Pernikahan

"Mbak Perlita sangat cantik, pasti nanti calon suaminya pangling deh." Puji MUA yang merias Perlita di hari pernikahannya.

     "Mbaknya yang hebat, lihatlah hasil tangan mbak sangat memukau. Saya sangat beruntung bisa di rias oleh mbak di hari spesial saya ini," kata Perlita mengulas senyum manisnya yang menambah kecantikan dirinya.

       "Perl...Perli." Teriak mama Perlita memasuki kamar putrinya, dimana Perlita sedang di rias saat ini.

      "Ada apa ma?" tanya Perlita yang kemudian bangkit dari duduknya ketika mamanya masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang sangat panik.

    "Perli, kamu harus merelakan Vito menikahi Ariana," kata Diana sembari menatap putrinya.

    "Maksud mama apa? Kenapa aku harus merelakan calon suami aku untuk kak Ariana?"tanya Perlita yang terlihat bingung dan juga terkejut dengan ucapan Diana yang secara tiba-tiba.

    "Ariana hamil anaknya Vito, dan mereka harus menikah. Kamu harus mengalah demi janin yang ada di dalam kandungan Ariana."

     Deg!

     Perlita terdiam mendengar ucapan mamanya. Jantung Perlita terasa berhenti berdetak saat ini.

    "Malah diam lagi. Terserah kamu yah, mau menerima keputusan ini atau tidak, yang jelas Vito akan menikahi Ariana. Semua keluarga sudah berunding, Vito dan keluarganya juga sudah setuju. Jadi kamu harus setuju dengan keputusan kami ini. Lagian kamu juga tidak cocok dengan Vito. Ariana dan Vito juga sudah berteman sejak kecil, jadi mereka sangat cocok kalau menikah."

      Setelah mengucapkan hal yang sangat menyakitkan tersebut, Diana langsung pergi dari kamar Perlita.

     "Ma...Mama. Tunggu dulu, Ma! Teriak Perlita.

     Saat Perlita akan keluar dari kamarnya, dua orang laki-laki berpakaian hitam langsung menghadang Perlita dan mendorong masuk ke dalam kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu kamar milik Perlita dari luar.

     "Buka, buka pintunya!" Teriak Perlita dengan mengedor pintunya dengan keras tapi semua itu percuma saja.

     Perlita terduduk di lantai kamarnya dan menangis sejadi-jadinya. "Kenapa aku harus terus mengalah? Dari dulu aku selalu di suruh mengalah."

    Ya, Perlita memang dari kecil selalu disuruh mengalah kepada kakak perempuannya tersebut.

 

     Selama ini Perlita memang selalu diperlakukan berbeda dari Ariana. Perlita harus berusaha dulu untuk mendapatkan apa yang dirinya mau. Termasuk sekolah dengan kerja kerasnya sendiri. Kedua orang tuanya menolak untuk membiayai uang sekolah Perlita, karena itu Perlita terpaksa bekerja di tiga tempat dalam sehari. Bahkan Perlita juga kuliah dengan kerja kerasnya sendiri. Kedua orang tuanya menolak untuk membiayai Perlita dengan alasan mereka yang tidak mampu, karena saat itu Ariana ingin menjadi dokter, jadi mereka menabung untuk biaya sekolah Ariana.

       Usia Perlita dan Ariana hanya terpaut satu tahun saja. Ariana yang selalu dimanjakan seperti ratu di rumah itu. Apapun keinginan Ariana pasti selalu dituruti oleh kedua orang tuanya. Berbeda dengan Perlita yang harus cari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

      Kamar dengan ukuran dua kali dua itu menjadi saksi bisu tangisan Perlita hampir setiap malamnya. Di rumah orang tuanya yang bisa dikatakan mewah, Perlita malah diberikan kamar yang biasa ditempati oleh asisten rumah tangganya yang berada di dekat dapur. Sedangkan Ariana berada di lantai dua dengan ukuran kamar yang besar dan tentunya mewah.

     Perlita Cascata adalah seorang gadis cantik yang terlahir dari pasangan Roby dan Diana. Perlita terlahir berbeda dengan kakaknya. Perlita adalah perempuan yang sangat cantik, berkulit putih dengan mata indah, hidung mancung dan bibir tipis.

