek Ariana menundukkan wajah nya ke atas meja.

Lily menggeleng - geleng seraya bangkit dari duduk nya.

" Awas gila Loe karena gagal move on." Kata Lily meninggalkan Ariana.

" Loe di panggil ke ruangan pak Marvin, Ari." Pekik Lily yang terdengar ke telinga Ariana.

Ya Ariana memang di katakan tidak bisa move on dari sang mantan. Bukan tanpa alasan. Masa - masa yang mereka lalui sejak duduk di bangku SMA hingga kuliah meninggalkan banyak nya kenangan manis yang pantas untuk di kenang sepanjang masa.

Ariana adalah sosok yang menawan dan penuh semangat, ia memiliki aura yang ceria dan humoris yang mampu membuat rekan kerjanya tersenyum lebar.

Sejak lulus kuliah, Ariana sudah bekerja keras di sebuah perusahaan iklan. Keputusannya untuk bergabung dengan perusahaan tersebut bukan tanpa alasan, ia bertekad untuk membiayai pendidikan adiknya setelah tragedi kehilangan kedua orangtua mereka.

Kolaborasi antara keindahan fisik dan kekuatan mentalnya menjadikan Ariana sosok yang dikagumi banyak orang di tempat kerjanya.

Meski beban tanggung jawab menghimpit bahunya, senyum lepasnya tidak pernah luntur, menunjukkan keteguhan hati seorang wanita yang tidak hanya berjuang untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga.

Tok

Tok

Tok

" Masuk." Titah Marvin dari dalam ruangannya.

Ariana pun membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan Bos nya.

" Bapak manggil saya?"

" Iya. Saya mau tanya soal iklan shampo? Kapan rencana iklan nya akan di mulai?"

" Mampus... gue baru ingat kalau ada kerjaan. Mana belum revisi naskah lagi." Bathin Ariana merasa bingung.

" Ariana. Kenapa diam? Kapan kamu akan mulai syuting nya?"

" Secepat nya, Pak. Soalnya saya belum dapat lokasi yang tepat untuk syuting nya. Artis nya bilang, minta syuting di lokasi yang tidak terlalu panas." Jawab Ariana seadanya agar Marvin tidak mengomel panjang pada nya.

" Baik lah kalau begitu, bagaimana kalau syuting di taman di depan kantor pusat saja? Taman nya itu kan asri. Banyak pepohonan. Jadi tidak terlalu panas untuk syuting. Apa lagi kalau untuk keramas saat syuting." Usul Marvin menatap Ariana yang masih berdiri.

" Nanti sore setelah pulang kantor, saya akan periksa lokasi nya. " Jawab Ariana mengiyakan.

" Kelamaan. Siap - siap. Sebentar lagi cek lokasi dengan saya." Perintah Marvin mengambil ponsel nya dari meja.

" Sekarang, Pak?" Tanya Ariana melotot.

" Nggak. Bulan depan. Tunggu pihak manejemen menarik iklan nya kembali. Ya sekarang lah Ariana. Kamu pikir kita punya banyak wakti untuk berlama - lama?"

" Iya, Pak. Iya. Saya siap - siap dulu."

Bergegas Ariana keluar dari ruangan Marvin dengan cepat. Kelamaan berada di dalam ruangan itu bisa membuat Ariana kehabisan oksigen karena akan di marahi panjang oleh Marvin.

" Bener Loe bilang. Kayak nya Gue beneran bakal gila deh." Kata Ariana saat dia sampai di meja nya.

" Gila karena mantan?" Tanya Lily memutar kursi nya ke arah meja Ariana.

" Gila karena Bos Loe tuh. Bayangin Gue bisa lupa kalau ada projek iklan shampo yang harus Gue kerjakan. Dan tadi malah di tanya kapan syuting nya." Jawab Ariana seraya sibuk menyiapkan tas nya.

" Terus Loe bilang apa?"

