*****
Amelia tergesa-gesa menapakkan kaki ke rumah sakit, rasa cemas memenuhi dadanya karena terlambat.
Teman-teman koasnya sudah tersebar mendapatkan tugas dari dokter pembimbing, sedangkan dia baru saja melangkahkan kaki masuk.
Di lorong, Dokter Bima yang dikenal tegas dan disiplin itu, sudah menunggunya dengan tatapan tajam.
" Dokter, Bima." Ucap Amelia.
"Amelia, ini sudah jam berapa? Mengapa kamu bisa terlambat?" Suara Dokter Bima menggema, membuat Amelia semakin gugup.
"Saya minta maaf, Dokter. Ada kendala di jalan. Motor saya kehabisan minyak dok di jalan. Mana pom bensin nya jauh lagi, dok. Saya minta maaf, Dok." Jawab Amelia gugup.
Amelia mencoba menjelaskan, namun raut muka Dokter Bima tidak berubah.
" Jadi kamu menjadikan motor kamu alasan nya karena kamu terlambat?" Tanya dokter Bima.
" Itu bukan alasan, dok. Memang itu kenyataan nya." Bela Amelia untuk diri nya.
" Nggak ada alasan lain, yang lebih masuk akal lagi?"
" Dok..."
" Sudah, sudah. Saya tidak mau dengar alasan kamu lagi." Potong dokter bima.
"Saya harap ini tidak terjadi lagi. Sebagai hukuman, kamu harus membersihkan ruangan saya sampai kinclong," Ucap Dokter Bima dengan tegas sebelum berlalu meninggalkan Amelia yang menghela nafas panjang.
" Apa? Aku di suruh bersihin ruangan dia? Aku ini calon dokter loh? Nggak salah?" Gumam Ariana kesal.
Amelia pun segera bergegas ke ruangan Dokter Bima, mulai dari menyapu, mengepel, hingga mengelap setiap sudut ruangan. Waktu terasa begitu cepat berlalu, dan kelelahan mulai terasa.
" Aduh... capek banget nih. Mana ngantuk lagi. Di rumah udah beresin rumah. Di rumah sakit juga beresin ruangan dokter. Aku ini calon dokter atau calon pembantu sih?" Gumam Ariana membanting kain pel nya ke lantai.
" Mana sudah jam nya makan siang lagi." Ujar Ariana saat menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan waktu makan siang.
" Istirahat sebentar boleh kali ya."
Ariana duduk dan meluruskan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan dokter Bima. Dia menguap berkali - kali hingga…
Terjebak Cinta Sang Mantan
Ketiduran Diruang Dokter
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 89 Episodes
Comments