     Kecantikan Perlita mampu menghipnotis orang yang memandangnya. Alis yang rapi tidak terlalu tipis dan juga tidak tebal, bulu mata yang lentik menambah kesan cantik di wajah Perlita. Selain itu Perlita juga memiliki lesung pipi yang menambah kesan manisnya saat Perlita tersenyum atau tertawa. Selain itu dia juga memiliki tubuh yang ideal.

     Berbeda dengan Ariana yang terlahir dengan kecantikan biasa saja, kulit Ariana juga tidak putih seperti Perlita. Bahkan wajah Ariana sudah banyak di permak di klinik kecantikan. Keseharian Ariana selalu memakai make up yang tebal. Berbeda dengan Perlita yang selalu tampil natural setiap harinya. Kecantikan Perlita inilah yang membuat Ariana menjadi iri dan berupaya membuat orang tua mereka membenci Perlita.

     Sementara di luar saat ini sedang berlangsung akad nikah. Ariana Savira dan Vito Sinaga akhirnya sah menjadi pasangan suami istri. Kedua mempelai dan kedua pihak keluarga sangat bahagia dengan pernikahan anak mereka. Tidak ada raut wajah sedih atau bersalah di wajah mereka saat ini. Mereka bahkan tidak peduli dengan perasaan Perlita saat ini.

      Para tamu undangan merasa heran dan berbisik-bisik saat acara berlangsung, karena yang mereka tahu yang menjadi mempelai wanitanya seharusnya adalah Perlita Cascata yang merupakan adik dari Ariana Savira. Tamu undangan yang hadir pada saat itu juga adalah teman satu rumah sakit tempat Vito dan Ariana bekerja. Ariana dan Vito yang sama-sama berprofesi sebagai dokter memang bekerja di satu rumah sakit yang sama.

      "Kok bisa yah dokter Ariana yang menikah dengan dokter Vito? Bukankah yang menjadi pengantin wanitanya adalah Perlita adiknya dokter Ariana?" Ucap teman satu profesi Vito dan Ariana.

     "Iya yah. Tega bener loh mereka sama Perlita, padahal kan adiknya sendiri. Setahuku Perlita dan dokter Vito sudah berpacaran cukup lama. Yang aku dengar, kalau biaya pernikahan ini katanya menggunakan uang Perlita, karena uang dokter Vito akan di pakai buat membeli rumah. Tapi sekarang malah menikah dengan dokter Ariana. Ini mah definisi kakak kandung adalah maut. Masa calon suami adiknya sendiri direbut di hari pernikahan adiknya. Pantas aja selama ini kedekatan dokter Vito dan dokter Ariana terlihat tidak lazim."

      "Sudah sudah, jangan membicarakan ini di sini. Nanti ada yang dengar. Lagian ini juga bukan urusan kita. Nikmati aja lah pestanya, jangan menambah dosa di sini."

       Mereka akhirnya terdiam dan menikmati pesta pernikahan kedua dokter tersebut.

     Setelah rangkaian akad nikah selesai, kedua mempelai berganti pakaian dengan pakaian resepsi pernikahan. Resepsinya memang langsung diadakan setelah akad nikah.

     "Selamat yah untuk kalian, ini baru mantu idaman mama Vit. Kalian berdua sama-sama cocok loh. Begini dong kalau cari istri, cantik dan seorang dokter lagi. Jadi nggak sia-sia kan kamu jadi dokternya," ujar Silvi dengan senyum bahagia karena mendapatkan menantu seorang dokter yang memiliki profesi yang sama dengan putranya.

     Silvi memang tidak menyukai Perlita dari awal mereka menjalin hubungan. Silvi memang dari dulu menginginkan Vito menikah dengan teman satu profesinya juga. Sedangkan Perlita memiliki bisnis kecil-kecilan, yaitu menjadi seorang pedagang pakaian, yang menurut Silvi tidak berkelas dan tidak level dengan anak dan keluarganya. Keluarga Vito memang semuanya berprofesi sebagai dokter. Termasuk kedua orang tuanya dan juga saudara-saudaranya.

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

hadiiiir dan nyimak Thor....