" Gue bilang aja kalau Gue belum dapat lokasi syuting nya. Dan Loe tahu dia bilang apa?"

Lily mengangkat bahunya.

" Dia ngajak Gue cek lokasi taman yang ada di depan kantor pusat. Gila nggak tuh?"

" Yang gila itu Loe bukan bos Marvin. Udah tahu punya projek, tapi malah lupa. Makan tuh lupa Loe. Ini akibat nya kalau Loe kebanyakan mikirin mantan yang belum tentu juga mikirin Loe. Bahkan mungkin udah lupa sama Loe. Makanya dia mau tunangan sama orang lain."

" Gue ketularan gila sama si Bos." Sahut Ariana dengan cepat.

" Siapa yang gila?"

Suara bariton yang terdengar memecah kehebohan di antara kedua wanita yang sedang bergosip soal bos nya itu.

Ariana dan Lily saling pandang karena terkejut lalu menatap Marvin yang kini berdiri tegak bak tiang bendera di tengah meja mereka.

" Bos..." Ujar Lily.

" Bos siapa yang gila? Saya kan bos kalian di kantor ini?" Tanya Marvin dengan tatapan yang sulit di artikan.

* Kira kira siapa ya di sini yang belum selesai dengan mantan nya??

Masih menyimpan kenangan manis bersama mantan gitu...

Terpopuler

Comments

Lucyana H

Lucyana H

bego sih Ariana,ngapain jg msh mikirin mantan,di cerita karakter si Ariana gw ga suka bgt,paling anti yg namanya udah jadi mantan ngapain di pikirin,kerjaan terbengkalai,rasain Lo,gw klo punya temen ky si Ariana udah abis gw kata-katain

2026-05-09

0

Ara putri

Ara putri

Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB

2026-01-04

1

PURPLEDEE ( ig: _deepurple )

PURPLEDEE ( ig: _deepurple )

Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋

2026-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 Cerita Masa Lalu
2 Mengungkapkan Perasaan
3 Makan Siang Bersama
4 Dia Yang Kembali
5 Pertemuan Tak Terduga
6 Masih Terjebak Perasaan
7 Dia Yang Cemburu
8 Marahnya Rocky
9 Ajakan Bertemu
10 Hilang Mood
11 Melakukan Penawaran
12 Dia Yang Menunggu
13 Kembali Bertengkar
14 Tidak Akan Menyerah
15 Berharap Punya Kesempatan
16 Merasa Bersalah
17 Baju Baru
18 Bertemu Dengan Rizal
19 Kiriman Sebuah Foto
20 Menginap Dirumah Ariana
21 Dia Yang Rindu
22 Membuat Rocky Cemburu
23 Bertunangan
24 Sakit Hati Ariana
25 Ancaman Nelly
26 Disusul Amel
27 Saling Mengenal
28 Rumah Baru
29 Ulah Lily
30 Masak Bersama
31 Dokter Bikin Kesel
32 Bertengkar Dengan Mama
33 Pengakuan Rocky
34 Dilarikan Ke Rumah Sakit
35 Kabar Dari Rocky
36 Mengantar Amelia
37 Obat Untuk Rocky
38 Yusnita Sadar
39 Menjenguk Mama
40 Ajakan Putus
41 Bakal Sering Menginap
42 Mendapatkan Bukti
43 Kiriman Baju
44 Protes Pakaian Rocky
45 Dinner
46 Menjemput Ariana
47 Ketiduran Diruang Dokter
48 Tetap Terlihat Baik
49 Reaksi Obat
50 Ancaman Dari Nelly
51 Cerita Masa Lalu
52 Kurang Sehat
53 Teman Lama
54 Garis Dua
55 Pertemuan Tak Terduga
56 Tamparan Untuk Ariana
57 Mengantar Ariana Pulang
58 Ingin Mengakhiri
59 Kamar Mandi
60 Ancaman Yusnita
61 Pengharapan
62 Rumah Sakit
63 Rahasia Terbongkar
64 Meragu
65 Kedatangan Papa Rocky
66 Mengharap Pengertian
67 Keputusan Ariana
68 Cerita Masa Lalu
69 Rocky Menghilang
70 Berbohong Pada Ariana
71 Memilih Untuk Pergi
72 Permintaan Yusnita
73 Kebusukan Yang Terbongkar
74 Membatalkan Pernikahan
75 Menyusul Ariana
76 Memperjuangkan Kembali Cintanya
77 Dendam Nelly
78 Kabar Duka
79 Hari Pernikahan
80 Syarat Dari Amelia
81 Kejujuran
82 Persyaratan Dilengkapi
83 Bahagia Bersamamu
84 Ariana Sakit
85 Ngidam Roti Tart
86 Tart Tingkat Lima
87 Pemakaman Nelly
88 Hari Pernikahan
89 Akhir Yang Bahagia
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Cerita Masa Lalu
2
Mengungkapkan Perasaan
3
Makan Siang Bersama
4
Dia Yang Kembali
5
Pertemuan Tak Terduga
6
Masih Terjebak Perasaan
7
Dia Yang Cemburu
8
Marahnya Rocky
9
Ajakan Bertemu
10
Hilang Mood
11
Melakukan Penawaran
12
Dia Yang Menunggu
13
Kembali Bertengkar
14
Tidak Akan Menyerah
15
Berharap Punya Kesempatan
16
Merasa Bersalah
17
Baju Baru
18
Bertemu Dengan Rizal
19
Kiriman Sebuah Foto
20
Menginap Dirumah Ariana
21
Dia Yang Rindu
22
Membuat Rocky Cemburu
23
Bertunangan
24
Sakit Hati Ariana
25
Ancaman Nelly
26
Disusul Amel
27
Saling Mengenal
28
Rumah Baru
29
Ulah Lily
30
Masak Bersama
31
Dokter Bikin Kesel
32
Bertengkar Dengan Mama
33
Pengakuan Rocky
34
Dilarikan Ke Rumah Sakit
35
Kabar Dari Rocky
36
Mengantar Amelia
37
Obat Untuk Rocky
38
Yusnita Sadar
39
Menjenguk Mama
40
Ajakan Putus
41
Bakal Sering Menginap
42
Mendapatkan Bukti
43
Kiriman Baju
44
Protes Pakaian Rocky
45
Dinner
46
Menjemput Ariana
47
Ketiduran Diruang Dokter
48
Tetap Terlihat Baik
49
Reaksi Obat
50
Ancaman Dari Nelly
51
Cerita Masa Lalu
52
Kurang Sehat
53
Teman Lama
54
Garis Dua
55
Pertemuan Tak Terduga
56
Tamparan Untuk Ariana
57
Mengantar Ariana Pulang
58
Ingin Mengakhiri
59
Kamar Mandi
60
Ancaman Yusnita
61
Pengharapan
62
Rumah Sakit
63
Rahasia Terbongkar
64
Meragu
65
Kedatangan Papa Rocky
66
Mengharap Pengertian
67
Keputusan Ariana
68
Cerita Masa Lalu
69
Rocky Menghilang
70
Berbohong Pada Ariana
71
Memilih Untuk Pergi
72
Permintaan Yusnita
73
Kebusukan Yang Terbongkar
74
Membatalkan Pernikahan
75
Menyusul Ariana
76
Memperjuangkan Kembali Cintanya
77
Dendam Nelly
78
Kabar Duka
79
Hari Pernikahan
80
Syarat Dari Amelia
81
Kejujuran
82
Persyaratan Dilengkapi
83
Bahagia Bersamamu
84
Ariana Sakit
85
Ngidam Roti Tart
86
Tart Tingkat Lima
87
Pemakaman Nelly
88
Hari Pernikahan
89
Akhir Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!