2026-03-10

1

checangel_

checangel_

آمين اللهم آمين

2025-12-30

1

Heny

Heny

Hdr thor

2025-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 Marah-marah
2 Pernikahan
3 Pergi
4 Sepupu Vito
5 Tiket ke Bali
6 Taman
7 Kedatangan orang tua
8 Ke butik
9 Makan siang
10 Kantor Polisi
11 Menyesal
12 Laki-laki Kere
13 Kontrakan
14 Kosan dan kontrakan
15 Tidak mungkin
16 Makan Malam
17 Keponakan Mami
18 Cafe
19 Liburan
20 Teman masa SMA
21 Bali
22 Arisan
23 Rumah Sakit
24 Kontrakan
25 Kedatangan Silvi
26 Pantai
27 Pemandangan
28 Siapa wanita itu?
29 Cuma teman
30 Rumah Zahra dan Daniel
31 Kalian cocok
32 Lambat
33 Rahasia kamu
34 Apa tanggung jawabmu?
35 Aku masih mencintaimu
36 Pearl Fashion
37 Jorok
38 Meeting
39 Kosan Raya
40 foto
41 Klien Perlita
42 Jelek dan dekil
43 Lari sore
44 Makan bersama
45 Kedatangan Viona dan Yuri
46 Tidak tega
47 Sibuk
48 Kere
49 Rumah Klien
50 Jatuh Cinta
51 Tidak ingin dia pergi
52 Menantu kesayangan
53 Benar-benar bodoh
54 Nongkrong
55 Memikirkan Perlita
56 Mami Sophia
57 Mokondo
58 Cafe
59 Bertemu Ariana dan Vito
60 Ingin Honeymoon
61 Event
62 Butik
63 Ucapan Selamat
64 Tante mau jadi mertua Perlita
65 Gerak Cepat
66 Promo besar-besaran
67 Mencari Perlita
68 Paket
69 Menjelek-jelekkan
70 Semakin mesra
71 Dinner
72 Sarapan
73 Orang tua kandung Perlita.
74 Terlambat
75 Makan Malam
76 Kesal
77 Pernikahan Tasya dan Risky
78 Istri Pak Hendri
79 Ibu Perlita
80 Adik Perlita
81 Lamaran
82 Kabar Mengejutkan
83 Pernikahan
84 Bertemu
85 Diana dan Roby
86 Keadaan Diana dan Roby
87 Malam Pertama
88 Kesiangan.
89 Selingkuh
90 Makam Deniz Aydin
91 Jadi tulang punggung
92 Mual
93 Bayi Ariana
94 Kondisi Vito
95 Karma
96 Ami dan Perlita
97 Rujak
98 Jordan
99 Kedatangan Cici
100 Ke rumah Roby dan Diana
101 Cici
102 Pertanggung jawaban
103 Melihat Tasya
104 CICI
105 Tujuh bulanan
106 Hinaan
107 ROSSA VALERIO
108 Kos Rossa
109 Hari pertama Magang
110 CEO
111 Susah di dekati
112 Mall
113 Membeli Perlengkapan
114 Ariana
115 Hutang
116 Tes DNA
117 Penipu
118 Menyebalkan
119 Makan siang
120 Teman Cici
121 Papa tiri Cici
122 Dinner
123 Wulan
124 Elena dan Rossa
125 Arisan
126 Perasaan Reyhan
127 Rossa
128 Reyhan dan Rossa.
129 Pemeriksaan
130 Sepupu Arga
131 Jawaban Rossa
132 Anggi dan keluarga
133 Jatuh Cinta
134 Bunga
135 Makan malam
136 Rossa
137 Vito
138 Bertemu orang tua Rossa
139 Vito
140 Vino
141 Nongkrong
142 Kantor Reyhan.
143 Kamu dalangnya
144 Keadaannya
145 Meeting
146 Rumah sakit
147 Baby Darren
148 Melihat Baby Darren
149 Mirip Nathan
150 Pulang
151 Perempuan Muda
152 Aqiqah Baby Darren
153 Anindya
154 Sebaiknya Menikah
155 Indri
156 Amir
157 Diusir
158 Silvi
159 Vino
160 Acara Lamaran
161 Mendekati Anindya
162 Persiapan
163 Kedatangan Amir
164 Amara
165 Sah
166 Malu
167 Mama Risky
168 Menggoda
169 Roby
170 Kencan
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Marah-marah
2
Pernikahan
3
Pergi
4
Sepupu Vito
5
Tiket ke Bali
6
Taman
7
Kedatangan orang tua
8
Ke butik
9
Makan siang
10
Kantor Polisi
11
Menyesal
12
Laki-laki Kere
13
Kontrakan
14
Kosan dan kontrakan
15
Tidak mungkin
16
Makan Malam
17
Keponakan Mami
18
Cafe
19
Liburan
20
Teman masa SMA
21
Bali
22
Arisan
23
Rumah Sakit
24
Kontrakan
25
Kedatangan Silvi
26
Pantai
27
Pemandangan
28
Siapa wanita itu?
29
Cuma teman
30
Rumah Zahra dan Daniel
31
Kalian cocok
32
Lambat
33
Rahasia kamu
34
Apa tanggung jawabmu?
35
Aku masih mencintaimu
36
Pearl Fashion
37
Jorok
38
Meeting
39
Kosan Raya
40
foto
41
Klien Perlita
42
Jelek dan dekil
43
Lari sore
44
Makan bersama
45
Kedatangan Viona dan Yuri
46
Tidak tega
47
Sibuk
48
Kere
49
Rumah Klien
50
Jatuh Cinta
51
Tidak ingin dia pergi
52
Menantu kesayangan
53
Benar-benar bodoh
54
Nongkrong
55
Memikirkan Perlita
56
Mami Sophia
57
Mokondo
58
Cafe
59
Bertemu Ariana dan Vito
60
Ingin Honeymoon
61
Event
62
Butik
63
Ucapan Selamat
64
Tante mau jadi mertua Perlita
65
Gerak Cepat
66
Promo besar-besaran
67
Mencari Perlita
68
Paket
69
Menjelek-jelekkan
70
Semakin mesra
71
Dinner
72
Sarapan
73
Orang tua kandung Perlita.
74
Terlambat
75
Makan Malam
76
Kesal
77
Pernikahan Tasya dan Risky
78
Istri Pak Hendri
79
Ibu Perlita
80
Adik Perlita
81
Lamaran
82
Kabar Mengejutkan
83
Pernikahan
84
Bertemu
85
Diana dan Roby
86
Keadaan Diana dan Roby
87
Malam Pertama
88
Kesiangan.
89
Selingkuh
90
Makam Deniz Aydin
91
Jadi tulang punggung
92
Mual
93
Bayi Ariana
94
Kondisi Vito
95
Karma
96
Ami dan Perlita
97
Rujak
98
Jordan
99
Kedatangan Cici
100
Ke rumah Roby dan Diana
101
Cici
102
Pertanggung jawaban
103
Melihat Tasya
104
CICI
105
Tujuh bulanan
106
Hinaan
107
ROSSA VALERIO
108
Kos Rossa
109
Hari pertama Magang
110
CEO
111
Susah di dekati
112
Mall
113
Membeli Perlengkapan
114
Ariana
115
Hutang
116
Tes DNA
117
Penipu
118
Menyebalkan
119
Makan siang
120
Teman Cici
121
Papa tiri Cici
122
Dinner
123
Wulan
124
Elena dan Rossa
125
Arisan
126
Perasaan Reyhan
127
Rossa
128
Reyhan dan Rossa.
129
Pemeriksaan
130
Sepupu Arga
131
Jawaban Rossa
132
Anggi dan keluarga
133
Jatuh Cinta
134
Bunga
135
Makan malam
136
Rossa
137
Vito
138
Bertemu orang tua Rossa
139
Vito
140
Vino
141
Nongkrong
142
Kantor Reyhan.
143
Kamu dalangnya
144
Keadaannya
145
Meeting
146
Rumah sakit
147
Baby Darren
148
Melihat Baby Darren
149
Mirip Nathan
150
Pulang
151
Perempuan Muda
152
Aqiqah Baby Darren
153
Anindya
154
Sebaiknya Menikah
155
Indri
156
Amir
157
Diusir
158
Silvi
159
Vino
160
Acara Lamaran
161
Mendekati Anindya
162
Persiapan
163
Kedatangan Amir
164
Amara
165
Sah
166
Malu
167
Mama Risky
168
Menggoda
169
Roby
170
Kencan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!